IqEwVr5RYHY5lcozd7fQs7f4kHQ
Bisik Angin Tuk Bidadari

Ahh Kamu lagi...

Ah..kamu muncul lagi setelah 2x31.536.000 Detik aku terus berusaha lari dari semua rasa, dan mencoba membunuh semua harapan yang kulabuhkan kepada mu. kamu tahu di saat kita jatuh cinta, munafik rasanya kalau kita tidak mengharapkan bahwa orang tersebut mencintai kita juga. Segala hal yang ada pada dirinya, mulai dari senyumnya, caranya tertawa, bagaimana tingkah konyolnya, terlihat begitu sempurna di mata kita. Dari situlah, Harapan mulai muncul, bahwa suatu saat nanti, kita mampu menghabiskan waktu bersama dengan dirinya. Membayangkannya saja sudah membuat mabuk kepayang, bagaimana kalau Tuhan mewujudkan mimpi kita menjadi nyata? Bahagia sekali rasanya

When, its impossible, kita mengutuk diri sendiri, mengapa Jatuh Cinta rasanya sesakit ini. Mengapa dia menolak ketika sudah jelas-jelas aku mencintainmu dengan sepenuh hati. serasa mempermainkan perasaan kita yang sudah terlanjur jatuh pada pesona nya. Semua harapan yang telah kita yakinkan, seketika runtuh dan hancur berkeping-keping..

Well, tidak kah kamu aku telah mencoba membunuh kamu, dalam usahaku selama 2x31.536.000 Detik, aku mencoba menyibukan diriku denga menuntaskan study ku dengan baik, mencoba mengganti karir ku, membangun mimpi usahaku, semua berhasil berjalan dengan baik kecuali satu yang merupakan kegagalan terbesarku, yaitu membunuh kamu dalam hatiku, kamu terus ada berkembang dan hidup, aku hanya bisa berusaha mengesampingkan semuanya, bukan menyingkirkan rasa itu atau bahkan menghapus kamu.

Tetiba kamu ada dan kembali marah dan pergi lagi, aku hanya bisa terdiam kaku, kalau memang kamu akan pergi ya sudah pergi saja tapi tolong tak usah muncul lagi. Kamu tahu saat kamu pergi aku berusaha melupakanmu Aku pun sempat tak mau untuk merasa cinta lagi, tapi kamu datang dan aku merasa bahwa aku telah sembuh. Nyatanya kamu tak sungguh-sungguh menyembuhkan dan menggantikan retakan kaca itu, kamu malah membuat kaca yang baru jatuh ke lantai sebelum sempat aku merekatkannya. Dengan mudahnya kamu lari setelah kaca itu berserakan di lantai. Dengan 'bodohnya' aku kembali meratapi kepingan itu.

Aku tau kamu tak selalu manis di hadapanku. Adakalanya kamu terasa begitu menyebalkan dan suka mencari masalah. Dan juga Aku tau berharap pada Manusia adalah Satu tindakan yang wajar, namun terlalu bodoh untuk di lakukan terus menerus, tetapi mengapa aku selalu menjadi bodoh untuk masalah kamu logikaku mati dan aku tak bisa berfikir dengan baik.. ah kamu itu.. Kamu yang masih kusebut terus diujung sajadahku… dan berharap suatu saat nanti aku memberimu mahar penanda suatu yang halal… maybe just my imajinasi….

Dalam perjalanku kutemui seekor kupu lucu, tak pernah sadar akan ada sebuah cerita karena  banyak cerita dalam kehidupan, terdapat beragam sifat dan perbuatan begitu juga makna dari kehidupan itu sendiri. Tanpa memperdulikan panjang usia yang dimiliki, seperti halnya kupu-kupu. Saya yakin semua orang menyukai kupu-kupu, akan tetapi apakah kita juga menyadari bahwa keindahan itu dimulai dari proses yang panjang, dan mungkin sangat menyakitkan.

begitupun awal permulaan bertemu dengan kupu itu aku ragu, aku takut. untuk memulai rasa ini untuknya bagai mengenggam mawar berduri, harumnya memang menenangkan kalbu, tapi durinya pun dapat melukai jariku. aku adalah wayang yang tak berdaya yang menanti digerakkan oleh dalang. Aku hanya bisa pasrah dan berserah. pada akhirnya takperlu waktu lama ketika rasa ini mulai tumbuh, aku kembali terjebak di hempasan gelombang rasa, seperti riak ombak, seperti pasang surut laut. Aku didera rindu dan cemburu, canda tawa dan air mata, harapan dan keputusasaan.

Aku bertanya apakah ketika aku terikat rasa kembali padanya, aku harus mengalami itu semua lagi. Aku berharap rasa ini berbeda, berbeda dengan yang dulu pernah kurasa, yaitu seperti menggenggam mawar, harum sekaligus melukai. Aku ingin rasa ini laksana lentera, yang menerangi sisi kelam dalam ruang jiwa dan memberi damai di hati. Aku ingin rasa ini lebih murni hingga kuasa nafsu tak lagi mengganggu, sehingga andai kisah ini kembali terangkai, alurnya lebih mencerahkan, mendewasakan.

Mencintai kupu-kupu berarti ikhlas membiarkannya tetap terbang kesana kemari, hinggap dari satu bunga ke bunga yang lainnya. Bila kau menangkapnya, kau hanya bisa menikmati keindahan sayapnya tapi pada hakikatnya kau menyiksa dirinya, karena kau telah memenjarakannya, membuatnya kehilangan kebebasannya. Dan tahukah kau sumber kebahagiaan kupu-kupu ? yaitu kebebasannya untuk terbang sesuka hatinya. Bila kau mencintai kupu-kupu, kau hanya bisa merayunya tuk singgah di sekitarmu, karena itu buatlah taman bunga seindah mungkin sehingga dengan keikhlasan hatinya, jiwanya, dia akan mengunjungi tamanmu dan ia akan mempersembahkan tarian lewat kepakan sayap-sayapnya. Itu adalah tanda terima kasihnya, tanda kalau dia peduli, tanda bila dia mencintai.

Kupu-kupu memang tak pernah diam, bila kau mencintainya dan kau berusaha menangkapnya maka dia malah akan terbang menjauh. Semakin kau berusaha mengejarnya maka semakin jauh dia meninggalkanmu, lari darimu. Karena bukankah kau tahu kalau kebebasan adalah kebahagiaan sejati dari kupu-kupu. Biarkan kupu-kupu hidup dalam dunianya, biarkan bakat dan potensinya terus berkembang. Karena tariannya dipersembahkan untuk semesta, untuk matahari, untuk bunga yang bermekaran, untuk iringan awan, untuk hembusan angin. Janganlah kau membuat semesta bersedih hanya karena keegoisanmu. Buatlah dia selalu bahagia, maka semesta akan membuatmu bahagia. Dan mungkin Tuhan memberi tanda dengan seekor kupu lucu sepertinya aku perlu belajar dari kupu-kupu, sepertinya aku perlu belajar mencintai... seperti mencintai kupu-kupu, Maka terbanglah kupu merah lucuku... Aku kan mencintai mu kemarin, hari ini dan esok... tiada yang dapat menghentikan sampai tuhan menentukan selanjutnya.... maka aku akan mencintainya seperti mencintai kupu-kupu...

Halo....

Bagaimana kabarmu...

Melihatmu di dalam pigura maya, seperti melihat sesuatu masa lalu...

mungkin hanya daya hayalku saja, ingatkah Aku yang pernah berlalu di hidupmu, aku yang memintamu untuk selalu tersenyum, aku yang pernah bahagia karenamu, aku yang pernah menjadi orang pertama segala keluh kesahmu. Aku yang pernah selalu di hari-harimu. Aku yang selalu ingin bertemu kamu. Aku yang pernah selalu siap mendukungmu di kala kamu terpuruk. Aku yang pernah mengajakmu untuk bangkit. Aku yang menjadi penyemangatmu meskipun kamu lelah.

Kamu yang dulu selalu membuat hatiku berdegup kencang. Kamu yang selalu menumbuhkan senyum dan bahagia. Kamu yang dulu aku pernah perusaha menggapaimu  dengan segala caraku. Kamu yang dulu menjadi tempat untuk menabung segala rinduku. Kamu yang dulu pernah mencuri hatiku, Kamu yang mampu sekejap mengalihkan duniaku, mimpi-mimpiku dan inginku.

Kamu yang pernah mengukir luka, mendatangkan kecewa, membuat hatiku mendung, air mata yang menguras emosi yang tak terbendung, menguras semua rasa yang ada alam hidupku, tahukah kamu beta besar tembok yang kubangun untuk membendung deburan rindu dan kecewaku ketika kamu pergi... tapi aku akan tetap mengatakan aku tetap mencintaimu kemarin, hari ini dan esok, walau semua terlihat dalam balutan warna yang berbeda...

Seperti katamu cinta tak harus memiliki, cinta membebaskan, terbanglah dan bahagialah itu sudah membuat ku cukup, karena aku tahu semua yang bersayap pasti akan terbang, aku pun bahagia pernah merawat ke pompong mu, sehingga kamu bisa menjadi kupu merah yang indah.... maka terbanglah gapailah mimpimu... aku akan mengiringi hidup mu dengan semua doa yang terbaik.. karena dunia kita sudah berbeda... maka terbanglah kupu merahku... hmmmmmmm....

Sekali lagi ingin menulis tentang Hujan. Seharusnya tidak ada yang luar biasa darinya, memang sudah musimnya jika sekarang ini air akan lebih sering turun membasahi jalanan. Aku benci hujan. hujan itu identik lembab, basah, dingin, suram. Apa istimewanya? Membuatku harus lebih sering menghabiskan waktu di balik jendela, memegang secangkir teh hangat, memandang ke luar sana. Ah…lagi-lagi hujan yang membawa pikiranku kemana-mana, membuatku mengingat apa yang seharusnya kulupa.

Entah sudah berapa kali musim hujan aku lewati dengan seperti ini, seperti tidak ada yang menemani, di tengah kerumunan pun terkadang aku masih merasa sepi, merasa sendiri. Kamu lagi, lagi-lagi kamu yang muncul di kepala ini. Jujur sebenarnya aku sudah bosan, bukankah merindukan orang yang nyata-nyata sudah pergi hanyalah akan membuatku payah sendiri? Ah siapa yang peduli, toh sejak kamu pergi aku sudah sangat terbiasa menyimpan rapat-rapat setiap kesedihan dalam hati.

Seperti biasa, hujan kali ini memaksaku mengingat kembali apa yang sudah kulalui, tentang kamu, tentang sakit yang dulu kau beri, tentang rindu yang hanya bisa kupendam sendiri. Tentang bagaimana aku pernah bermutasi seperti zombie, yang hidup tapi sebagian diri tidak lagi berfungsi. Tentang mimpi yang rasanya bisa digapai sedikit lagi, tentang harapan yang berkembang biak dalam angan namun harus diakhiri, tepat setelah kamu pergi.

Sejujurnya aku pun bingung harus menyebutmu sebagai apa. Kamu bukan yang pertama, tapi aku merasa denganmu lah semua bermula. Pastinya kamu bukan yang terbaik, karena yang terbaik tidak akan datang dan pergi seenaknya. Kamu juga bukan yang tanpa cacat cela, aku sudah melihat kekuranganmu dimana-mana. Ah apa pentingnya, toh nyatanya aku cinta! Ya sudah, dipersingkat saja, mungkin kamu lah yang terdalam dari semua cerita.

Tapi lihatlah, bagimu perjuanganku ternyata tidak berarti apa-apa. Kamu pergi dengan seenaknya, kali ini tanpa ada kemungkinan untuk kembali menyapa. Namun jika rindu masih muncul di dada, aku harus menyalahkan siapa? Aku sudah berusaha menjauh darimu semampunya. Saat ini aku tidak lagi tahu dimana kamu berada, sedang melakoni hidup macam apa, mengejar mimpi seperti apa, atau apakah kamu benar-benar bahagia dengan dia yang kamu punya.

Hatiku mungkin bisa seluas langit yang membentang
Tapi tidakkah kau ingat, bahwa langit pun bisa menangis dalam tetasan hujan
Pada akhirnya aku harus memilih ditinggalkan atau meninggalkan
Hanyut dalam tangis atau ditangisi

Perputaran waktu mengajarkanku tidak ada yang bisa kita ulang kembali
Hingga aku belajar untuk menghargai waktu
Aku melangkah untuk meninggalkanmu
Menerima semua dalam balutan takdir tersisa

Biarkan aku menangis hari ini saja?
Melepas semua perih dan kesedihan
Aku menyadari cinta akan sulit untuk lenyap
Walau wujudnya telah habis

Maka izin kan aku menangis bersama hujan
dalam titisan airnya hadir dalam semua angan
tentang dia, dia yang selalu di hati
kamarin, hari ini dan esok lusa

Dalam kotak sepi

Gerimis menghampiri
Ketika sepi memenjarai
Secangkir rindu menemani

Sebersit rindu merasai
dalam sebersit ingin hati
Wahai kupu merah ini

Hujan meresonasi
Kenangan 180 hari
Ku ingin dia kembali
Dengan senyum indah tiada terperi

Sudirman - Dalam kotak sepi  2018

Ciuman terakhir, terasa seperti tembakau
Aromanya pahit dan sedih
Besok, di kisaran waktu ini
Kira-kira dimana kau berada?
Kira-kira siapa yang kau pikirkan?

Kau akan selalu menjadi orang yang ku cintai
Walaupun suatu hari nanti, aku jatuh cinta dengan orang lain
Aku akan ingat ingat pada cinta
Yang kau ajarkan padaku
Kau akan selalu menjadi yang nomor satu
Ini masih merupakan satu lagu cinta yang sedih
Hingga ku bisa menyanyikan lagu baru

Waktu yang terhenti
Sepertinya mulai bergerak
Ada banyak hal yang tak ingin ku lupakan
Besok, dikisaran waktu ini
Aku pasti menangis
Mungkin aku akan memikirkanmu

Kau akan selalu ada di dalam hatiku
Akan selalu ada tempat di dalam hatiku untukmu
Ku harap aku juga punya tempat di dalam hatimu
Sekarang dan selamanya kau tetap nomor satu
Ini masih meruapakn satu lagu cinta yang sedih
Hingga ku bisa menyanyikan lagu baru

Kau akan selalu menjadi orang yang ku cintai
Walaupun suatu hari nanti, aku jatuh cinta dengan orang lain
Aku akan ingat ingat pada cinta
Yang kau ajarkan padaku
Kau akan selalu menjadi yang nomor satu
Ini masih merupakan satu lagu cinta yang sedih
Sekarang dan untuk selamanya...


By: Utada Hikaru - First Love

Sebagian hidup manusia berhubungan dengan kehilangan: kehilangan barang (entah kecopetan, entah lupa taruh, entah diberikan ke orang lain), kehilangan teman, kehilangan anggota keluarga, kehilangan pekerjaan, termasuk kehilangan kesempatan. Seolah telah digariskan, maka hingga ke ujung dunia pun, bila sudah saatnya kehilangan, ya, yang ada hanyalah kehilangan itu terjadi sesuai jadwal yang telah ditentukan. Terjadi dan bisa menimpa siapa saja. Kapan saja.

Menurut saya, itu dampak paling dahsyat dari sebuah kehilangan yang pernah saya rasakan.
Kehilangan membuat kita susah move on.
Kehilangan membuat kita sulit untuk merubah kondisi.
Yang paling parah, kehilangan membuat kita merasa kita ga pantas lagi untuk bahagia.

Sesabar dan setegar apapun seseorang, pasti jiwanya terusik ketika merasa kehilangan Memang tidak mudah menyandingkan kata ‘rela’ dan ikhlas’ dengan kehilangan yang kita hadapi. Tetapi bukan juga kita mesti larut dan tenggelam dalam kehilangan tersebut, ‘kan? Harus ada saatnya kita sadar dan berdamai dengan keadaan.

Ketika kehilangan, kita kadang tak mampu berpikir jernih dan menerimanya begitu saja. Namun pada akhirnya kita selalu dihadapkan pada hikmah-hikmah akan kehilangan tersebut. Tak jarang ketika seorang kikir kehilangan hartanya, ia akan segera introspeksi diri dan menyadari bahwa dalam hartanya ada hak orang lain. Tak jarang pula ketika seorang suami menyia-nyiakan istrinya demi hal lain, ia justeru akan segera sadar, menyesali dan memperbaiki diri pada saat sang istri tak ada di sisi, dst.

Banyak cara orang menghadapi rasa kehilangannya, mulai dari yang terpuruk dalam kurun waktu yang nggak masuk di akal, ada pula yang dengan tegar dan ikhlas, merelakan apa yang sudah terjadi. Seperti salah satu kalamullah dalam Al Qur'an: "Kun Faayakuun", apa yang Dia kehendaki maka terjadilah, kita sebagai manusia hanya bisa berdo'a dan berusaha, hasil akhir hanya Yang Maha Esa yang tahu

Sulit. Oleh karenanya jangan terlalu memanjakan perasaan. Selalu yakin bahwa Allah Swt tengah memberi bimbingan untuk kehidupan yang lebih baik. Dia tentu menyelipkan makna di segala peristiwa. Maka serahkanlah bagian dari skenario Tuhan tersebut dan berdoa semoga kita bisa segera melalui dan berdamai dengannya. 


To all yang baca, coba lah berdamai dengan kehilangan, karena sesuatu akan bergerak dari tiada menuju ada dan kembali tiada.. Ikhlas dan Sabar adalah senjata utama menghadapi keadaan dimana kita akan berhadapan dengan situasi yang kita tidak siap

Kurasa semua di dalam hati
kucoba berpaling agar ku bisa melupakanya
Tapi cinta terlahir dari hati
Hati inilah yang telah memilihnya

Fikiran hati terus berputar
Tak perduli ku lelah
Tak perduli ku sakit
selalu tertuju pada nya

Aku Ingin  bahagia
Ingin ku berontak dari duka
Ingin ku tersenyum sekali saja
Kenapa selalu siasia!

Wahai Hati
Lihatlah dunia?
Nikmati semua nya
Jangan Kau terlarut

Sudahlah aku pasrah
Ya Sudahlah Aku terima

Hai

Hai Masih inget gak ? heheh
Aku cuma lagi kangen doang..
Kamu pasti sudah bahagia ya sekarang
Tenang aja aku gak akan ganggu lagi kok
kalau di inget-inegt lucu juga
kita dulu pernah dekat benget
sampe akhirnya kamu berubah dan marah-marah nutup semua pintu
Disitu aku pernah galau dan sakit banget, sampe gak tau harus apa
Tapi
Aku sadar aku gak bisa apa-apa
Aku sadar gak bisa maksa minta kamu untuk kayak dulu lagi
dan bagaimana pun berusaha sekuat apa pun tetap sama
Kamu tetap diam dan diam
yah yang aku bisa hanya berdamai dengan keadaan
dan yang paling aku benci dan akui adalah
Aku kalah dengan keadaaan, kamu tau hal yang paling aku benci
adalah Kalah dan kehilangan
Dan terbiasa tanpa kamu
Maaf ya aku jadi orang yang nekat dalam perjuangan untuk dapetin hati kamu
sekarang kita berjalan dalam dunia yang berbeda
Maaf aku pernah ngusik kamu, menghancurkan semua kehidupan kamu
tapi aku gak pernah bisa berarti apa-apa walau sudah berusaha
Memberi semua yang terbaik buat kamu, yang aku dapat cuma rasa benci kamu
Seperti banyak cerita, yang aku cuma bisa bilang
TERIMA KASIH... UNTUK SEMUA PENGALAMAN DAN CERITA HIDUP yang luar biasa
Dan MAAF telah terus mengusik hidup kamu.
Semua akan terus ada dalam sisa hidup ku yang mungkin tinggal menunggu waktu
jujur aku tetap akan mencintai mu walau gak mungkin untuk bertemu kamu lagi
Aku akan terus mencintai kamu kemarin, hari ini dan esok

ini apa?


Pernah sakit tapi tak pernah sesakit ini

pernah cinta tapi tak pernah sedalam ini

aku ingin semua cinta mu untuk ku

Menangis tanpa air mata

Kisahku akan selalu berjalan. Entah itu hanya aku saja, atau bersamamu. Tak akan terhenti meski sesuatu menghalangi langkahku. Begitu pula perasaanku yang akan terus ada. Ntah itu hanya aku yang memiliki perasaan itu, atau saat kamu juga memilikinya. Dan tak akan terhenti hanya karna hati ini sendiri.

Hati ini selalu sepi. Sendiri tanpamu. Terasa gelap, bagaikan aku sedang berada di ruang kosong tanpa sebuah jendela dan pintu. Dan aku berharap ada lubang kecil di mana cahaya akan bisa menemukanku di dalam ruang ini. Aku berharap cahaya itu kamu. Karena tak ada seseorang yang menemaniku. Yang ada hanyalah kamu yang selama ini memenuhi pikiranku.

Aku bagaikan sedang berada dalam sebuah drama. Memerankan sebuah peran di mana aku menjadi manusia malang yang kesepian. Itulah aku. Aku sendiri. Namun, meski tanpamu, hidupku akan terus berjalan. Aku yakin semua akan baik-baik saja.

Kata-kata yang kamu berikan padaku, adalah motivasi yang kamu maksudkan agar aku selalu menerima apa yang sedang terjadi di hidupku. Dan aku tau, kamu pun bukan orang yang tak punya beban. Hanya saja, kamu pandai menyembunyikan semuanya.

Rahasia itu mahal. Tapi aku mau berbagi rahasiaku denganmu. Menceritakan kisahku yang tak akan berhenti begitu saja. Dan kamu begitu paham, yang berada dalam kisahku ini, aku dan kamu.

Keputusanku ialah tetap mencintaimu. Aku tak tau apa yang aku pilih ini benar atau salah. Tapi hati yang bicara. Aku tak tau hati ini akan membawaku ke mana, tapi aku yakin ia takkan pernah berbohong.

Apapun itu, aku meyakini sesuatu. Mencintaimu bukan sesuatu kesalahan dalam diriku. Namun itu adalah anugerah Tuhan, bagaimana cara Ia mengajariku cinta.

Dan akhirnya aku pun tau perasaan ini tak bisa di paksa. Atau hanya akan ada orang lain yang sakit dan terluka. Karena hati menyuruhku untuk tetap mencintaimu. Dan ini akan terus berjalan. Berjalan tanpa henti dan kisahku yang akan menceritakan perjalananku mencintaimu, mungkin ini akan terus aku bawa ya entah sampai kapan, seperti yang pernah aku jelaskan sebalumnya.. sampai tuhan menentukan sesuatu yang berbeda nanti nya.


Are U happy?

Setelah melewati perkara hidup yang luar biasa baru-baru ini, dalam perbincangan dengan seorang sahabat bertanya "Are U happy?" Pertanyaan tersebut singkat yang menurut ku sangat susah untuk menjawabnya, Memang gampang sih untuk berikan jawaban klise, ‘kebahagiaan kan kita sendiri yang tentukan’ – tapi rasanya bukan jawaban yang lahir dari hati. belajar dari pertanyaan tersebut banyak sahabat yang merasa tidak bahagia dengan apa yang dimilikinya.

Terkadang fikiran ini mengulang kembali segala memori dan kisah sedih yang pernah kita alami. Bukan, bukan orang lain yang membuatku sedih. Tetapi diriku sendiri. pernah Pikiran kita terpenuhi oleh prespektif yang kita buat sendiri setiap memikirkan apa yang dimiliki orang lain. Yang selalu keluar adalah sebuah pertanyaan, "Mengapa? Mengapa aku harus begini? Mengapa aku bukan dia?", terkadang kita belum tersadar kalau hal itu yang membuatku hampir kehilangan segalanya. kita hampir kehilangan iman. kita hampir melupakan rasa bersyukur yang harusnya kita panjatkan.

Beberapa pelajaran yang saya petik ketika menemani Bapak di rumah sakit, ternyata banyak orang yang lebih mengalami ujian yang lebih berat dari yang kita hadapi, ada yang harus cuci darah, ada yang lumpuh, ada yang geger otak karena bawa motor nabrak trotoar, disanalah saya memahami banyak orang yang mendapat ujian lebih dari yang kita alami, yang sebelumnya belum pernah terbayangkan.

Jawabannya sederhana, sesungguhnya hidup ini penuh dengan kebahagiaan. Masing-masing dari kita sudah Allah beri sesuai dengan kebutuhan. Hanya saja karena diri kita dikuasai oleh ilusi, ambisi dan berbagai keinginan. Selalu merasa ingin seperti orang lain. Hingga lupa mensyukuri nik’mat yang Allah beri. Tak terasa bahagia itu hilang dari diri kita. Dan yang ada hanya mengeluh dan mengeluh.

Tidak ada kesedihan dalam hidup ini, yang ada hanya kita menggunakan sisi melankolis untuk melihatnya. Tidak ada jalan buntu di hidup ini, yang ada hanya jika kita sendiri yang membatasinya, Berhentilah menyalahkan diri. Itu sudah masa lalu. Beginilah hidup, kau hanya harus mengikuti arus, dan menikmatinya. Banyak saran yang sampaikan bahwa bahagia ada dalam keputusan kita; ketika kita mulai bersyukur; ketika kita mampu berkata ‘cukup’; ketika kita ‘sudah selesai dengan diri sendiri’; atau ketika kita mampu mengendalikan pikiran kita hingga melihat sesuatu yang buruk dari sisi yang baik/positif. Banyak juga yang percaya bahwa bahagia itu sederhana; saat bisa mengerjakan tugas tepat waktu, saat bisa mentraktir diri sebuah es krim setelah kerja keras.

Hidup ini tidak ada masalah yang sulit, hanya saja kita belum berani menghadapi. Kadang kita terlalu takut untuk memulai padahal kita hanya sebatas mendengar cerita orang. Hidup ini tidak ada tempat yang gelap, hanya saja tempat yang kita lalui belum kita terangi. Lalu mengapa tidak kita putuskan untuk meneranginya, Oleh karena itu, tersenyumlah, karena setiap masalah yang terjadi padamu ada campur tangan Tuhan didalamnya dan ada rencana indah yang disiapkanNya untukmu lalu Terima dirimu sendiri apa adanya.

Untuk mu, Wanita yang tidak mudah untuk ku jumpai, percayalah aku tuliskan ini memang untuk mu. Cinta .. Lima huruf yang mampu membuat seluruh hidupku berubah. Hidup yang dulunya hitam putih, namun setelah aku mengenal cinta, hidup ini berubah menjadi berwarna. Cinta juga yang membuatku patah hati, sedih, dan kecewa.

Jujur aku sayang padamu, namun apalah daya aku hanya bisa menjagamu dari kejauhan. Karena aku tersingkir oleh orang-orang yang lebih bisa membuat kamu bahagia. Terkadang ada saat dimana aku harus menghadapi semua dengan sendiri, meski hati menangis tak ada pilihan lain selain berusaha tegar dan keadaan memaksaku harus kuat meski sebenarnya aku tak mampu.

“Jika kau tak mengizinkanku menjadi pengagumu, jangan biarkan bayangmu bermain dengan imajinasiku. Karena sukar untuk kumengukir tawa dalam genangan air mata”

Disaat kau pergi aku akan menjauh, dan jangan pernah berpikir aku akan membencimu, karena sesungguhnya aku tahu kebahagiaanmu bukan padaku. Biarkanlah rasa ini tetap untukmu. Bilamana disaat kamu diasingkan dan dijauhi semua orang carilah aku. Karena aku akan selalu ada untukmu. Mungkin aku ditakdirkan buta, buta untuk melihat yang lain selain dirimu. Namun aku sadar kita tak bisa bersama, tapi aku rela patah hati agar bisa bersamamu selamanya. Berharap bisa memilikimu yang tak mungkin aku miliki adalah sebuah harapan penuh kesia-siaan.

Tak ada manusia yang tak punya masalah. Jika aku terlihat selalu bahagia itu karena aku mampu menyembunyikan luka dan tangis. Sabar itu menyakitkan, diam itu menyiksa, berbicara pun percuma. Menyayangi kamu apakah harus sesakit ini. Namun aku selalu berpikir apapun yang terjadi dalam hidupku, selalu ku berkata Tuhan itu baik.

“Hujan tak pernah tau membasahi apa, tapi air mata tahu ia jatuh untuk siapa”

Hatiku kini luluh lantak dan hancur berkeping-keping, tak mampu terobati lagi. Hatiku terlanjur sakit dan kecewa atas ulahmu yang selalu bersikeras mengabaikanku. Namun ku tahan air mata ini yang tak mampu terbendung lagi. Ku tahan agar tidak meleleh dipipi ini, sebab ku tak mau menangis melihat kenyataan ini.Ku lapangkan dada ini meski ku tahu aku tak mampu, ku coba tuk selalu tersenyum. Selalu terlihat ceria, meski dibalik itu sesungguhnya hatiku sangat rapuh.

Bibirku tak mampu berucap tiga kata kata untukmu yaitu “aku cinta kamu”. Bagiku kau terlalu sempurna untukku. Mencintaimu adalah anugerah terindah dalam sejarah hidupku. Aku hanyalah insan biasa yang bermimpi akan cinta, berkhayal akan bahagia bersamamu. Selalu ku sadari sesungguhnya disekelilingku masih banyak hati yang tulus dan mengharap cinta dariku. Namun sejujurnya aku tetap tak akan pernah bisa berpaling sedikitpun darimu.

"Semoga tidak ada lagi persinggahan setelah kamu, yang berarti kamu adalah tempat pengakhiran dalam hidup"

Tidak ada manusia yang dapat mengetahui rahasia Tuhan mana lagi yang akan kita jalani pada perjalanan hidup kita yang selanjutnya. Banyak diantara kita yang terkadang masih belum bisa menerima bila apa yang kita usahakan hasilnya tidak sesuai dengan yang kita inginkan. Belum lagi kecewa dan keterpurukan yang harus diterima ketika kita mendapati kegagalan setelah perjalanan panjang dan perjuangan berat yang dilalui untuk sekedar bertahan. Memang rasa sakit tak mudah untuk disingkirkan, terlebih lagi sakit hati yang menyayat karena kita harus mengakhiri hubungan dengan kekasih yang kita cinta.

Betapa sakitnya selama ini perjuangan dan jerih payah yang aku lakukan sia-sia begitu saja. Mimpi dan masa depan yang telah ku bayangkan hilang begitu saja bersama lenyap memori ku bersama denganmu. Tidak bisa dipungkiri memang jika melewati fase ini adalah bukan suatu hal yang mudah, dan juga kini aku harus melewati fase ini seorang diri tanpa adanya peluk dan semangat dari dirinya lagi.

Huh... Ya tetapi setelah sekian waktu tidak bisa menerima dengan keadaan ini aku pun menyadari banyak hikmah yang kupelajari dari kebersamaan itu, aku jadi banyak bersukur tentang kehidupan ku, aku belajar menjadi manusia kembali yang bisa sakit hati mungkin aku yang dulu adalah manusia egois tingkat dewa, karena merasa semua bisa kudapatkan dengan mudah.

Akupun merasakan sensasi rasa jatuh hati, belajar mengalami kegagalan sebuah kata yang sangat tidak bisa kuterima, belajar bernegosiasi, dan yang paling berat adalah belajar bersabar dan mengalah dengan keadaan, dan meyakini apapun yang di perjuangakan jika Allah tidak mengijinkan semua adalah sia-sia.

Dan saat ini fase yang paling berat dalam pelajaran ku adalah belajar untuk ikhlas melepaskan, walau kalau mau diturutin aku masih sangat mencintai dengan sangat. sebelumya aku berusaha meyakinkan mu tetapi hati mu malah tertutup untuk ku, oh iya aku juga belajar tersakiti, mungkin selama ini aku banyak menyakitin orang yang aku cinta, sudahlah saat ini aku sudah pasrah dengan nasib yang ada. Seperti aturan kehidupan semua dari tiada, menjadi ada lalu kembali ke tiadaan, tidak ada hal yang abadi. Suatu saat jika pemilik diri dan hati berkata selesai aku tidak bisa berkelit walau hanya lima menit.

Kalau di bilang banyak hikmah dan kisah kehidupan yang tidak ku ketahui sebelumnya mengenai perpisahan, Hidup seorang diri, kekurangan, hal-hal gaib, disepelekan, itulah Hikmah besar yang akan diberi Allah Kepadaku. Walau aku tidak berhasil membuat mu yakin untuk ke arah yang serius dan takdir harus terselesaikan saat ini, Insya Allah aku belajar menjadi Ikhlas. "Terima Kasih CInta Untuk segala" seperti kutipan lagu Afgan terimakasih atas waktu yang pernah kita jalani bersama.

Lalu apa selanjutnya, maka kita akan menjalankan waktu di dalam dunia kita sendiri-sendiri, Tapi aku akan tetap menyebutmu dalam doaku, dan aku akan selalu membantu mu dari belakang layar, karena yang kuinginkan adalah kebahagian mu, Semoga Allah selalu melindungi mu, menjagamu, memberi mu rizki ya sayang, dan aku ucapkan Allhamdulillah atas sebuah kisah yang Allah takdir kepadaku... Insya Allah Aku ikhlas...

Maaf maaf maaf.

Maaf jika cintaku memaksa mu mencintaiku
Maaf jika aku terlalu mencintaimu..
Maaf jika aku terlalu memaksa ingin bersamamu..
Maaf dengan semua kekuranganku aku masih tetap merasa pantas mendampingimu..
Maaf maaf maaf...

Maaf jika aku terlalu keras kepala untuk menyerah..
Maaf jika meskipun terus menangis meski dalam diam aku tak pernah pergi..
Maaf jika cintaku memaksamu mencintaiku..
Maaf maaf maaf...

Maaf jika sakit ini tak merubah hatiku...
Maaf jika air mata ini tak melunturkan cintaku..
Maaf jika dinginmu tak mendinginkan rasaku....
Maaf maaf maaf...

Aku terlalu keras kepala untuk berhenti mencintaimu.. dan kamu terlalu keras hati untuk luluh..
mungkin hingga suatu saat nanti akan ada salah satu yang hancur..
Ego mu.. atau cintaku.. 

Teringat nasihat guru ngaji ku "Jika ingin hidup bahagia, kamu harus bisa menjalani kehidupan ini dengan sabar dan ikhlas. Ya, banyak orang sulit untuk bersikap ikhlas tentang segala apapun yang telah diterimanya. Biasanya, mereka merasa sangat kecewa ketika apa yang diinginkan tidak menjadi kenyataan." Ikhlas itu merelakan yang sudah pergi darimu. Karena yang akan pergi akan tetap pergi meskipun kamu akan barusaha untuk menahan kepergiannya.

Seperti kamu seseorang yang aku cintai dengan sangat tetapi selalu berusaha pergi dan menjauh, karena aku tau kamu pun menyangi aku dengan sangat, kamu peduli tapi kamu takut untuk mencintai aku, sehingga kamu memilih pergi karena kamu takut mengakui kamu pun sangat menyangi aku.

Tetapi sesuatu yang dipaksakan memang hasilya tidak baik, maka pergilah ketika kamu berkata pergi saat ini hanya doa yang aku panjatkan untuk kamu disetiap malam ku, karena kamu pernah bilang untuk mencintai kamu maka kamu harus ikhlas melihat yang di cintai itu bahagia, lagian ketika aku berfikir usiamu bukan belia lagi, jika kamu tidak mendapat sekarang maka usia mu akan lewat maka kamu akan menghadapi kehabisan usia.

Maka pergilah kalau itu bisa buat kamu bahagia, sudahlah jangan pedulikan apa yang aku lakukan, mau aku tulis status melow, atau tulisan-tulisan yang menuangkan semua cerita tutuplah matamu, maka pergilah berlalu, aku pun akan melakukan hal yang sama ketika kamu membuka komunikasi maya pun ada sebagian hatiku melarang berkomunikasi dengan kamu, walau sebagian lagi masih menginginkanmu. Maaf kemarin aku putus komunikasi kita, karena aku tidak mau berdebat lagi sayang.

Capek, lelah yang aku rasakan, yang berujung menurunya kesehatanku, dadaku jadi terasa sesak, tulang-tulang ku sakit semua, dan aku jadi gampang lelah, seperti tidak ada semangat hidup, maka Pergilah biarakan aku memulihkan sakit fisik dan hati ku, sudahlah ini semua salahku sendiri aku tak akan menyalahkan kamu sayang, kamu mahluk paling suci dan kamu tidak pernah bersalah sedikitpun akan hal ini, puaskan egomu sayang, aku tak akan melakukan apa-apa aku hanya akan memandang mu pergi dan terus mendoakan mu.

Dua bulan ini aku sedang berusaha belajar untuk Benar-Benar Bisa Menerima Kenyataan Bahwa Yang Hilang Dan Yang Pergi Memang Bukan Ditakdirkan Menjadi Milikmu, Karena sangat sulit untuk merelakan yang pergi dan mengikhlaskan yang hilang. Sedangkan kamu sangat menginginkannya. ketika FInished is the end sudahlah aku belajar menjadi ikhlas karena aku bukan orang suci seperti yang pernah kamu bilang, karena aku tidak pernah bisa mengerti kamu, karena aku tidak pernah bisa membuat kamu nyaman

Ya Allah kalau mungkin maka hilangkanlah rasa sakit ini, peluk aku kali ini karena banyak nya masalah yang datang bertubi-tubi. semoga ini hanya ujian kenaikan tingkat ku. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari kegelisahan dan kesedihan. Aku berlindung kepada Engkau dari kelemahan dan kemalasan. Aku berlindung kepada Engkau dari sifat pengecut dan kikir. Dan aku berlindung kepada Engkau dari lilitan hutang dan kesewenang-wenangan manusia. Amiin

Demi tuhan aku tahu tidak seharusnya kukatakan ini padamu aku tidak bisa memilih kepada siapa hatiku harus kujatuhkan, hatiku menjatuhkan pilihan pada kamu. Bagiku, mencintaimu adalah proses paling indah yang tidak pernah ku pahami bagaimana bisa terjadi.

Aku pikir ini hanya proses sementara yang akan berakhir secepatnya, tapi lagi-lagi aku hanya manusia bisa, aku tidak punya kendali penuh atas hatiku. Maka kunikmati waktu-waktu bersamamu, kunikmati segala kebahagianku yang bersumber darimu, senyummu dan canda tawamu, kesedihanmu dan amarahmu, kelelahanmu dan semangatmu, dirimu sudah seperti mengalir deras didarahku. Yang aku tahu hanya aku bahagia ada didekatmu, meskipun hanya didekatmu, tidak dihatimu.

Kamupun sudah memintaku untuk mengubur dalam-dalam perasaanku padamu, sudah jelas kamu tunjukkan padaku bahwa bukan aku yang kamu inginkan, bukan aku yang ingin kamu sebut didalam setiap doamu, bukan aku. Bukan aku.

Tapi sungguh, maafkan aku kali ini. Kamupun tidak punya kendali atas hatiku, hatiku yang telah memilihmu. Aku berani bertaruh seluruh hidupku, bahwa aku akan terus mencintaimu meskipun kamu abaikan aku lagi dan lagi. Maka berhentilah menyuruhku membuang rasa ini, berhentilah menyuruhku pergi, berhentilah mengatakan bahwa kamu tidak menginginkanku, karena itu semua hanya sia-sia. Hatiku sudah menetap padamu.

Kamu akan tetap mengalir di darahku, aku akan menikmatinya mencintaimu sendirian, aku akan selalu jadi pemujamu, bahkan aku tidak akan menyerah menyebutmu didalam doaku, barangkali tuhan akan iba pada hambanya ini dan mengijinkanmu untukku. Aku tidak akan berhenti mencintaimu.

Cukuplah kamu tahu aku tidak akan berhenti mencintaimu, cukuplah kamu tahu akan selalu ada tempat untukmu bersandar, akan selalu ada.

Demikianlah hidupku akan kujalani, jangan khawatirkan aku, karena mencintaimu sudah seperti candu untukku, sudah seperti bernafas untukku, tanpa melakukannya, mungkin aku akan mati, tenanglah saja sayang.


Aku berusaha
Hidup dengan bayang-bayang seseorang..
Aku  egois?
Karna menuntut kau memiliki rasa,

Aku tak bisa berhenti menyalahkan malam,
Hati ini seperti batu,
Akupun sesak mengingatmu

Masihkah aku berhak atas satu harapan
berharap itu kamu..
Sudah kukatakan,.
Jangan pernah sedikitpun berpikir..

apakah aku baik-baik saja tanpamu,
Aku tidak pernah, akan baik-baik saja.
Karna aku tak bisa berhenti mencintaimu,

Aku tak bisa berhenti mencintaimu,
Aku takkan berhenti berharap,
Aku takkan berhenti mencintaimu,
Aku takkan berhenti,
Karna aku tak bisa..

Mencintai itu saya rasakan seperti memberikan semua apa yang terbaik yang kita mampu untuknya, tanpa keluh kesah tanpa berharap kembali Bahagia melihat orang yang kita cintai bahagia. Senang merasakan orang yang kita sayangi merasa senang.
Dan semua ini ga mudah untuk dilakukan.Karena tidak ada cinta yang tidak berharap kembali.

Setelah mencintai pasti kita berharap orang yang kita cintai itu membalas cinta kita. Berharap dia juga memahami hati dan perasaan kita, sehingga cinta tidak seperti bertepuk sebelah tangan. Berharap bahwa semua yang telah dilakukan pada nya memberikan makna.Namun juga tak ingin dikecewakan dan tak ingin di sakiti.

Menjadi seseorang yang tidak dianggap memang tidak enak. “Apakah ada yang salah dengan diri saya, sampai dia enggan memperlakukan saya sebagaimana mestinya”. Apakah cinta seperti ini akan membuahkan kebahagiaan yang abadi. Mungkin ga ya? Terkadang, beberapa orang tidak menyadari seberapa banyak yang sudah kita lakukan untuknya sampai kita berhenti melakukannya.

Temanku yang sering mendengar cerita ku yang sulit melupakan mu, mungkin merasa jenuh karena aku tak pernah berhenti bercerita tentangmu, tentang betapa sulitnya aku melupakan dan pergi darimu, lalu beberapa dari mereka bertanya “sampai kapan kamu akan seperti ini?”

Aku hanya bisa menjawab “entahlah aku pun tak tahu”

Iya aku benar – benar tidak tahu sampai kapan aku harus seperti ini, terbelenggu pada sebuah kenangan yang setiap detiknya membunuhku secara perlahan. Aku tidak tahu sampai kapan kenangan tentang mu, tentang kita akan benar – benar hilang, aku tidak tahu sampai kapan aku bisa memiliki cerita baru, dengan orang yang baru dan lebih indah.

Pergi darimu dan melupakan mu bukan itu yang aku inginkan, bahkan tak pernah ada dalam benak ku jika aku harus kehilanganmu. Kenapa kau memberikan ku kenangan yang begitu banyak, jika pada akhirnya kenangan itu hanya menjadi luka dan memberikan rasa sakit, mungkin kau bisa dengan mudah melupakan aku, melupakan tentang kita begitu saja tetapi tidak dengan ku. Aku harus menjadi seorang yang pesakitan setiap kali harus mengingat semuanya. Mungkin secara teori melupakan seseorang dengan tahap – tahap tertentu itu mudah, mudah sekali. Tetapi saat semuanya harus diperaktikan dengan nyata rasanya sulit sekali.


Untuk kamu yang tak pernah merinduku
Meski rasa ku tak akan sama dengan yang kau rasakan
Aku berharap kau bisa merasakannya
Bahwa aku tlah menjatuhkan hatiku ditempat aku memulai

Mengawali kisah cintaku dengan indah
Meski aku sadar ini hanya anganku
Meski aku takan pernah tahu akhir dari kisahku

Dan biarkanlah aku mencintai mu dengan sederhana
Walau hanya dalam diam mu
Biarkanlah semua rasaku kepadamu mengalir apa adanya
Tanpa tahu kemana akan berlabuh

Memang sakit hatiku mencintaimu meski kau tak pernah mencintaiku
Tapi biarlah rasa sakit ku menjadi indah yang tiada tara
Karena mencintai mu adalah indah bagiku


Mestinya kau mengerti
Saat pertama kali
Kala ku kecup bibirmu
AKu bukanlah orang suci

Bukalah matamu berpalinglah dari diriku
Benamkan semua mimpi-mimpimu
Jujur pada hati masih banyak cinta menantimu
kamu adalah wanita singgle yang cantik diri

Mohon kau tinggalkan aku
Tak usah kau harap lagi
Karna cinta untukmu palsu
Karena aku bukan orang suci

tak perlu lagi sesali
Anggap tak pernah terjadi
Saat tangan ini memeluk mu dengan erat
ingat aku bukanlah orang suci

Maka Benci lah aku dengan muakmu
Lupakan aku karena banyak yang lebih sempurna
Karena aku tahu kamu tak pernah cinta aku
Carilah orang suci yang menurutmu sempurna
Karena aku bukan tipe mu dan aku bukan orang suci
Aku hanya mengingkan kebahagian mu maka cari lah orang sucimu

;;