Sendiri…
tentang kesalahanku
dalam kekalutan ku
Dalam ragu keindahan kita
KERAGUAN..
saat kau pertanyakan Cinta
dengan dunia yang gelap..
Segelap malam yang pekat...
terpejam dalam ruang dan waktu
terbenam dalam melody rerumputan padang hijau
terbias Indah Pancaran Sukma
tetap tiada jawab
Tersadar
pertanyakan keyakinanku
sedikit menghiburku
Tentang Kamu dan Aku
dalam pejam..
Bertaut dalam satu
kuhitung detik
kurasakan degub jantung berpacu
bersama bayang-bayang malaikatku
seirama untaian nada nafasku
Label: Puisi Cinta
Rindu, mengarahku ke lebak arai
seperti rasaku deras laksana derasnya sungai
tapi, Lapar rinduku mencerai berai
tentang sebuah asmara Begitu indah menjuntai
Aku tetap peduli tentang asa
walau disini aku haus dahaga
segala yang bisa kuberi untuk sebuah rupa
Begitu harum menjuntai menyapa
Maka akan ku cari lagi dan lagi
Aku terus menghendus bangkai mimpi
Tentang Sebuah Hati yang sunyi
Tentang sebuah cinta mati suri
Kau himpun sebentuk rasa yang ada
Sedikit menghimpit sebuah warna
Seperti merah sang mawar puspa
Tetap menebar sebuah pesona menyapa
Walau semua hanya sebuah drama
Walau semua hanya sebuah Fatamorgana
Walau Semua hanya bersifat sementara
Tapi hatiku tak kan pernah bisa di tawar
Untuk sebuah cinta yang Menggelora
Januari 2010
Label: Puisi Cinta
Aku tetap mencintaimu diantara mereka-mereka yang telah hadir
0 komentar Diposting oleh Erwin Arianto di Rabu, Desember 30, 2009gelora renjana teramat sangat
dalam pacu-pacu waktu yang tak tertahankan
pada bilik ruang yang tak ternampakan
jujur aku merindukanmu
ketika tahu semua telah jauh berlalu
ku cari bayanganmu
ketika malam tak lagi menampakkan wajah lugu
Kerinduan tanpa batas menghantui hari-hariku menembus
alam dimensi Fana yang tak terelakan
Kerinduan tanpa batas membawaku jatuh ke garis titik nadir
dalam kehidupan yang terus berlari tanpa henti
ku sadari kini
Ada Dinding pemisah yang tebal antara aku dan kamu
kini ada mereka untuk mu dan ada mereka untuk ku
membuat semua tak mungkin kembali lagi
Walau jauh di lubuk hati
Aku tetap mencintai mu, dengan sejuta rasa
Walau ku tahu cintamu kini untuknya dan dia
begitu juga cintaku untuknya dan dia pula
Dengan sebait laras hati kutetap ucapkan
Aku tetap mencintaimu diantara mereka-mereka yang telah hadir
Depok 30 Desember 2009
ERWIN Arianto
http://coretanpena-erwin.blogspot.com
Label: Puisi Cinta
Karena hanya Engkau yang tau jalan hidupku
0 komentar Diposting oleh Erwin Arianto di Rabu, Desember 30, 2009ketika keresahan ku datang
tak tau kemana tempat ku mengadu
ingin ku cerita kan kepada dia
tapi kuasa jua mendapat jawabnya
ku coba bercerita kepada lainya
tapi jawabnya tetap sama
tak ada pengobat resah yang ada
yang semakin lama semakin membahana
Terus mencari dan mencari tempat mengadu
Tetapi tak hilang perih dan sendu
terkadang jua hati terus bimbang
dengan sejuta tanya menghadang
Pada suatu ketika nurani bercerita
tentang suatu asa yang hilang
yang terbang hilang tak terbilang
ya dialah yang maha pencipta
Dia lah yang bisa jawab sejuta ragu dan sendu
DIalah yang bisa membantu tanpa minta dibantu
Tuhan ku serahkan dan pasrahkan segala yang ada
Karena hanya Engkau yang tau jalan hidupku ya Tuhanku
Depok 30 Dec 2009
Erwin Ariant
Label: Puisi Kehidupan
Lihat Kartu Ucapan Lainnya
(KapanLagi.com)
ku berjumpa dengan rindu
Dalam Suasana riuh dan berdebu
di ruang hampa tak menentu
Ketika semua lama berlalu
ia terkejut menatapku
Ia Seperti Tersipu ia tersenyum malu
Dalam Alur detik sang waktu
Kalis rindu
Kalis pilu
Pendam rindu
Pendam pilu
Rindu dengan rona merah jambu
Melempar senyum tak tau
Dia bertanya kepadaku
Mengapa tak kau selimuti dirimu dengan pasrah
Aku tak tahu jawab ku
Rasanya ini tak semudah yang kau bilang
Karena aku masih sayang
Label: Puisi Cinta
Aroma Subuh Begitu Indah
Ketika Mentari masih bermalas di peraduan
Sebuah Hati diam disudut bisu
Mencoba mengerti makna yang terjadi
Sebuah hati bertanya
Benarkah ini sebuah cinta
Saat semua mempesona
Saat semua bahagia
Saat Aku Larut di dalamnya
Ya menyegarkan seperti tetes embun
Memberi nuansa menyegarkan dalam diri
Memberi Kebahagian terpatri dalam lubuk Hati
Membawa ku terbang melayang dalam langit jauh dari bumi
Tapi Benar seperti embun
Yang ada hanya pada pagi subuh
Sekejap dan seketika hanya
Terbuaikan dalam suasana Fana
Sebuah cinta Bagai embun
Suci, dingin dan sejernih mutiara
Hadir sepertiga malam
Berlalu di saat fajar tiba..
Selamat jalan Embun hati ku
Untuk sebuah kenangan yang menyegarkan seperti embun
Label: Puisi Cinta
