IqEwVr5RYHY5lcozd7fQs7f4kHQ
Bisik Angin Tuk Bidadari

Genap Empat purnama  ku termenung
pikiranku tak setenang air
aku ketakutan saat ku ingat pagi itu
amarahku keluar di hadapanmu
tanpa perasaan dan tanpa pikiran bersihku
sangat mudah ku ucap kepadamu

saat ku tulis sebuah bait tentang diriku
air mata yang keluar tanpa di sengaja
telah menetes hingga menutupi tulisan ini
aku sangat takut akan kelemahan aku di hadapanmu

Aku takut kehilangan mu
Semenjak kau hadir dan memberi bahagia dalam hidup ku
Aku seperti tak mempunyai kesedihan
Selain kesedihan ku karena takut kehilangan mu

Ungkapan rasa yang ku ucap tak sekedar datang dari mulut ku
Melainkan jujur dari hati ku
Aku tak pernah ingin menyakiti mu
Tak pernah ingin melukai mu
Aku ingin membahagiakan mu
Berbagi kisah hidup dengan mu

Kerinduan ku akan kasih sayang
Seperti terjawabkan setelah kau datang
Hari demi hari aku terus coba pahami hati ini
Semakin ku sadar dalam kecemburuan
Aku takut kehilangan  mu

Hati mu yang bisa membuat ku nyaman...



Banyak kisah tentang persahabatan
Tentang indahnya kebersamaan
Apakah perasahabatan itu memang ada
Waktu ini aku menyesal mengenal mereka

Mereka yang hanya mengolok diriku
Mereka yang hanya mampu berbicara di belakang ku
Mereka yang menjadikan ku sebagai objek
Mereka yang pernah ku anggap teman

Hei jangan kalian seperti itu
Biarlah aku seperti ini
Biarkan aku diam dalam ruangn ku sendiri
Hilanglah kalian dalam dunia kalian sendiri

Tak bisakah kalian untuk tidak berbicara
Dalam semua kegaduhan yang ada dibelakangku
Bukankah teman itu saling mendukung
Apakah perteman itu saling menjatuhkan

Kepada kalian yang pernah kusebut teman
Kuminta biarkan aku berjalan dalam bumi ku sendiri
AKu lelah, aku letih dengan semua yang ada
Hanya satu pintaku, pergilah sekarang dari hadapanku
Karena aku menyukai sendiri ku

Sudirman 2017

Kau Di bumimu

Kau Di bumimu

Meskipun Kau akan berjalan di bumimu sendiri
Dan bergerak sesuai dengan waktu mu sendiri
Matahari yang sama akan terbit untukmu
Seperti ia terbit untukku…

Dan Musim yang sama akan melewati hidupmu
Saat mereka melewai hidupku
Ku tahu, kita akan selalu berbeda…
Tapi…Mungkinkah juga akan selalu sama..

Ini adalah usahaku
Memberi untukmu sebuah pelajaran dalam hidupku
Pelajaran ini tidak bermaksud
Untuk memaksa dirimu memaksa menerima perasaan ini

Kebahagianku yang terbesar
Adalah…
Melihat kau berjalan dalam duniamu Sendiri
Melihat senyummu dengan caraku sendiri
Melihat dirimu bahagia dengan caramu
Melihat senyummu dengan bahagiamu

Namun…
Waktu akan menyingkap kebenaran
Dan kebenaran ini…
Lebih besar daripada kita berdua

Kalau aku dapat menyuarakanya
Dengan cara yang membolehkanku
Berjalan disisimu selama hari-harimu
Maka aku akan tulus mencintai
Sampai sisa umur yang kumiliki
Dan pasti tak akan terbagi.

Depok 17 July 2007, 21:00 Pm
SHE

Teruntuk Bidadari yang pernah bersemayam Dihati

Kala fajar tiba sang mentari tersenyum manja
Di atas jembatan cinta memandang cakrawala
entah apa yang harus kutunggu di sini
separuh hati di atas jalan sunyi

Sayap-sayapnya terbuka
menuruni awan menuju bumi
sangkala meniup angin kencang
Membawa diri tentang cinta yang dingini

bus-bus karyawan turut bersemayam
di aspalnya terbenam airmata
hangus terpanggang bila waktu meraut siang
Dan kita pernah lalui semua itu disini

Teruntuk Bidadari yang pernah bersemayam Dihati
Hanya satu ku berminta, Maaf kan takdir yang terjadi
Biarkan kita bisa kembali bersua
Walau hanya dalam dunia yang maya

kamu yang memang sangat teringini
Terkuak suatu cerita kita yang tak bisa menyatu
Entah karena coretan pena takdir waktu
Atau karena ketercampakan hati yang tersakiti

Dalam perenungan, Krikil-krikil cinta
Cikarang 12 January 2008 15:45
Erwin Arianto

Di dalam larut malam ini aku menangis

Di dalam larut malam ini aku menangis
Melihat gambar ku berdua dulu
Kemana kucari masa indah itu
Tuhan tolong kembalikan kisahku

Tentang cintaku yang telah mati
Cinta Jangan Kau Pergi meninggalkan perih lagi
Jangan kau buat aku terbang tinggi
Tetapi nanti untuk terhempas kembali

Aku lelah memulai kembali cinta ini
jangan kau buat ku merasa jauh hati
saat kumerasa cinta berada dekat denganku
Kukan menjadi kekasih yang setiakan
kuberi rasa yang bernama cinta
yang telah pernah ku kubur di lubuk jiwa

Ku tak bisa berhenti menginginkan mu
Biarkan aku mengisi lembar putih di hatimu
Biarkan cinta bersemi di dalam hatimu
terasa Hidupku hampa tanpamu

hatiku kini terpenjara dalam cinta
dan tak akan ku nodai cinta yang kupunya
Walau ingin selalu mengakhiri harapan cinta ini
Harus kah merasa salah didiriku untuk dapat mencintai
Dirimu yang tulus aku sayangi dan sangat kuingini
Dan kau telah membuat hidupku menjadi berarti

Terilami atas cerita sahabat tentang cinta yang semu di dunia maya
Depok 1 Agustus 2007; 20:58pm


KETIKA CINTA BERTEPUK SEBELAH TANGAN
Ketika cinta bertepuk sebelah tangan
Kamu berharap kehadirannya?
Kamu berharap kebaikannya?
Kamu berharap perhatiannya?
Bahkan kamu berharap kasih sayangnya?
Tapi.... sering kali engkau dikecewakannya?
Seringkali engkau menangis karenanya?
Sering kali engkau merasa disakiti olehnya?
Lalu... pantaskah kau masih berharap padanya?
Ataukah dalam kecewa, dalam tangis dan dalam sakit itu adakah kebahagiaan yang kamu dapatkan?
Apakah dengan kecewamu dia akan berubah menjadi baik?
Apakah dengan tangismu dia akan hadir?
Ataukah dengan perasaan sakit hatimu dia
menyayangimu?
Mungkin jawabannya tidak...
Jadi....bukankah ini saatnya untuk kamu pergi?
Bukankah ini saatnya utk kamu berpaling?
Bukankah ini saatnya utk kamu menjauh?
Setidaknya pergilah dari rasa kecewa itu...
Berpalinglah utk tetesan air mata itu...
Menjauhlah utk membahagiakan hatimu
Sulitkah itu bagimu?
Jika iya...
Pikirkanlah betapa dia tak pernah mengharapkanmu
Pikirkanlah betapa dia tak pernah mempedulikanmu
Pikirkanlah betapa dia bahkan tak sempat memikirkanmu
Tanpa kamu sadari kamu telah hanyut dalam harapan, impian dan angan kosongmu
Sedikit kata darinya sudah membuat kamu merasa diperhatikan
Sedikit senyum darinya sudah membuat kamu pikir dia perduli
Sedikit kabar darinya sudah membuat kamu terlena dan tak beranjak...
Ya...semua yang sedikit itu saja sudah membuat kamu bahagia
Yang sedikit bahkan semu dudah membuat kamu bertahan
Untuk apa???
Untuk suatu yang kosong
Untuk suatu yang tak pernah dia pikirkan
Untuk suatu yang bukan apa2 utknya
Untuk suatu yang dia tidak tahu
Atau suatu yang dia tidak akan perduli
Dan esok lusa, nanti atau waktu yang akan datang kamu akan kecewa menangis dan sakit hati lagi?
Tidaklah semua itu cukup?
Sekarang saatnya kamu melangkah
Mendaki diterjalnya kehidupan dan mengalir bagai sungai
Jangan bertahan utk harapan yang tak pernah ada
Selagi kamu masih bisa berdiri
Selagi air matamu belum habis
Selagi hatimu belum bernanah
Biarlah sakitnya terasa hari ini
Esok luka itu akan mengering
Biarlah dia menjadi kenanganmu
Mungkin dia tak menyadarinya
Karena kamu bukan yang diharapkannya
Kamu bukan yang dipikirkannya
Kamu bukan apa2 baginya
Jangan pernah menoleh lagi untuknya
Jika hr ini kmu sadar siapa dia
Besok, tahun depan, sepuluh tahun lagi dia tetap menjadi org yg sama yang tak pernah pedulikanmu
Pergilah... pergilah....
Biarkanlah hari ini akhir kecewa kamu
Biarkanlah air mata itu menetes sederas2nya
Dan biarkan air mata itu menghujam dalaam
Tapi itu yg terakhir utkmu
Itu yang terakhir...
Ingat....Allah tidak menciptakan satu di dunia ini
Buka hatimu...di luar sana masih banyak orang yang membutuhkanmu
Cukuplah dirimu untuk mereka yang siap menerima cintamu
Yang lebih menghargai air matamu
Thanks for your memories

#RPS 280917

Aku temukan goresan rasa di wajahmu
Rasa yang mebawa teduh didalam diri
Lihatlah... lihatlah senyum itu
Senyum indah laksana sang kupu merah

Terus menikmati waktu tersisa
bersama damainya dirimu
Untuk terus bergerak demi cintaku
Bergerak menyusuri jalan setapak

Kau menempati ruang hatiku yang terdalam
Damai itu terasa sangat indah bersamamu
Maka jangan pernah kau bertanya akan ketulusanku
Buang jauh ragu yang mengganggumu

Cinta ku tak pernah rela kau pergi dariku
Sebab ada damai yang kurasakan dipelukanmu
Menyelimuti hati yang pernah tenggelam
Dari hari dan dunia yang pernah kelam

Kau bersinar indah dalam palung hatiku
Memancarkan senyum yang membuatku tenggelam
Pada lembut manis sapamu sebelum mentari bersinar
Bersama tingkah polosmu merubah hidup menjadi indah

Kau alasanku untuk tetap bersimpuh pada-Nya
Memohon kau menjadi milikku pada satu massa
Dimana hanya bahagia merangkul kita berdua
Atas nama cinta, aku sangat menyayangimu
Walau Semua harus selesai sekarang dan saat ini

29 September 2017

;;