IqEwVr5RYHY5lcozd7fQs7f4kHQ
Bisik Angin Tuk Bidadari

Sebagian hidup manusia berhubungan dengan kehilangan: kehilangan barang (entah kecopetan, entah lupa taruh, entah diberikan ke orang lain), kehilangan teman, kehilangan anggota keluarga, kehilangan pekerjaan, termasuk kehilangan kesempatan. Seolah telah digariskan, maka hingga ke ujung dunia pun, bila sudah saatnya kehilangan, ya, yang ada hanyalah kehilangan itu terjadi sesuai jadwal yang telah ditentukan. Terjadi dan bisa menimpa siapa saja. Kapan saja.

Menurut saya, itu dampak paling dahsyat dari sebuah kehilangan yang pernah saya rasakan.
Kehilangan membuat kita susah move on.
Kehilangan membuat kita sulit untuk merubah kondisi.
Yang paling parah, kehilangan membuat kita merasa kita ga pantas lagi untuk bahagia.

Sesabar dan setegar apapun seseorang, pasti jiwanya terusik ketika merasa kehilangan Memang tidak mudah menyandingkan kata ‘rela’ dan ikhlas’ dengan kehilangan yang kita hadapi. Tetapi bukan juga kita mesti larut dan tenggelam dalam kehilangan tersebut, ‘kan? Harus ada saatnya kita sadar dan berdamai dengan keadaan.

Ketika kehilangan, kita kadang tak mampu berpikir jernih dan menerimanya begitu saja. Namun pada akhirnya kita selalu dihadapkan pada hikmah-hikmah akan kehilangan tersebut. Tak jarang ketika seorang kikir kehilangan hartanya, ia akan segera introspeksi diri dan menyadari bahwa dalam hartanya ada hak orang lain. Tak jarang pula ketika seorang suami menyia-nyiakan istrinya demi hal lain, ia justeru akan segera sadar, menyesali dan memperbaiki diri pada saat sang istri tak ada di sisi, dst.

Banyak cara orang menghadapi rasa kehilangannya, mulai dari yang terpuruk dalam kurun waktu yang nggak masuk di akal, ada pula yang dengan tegar dan ikhlas, merelakan apa yang sudah terjadi. Seperti salah satu kalamullah dalam Al Qur'an: "Kun Faayakuun", apa yang Dia kehendaki maka terjadilah, kita sebagai manusia hanya bisa berdo'a dan berusaha, hasil akhir hanya Yang Maha Esa yang tahu

Sulit. Oleh karenanya jangan terlalu memanjakan perasaan. Selalu yakin bahwa Allah Swt tengah memberi bimbingan untuk kehidupan yang lebih baik. Dia tentu menyelipkan makna di segala peristiwa. Maka serahkanlah bagian dari skenario Tuhan tersebut dan berdoa semoga kita bisa segera melalui dan berdamai dengannya. 


To all yang baca, coba lah berdamai dengan kehilangan, karena sesuatu akan bergerak dari tiada menuju ada dan kembali tiada.. Ikhlas dan Sabar adalah senjata utama menghadapi keadaan dimana kita akan berhadapan dengan situasi yang kita tidak siap

Kurasa semua di dalam hati
kucoba berpaling agar ku bisa melupakanya
Tapi cinta terlahir dari hati
Hati inilah yang telah memilihnya

Fikiran hati terus berputar
Tak perduli ku lelah
Tak perduli ku sakit
selalu tertuju pada nya

Aku Ingin  bahagia
Ingin ku berontak dari duka
Ingin ku tersenyum sekali saja
Kenapa selalu siasia!

Wahai Hati
Lihatlah dunia?
Nikmati semua nya
Jangan Kau terlarut

Sudahlah aku pasrah
Ya Sudahlah Aku terima

Hai

Hai Masih inget gak ? heheh
Aku cuma lagi kangen doang..
Kamu pasti sudah bahagia ya sekarang
Tenang aja aku gak akan ganggu lagi kok
kalau di inget-inegt lucu juga
kita dulu pernah dekat benget
sampe akhirnya kamu berubah dan marah-marah nutup semua pintu
Disitu aku pernah galau dan sakit banget, sampe gak tau harus apa
Tapi
Aku sadar aku gak bisa apa-apa
Aku sadar gak bisa maksa minta kamu untuk kayak dulu lagi
dan bagaimana pun berusaha sekuat apa pun tetap sama
Kamu tetap diam dan diam
yah yang aku bisa hanya berdamai dengan keadaan
dan yang paling aku benci dan akui adalah
Aku kalah dengan keadaaan, kamu tau hal yang paling aku benci
adalah Kalah dan kehilangan
Dan terbiasa tanpa kamu
Maaf ya aku jadi orang yang nekat dalam perjuangan untuk dapetin hati kamu
sekarang kita berjalan dalam dunia yang berbeda
Maaf aku pernah ngusik kamu, menghancurkan semua kehidupan kamu
tapi aku gak pernah bisa berarti apa-apa walau sudah berusaha
Memberi semua yang terbaik buat kamu, yang aku dapat cuma rasa benci kamu
Seperti banyak cerita, yang aku cuma bisa bilang
TERIMA KASIH... UNTUK SEMUA PENGALAMAN DAN CERITA HIDUP yang luar biasa
Dan MAAF telah terus mengusik hidup kamu.
Semua akan terus ada dalam sisa hidup ku yang mungkin tinggal menunggu waktu
jujur aku tetap akan mencintai mu walau gak mungkin untuk bertemu kamu lagi
Aku akan terus mencintai kamu kemarin, hari ini dan esok

ini apa?


Pernah sakit tapi tak pernah sesakit ini

pernah cinta tapi tak pernah sedalam ini

aku ingin semua cinta mu untuk ku

Menangis tanpa air mata

Kisahku akan selalu berjalan. Entah itu hanya aku saja, atau bersamamu. Tak akan terhenti meski sesuatu menghalangi langkahku. Begitu pula perasaanku yang akan terus ada. Ntah itu hanya aku yang memiliki perasaan itu, atau saat kamu juga memilikinya. Dan tak akan terhenti hanya karna hati ini sendiri.

Hati ini selalu sepi. Sendiri tanpamu. Terasa gelap, bagaikan aku sedang berada di ruang kosong tanpa sebuah jendela dan pintu. Dan aku berharap ada lubang kecil di mana cahaya akan bisa menemukanku di dalam ruang ini. Aku berharap cahaya itu kamu. Karena tak ada seseorang yang menemaniku. Yang ada hanyalah kamu yang selama ini memenuhi pikiranku.

Aku bagaikan sedang berada dalam sebuah drama. Memerankan sebuah peran di mana aku menjadi manusia malang yang kesepian. Itulah aku. Aku sendiri. Namun, meski tanpamu, hidupku akan terus berjalan. Aku yakin semua akan baik-baik saja.

Kata-kata yang kamu berikan padaku, adalah motivasi yang kamu maksudkan agar aku selalu menerima apa yang sedang terjadi di hidupku. Dan aku tau, kamu pun bukan orang yang tak punya beban. Hanya saja, kamu pandai menyembunyikan semuanya.

Rahasia itu mahal. Tapi aku mau berbagi rahasiaku denganmu. Menceritakan kisahku yang tak akan berhenti begitu saja. Dan kamu begitu paham, yang berada dalam kisahku ini, aku dan kamu.

Keputusanku ialah tetap mencintaimu. Aku tak tau apa yang aku pilih ini benar atau salah. Tapi hati yang bicara. Aku tak tau hati ini akan membawaku ke mana, tapi aku yakin ia takkan pernah berbohong.

Apapun itu, aku meyakini sesuatu. Mencintaimu bukan sesuatu kesalahan dalam diriku. Namun itu adalah anugerah Tuhan, bagaimana cara Ia mengajariku cinta.

Dan akhirnya aku pun tau perasaan ini tak bisa di paksa. Atau hanya akan ada orang lain yang sakit dan terluka. Karena hati menyuruhku untuk tetap mencintaimu. Dan ini akan terus berjalan. Berjalan tanpa henti dan kisahku yang akan menceritakan perjalananku mencintaimu, mungkin ini akan terus aku bawa ya entah sampai kapan, seperti yang pernah aku jelaskan sebalumnya.. sampai tuhan menentukan sesuatu yang berbeda nanti nya.


Are U happy?

Setelah melewati perkara hidup yang luar biasa baru-baru ini, dalam perbincangan dengan seorang sahabat bertanya "Are U happy?" Pertanyaan tersebut singkat yang menurut ku sangat susah untuk menjawabnya, Memang gampang sih untuk berikan jawaban klise, ‘kebahagiaan kan kita sendiri yang tentukan’ – tapi rasanya bukan jawaban yang lahir dari hati. belajar dari pertanyaan tersebut banyak sahabat yang merasa tidak bahagia dengan apa yang dimilikinya.

Terkadang fikiran ini mengulang kembali segala memori dan kisah sedih yang pernah kita alami. Bukan, bukan orang lain yang membuatku sedih. Tetapi diriku sendiri. pernah Pikiran kita terpenuhi oleh prespektif yang kita buat sendiri setiap memikirkan apa yang dimiliki orang lain. Yang selalu keluar adalah sebuah pertanyaan, "Mengapa? Mengapa aku harus begini? Mengapa aku bukan dia?", terkadang kita belum tersadar kalau hal itu yang membuatku hampir kehilangan segalanya. kita hampir kehilangan iman. kita hampir melupakan rasa bersyukur yang harusnya kita panjatkan.

Beberapa pelajaran yang saya petik ketika menemani Bapak di rumah sakit, ternyata banyak orang yang lebih mengalami ujian yang lebih berat dari yang kita hadapi, ada yang harus cuci darah, ada yang lumpuh, ada yang geger otak karena bawa motor nabrak trotoar, disanalah saya memahami banyak orang yang mendapat ujian lebih dari yang kita alami, yang sebelumnya belum pernah terbayangkan.

Jawabannya sederhana, sesungguhnya hidup ini penuh dengan kebahagiaan. Masing-masing dari kita sudah Allah beri sesuai dengan kebutuhan. Hanya saja karena diri kita dikuasai oleh ilusi, ambisi dan berbagai keinginan. Selalu merasa ingin seperti orang lain. Hingga lupa mensyukuri nik’mat yang Allah beri. Tak terasa bahagia itu hilang dari diri kita. Dan yang ada hanya mengeluh dan mengeluh.

Tidak ada kesedihan dalam hidup ini, yang ada hanya kita menggunakan sisi melankolis untuk melihatnya. Tidak ada jalan buntu di hidup ini, yang ada hanya jika kita sendiri yang membatasinya, Berhentilah menyalahkan diri. Itu sudah masa lalu. Beginilah hidup, kau hanya harus mengikuti arus, dan menikmatinya. Banyak saran yang sampaikan bahwa bahagia ada dalam keputusan kita; ketika kita mulai bersyukur; ketika kita mampu berkata ‘cukup’; ketika kita ‘sudah selesai dengan diri sendiri’; atau ketika kita mampu mengendalikan pikiran kita hingga melihat sesuatu yang buruk dari sisi yang baik/positif. Banyak juga yang percaya bahwa bahagia itu sederhana; saat bisa mengerjakan tugas tepat waktu, saat bisa mentraktir diri sebuah es krim setelah kerja keras.

Hidup ini tidak ada masalah yang sulit, hanya saja kita belum berani menghadapi. Kadang kita terlalu takut untuk memulai padahal kita hanya sebatas mendengar cerita orang. Hidup ini tidak ada tempat yang gelap, hanya saja tempat yang kita lalui belum kita terangi. Lalu mengapa tidak kita putuskan untuk meneranginya, Oleh karena itu, tersenyumlah, karena setiap masalah yang terjadi padamu ada campur tangan Tuhan didalamnya dan ada rencana indah yang disiapkanNya untukmu lalu Terima dirimu sendiri apa adanya.

Untuk mu, Wanita yang tidak mudah untuk ku jumpai, percayalah aku tuliskan ini memang untuk mu. Cinta .. Lima huruf yang mampu membuat seluruh hidupku berubah. Hidup yang dulunya hitam putih, namun setelah aku mengenal cinta, hidup ini berubah menjadi berwarna. Cinta juga yang membuatku patah hati, sedih, dan kecewa.

Jujur aku sayang padamu, namun apalah daya aku hanya bisa menjagamu dari kejauhan. Karena aku tersingkir oleh orang-orang yang lebih bisa membuat kamu bahagia. Terkadang ada saat dimana aku harus menghadapi semua dengan sendiri, meski hati menangis tak ada pilihan lain selain berusaha tegar dan keadaan memaksaku harus kuat meski sebenarnya aku tak mampu.

“Jika kau tak mengizinkanku menjadi pengagumu, jangan biarkan bayangmu bermain dengan imajinasiku. Karena sukar untuk kumengukir tawa dalam genangan air mata”

Disaat kau pergi aku akan menjauh, dan jangan pernah berpikir aku akan membencimu, karena sesungguhnya aku tahu kebahagiaanmu bukan padaku. Biarkanlah rasa ini tetap untukmu. Bilamana disaat kamu diasingkan dan dijauhi semua orang carilah aku. Karena aku akan selalu ada untukmu. Mungkin aku ditakdirkan buta, buta untuk melihat yang lain selain dirimu. Namun aku sadar kita tak bisa bersama, tapi aku rela patah hati agar bisa bersamamu selamanya. Berharap bisa memilikimu yang tak mungkin aku miliki adalah sebuah harapan penuh kesia-siaan.

Tak ada manusia yang tak punya masalah. Jika aku terlihat selalu bahagia itu karena aku mampu menyembunyikan luka dan tangis. Sabar itu menyakitkan, diam itu menyiksa, berbicara pun percuma. Menyayangi kamu apakah harus sesakit ini. Namun aku selalu berpikir apapun yang terjadi dalam hidupku, selalu ku berkata Tuhan itu baik.

“Hujan tak pernah tau membasahi apa, tapi air mata tahu ia jatuh untuk siapa”

Hatiku kini luluh lantak dan hancur berkeping-keping, tak mampu terobati lagi. Hatiku terlanjur sakit dan kecewa atas ulahmu yang selalu bersikeras mengabaikanku. Namun ku tahan air mata ini yang tak mampu terbendung lagi. Ku tahan agar tidak meleleh dipipi ini, sebab ku tak mau menangis melihat kenyataan ini.Ku lapangkan dada ini meski ku tahu aku tak mampu, ku coba tuk selalu tersenyum. Selalu terlihat ceria, meski dibalik itu sesungguhnya hatiku sangat rapuh.

Bibirku tak mampu berucap tiga kata kata untukmu yaitu “aku cinta kamu”. Bagiku kau terlalu sempurna untukku. Mencintaimu adalah anugerah terindah dalam sejarah hidupku. Aku hanyalah insan biasa yang bermimpi akan cinta, berkhayal akan bahagia bersamamu. Selalu ku sadari sesungguhnya disekelilingku masih banyak hati yang tulus dan mengharap cinta dariku. Namun sejujurnya aku tetap tak akan pernah bisa berpaling sedikitpun darimu.

"Semoga tidak ada lagi persinggahan setelah kamu, yang berarti kamu adalah tempat pengakhiran dalam hidup"

;;