<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7518131709454420173</id><updated>2011-11-19T17:43:35.456+07:00</updated><category term='Puisi Kehidupan'/><category term='Tentang Cinta'/><category term='The Beatles'/><category term='Puisi Cinta'/><category term='From Sahabat'/><category term='Cerpen'/><category term='quineisha'/><title type='text'>Bisik Angin Tuk Bidadari</title><subtitle type='html'>Coretan Sastra, Puisi, Cerpen&amp;amp; Cinta</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Erwin Arianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08051634271432353853</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_YQYm-M7Kc0s/SGBBlgV5QYI/AAAAAAAAAYw/8_4JX0-a4ms/S220/me%2526mywife1.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>222</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7518131709454420173.post-369283366058150446</id><published>2011-11-19T16:12:00.000+07:00</published><updated>2011-11-19T16:13:39.448+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tentang Cinta'/><title type='text'>Berbagi Makna cinta untuk semua</title><content type='html'>Hari ini saya kembali akan mencoba menulis tentang cinta, karena sesuatu hal yang harus melepas cinta pergi untuk kembali. Kehidupan cinta selalu ada mengikuti sang waktu, melintasi detik, menit. Hari, minggu, bulan. Tahun, bahkan abad.&lt;br /&gt;Banyak orang mendefinisikan cinta dari cinta seperti kentut (maaf),bila ditahan sakit perut, bila dikeluarkan orang pada rebut. Ada yang mendefinisikan sebagai garam kehidupan, dengan alasan hidup  tanpa cinta hambar dan tidak berarti. Terkadang saya mendifinisikan Cinta seperi matahari, hidup tanpa matahari gelap gulita jalan kesana salah, kesini keliru. Bagai mana dengan para sahabat sekalian mendefinisikaan cinta…&lt;br /&gt;Membicarakan tentang cinta memang menarik dan tak akan ada habisnya, banyak puisi tercipta karena cinta, banyak lagu cinta ada karenanya, membicarkan cinta bukan hanya menarik perhatian masyarakat luas kerana melibatkan emosi, tetapi acapkali menjadi problem banyak orang. &lt;br /&gt;Kekuatan apa yang ada pada cinta, cinta bisa membuat ayam betina yang lemah berubah menjadi seorang ksatria yang pemberani untuk melindungi anakya. Ada seorang teman saya yang sudah menikah, sebelum menikah saya mengenalnya suka nongkrong, jarang mandi, suka main gitar, berambut gondrong dan yah sedikit pemalas. Tetapi saya tabjub ketika berjumpa setelah menikah dan mempunyai putra, teman saya menjadi seorang yang rapih, wangi, dan gigih dalam mencari nafkah untuk keluarga. Begitu hebatkah kekuatan cinta…&lt;br /&gt;Cinta pula yang mengubah si kikir menjadi suka memberi dan dermawan, si pemberang menjadi penyabar, hal ini pernah terjadi dengan saya sewaktu kuliah saya temperamental tetapi ketika bertemu dengan kekasih hati yang memberi cinta, saya berusaha menjadi penyabar dan penyayang…..&lt;br /&gt;Cinta dapat membangunkan tenaga yang tidur, membebaskan daya kekuatan yang dirantai belenggu. Cinta juga bisa bilang sebagai keinginan untuk berbagi, seperti orang tua yang rela berbagi untuk anaknya walau dia tidak mendapat apapun, seperti sepasang kekasih yang rela berbagi apapaun dengan pasangannya, seperti seorang sahabat yang dapat berbagi canda, tawa, duka dan nestapa.&lt;br /&gt;Dengan cinta orang bisa berdialog, dengan hasil dengan cinta bisa diperjuangkan perdamaian. Jika ada orang yang saling bertengkar, damaikan lah dengan cinta… pasti akan membuahkan hasil.. tanpa cinta tak ada keindahan hidup saling menyayangi, yang ada perselisihan dan rasa saling curiga. Membuat dunia mencekam bila cinta itu hilang.&lt;br /&gt;Cinta sejati adalah pengorbanan untuk mencapai kebahagian orang yang dicintai, seperti nabi Muhammad yang rela berkorban untuk Allah Swt kekasih hatinya dan berjuang serta berkorban harta dan nyawa jika diperlukan. Seperti orang tua yang akan rela berkorban apapun untuk memenuhi kebutuhan anaknya. &lt;br /&gt;Cinta tidak egois  mencintai adalah mengusahakan kebahagiaan orang yang dicinta, terkadang saya bingung dengan cinta yang ada sekarang antara pasangan kekasih muda egois meminta suatu hubungan intim dari pasangan dengan alas an  “apakah kamu mencintai saya…?” bukan seperti itu makna cinta dengan meminta seperti itu akan menyebabkan salah satu dirugikan dan dikecewakan, cinta itu saling menjaga, tidak merusak.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Cinta juga tidak mengenal batas-batas wilayah, kultur, agama, ras, suku, ideology. Cinta adalah sesuatu kekuatan yang tak terbatas, cinta dapat membuat kita sukses, bahagia dan damai. Cinta memelihara dunia dalam kedaaian dan keabadiaan.&lt;br /&gt;Sebuah cinta sangat membutuhkan ketulusan, cinta yang didasari ketulusan adalah cinta yang bebas dari  api pengharapan tersembunyi, cinta tak kenal jarak dan waktu, dengan berada jauh dari orang dicinta akan belajar lebih mengenal dan menghargai kekasihnya. Seperti sepasang sahabat yang akan saling merindukan jika berada dalam jarak dan waktu yang berbeda. Seperti seorang anak yang akan merindukan orang tuanya ketika dia harus menjalani tugas jauh dari orang tua. Hal ini dapat kita lihat dalam fenomena pulang kampong pada saat lebaran, untuk mengunjungi sanak family (jadi kangen mudik…. Dikit lagi ramadhan dan idul fitri…. Dan pulang kampung deh…)&lt;br /&gt; Pada saat terjadi perpisahan cinta aan menjelma menjadi “kerinduan”. Rasa rindu ini yang akan mengilhami penyatuan ke akan datang, dan sedikit saran siapa yang sedang jatuh cinta untuk mengujinya coba lah untuk berpisah sementara waktu. Seperti kata matahariku.. “mari kita menikmati rindu…”&lt;br /&gt; Karena cinta berhubungan dengan komunikasi, hubungan kesaling percayaan yang mungkin tidak dapat dirusak oleh kematiaan. Terkadang cinta membutuhkan airmata…karena cinta yang divasuh airmata akan murni dan indah. Cinta tidak juga hanya menyangkut sepasang kekasih saja, cinta meliputi hubungan antar sesame manusia, antara orang tua dan anak, sepasang sahabat, hubungan dengan sesame manusia, hubungan dengan alam, hubungan dengan lingkungan.&lt;br /&gt;Untuk mencintai pasti menghendaki banyak pengorbanan diri, saat mencintai pasti menerima kesusahan, kesempitan waktu, dan kekurangan apapun dari orang yang kita cintai. Cinta juga menghadiahkan suatu rasa tanggung jawab. Bagaimana dengan parasahabat apakah telah memiliki cinta…. Dengan tulisan ini saya mencoba memberi cinta kepada semua sahabat yang ada…. Terimakasih…. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Kita  tak menyadari keberadaan cinta sampai kita kehilangan cinta. Cinta adalah saling memberi, berbagi, untuk melihat kita berbahagia “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Karena Cinta kita ada, karena cinta kita dapat bersua, jagalah cinta untuk suatu kehidupan yang harmonis dan menyenangkan “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Mencintai Manusia adalah baik, mencintai sang pencipta adalah segalanya”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terilhami dari akan perginya matahari cintaku untuk menyembuhkan luka, keinginan untuk dapat mencintai dan dicintai yang berujung dengan pertautan dua cinta untuk dapat bersatu dalam tali pernikahan. , Untuk semua sahabat karib ku Dalam Perenungan malamku, Akan &lt;br /&gt;Depok, 22 Agustus 2007, 24:33&lt;br /&gt;Erwin Arianto&lt;br /&gt;Main di Blog ku yuk di Http://erwinarianto.blogspot.com&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7518131709454420173-369283366058150446?l=coretanpena-erwin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/feeds/369283366058150446/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7518131709454420173&amp;postID=369283366058150446' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/369283366058150446'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/369283366058150446'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/2011/11/berbagi-makna-cinta-untuk-semua.html' title='Berbagi Makna cinta untuk semua'/><author><name>Erwin Arianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08051634271432353853</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_YQYm-M7Kc0s/SGBBlgV5QYI/AAAAAAAAAYw/8_4JX0-a4ms/S220/me%2526mywife1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7518131709454420173.post-5865923594870024324</id><published>2010-05-21T09:18:00.000+07:00</published><updated>2010-05-21T09:19:29.492+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi Cinta'/><title type='text'>terpejam dalam ruang dan waktu</title><content type='html'>Sendiri…&lt;br /&gt;tentang kesalahanku&lt;br /&gt;dalam kekalutan ku&lt;br /&gt;Dalam ragu keindahan kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KERAGUAN..&lt;br /&gt;saat kau pertanyakan Cinta&lt;br /&gt;dengan dunia yang gelap..&lt;br /&gt;Segelap malam yang pekat...&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;terpejam dalam ruang dan waktu&lt;br /&gt;terbenam dalam melody rerumputan padang hijau&lt;br /&gt;terbias Indah Pancaran Sukma&lt;br /&gt;tetap tiada jawab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tersadar&lt;br /&gt;pertanyakan keyakinanku &lt;br /&gt;sedikit menghiburku&lt;br /&gt;Tentang Kamu dan Aku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dalam pejam..&lt;br /&gt;Bertaut dalam satu &lt;br /&gt;kuhitung detik&lt;br /&gt;kurasakan degub jantung berpacu&lt;br /&gt;bersama bayang-bayang malaikatku&lt;br /&gt;seirama untaian nada nafasku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7518131709454420173-5865923594870024324?l=coretanpena-erwin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/feeds/5865923594870024324/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7518131709454420173&amp;postID=5865923594870024324' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/5865923594870024324'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/5865923594870024324'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/2010/05/terpejam-dalam-ruang-dan-waktu.html' title='terpejam dalam ruang dan waktu'/><author><name>Erwin Arianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08051634271432353853</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_YQYm-M7Kc0s/SGBBlgV5QYI/AAAAAAAAAYw/8_4JX0-a4ms/S220/me%2526mywife1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7518131709454420173.post-2176662141813968091</id><published>2010-01-26T14:37:00.000+07:00</published><updated>2010-01-26T14:39:22.433+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi Cinta'/><title type='text'>Rindu, mengarahku ke lebak arai</title><content type='html'>Rindu, mengarahku ke lebak arai&lt;br /&gt;seperti rasaku deras laksana derasnya sungai&lt;br /&gt;tapi, Lapar rinduku mencerai berai&lt;br /&gt;tentang sebuah asmara Begitu indah menjuntai&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Aku tetap peduli tentang asa&lt;br /&gt;walau disini aku haus dahaga&lt;br /&gt;segala yang bisa kuberi untuk sebuah rupa&lt;br /&gt;Begitu harum menjuntai menyapa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka akan ku cari lagi dan lagi&lt;br /&gt;Aku terus menghendus bangkai mimpi&lt;br /&gt;Tentang Sebuah Hati yang sunyi&lt;br /&gt;Tentang sebuah cinta mati suri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau himpun sebentuk rasa yang ada&lt;br /&gt;Sedikit menghimpit sebuah warna&lt;br /&gt;Seperti merah sang mawar puspa&lt;br /&gt;Tetap menebar sebuah pesona menyapa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau semua hanya sebuah drama &lt;br /&gt;Walau semua hanya sebuah Fatamorgana&lt;br /&gt;Walau Semua hanya bersifat sementara&lt;br /&gt;Tapi hatiku tak kan pernah bisa di tawar&lt;br /&gt;Untuk sebuah cinta yang Menggelora&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Januari 2010&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7518131709454420173-2176662141813968091?l=coretanpena-erwin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/feeds/2176662141813968091/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7518131709454420173&amp;postID=2176662141813968091' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/2176662141813968091'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/2176662141813968091'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/2010/01/rindu-mengarahku-ke-lebak-arai.html' title='Rindu, mengarahku ke lebak arai'/><author><name>Erwin Arianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08051634271432353853</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_YQYm-M7Kc0s/SGBBlgV5QYI/AAAAAAAAAYw/8_4JX0-a4ms/S220/me%2526mywife1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7518131709454420173.post-1546974574286897517</id><published>2009-12-30T10:45:00.000+07:00</published><updated>2009-12-30T10:46:03.190+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi Cinta'/><title type='text'>Aku tetap mencintaimu diantara mereka-mereka yang telah hadir</title><content type='html'>semilir angin getar merengkah&lt;br /&gt;gelora renjana teramat sangat&lt;br /&gt;dalam pacu-pacu waktu yang tak tertahankan&lt;br /&gt;pada bilik ruang yang tak ternampakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jujur aku merindukanmu&lt;br /&gt;ketika tahu semua telah jauh berlalu&lt;br /&gt;ku cari bayanganmu&lt;br /&gt;ketika malam tak lagi menampakkan wajah lugu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerinduan tanpa batas menghantui hari-hariku menembus&lt;br /&gt;alam dimensi Fana yang tak terelakan&lt;br /&gt;Kerinduan tanpa batas membawaku jatuh ke garis titik nadir&lt;br /&gt;dalam kehidupan yang terus berlari tanpa henti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ku sadari kini &lt;br /&gt;Ada Dinding pemisah yang tebal antara aku dan kamu&lt;br /&gt;kini ada mereka untuk mu dan ada mereka untuk ku&lt;br /&gt;membuat semua tak mungkin kembali lagi&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Walau jauh di lubuk hati&lt;br /&gt;Aku tetap mencintai mu, dengan sejuta rasa &lt;br /&gt;Walau ku tahu cintamu kini untuknya dan dia&lt;br /&gt;begitu juga cintaku untuknya dan dia pula&lt;br /&gt;Dengan sebait laras hati kutetap ucapkan&lt;br /&gt;Aku tetap mencintaimu diantara mereka-mereka yang telah hadir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Depok 30 Desember 2009&lt;br /&gt;ERWIN Arianto&lt;br /&gt;http://coretanpena-erwin.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7518131709454420173-1546974574286897517?l=coretanpena-erwin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/feeds/1546974574286897517/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7518131709454420173&amp;postID=1546974574286897517' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/1546974574286897517'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/1546974574286897517'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/2009/12/aku-tetap-mencintaimu-diantara-mereka.html' title='Aku tetap mencintaimu diantara mereka-mereka yang telah hadir'/><author><name>Erwin Arianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08051634271432353853</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_YQYm-M7Kc0s/SGBBlgV5QYI/AAAAAAAAAYw/8_4JX0-a4ms/S220/me%2526mywife1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7518131709454420173.post-5694067074811785907</id><published>2009-12-30T10:04:00.000+07:00</published><updated>2009-12-30T10:06:06.166+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi Kehidupan'/><title type='text'>Karena hanya Engkau yang tau jalan hidupku</title><content type='html'>ketika keresahan ku datang&lt;br /&gt;tak tau kemana tempat ku mengadu&lt;br /&gt;ingin ku cerita kan kepada dia&lt;br /&gt;tapi kuasa jua mendapat jawabnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ku coba bercerita kepada lainya&lt;br /&gt;tapi jawabnya tetap sama&lt;br /&gt;tak ada pengobat resah yang ada&lt;br /&gt;yang semakin lama semakin membahana&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Terus mencari dan mencari tempat mengadu&lt;br /&gt;Tetapi tak hilang perih dan sendu&lt;br /&gt;terkadang jua hati terus bimbang&lt;br /&gt;dengan sejuta tanya menghadang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu ketika nurani bercerita&lt;br /&gt;tentang suatu asa yang hilang&lt;br /&gt;yang terbang hilang tak terbilang&lt;br /&gt;ya dialah yang maha pencipta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia lah yang bisa jawab sejuta ragu dan sendu&lt;br /&gt;DIalah yang bisa membantu tanpa minta dibantu&lt;br /&gt;Tuhan ku serahkan dan pasrahkan segala yang ada&lt;br /&gt;Karena hanya Engkau yang tau jalan hidupku ya Tuhanku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Depok 30 Dec 2009&lt;br /&gt;Erwin Ariant&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7518131709454420173-5694067074811785907?l=coretanpena-erwin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/feeds/5694067074811785907/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7518131709454420173&amp;postID=5694067074811785907' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/5694067074811785907'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/5694067074811785907'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/2009/12/karena-hanya-engkau-yang-tau-jalan.html' title='Karena hanya Engkau yang tau jalan hidupku'/><author><name>Erwin Arianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08051634271432353853</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_YQYm-M7Kc0s/SGBBlgV5QYI/AAAAAAAAAYw/8_4JX0-a4ms/S220/me%2526mywife1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7518131709454420173.post-2350053381150090336</id><published>2009-09-15T15:40:00.000+07:00</published><updated>2009-09-15T15:42:15.600+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;embed src="http://img.kapanlagi.com/c/s/01260.swf" quality="high" bgcolor="#FFFFFF" width="500" height="357" type="application/x-shockwave-flash" pluginspage="http://www.macromedia.com/shockwave/download/index.cgi?P1  _Prod_Version=ShockwaveFlash" wmode="transparent"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;a href="http://kartu.kapanlagi.com/"&gt;Lihat Kartu Ucapan Lainnya&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;  (&lt;span class="card_bold"&gt;KapanLagi.com&lt;/span&gt;)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7518131709454420173-2350053381150090336?l=coretanpena-erwin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/feeds/2350053381150090336/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7518131709454420173&amp;postID=2350053381150090336' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/2350053381150090336'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/2350053381150090336'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/2009/09/lihat-kartu-ucapan-lainnya-kapanlagi.html' title=''/><author><name>Erwin Arianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08051634271432353853</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_YQYm-M7Kc0s/SGBBlgV5QYI/AAAAAAAAAYw/8_4JX0-a4ms/S220/me%2526mywife1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7518131709454420173.post-7259493351830081332</id><published>2009-09-14T15:30:00.001+07:00</published><updated>2009-09-14T15:30:44.890+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi Cinta'/><title type='text'>Kalis rindu</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;ku berjumpa dengan rindu&lt;br /&gt;Dalam Suasana riuh dan berdebu&lt;br /&gt;di ruang hampa tak menentu&lt;br /&gt;Ketika semua lama berlalu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ia terkejut menatapku&lt;br /&gt;Ia Seperti Tersipu ia tersenyum malu&lt;br /&gt;Dalam Alur detik sang waktu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalis rindu&lt;br /&gt;Kalis pilu&lt;br /&gt;Pendam rindu&lt;br /&gt;Pendam pilu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rindu dengan rona merah jambu&lt;br /&gt;Melempar senyum tak tau&lt;br /&gt;Dia bertanya kepadaku &lt;br /&gt;Mengapa tak kau selimuti dirimu dengan pasrah&lt;br /&gt;Aku tak tahu jawab ku&lt;br /&gt;Rasanya ini tak semudah yang kau bilang&lt;br /&gt;Karena aku masih sayang&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7518131709454420173-7259493351830081332?l=coretanpena-erwin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/feeds/7259493351830081332/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7518131709454420173&amp;postID=7259493351830081332' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/7259493351830081332'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/7259493351830081332'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/2009/09/kalis-rindu.html' title='Kalis rindu'/><author><name>Erwin Arianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08051634271432353853</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_YQYm-M7Kc0s/SGBBlgV5QYI/AAAAAAAAAYw/8_4JX0-a4ms/S220/me%2526mywife1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7518131709454420173.post-5462329914670710478</id><published>2009-09-14T15:25:00.001+07:00</published><updated>2009-09-14T15:25:39.716+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi Cinta'/><title type='text'>Seperti Embun</title><content type='html'>Aroma Subuh Begitu Indah&lt;br /&gt;Ketika Mentari masih bermalas di peraduan&lt;br /&gt;Sebuah Hati diam disudut bisu&lt;br /&gt;Mencoba mengerti makna yang terjadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah hati bertanya&lt;br /&gt;Benarkah ini sebuah cinta&lt;br /&gt;Saat semua mempesona&lt;br /&gt;Saat semua bahagia&lt;br /&gt;Saat Aku Larut di dalamnya&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Ya menyegarkan seperti tetes embun&lt;br /&gt;Memberi nuansa menyegarkan dalam diri&lt;br /&gt;Memberi Kebahagian terpatri dalam lubuk Hati&lt;br /&gt;Membawa ku terbang melayang dalam langit jauh dari bumi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi Benar seperti embun&lt;br /&gt;Yang ada hanya pada pagi subuh&lt;br /&gt;Sekejap dan seketika hanya&lt;br /&gt;Terbuaikan dalam suasana Fana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah cinta Bagai embun&lt;br /&gt;Suci, dingin dan sejernih mutiara&lt;br /&gt;Hadir sepertiga malam&lt;br /&gt;Berlalu di saat fajar tiba..&lt;br /&gt;Selamat jalan Embun hati ku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk sebuah kenangan yang menyegarkan seperti embun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7518131709454420173-5462329914670710478?l=coretanpena-erwin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/feeds/5462329914670710478/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7518131709454420173&amp;postID=5462329914670710478' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/5462329914670710478'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/5462329914670710478'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/2009/09/seperti-embun.html' title='Seperti Embun'/><author><name>Erwin Arianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08051634271432353853</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_YQYm-M7Kc0s/SGBBlgV5QYI/AAAAAAAAAYw/8_4JX0-a4ms/S220/me%2526mywife1.JPG'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7518131709454420173.post-8554283029203586618</id><published>2009-07-10T12:39:00.000+07:00</published><updated>2009-07-10T12:40:16.669+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi Cinta'/><title type='text'>begitu singkat aku mencintaimu</title><content type='html'>begitu singkat aku mencintaimu&lt;br /&gt;dengan cinta yang sepenuh hati ku padamu&lt;br /&gt;dengan aroma rasa yang memenjara&lt;br /&gt;Dengan seribu pesona begitu menggoda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu singkat kita bersama sayang&lt;br /&gt;Karena kita sangat bahagaia&lt;br /&gt;Berdua bersama merekah setiap mimpi&lt;br /&gt;Berdua menjalani waktu berlari&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Begitu cepat pertemuan kita cinta&lt;br /&gt;Begitu cepat waktu kala ku bersamamu&lt;br /&gt;Begitu cepat Ku jatuh cinta padamu&lt;br /&gt;Begitu cepat ku serahkan hatiku padamu cinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu ku merindu mu kasih&lt;br /&gt;Dua bola mata indah yang selalu ketatap&lt;br /&gt;Bibir merah mu yang biasa ku kecup &lt;br /&gt;Dan hati itu biasa ku bersandar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku merindu Cinta&lt;br /&gt;Merindu cinta kita yang sangat singkat&lt;br /&gt;Tapi begitu membekas dan terpartri &lt;br /&gt;Dalam dinding hati dan tak akan pernah mati&lt;br /&gt;Aku  Mencintai mu sayang Kemarin, sekarang dan Nanti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7518131709454420173-8554283029203586618?l=coretanpena-erwin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/feeds/8554283029203586618/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7518131709454420173&amp;postID=8554283029203586618' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/8554283029203586618'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/8554283029203586618'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/2009/07/begitu-singkat-aku-mencintaimu.html' title='begitu singkat aku mencintaimu'/><author><name>Erwin Arianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08051634271432353853</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_YQYm-M7Kc0s/SGBBlgV5QYI/AAAAAAAAAYw/8_4JX0-a4ms/S220/me%2526mywife1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7518131709454420173.post-4436619670231917776</id><published>2009-07-10T12:34:00.000+07:00</published><updated>2009-07-10T12:35:23.901+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi Cinta'/><title type='text'>Mengapa kau harus hadir dalam waktu yang salah</title><content type='html'>Mengapa kau harus hadir dalam waktu yang salah&lt;br /&gt;Saat palu waktu telah terketuk aku untuknya&lt;br /&gt;dan percikan sebuah rasa yang menggoda&lt;br /&gt;Membuat aku semakin terpana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;APakah ini ujian sayang&lt;br /&gt;Atau ini goresan takdir tuhan&lt;br /&gt;Tapi mengapa kau begitu indah &lt;br /&gt;Walau pada akhirnya harus hilang terbang&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Tak ada penyesalan ku karena pernah menyintaimu&lt;br /&gt;Berbagi rasa dan cinta ku padamu&lt;br /&gt;Begitu banyak ceria kau berikan padaku&lt;br /&gt;Walau ku balas dengan seribu dukaku padamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maafkan Aku cinta&lt;br /&gt;Karena semua cerita kita tak berakhir bahagia&lt;br /&gt;Maafkan aku cinta&lt;br /&gt;Karena aku telah membuat mu merana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pergilah dengan nya cinta&lt;br /&gt;Walau hati ini sangat tak rela menerima&lt;br /&gt;Kenanglah aku cinta&lt;br /&gt;dengan cinta yang penuh dengan sejuta pesona&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7518131709454420173-4436619670231917776?l=coretanpena-erwin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/feeds/4436619670231917776/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7518131709454420173&amp;postID=4436619670231917776' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/4436619670231917776'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/4436619670231917776'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/2009/07/mengapa-kau-harus-hadir-dalam-waktu.html' title='Mengapa kau harus hadir dalam waktu yang salah'/><author><name>Erwin Arianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08051634271432353853</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_YQYm-M7Kc0s/SGBBlgV5QYI/AAAAAAAAAYw/8_4JX0-a4ms/S220/me%2526mywife1.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7518131709454420173.post-4309808240048242628</id><published>2009-07-10T11:34:00.000+07:00</published><updated>2009-07-10T11:36:18.134+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi Cinta'/><title type='text'>kutemukan sehelai sayap bidadari yang tertinggal</title><content type='html'>kutemukan sehelai sayap bidadari yang tertinggal&lt;br /&gt;dalam satu alunan kisah yang pernah terangkai&lt;br /&gt;kisah yang menawan melenakan hasrat tak tersangkal&lt;br /&gt;seperti indahnya pelangi pada senja yang semarak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau roda waktu telah jauh berputar&lt;br /&gt;Mengapa rasa itu masih Menerbangkan raga indrawi&lt;br /&gt;Bidadari nampak nyata bermain dalam fana imajinasi&lt;br /&gt;Mengajaku berdansa dan menari dalam nuansa tak terlukiskan&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Sesaat hujan di kebun-kebun cinta kita dulu yang terbengkalai&lt;br /&gt;Kembali merengkah bunga-bunga asa melayang terbawa&lt;br /&gt;Sungguhkah ini sebuah mawar indah seperti dulu&lt;br /&gt;atau hanya bagai kaktus yang hanya menyisakan duri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin dulu angin telah terbang berlari&lt;br /&gt;Meninggalkan bidadari bercucur air mata sendiri&lt;br /&gt;karena Hujan telah jatuh ke bumi&lt;br /&gt;Membatasi sebuah takdir yang telah terjadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Huhhh…mengapa ini harus terjadi&lt;br /&gt;Kembali asa melayang pada pertemuan maya itu&lt;br /&gt;Dimana angin dan bidadari hanya menjadi sebuah tragedi hati&lt;br /&gt;Yang menyisakan perih dan rasa rindu diri&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7518131709454420173-4309808240048242628?l=coretanpena-erwin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/feeds/4309808240048242628/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7518131709454420173&amp;postID=4309808240048242628' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/4309808240048242628'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/4309808240048242628'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/2009/07/kutemukan-sehelai-sayap-bidadari-yang.html' title='kutemukan sehelai sayap bidadari yang tertinggal'/><author><name>Erwin Arianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08051634271432353853</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_YQYm-M7Kc0s/SGBBlgV5QYI/AAAAAAAAAYw/8_4JX0-a4ms/S220/me%2526mywife1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7518131709454420173.post-8348802346947722887</id><published>2009-07-10T11:32:00.000+07:00</published><updated>2009-07-10T11:34:18.093+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi Cinta'/><title type='text'>Tetap Ada Cinta uNTUKNYa</title><content type='html'>Tetap Ada Cinta uNTUKNYa &lt;br /&gt;MENGALIR bagai sungai yang tak bertepi&lt;br /&gt;Lembut beraroma kasih laksa terbang diangkasa&lt;br /&gt;Berpancar sinar sayang dalam deru-deru rasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetap Ada cinta untuknya&lt;br /&gt;Selalu di setiap waktu yang terus berlari dalam pupus&lt;br /&gt;kan selalu menyinarinya sepanjang hari &lt;br /&gt;dan tak akan pernah berlalu&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tetap Ada Cinta Untuknya&lt;br /&gt;walau dia telah hilang terbang bersama gugusan geminta&lt;br /&gt;tapi rasa ini tak akan hilang&lt;br /&gt;tetap hidip dan takan hilang lekang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetap ada cinta untuknya&lt;br /&gt;Walau dia telah bersamanya&lt;br /&gt;Aku kan setia memberi rasa ini kepadanya&lt;br /&gt;Hingga akhir waktu dunia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetap Ada Cinta Untuknya &lt;br /&gt;Untuk seseorang disana&lt;br /&gt;yang telah menaklukan hatiku &lt;br /&gt;Dan tak akan pernah pudar dan pupus layu&lt;br /&gt;Satu Cinta selalu untuk bidadari ku yang telah terbang&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7518131709454420173-8348802346947722887?l=coretanpena-erwin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/feeds/8348802346947722887/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7518131709454420173&amp;postID=8348802346947722887' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/8348802346947722887'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/8348802346947722887'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/2009/07/tetap-ada-cinta-untuknya.html' title='Tetap Ada Cinta uNTUKNYa'/><author><name>Erwin Arianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08051634271432353853</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_YQYm-M7Kc0s/SGBBlgV5QYI/AAAAAAAAAYw/8_4JX0-a4ms/S220/me%2526mywife1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7518131709454420173.post-6466174763585059882</id><published>2009-06-09T14:47:00.000+07:00</published><updated>2009-06-09T14:49:12.969+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi Cinta'/><title type='text'>Sebuah rindu yang lalu</title><content type='html'>senja di Bilangan Cawang&lt;br /&gt;Kali Ini hati tiada mencari cinta&lt;br /&gt;Diatara jembatan dan gedung-gedung&lt;br /&gt;Tak ada bekas aroma rasa &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Pelataran ruang penyimpanan roda&lt;br /&gt;telah hilang jejas dan bekas &lt;br /&gt;Aku mencari untuk menemukan&lt;br /&gt;Tak ada noktah romansa yang tersisa&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Sebuah rindu yang lalu&lt;br /&gt;Berjalan dalam sepi dan gerimis&lt;br /&gt;Mengenang perjumpa dua hati mencinta&lt;br /&gt;pada satu halte cinta yang manis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada tiup angin menghembusku&lt;br /&gt;Ada desir debu menggebu&lt;br /&gt;Ada banyak mata menatapku&lt;br /&gt;Aku tak menjumpanya lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini Semua Telah hilang pergi&lt;br /&gt;Aku hanya menapak tilas&lt;br /&gt;Jejak rindu lenyap tak berbekas&lt;br /&gt;Hati hanya berkata semua telah berlalu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Depok 10 Juni 2009&lt;br /&gt;Erwin Arianto&lt;br /&gt;http://coretanpena-erwin.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7518131709454420173-6466174763585059882?l=coretanpena-erwin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/feeds/6466174763585059882/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7518131709454420173&amp;postID=6466174763585059882' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/6466174763585059882'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/6466174763585059882'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/2009/06/sebuah-rindu-yang-lalu.html' title='Sebuah rindu yang lalu'/><author><name>Erwin Arianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08051634271432353853</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_YQYm-M7Kc0s/SGBBlgV5QYI/AAAAAAAAAYw/8_4JX0-a4ms/S220/me%2526mywife1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7518131709454420173.post-5128871704379848238</id><published>2009-06-09T13:22:00.000+07:00</published><updated>2009-06-09T13:26:23.430+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi Cinta'/><title type='text'>Aku hanya manusia biasa</title><content type='html'>Aku hanya manusia biasa&lt;br /&gt;Aku memiliki sebuah hati&lt;br /&gt;Aku memiliki sebuah rasa&lt;br /&gt;yang tertuju untuk mu bidadari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku hanya Manusia biasa&lt;br /&gt;Yang tak bisa tawarkan surga&lt;br /&gt;Tak bisa membawamu terbang ke angkasa&lt;br /&gt;Karena yang kupunya hanya cinta&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Aku Hanya Manusia Biasa&lt;br /&gt;Yang tak dapat menembus ruang waktu&lt;br /&gt;Hanya untuk berjumpa dengan kamu&lt;br /&gt;Tapi aku selalu mempunyai rindu untuk mu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku Hanya Manusia Biasa&lt;br /&gt;aku hanya mempunyai cinta biasa&lt;br /&gt;Cinta yang selalu kupegang kukuh&lt;br /&gt;tak terganti hingga akhir waktu&lt;br /&gt;Karena cinta ku hanya satu&lt;br /&gt;Cinta untukmu bidadari hatiku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7518131709454420173-5128871704379848238?l=coretanpena-erwin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/feeds/5128871704379848238/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7518131709454420173&amp;postID=5128871704379848238' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/5128871704379848238'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/5128871704379848238'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/2009/06/aku-hanya-manusia-biasa.html' title='Aku hanya manusia biasa'/><author><name>Erwin Arianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08051634271432353853</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_YQYm-M7Kc0s/SGBBlgV5QYI/AAAAAAAAAYw/8_4JX0-a4ms/S220/me%2526mywife1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7518131709454420173.post-1544842035955077547</id><published>2009-06-05T16:03:00.000+07:00</published><updated>2009-06-05T16:21:40.178+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>Alhamdulillah Ya Allah</title><content type='html'>Waktu terus berlalu, tanpa bisa ku hentikan sedikit pun, aku hanyalah anak lelaki dari tujuh bersaudara, ayahku hanya seorang petani penyewa ladang, yang harus membayar kepada juragan karta agar sawahnya bisa digarap, sebenarnyanya ayah mempunyai sepetak sawah kecil yang telah digadaikan untuk membayar biaya sekolahku kerana biaya sekolah disini sangatlah berat bagi ayah yang hanya petani kecil dengan 7 anaknya, ya memang yang tersisa tinggal lima, dua kakakku telah pergi merantau katanya mau merubah nasih, tapi entahlah sampai sekarang tidak pernah pulang, entah telah berhasil atau memang telah hilang di makan perantauan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tegar, kenapa kamu melamun" sapa seorang kawan saat SMK tempat ku belajar telah memberi ku selembar Ijasah yah memang itu yang selama ini aku perjuangkan selama tiga tahun aku sekolah di smk ini, sesuai dengan anjuran pemerintah yang katanya sekolah biar pinter, tapi setelah pinter aku harus apa? aku tidak bisa hidup dengan pintar, atau selembar ijasah ini, tapi aku harus hidup, aku butuh makan, dan keluarga ku pun butuh makan, katanya dengan sekolah bisa memperbaiki kehidupan kami kenyataanya apa, semua omongan pemerintah adalah bohong, kataku berterik, aku tak bisa makan ijasah, ucapku.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Nak, kamu sudah lulus, coba kamu cari kerja buat bantu bapak mbiayai empat adik kamu" ucap bapak pagi itu didipan bambu itu, aku hanya diam dan tertunduk lesu, "iya pak" jawab ku. Sebulan telah berlalu, aku sudah sudah dah berkeliling dari satu perusahaan lain di kotaku, semua perushanan  memberiku jawaban klasik:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ekonomi sedang sulit. Tidak ada lowongan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sebagai remaja yang menuju besar tak tahu apa yang harus ku lakukan, usaha sudah kulakukan, bahkan tabungan ku hasil menjadi kuli anggkut dipasar telah aku pergunakan untuk menulis beribu lamaran, dan aku pernah menyogok seorang yang menawariku pekerjaan tapi hasilnya adalah nihil hanya kecewaan yang aku dapati, dan juga hasilnya aku berkelahi memukuli orang itu sampai hampir mati, kalau tidak di lerai seorang polisi yang melintas mungkin aku sudah menjadi pembunuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kita hanya bisa berikhtiar, Tegar,” kata ayah. Ayah Tangannya sudah berkeriput namun tenaganya bekerja di sawah masih luar biasa. Aku tahu diri. Selama bersekolah akupun sering juga membantu ayahnya di sawah, dan juga menanam sayuran di sepetak kebun kosong di tanah tempat mereka menumpang mendirikan rumah. Tanah itu mereka pinjam atas kebaikan pemilik sawah yang mereka garap yang kebetulan juga memmpunyai beberapa petak kebun kosong di kota itu. Katanya, tanah-tanah itu untuk tabungan anak-anak mereka kalau mereka sudah dewasa. Hebatnya juragan tanah itu, sedang aku dan keluarga hidup sangat pas-pasan, bahkan kami termaksud keluarga yang mendapat BLT, atau Golongan keluarga yang miskin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Coba minta tolong Pak supri,” kata ayah. “Ada penerimaan pegawai baru mungkin beliau dapat menolong.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan aku memang sudah menghadap Pak supri, tetapi lelaki itu hanya mengangkat kepalanya dan berkata: “Wah, maaf, Bapak tak punya jaringan di sini.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;akupun bisa memahani kata-kata lelaki itu. Teman-temannya mengatakan, kalau tak ada koneksi mana mungkin bisa diterima. Jadi dia mahfum. memang sekarang semua harus ada Uang, dan Koneksi, aku pernah membaca dalam koran disekolah katanya reformasi itu memberantas KKN, tapi kenyataanya keadaan saat ini lebih parah, susah cari kerja, susah cari uang, bahkan untuk kami rakyat kecil kami susah untuk hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya Allah dimana letak keagunganmu, dimana letak keadilanmu Tuhan, apakah aku dan keluarga ku harus selalu hidup dalam himpitan kemiskinan Tuhan " ungkapku marah, kareana aku belum juga mendapat pekerjaan, "aku benci padamu ya Allah, dan aku berjanji tak akan menyembahmu lagi, kau sering mempermainkan hambamu yang susah Ya Allah" ucapku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam keadaan dimana akalku tak bisa merapal lagi benar dan salah maka aku pun ikut serta ketika si udin sahabat kecil ku untuk mengitkutinya berlatih suatu ilmu, ya sebuah Ilmu hitam. pada seorang guru, entah guru apa itu namanya karena Guru yang ini lain. aku harus mengikutinya bergadang sampai menjelang pagi, sering di hutan atau ditepi sungai. Sering gurun mengajakku berendam di air sungai semalam suntuk tanpa boleh mengantuk dengan merapalkan bacaan-bacaan yang harus dihafalnya. Entah berapa pekan berapa bulan hal itu Aku akukana, dan selama itu aku meninggalkan rumah  dengan pesan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“AKu mau belajar hidup. Ayah jangan cari sebab saya baik-baik saja. Kalau sudah berhasil pasti saya pulang.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berhasil. Itu harapan dan keyakinan Ku. Aku juga bertani membantu guru mencuci pakaiannya, berpuasa, berlatih sepanjang malam. Dan sampailah hari ujian itu. Mereka duduk berdua di bawah gemintang di langit, di hamparan  padang yang luas. Tak terdengar bunyi apa selain suara jengkerik. Setelah berdiam diri berdua lebih dari tiga jam lamanya, gurunya berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kamu lulus,  Kamu harus mempratekkan ilmumu sendiri, dan semuanya tergantung padamu apa kamu akan berhasil atau tidak. Seberangilah laut dan ujilah dirimu dalam praktek di kota besar di sana"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya dengan modal kenekatan ku, aku berlari dan merantau hanya berbekal baju di badan, aku menumpang pada sebuah truk pengangkut sayuran menuju kota yang ku idam-idamkan dengan mimpi membawa perubahan dalam hidupku ini, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mau apa ke kota le?” tanya supir itu kepada ku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Cari Kerja agar dapat penghasilan.” ujarku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Punya keluarga atau teman disana di kota?” tanyanya lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak.” jawabku sambil sedikit mengantuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lalu, mau tinggal di mana.” aku hanya diam dan supir itu seperti mengerti bahwa aku hanya bermodal nekat disana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***********************&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu minggu aku sudah di jakarta, hidup dari jalan-ke jalan lain, aku hanya berjalan dan beristirahat dari satu toko ke toko lain, aku sudah mencoba bekerja menjadi seorang juru parkir, tapi ketika aku bekerja segerombolan orang datang menghampiriku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"eh loe siapa, nyerobot lahan parkir gue" ujar orang itu membentak sambil menghujam pukulan ke tangan ku, aku bisa melumpuhkanya, tapi gerombolan orang itu terlalu banyak mungkin 7-9 orang karena fikirku tak mungkin menang aku pun berlari menghindar semua itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tibalah aku di kawasan penuh sampah, sambil melihat orang-orang disana memunguti sampah, aku pun bertanya kepada beberpa orang sekitar, untuk apa bu munguti sampah? tanya ku kepada orang-orang sekitar, untuk di jual mencari makan nak, ujar seorang ibu kepadaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena tak ada uang aku pun ikut melakukan nya aku ikut memulung dan menjual sampah itu kepda cukong yang gemuk itu, tapi dalam hatiku menjerit apakah ini yang harus aku lakukan, lari dari kampung hanya untuk jadi pemulung batin ku berteriak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kulewati malam dengan menyelusuri perumahan megah, tergoda aku dengan ilmu yang diberikan oleh guru Rumah-rumah megah berderet. pasti mereka orang kaya. Di bawah pohon di seberang jalan aku duduk beristirahat lalu menutup matanya. Kemudian setelah mengucap rapal aku bangkit dari duduk, dengan tenang menyeberang jalan dan masuk ke pekarangan rumah itu dengan memanjat pagar depannya. Tak ada salak anjing hanya suara jengkerik yang tiba-tiba berhenti. ku panjat tembok samping lalu naik ke atas atap dan menunggu lagi beberapa saat. Di langit hanya gemintang, bulan tak nampak. Mulailah aku menggeser beberapa genting,  memotong dua bilah kayu reng dan masuk ke langit-langit rumah dari lubang menganga itu. kudengardengkur dari salah satu kamar aky perkirakan dimana ruang tengah. Tak ada bunyi tv. Kemudian pelahan Aku menemukan penutup langit-langit dan menggesernya sedikit. Dari tempatnya dia bisa mengintip ruang yang ditujunya: kamar makan. Dia turun dengan cekatan dan dengan keyakinan penuh duduk di kursi meja makan. Pesan gurunya, dia tak boleh ragu dalam bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata di atas meja makan, di bawah tutup saji, dia menemukan lauk: ayam goreng, sayur terong, tempe goreng, dan sambal. Nasi rupanya harus diambil dari penanak nasi listrik di dekat dinding. Dia mengisi piring penuh dengan nasi panas dan kembali ke meja makan, dan menyambar ayam goreng, sayur terong dan tempe goreng. Dimakannya dengan lahap sampai perutnya terasa penuh. Dia merasa puas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesudah itu dia ingat pesan gurunya, maka tanpa basa-basi  di ruang yang sama dia melorotkan celananya dan berhajad besar. Bau menyengat disambutnya dengan senyum. Setelah itu dia berhasil memasuki salah satu kamar. Seorang perempuan tidur di situ. Lelap. Dengan mudah dia membuka almari pakaian dan menemukan sejumlah kotak perhiasan berisi gelang dan kalung yang segera berpindah ke dalam saku celana ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"luar biasa emas ini pasti cukup untuk membuka usaha" pikirku, setelah itu aku keluar tanpa ketahuan oleh pemilik rumah, antara takut dan cemas ketahuan orang aku melompat pagar. tiba-tiba satpam komplek memergoki, "maling-maling....." terikanya hingga membangunkan seluruh warga semua warga ikut mengejarku, dan polisi jalan raya ikut pula membantuku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"dor..dor..dor" letusan tembakan peringatan dikeluarkan tapi aku tak peduli, aku lari, aku takut tuhan, aku tak ingin mati, Sebuah timah panas mengenai kakiku, tapi akuk tetap terus berlari, hingga sebuah kali besar di hadapinku, tak ada fikiran lain aku melompat dan menceburkan diri, didalam deras arus sungai nafasku timbul dan tenggelam... "aku pasrah tuhan, aku pasrah jika aku mati kali ini" ucapku, "tuhan masihkah Dia mau membantuku, bukanya aku semenjak selesai sekolah aku mengutuknya, mungkinkah dia ada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nak kamu masih hidupkah" tanya seorang kakek tua kepadaku, "aku diam dan membisu dengan memandang kakiku dan tubuh ku yang menggigil. "saya tidak apa-apa kek" jawabku, kamu kenapa nak, "aku terjatuh dan tertembak penjahat kek", ujarku berdusta kakek tua yang bijaksana itu membantu merawatku hingga sembuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kamu dari mana nak?" tanya kakek itu yang ternyata dia tinggal sebatang kara tak punya keluarga, tapi dia memiliki usaha yang cukup maju, saya dari desa kek, saya sendiri disini kek" setelah kejadian itu kakek tua itu menjadikanku sebagai Cucu, lalu dia bercerita bahwa istrinya telah meninggal dan anaknya hilang ketika musibah sunami 15 tahun lalu entah berada dimana liburan ke jawa, hingga dia tidak memiliki siapapun. dia bercerita bahwa harta yang dimilikinya tak membawanya bahagia, dia hanya bekerja untuk mengisi hari-harinya, dia merindukan anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku teringat ibu, ayah dan adiku dikampung disana mereka hidup bersama dalam kebahagian walau dalam keadaan kekuarnagan, etlah kejadian itu kakek tua tersebut mengijinkan aku mengelola usahanya, dan suatu hari aku berbicara kepada kakek itu dan mengatakan bahwa aku rindu ayahku, aku ingin pulang ke desa, dan kakek tua itu yang bernama Suganda ikut pergi ke kampungku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini kek kampung ku, disana aku mempunyai 5 adik-adik yang masih kecil, dan bapakku hanya seorang petani, ketika masuk rumah bilik bambu, Suganda ulur tangan kakek itu, Karta Ucap ayah ketika aku memperkenalkan ayah dan kakek suganda, ada hal aneh ketika kakek suganda melihat ayah... "Kamu karta.." ucapnya sambil terus menatap ayah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ya saya karta..." kamu siapa jawab ayah bingung..." saya suganda, ayah mu... kamu anak ku yang hilang saat sunami" ucap kakek suganda.... "bapak..." ucap ayah kepada kakek sugan.. "jadi benar kamu anaku nak.." jawab kakek suganda, suasana haru melingkupi kami ternyata kakek suganda adalah kakek ku sendiri.... ya tuhan terimakasih telah kau pertemukan aku, kakek, dan ayah. Semenjak itu kehidupan aku dan keluarga berangsur membaik... kakek membantu kehidupan ayah, dan membelikan ayah beberapa hektar sawah, dan kakek menyekolahkan aku lagi untuk menyandang gelar sarjana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan semua terjadi begitu cepat aku tidak percaya atas semua yang terjadi, seperti sebuah dongeng, seperti sebuah fiksi dalam komik aku tidak percaya, dan aku hanya bisa bermunajat terimaaksih kepada Allah, aku telah salah dengan semua teriakanku hinaan ku terhadap tuhan... semua begitu cepat berubah dan aku percaya bahwa roda kehidupa itu terus bergulir, sekarang roda kehidupan membawa keluarga ku naik diatas dimana sebelumnya aku berada dibawah..... ketika aku meminta tanaman yang indah dan berbunga ternyata tuhan memberiku kaktus, tapi tak lama kaktus itu pun berbunga indah. Alhamdullilah ya Allah, setelah semua ini.... Terimakasih tuhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabbi auzi’nii an asykura ni’matakallatii an’amta ‘alayya wa’alaa waalidayya wa an a’mala shaalihan tardlohu wa adkhilnii bi rohmatika fi ‘ibaadikash-sholihin. Irhamna Ya arhamarrohimiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Tuhanku, berilah aku kekuatan untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku, dan untuk  mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhoi, serta memasukkan aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh. Kasihilah kami wahai Yang Maha Penyayang diantara para penyayang.”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7518131709454420173-1544842035955077547?l=coretanpena-erwin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/feeds/1544842035955077547/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7518131709454420173&amp;postID=1544842035955077547' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/1544842035955077547'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/1544842035955077547'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/2009/06/alhamdulillah-ya-allah.html' title='Alhamdulillah Ya Allah'/><author><name>Erwin Arianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08051634271432353853</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_YQYm-M7Kc0s/SGBBlgV5QYI/AAAAAAAAAYw/8_4JX0-a4ms/S220/me%2526mywife1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7518131709454420173.post-6511500371854717743</id><published>2009-05-27T16:10:00.001+07:00</published><updated>2009-05-27T16:14:37.190+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi Cinta'/><title type='text'>Putri kecil ku yang cantik</title><content type='html'>Putri kecil ku yang cantik&lt;br /&gt;Kau bisikan suara mu yang menarik&lt;br /&gt;Kau menyapaku dengan tangis dan bahagia&lt;br /&gt;Ku serasa tak memerlukan apapun didunia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Putri Kecilku Yang tersayang&lt;br /&gt;Kehadiran dirimu membuatku riang&lt;br /&gt;Selalu syukur terucap dari bibir ini&lt;br /&gt;Karena kau adalah anugrah yang tak terganti&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Putri kecilku yang tercinta&lt;br /&gt;Kau bawa aroma bahagia&lt;br /&gt;Dalam tawa mu yang merona&lt;br /&gt;Terpancar sejuta Pesona&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Putri Kecilku yang manja&lt;br /&gt;Selalu mengalir celoteh kecilmu yang jenaka&lt;br /&gt;Walau dalam gundah gulana&lt;br /&gt;Membuat hati selalu gembira&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh tuhan terima kasih&lt;br /&gt;diantara sapa tawa dan cengkraman lembut,&lt;br /&gt;jemari kecilnya maknai nafas Tersisa&lt;br /&gt;Terima kasih Tuhan kau berikan putri kecil yang tercinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Depok 27 mei 2008&lt;br /&gt;Erwin Arianto&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7518131709454420173-6511500371854717743?l=coretanpena-erwin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/feeds/6511500371854717743/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7518131709454420173&amp;postID=6511500371854717743' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/6511500371854717743'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/6511500371854717743'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/2009/05/putri-kecil-ku-yang-cantik.html' title='Putri kecil ku yang cantik'/><author><name>Erwin Arianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08051634271432353853</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_YQYm-M7Kc0s/SGBBlgV5QYI/AAAAAAAAAYw/8_4JX0-a4ms/S220/me%2526mywife1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7518131709454420173.post-1953394350351024236</id><published>2009-05-18T16:02:00.000+07:00</published><updated>2009-05-18T16:05:07.801+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi Cinta'/><title type='text'>Embun air mata menetes perlahan</title><content type='html'>Embun air mata menetes perlahan&lt;br /&gt;Dalam hijau pucuk dedaunan&lt;br /&gt;ketika Cinta bermandi cahaya&lt;br /&gt;Tanpa celah nafas asmara bertanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memupus sebiduk penantian khayal&lt;br /&gt;terlanjur tereguk aroma mewangi&lt;br /&gt;Beralaskan angin kau tiup hirupan pesona&lt;br /&gt;Terlanjut  membasahi sebuah nuansa kisah kita&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Ketika hati terberi tak terpendar&lt;br /&gt;Kutapaki jejak langit memenjarakanku&lt;br /&gt;aku terlempar aku terhanyut aku terbuai&lt;br /&gt;Dalam sebuah anggur senyum yang terkulum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bidadari, kuberi angin untuk kepak sayapmu&lt;br /&gt;Kau beri aku suara surutkan badai samudra&lt;br /&gt;Kau beri dekapan memberi sejumput senyuman&lt;br /&gt;Kau beri sutra untuk sebuah kehangatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini lambaian kepak sayapmu tinggal kenangan&lt;br /&gt;Hanya tersisa memori sendu kisah kita&lt;br /&gt;Diantara cinta dan rinduku yang membara&lt;br /&gt;Kuharus hentikan alunan irama kita&lt;br /&gt;Selamat jalan bidadari hatiku&lt;br /&gt;Dan kita tetap satu dalam satu prasati itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Depok 18 Mei 2009&lt;br /&gt;erwin arianto&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7518131709454420173-1953394350351024236?l=coretanpena-erwin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/feeds/1953394350351024236/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7518131709454420173&amp;postID=1953394350351024236' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/1953394350351024236'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/1953394350351024236'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/2009/05/embun-air-mata-menetes-perlahan.html' title='Embun air mata menetes perlahan'/><author><name>Erwin Arianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08051634271432353853</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_YQYm-M7Kc0s/SGBBlgV5QYI/AAAAAAAAAYw/8_4JX0-a4ms/S220/me%2526mywife1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7518131709454420173.post-8693380537506217431</id><published>2009-05-10T12:15:00.000+07:00</published><updated>2009-05-10T12:16:30.544+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>(cerpen) Doa Raina</title><content type='html'>Sudah empat bulan aku bergelut dengan pekerjaan yang menumpuk, lupa waktu dan keluarga, karena kerja begitu menggairahkan bagiku, begitu banyak tantangan yang harus kutunaikan begitu aku berfikir, mungkin hasrat kerja ku ini dikarenakan keinginan ku untuk meraih jawaban kosong di kantor itu, sehingga aku sering mengabaikan keluarga kecil ku dirumah.&lt;br /&gt; &lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Pulang Kerja pukul 9.00 sampai dirumah, ketika buah hati tercinta mengajak ku bermain, walau sebenernya ku tahu Reina putri ku tercinta telah mengusahakan untuk menahan kantuknya agar bisa bertemu ayahnya nya tercinta, tetapi aku hanya acuh dan menanggap dingin ajakan mainya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Ayah, Reina baru diajarin sama buguru buat gambar ini" Raina dengan bangga berusaha menunjukan kepadaku bahwa dia telah berhasil menggambar sepasang burung merpati, sekilas aku memperhatikan gambar itu, tetapi hati ini acuh tak acuh, pikiranku masih melayang ke kantor, dimana aku berhasil menyumbangkan gagasan dan dipuji pak Indra Direktur Keuangan ku. Aku tetap larut dalam pikiran ku sendiri sedang Reina masih berusaha menceritakan sesuatu dan berusaha untuk mendapat perhatian dariku.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sabtu minggu pun aku masih terlarut dalam proyek yang ku kerjakan, aku tidak pernah mengajak reina dan istriku untuk berlibur, sabtu minggu ku habiskan waktu di kantor, terkdang reina merajuk. "ayah kerja terus sih... kapan main sama reina" protes putriku tercinta. "nanti ya sayang ayah harus bekerja keras untuk cari uang" elakku kepada reina.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;****************&lt;br /&gt;Ya Tuhan sembuhkanlah ayahku, agar ayah bisa bermain sama raina lagi ya Allah.... Reina sayang sama ayah.... Amin&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;tersentak kaget seperti orang terbangun dari tidur, ketika aku mendengar doa anak ku yang cantik, dengan rambut kuncir dua dan wajahnya yang lugu itu. Reina sedang berdoa kepada Tuhanya, meminta agar ayahnya cepat sembuh, dengan wajah dan mimik serius tak elak aku tersenyum memandangnya. Selesai berdoa ia mendatangi ku, dengan senyum manisnya, dan wajah lugunya dan seakan dia berharap bahwa ayahnya bisa sehat kembali.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Aku meneteskan air mata, aku terharau, tak pernah menyangka aku memiliki peri kecil yang baik, yang dianugarahkan oleh Allah kepada ku. Aku kini sedang terbaring lemas tak berdaya diatas tempat tidurku, karena penyakit Tifus yang sedang menyerangku dan aku tersadar bahwa empat bulan ini aku terlalu memforsir diri melupakan keluarga kecilku, merupakan peri kecilku yang cantik.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;" Makasih ya sayang, reina anak yang baik sekali " ketaku sambil mengelus rambutnya&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;" Iya ayah, raina mau merawat ayah, " jawabnya dengan senyum termanis di bibirnya&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;" Memang kamu bisa merawat ayah" Tanya aku&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;" iya kan kalau besar reina mau jadi dokter" sebuah celetukan yang polos terlontar darinya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;" Ayah sayang reina " ujarku sambil berusaha memeluk peri kecilku yang tercinta&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;" Reina Sayang sama Ayah" ujarnya dengan tulus&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ya Allah... aku tak ingin ini semua berakhir, aku telah melupakan dia peri kecilku, aku terlarut dalam mimpi-mimpi dan mengabaikanya, ini adalah saat-saat yang membahagiakan ya Allah. Begitu pintarnya peri kecilku menjaga dan merawatku saat aku sakit, sedang selama ini aku tak punya waktu dan acuh kepadanya. Padahal dialah peri kecilku yang pada awal nya begitu kunanti kehadiranya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ingat dulu saat kamu pertama ada di dalam perut ibumu, reina.. ayah bahagia menitikan air mata saat ibumu memberi tahu ayah bahwa ada kamu disitu, saat dimana menjalani waktu 9 bulan membantu ibumu menjaga hingga saat kau terlahir, dimana saat ibumu meminta Jambu Monyet di saat ngidamnya, walau susah ayah berhasil mendapatkanya di daerah sukabumi di tempat teman kantor ayah disana, dan juga ayah memanjat sendiri pohon jambu monyet itu. Walau ternyata ketika segigit jambu itu ibu mu ternyata tidak menyukainya nak.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;JUga saat kami berburu informasi tentang bagaimana menghasilkan kamu yang sehat nak, saat ibumu ayah paksa makan tomat dan meminum air kelapa hijau agar kulitmu bersih dan cantik, walau sebenarnya ibumu tidak menyukainya nak. atau ketika setiap malam ibumu meminta pijit karena kelelahan menggendong mu setiap malam, dan ayah menjadi tukang pijatnya. begitu ayah menginginkamu nak.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;serta bagaimana sakitnya detik-detik kelahiran mu dimana ayahmu selalu setia mendampingi kedatangan kedunia ini, dengan susah  payah ibu mu berhasil melahirkan mu, atau saat ayah begitu bahagia saat kau pertama menapakan kebumi, dengan suara yang keras kau kalahkan dunia nak. Ayah tersedar kini keadaan kita memang lebih baik. tidak seperti dulu saat kami masih tinggal dirumah kontrakan sederhana disana nak.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Maafkan ayah nak, ayah bekerja keras karena ingin membahagiakan mu, ayah ingin kamu dan ibumu hidup dalam keadaan bahagia tidak kesusahan nak, tapai hal itu malah membuat ayah seperti melupakan mu, ayah menyia-nyakanmu, terlalu larut dalam pekerjaan-pekerjaan kantor, yang tak pernah memperhatikan cerita-citamu Raina.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;*********&lt;br /&gt;Kemarin-kemarin ayah terlalu memaksakan diri untuk bekerja mengejar mimpi sendiri, bekerja lembur, bekerja denga giatnya, pulang capek, tak menggubris kamu yang memang ingin dimanja oleh ayah raina, walau sering kamu sudah tertidur menunggu ayah pulang, dan terbangun saat langkah kaki ayah memasuki rumah kita, dan tetap kau ceria raina putri kecilku.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dan Kemarin, tepat kemarin ketika tubuh ayah ini tidak bisa begerak maksimal, dan perut ayah sakit Dan semenjak tiga hari lalu, saat ayah terkena tifus, dokter meminta ayah untuk istirahat diruamah, raina peri kecil ayah selalu tersenyum gembira menjaga ayahmu ini.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;" Ayah, reina senang ayah ada dirumah, raina jadi bisa main sama ayah" begitulah kamu bercerita dengan antusias menginginkan bermain dengan ayah mu ini, dan hal itu menyadarkan ayah nak, bukan hanya materi yang kamu butuhkan, tapi juga belaian lembut dan kasih sayang dari ayahmu ini, yang memang terkadang lupa terhadap mu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kini, setelah mendengar doanya, ayah baru menyadari. Bahwa selama empat tahun kamu diamanahkan kepada kami, ayah belum begitu bisa menjaganya. Dan selama itu pula, aku tak pernah menyesal. Padahal ayah mungkin telah mengecewakannya begitu rupa.&lt;br /&gt;saat ini ... Sebuah doa tulusmu telah berhasil membangunkan aku dari kekhilafan. ayah berharap, dan akan berusaha berjuang keras... untuk tidak menolak keinginan baikmu. Untuk menyambut perhatian yang ia damba dari ayahnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Semoga Allah memberikan kekuatan kepada ayah, untuk dapat berubah menjadi Ayah yang lebih baik buatmu. Karena Allah telah begitu sayang kepadaayah, dengan memberikan putri yang demikian sholih... hingga dalam usianya yang relatif sangat sangat muda, doa tulusmu telah mengalir buat ayah mu ini raina.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dan semoga kelak ia menjadi anak yang sholih, yang bisa menerangi kubur dan mengangkat derajat kami di Syurga, dengan doa-doa panjangnya yang melimpah, aamiiin... Ayah mencintaimu Raina.... Selamat tidur nak, ayah akan berusaha membahagia kan mu menjadikan kamu nomer satu dibanding pekerjaan ayah.... Maafkan ayah ya raina...&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Depok, 6 May 2009&lt;br /&gt;Erwin Arianto&lt;br /&gt;Http://coretanpena-erwin.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7518131709454420173-8693380537506217431?l=coretanpena-erwin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/feeds/8693380537506217431/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7518131709454420173&amp;postID=8693380537506217431' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/8693380537506217431'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/8693380537506217431'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/2009/05/cerpen-doa-raina.html' title='(cerpen) Doa Raina'/><author><name>Erwin Arianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08051634271432353853</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_YQYm-M7Kc0s/SGBBlgV5QYI/AAAAAAAAAYw/8_4JX0-a4ms/S220/me%2526mywife1.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7518131709454420173.post-4335933355584353659</id><published>2009-05-05T16:02:00.000+07:00</published><updated>2009-05-05T16:28:21.822+07:00</updated><title type='text'>Ada Kamu-kamu dalam jumlah tak terbilang</title><content type='html'>Waktu ini&lt;br /&gt;Menatap layar maya &lt;br /&gt;Hati terpana merana&lt;br /&gt;Gelisah resah tak terarah&lt;br /&gt;Sebab di ruang maya ini &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada persahabatan yang menghilang&lt;br /&gt;Ada Amarah yang meradang&lt;br /&gt;Ada Permusuhan yang tak kunjung usang&lt;br /&gt;Ada Kamu-kamu dalam jumlah tak terbilang&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;tetap tertawa kosong tak bermakna&lt;br /&gt;tersenyum walau sebingkai sedikit&lt;br /&gt;kata-kata maya hanya raga tak berjiwa&lt;br /&gt;Membaca hati dalam sebuah pristiwa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena saat ini;&lt;br /&gt;ruang maya Semua memaki menggila &lt;br /&gt;Hanya meninggalkan luka  menganga&lt;br /&gt;Tabah dan sabar seperti  tak guna&lt;br /&gt;Mau lari pun tak bisa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku terjebak dalam kegilaan maya&lt;br /&gt;Bersama dengan mereka tak terbilang namanya&lt;br /&gt;Kini hanya tatapan kosong&lt;br /&gt;Dan Aku hanya terbengong seperti sapi ompong&lt;br /&gt;Dalam diskusi maya yang melompong&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5 Mai 2009&lt;br /&gt;Didepan Layar membaca milist Nongkrong bareng2 yang aneh&lt;br /&gt;Http://coretanpena-erwin.blogspot.com &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7518131709454420173-4335933355584353659?l=coretanpena-erwin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/feeds/4335933355584353659/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7518131709454420173&amp;postID=4335933355584353659' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/4335933355584353659'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/4335933355584353659'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/2009/05/ada-kamu-kamu-dalam-jumlah-tak.html' title='Ada Kamu-kamu dalam jumlah tak terbilang'/><author><name>Erwin Arianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08051634271432353853</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_YQYm-M7Kc0s/SGBBlgV5QYI/AAAAAAAAAYw/8_4JX0-a4ms/S220/me%2526mywife1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7518131709454420173.post-6758168615048703384</id><published>2009-04-30T16:13:00.000+07:00</published><updated>2009-04-30T16:14:07.590+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi Cinta'/><title type='text'>Cinta adalah sebuah cinta</title><content type='html'>Cinta adalah sebuah cinta&lt;br /&gt;Dengan seribu rupa dan warna&lt;br /&gt;Terkadang memberi bahagia&lt;br /&gt;Terkadang membawa nestapa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena Cinta adalah cinta sebenarnya&lt;br /&gt;Cinta adalah sebuah kemenangan hati&lt;br /&gt;Cinta adalah memberi tanpa diminta&lt;br /&gt;Cinta adalah sebuah Bahagia diri&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;cinta adalah adalah cinta terjalani&lt;br /&gt;menembus batas relung imajinasi&lt;br /&gt;Menembus batas batas nurani&lt;br /&gt;Menemus ruang yang terperi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitupun cinta tetap cinta&lt;br /&gt;karena cinta adalah keikslasan&lt;br /&gt;Karena cinta adalah sebuah kedalaman rasa&lt;br /&gt;Karena Cinta Bukanlah sebuah Nafsu belaka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan Cinta tetaplah cinta&lt;br /&gt;Tanpanya hidup terasa hampa&lt;br /&gt;Dengannya hidup penuh cita-cita&lt;br /&gt;Bersamanya hidupkan lebih bermakna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Depok, 29 April 2009&lt;br /&gt;Http://coretanpena-erwin.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7518131709454420173-6758168615048703384?l=coretanpena-erwin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/feeds/6758168615048703384/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7518131709454420173&amp;postID=6758168615048703384' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/6758168615048703384'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/6758168615048703384'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/2009/04/cinta-adalah-sebuah-cinta.html' title='Cinta adalah sebuah cinta'/><author><name>Erwin Arianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08051634271432353853</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_YQYm-M7Kc0s/SGBBlgV5QYI/AAAAAAAAAYw/8_4JX0-a4ms/S220/me%2526mywife1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7518131709454420173.post-212242144666420967</id><published>2009-04-30T13:58:00.000+07:00</published><updated>2009-04-30T13:59:15.147+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>Kakek Tua</title><content type='html'>Dipojok sana aku sering melihatnya dengan semangat pantang menyerah, Kakek tua itu menjajakan Jasa untuk bekerja apapun, dengan modal pengki , dan Sebuah cangkul yang selalu digenggamnya untuk mencari rezeki. Pernah suatu waktu aku  mempekerjakanya untuk membantu membersihkan halaman rumah yang tak seberapa."Pak, Bisa bantu saya membersihkan halaman rumah" sapaku saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan senym sumringah kakek tua itu bekerja membersihkan halaman rumahku, dan dengan rajinya dia bekerja tanpa mengeluh \. "pak ini ada Pisang goreng, dan Kopi" sepintal lalu aku memberi makanan kepada kakek tua itu karena aku tahu bahwa membersihkan rumah ku memang melelahkan. Setelah selasai semua, "berapa saya harus membayar bapak" tanya ku setelah selesai dia merapihkan semua pekerjaanya. "terserah Anak saja" jawabnya singkat, walau dari wajahnya aku lihat sebuah senyuman berharap. Dua Lembar uang ratusan ribu kepadanya. "tidak salah nak, ini terlalu banyak" ucap kakek itu. "terimalah kek, sebagai ucapan terimakasih saya" ucapku memperhalus maksud membantunya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;ketika Langit masih terlihat kelam. Semburat awan kelabu masih mewarnai birunya langit. Pohon – pohon terlihat basah dengan butir – butir air yang masih menempel di daun. Cekungan air berwarna coklat terbentuk pada ruas jalan yang berlubang. Tiap harinya jalan yang sudah berlubang di sana - sini itu, dilalui banyak kendaraan dari truk pengangkut pasir sampai sepeda. Tapi pagi ini, hanya satu dua kendaraan yang terlihat melewati jalan ini, mungkin karena hujan yang baru saja turun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi jalan inilah, setiap hari Kakek tua itu berjalan menyusuri tepian jalan, mencari rezeki demi keluarga dengan menjual kayu bakar. Tubuhnya kurus kering, pakaiannya kumal, deretan giginya sudah tidak utuh lagi dan barisan rambut putih telah memenuhi seluruh kulit kepalanya. Walaupun begitu, semangat kakek untuk bekerja tak pernah surut. Seperti semangatnya ketika membela tanah air di masa perjuangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu, dengan gagah berani, kakek tua itu pernah bercerita bahwa dia  bersama pejuang lain berhasil melawan penjajah dalam peristiwa Hotel Yamato di kota pahlawan ini.Pertempuran sengit di hotel yang kini bernama Hotel Majapahit itu berawal dari penjajah yang berani mengibarkan bendera merah putih biru di atas Hotel Yamato. Saat itu, semua arek Suroboyo merasa terhina dan bertekat mengganti bendera itu dengan bendera merah putih milik Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertempuran hebat tak bisa dihindarkan, dengan senjata seadanya, mereka melawan penjajah yang bersenjatakan pistol. Beberapa &lt;br /&gt;arek Suroboyo mencoba mempertaruhkan nyawa mereka, termasuk sang kakek, dengan memanjat dinding Hotel Yamato dan berusaha merobek warna biru dari bendera tersebut. Penjajah yang tak mau kalah, menembaki dari bawah semua pejuang yang berusaha memanjat menuju atap hotel. Banyak pejuang yang gugur bersimbah darah dengan pekik perjuangan yang masih menyala. Tapi, akhirnya mereka berhasil merobek warna biru dari bendera tersebut dan menjadikan sang merah putih berkibar di sana.&lt;br /&gt;Sang kakek masih ingat peristiwa itu. Bagaimana kerasnya ia dan teman – teman seperjuangan berjuang mempertahankan kemerdekaan, bagaimana ia melihat satu per satu temannya gugur bersimbah darah dan bagaimana ia dan pejuang lainnya mengusahakan hidup merdeka untuk generasi selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga hari tuanya tiba, tiada kebahagiaan yang berarti selain melihat Indonesia tersenyum. Walaupun tanda penghargaan tertinggi sebagai pahlawan tiada disandangnya. Sambil terus berjalan menyusuri jalan, sambil membawa pengki dan sebuah pacul kakek tua itu berharap ada orang yang memekai jasanya untuk pekerjaan apapun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang mentari mulai membagikan kembali sinarnya hari itu tak satu pun orang memkai jasanya. Jalanan yang tadinya lengang dan hanya satu dua kendaraan saja yang lewat menjadi sedikit lebih ramai. Beberapa truk pengangkut pasir lewat dengan pasir bawaannya yang menggunung. Di sampingnya ada pengendara motor yang melaju dengan kecepatan tinggi. Sang pengendara yang tidak sabar berusaha mendahului truk tersebut. Truk pengangkut pasir yang tidak siap dengan keadaan ini, tak bisa mengerem mendadak sehingga kehilangan kendali dan menabrak pengendara motor itu. Motor tersebut langsung terlempar ke sisi jalan dan……. Brakk!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua orang di sekitar tempat kejadian segera berlari untuk melihat apa yang terjadi. Sesosok tubuh kurus kering dan bersimbah darah tergeletak di dekat motor yang tadi terlempar, beberapa kayu bakar yang basah, jatuh berserakan di dekatnya. Di dekatnya lagi terdapat sang pengendara motor dengan helm yang masih melekat di kepalanya yang sudah tak bernyawa lagi. Orang – orang hanya bergumam, “ Kasihan kakek tua itu “&lt;br /&gt;Gemuruh petir kembali menggema. Sinar sang mentari tak mampu menghalangi sang langit untuk menangis. Rintik – rintik hujan turun perlahan. Mengiringi kepergian sang pahlawan yang dulu telah mempertaruhkan hidupnya demi generasi muda. Kembali ke Sang Pencipta dengan seribu jalan kebaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiada kata yang bisa menggantikan arti pengorbanannya. Yang setia bertaruh jiwa raga, meskipun kata “Sang Pahlawan” tiada dikenang orang. Walaupun kini hanya kata “Si penjual kayu bakar” yang melekat di hati orang,tapi tidak di masa lalu. Saat itu kata “Pahlawan”-lah yang melekat di hati mereka. Selamat jalan Pahlwan ku, selamat jalan Kakek tua... tering doa yang kuucapkan padanya... &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7518131709454420173-212242144666420967?l=coretanpena-erwin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/feeds/212242144666420967/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7518131709454420173&amp;postID=212242144666420967' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/212242144666420967'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/212242144666420967'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/2009/04/kakek-tua.html' title='Kakek Tua'/><author><name>Erwin Arianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08051634271432353853</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_YQYm-M7Kc0s/SGBBlgV5QYI/AAAAAAAAAYw/8_4JX0-a4ms/S220/me%2526mywife1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7518131709454420173.post-5658674445222407090</id><published>2009-04-24T16:02:00.000+07:00</published><updated>2009-04-24T16:06:22.890+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>(cerpen) pada suatu Cinta</title><content type='html'>pada Suatu Cinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam menghadirkan jelaga bagai jubah hitam dalam rimba . Tak ada noktah gemintang seperti mata peri langit. Sementara kepungan awan tiap sebentar meniriskan gerimis, dan mengusir berpasang-pasang kaki kecil berceloteh riang pada sudut kamar. Aku masih teronggok pada salah satu kenangan silam kita. Betapa banyak remah kepengecutan ku yang menabur di atas luka yang kian hari melebar di hati kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku duduk termenung menatap hamparan semburat jingga, langit masih menyisakan sisa-sisa hujan sore tadi. Udara dingin mengusap lembut punggung kala aku sedang duduk di Aku terduduk di pojok kamarku, menatap setiap tetesnya. dan tangan ini tetap menekan indah tuts keyborf komputerku menulis sesuatu kutujukan untukmu Angin berhembus membawaku pada kenangan  silam saat kita berbagi tawa dan cerita.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Kekasihku, jika engkau membaca e-mail ini, cobalah untuk mulai belajar melupakanku. Aku tahu kenyataan itu memang pahit dan berat buatmu, terlebih lagi buatku. Masih tak lekang oleh waktu saat kita pertama bertemu dibawah jembatan itu kita pertama berjumpa Kamu datang ke arahku dengan pesona kemilau kewanitaan mu yang segera memporak-porandakan hatiku seketika dalam hitungan detik. Aku tak sempat berkata apa pun, saat dengan sopan dan bersahaja, kamu mengajakku untuk menunaikan panggilan Ilahi secara berjemaah, Hatiku tak mampu memungkiri bahwa, aku jatuh cinta padamu pada pandangan pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sejak pertama berjumpa dengan kamu, Jujur hatiku kedap-kedip kesetrum parasmu yang polos. Akhirnya, di suatu malam di sebuah resto siap saji, aku memberanikan diri menyatakan perasaanku padamu. "Jadilah kekasih rahasiaku," Waktu itu kamu hanya diam dan senyum manis mendengar rayuanku. Irama musik bergetar, mengalun memenuhi dadaku yang berdegup kencang, menanti-nanti jawaban dari bibir mungilmu. Kuyakinkan kamu bahwa aku akan menjadi yang terbaik untuk mu. Kukerahkan seluruh perbendaharaan kata-kata romantis yang kudapat sejak rajin membaca buku-buku Kahlil Gibran. Di ambang pintu kost saat mengantarku pulang pada malam berkesan itu. aku lantas mencium dahimu dengan lembut, tanpa perlu menunggu persetujuanmu lebih dulu. Jantungku berdegup lebih kencang dari biasanya. Sebuah fenomena yang tak pernah aku rasakan dari wanita manapun yang pernah singgah dalam relung hatiku selama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak punya kekuatan apa pun untuk menolak rasa cintaku padamu meski aku tahu sesungguhnya aku telah memiliki kekasih yang dengan cemas menungguku . Aku begitu terlena olehmu dan gelora gairah purba yang tiba-tiba muncul dalam diriku telah menghempaskan kita berdua dalam lautan petualangan cinta tak bertepi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak saat itu, kita merajut hari demi hari dengan ceria. Sorot matamu yang teduh namun tegas membuatku merasa selalu nyaman berada di dekatmu. Aku senantiasa merasa tersanjung ketika dalam setiap e-mailmu kepadaku, kamu selalu menyelipkan sebait-dua puisi cinta yang membuatku seperti melayang ke langit yang ketujuh. Tahukah kamu kekasihku, aku selalu menyimpan rapi puisi-puisi cintamu itu dalam helai demi helai buku harianku yang setiap malam aku buka kembali, membacanya pelan dengan bibir bergetar, berulang-ulang, sampai setiap kata demi katanya meresap dalam setiap sumsum tulangku, mengaliri setiap nadiku dan akhirnya menggelegak dalam sebuah orgasme misterius yang berpendar-pendar dalam setiap relung kamarku. Kamu memang paling tahu bagaimana membuatku berharga, kekasihku. Aku masih ingat betul salah satu momen pertemuan  kita yang membuatku senantiasa mengenang betapa indah melewatkan hari demi hari bersamamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jangan pernah memotong rambutmu, Sayang," kataku padamu saat kita melewatkan senja temaram di teras rumah kost itu sambil membelai ikal rambutmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kenapa?" tanyamu penasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Setiap kali membelai rambutmu, aku merasakan sensasi yang berbeda saat jari-jariku memilin dan menelusuri ruas demi ruas rambutmu. Ketika ruas rambutmu bergerak kembali menjadi ikal saat jariku lepas dari ujungnya, rambut itu meretas lurus sejenak, lalu berpilin lagi, perlahan tapi pasti,  Aku begitu menyukainya," jawabku tulus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kamu memegang tanganku dan berkata: “Sejak pertama kali mengenalmu, aku yakin kaulah lelaki pilihanku. Aku siap mendampingimu. Mohon jangan kecewakan aku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kamu  tersipu dan kemudian kita tertawa bersama, kita merasakan desau angin senja yang sejuk. Kamu kemudian memeluk pundakku erat-erat dan bersama-sama lagi kita terpana menyaksikan keindahan mentari beranjak ke peraduan di ufuk cakrawala meninggalkan jejak-jejak merah jingga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagiku Kamu adalah keindahan, bagiku Kamu adalah kehidupan, bagiku Kamu adalah kenangan tak terlupakan. Dan manusia saling membutuhkan, tidak untuk saling memakan. "huh Mengapa terjadi semuanya" Desis kecilku meratapi kisah lalu. Narnia ya  nama gadis cantik itu. Gadis yang ke........., mmhhhhhh, aku tak tahu lagi, yang aku tahu kamu adalah gadis yang sempurna, gadis terakhir yang aku tinggalkan, walau sebenarnya ada keinginan yang terbersit untuk menikahimu. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Mas, jangan tinggalkan aku sendiri, aku tidak punya siapa-siapa selain Mas". Narnia menangis, air mata beningnya mengalir di pipimu yang selembut sutra, lebih lembut lagi kukira. Aku memandangi wajahmu, lidahku kelu, serasa berton es menempel di lidahku, aku kedinginan di panasnya api cinta yang bergelora. Kupeluk Narnia,mmmmhhhhh, aku tak tahu,tak tahu, apa yang harus kulakukan, apa yang harus kukatakan. Aku masih mencintainya, tapi aku harus pergi, kembali kepada kekasih selama ini, mencoba menjalani kehidupan yang semestinya harus terjalani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menangis. Entah, waktu itu aku tidak merasa malu mengucurkan airmata di hadapanmu. Sertamerta berdiri dan memeluk tubuh mungil mu yang kuyup oleh hujan itu. Narnia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita memang telah siap menempuh segala resiko dari hubungan rahasia kita. Namun dari lubuk hatiku paling dalam, setelah Dogma keluargaku kemarin, aku tak kuasa untuk segera menetapkan hati berpisah darimu, meski kepedihan melanda jiwaku saat ini. Cinta memang tidak dibangun untuk membuat rasa kehilangan, tapi pada akhirnya aku menyadari cinta antara kita mempunyai batas tepiannya sendiri. Sesuatu yang, sesungguhnya aku sadari akan terjadi sejak awal, cepat atau lambat, namun akhirnya kuingkari saat pesonamu membetotku dan membawaku ke dalam pusaran cintamu yang melenakan.Aku akan simpan rapat-rapat kenangan manis di antara kita dalam bilik hatiku, dan kemudian membiarkannya mengendap dalam senyap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mmmmmhhhhh, kerinduanku pada mu Narnia membara lagi, hatiku telah terpatri namamu, mungkin di antara wanita yang datang pergi" Ucapku lirih, hanya Narnia yang kurindukan, hanya cintamu yang masih membuatku terlena dalam buaian mimpi indah, hanya suaramu yang mampu menentramkan hatiku yang kalut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tetapi Kekasihku, mulai saat ini, cobalah belajar melupakanku sebagaimana saat ini aku telah mengunci rapat-rapat pintu hatiku untukmu. Aku tetap menyimpan puisi-puisi cintamu padaku sebagai monumen paling berharga tentangmu pada tempat yang aku harapkan tidak akan aku buka lagi sampai kapan pun. Karena Engkaulah orang yang paling Kucintai Narnia, Selalu Untuk Selamanya. Jika ada penyesalan yang terdalam, maka akan menjadi penyelasan terberatku seumur hidupku. Hanya berharap Cintakita dapat bersatu entah kapan... aku kan selalu berharap, sampai nanti aku tidak bisa berharap lagi Narnia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://coretanpena-erwin.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7518131709454420173-5658674445222407090?l=coretanpena-erwin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/feeds/5658674445222407090/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7518131709454420173&amp;postID=5658674445222407090' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/5658674445222407090'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/5658674445222407090'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/2009/04/cerpen-pada-suatu-cinta.html' title='(cerpen) pada suatu Cinta'/><author><name>Erwin Arianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08051634271432353853</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_YQYm-M7Kc0s/SGBBlgV5QYI/AAAAAAAAAYw/8_4JX0-a4ms/S220/me%2526mywife1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7518131709454420173.post-490685612522713328</id><published>2009-04-21T16:05:00.000+07:00</published><updated>2009-04-21T16:06:20.343+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi Cinta'/><title type='text'>sekelebat percik tawa mu menari</title><content type='html'>Kamu adalah mimpi itu&lt;br /&gt;yang menapak dalam senyap  &lt;br /&gt;aku tahu Kau selalu mendampingiku&lt;br /&gt;masihkah aku bertemu dalam malam itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semburat langit bermuram&lt;br /&gt;Sempurna pelangi membawa ingin&lt;br /&gt;Diambang senja mentari berlari&lt;br /&gt;pada akhir melintas, aku tak mengerti&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Geliat selintas rembulan menari&lt;br /&gt;Menghantar rasa yang berirama&lt;br /&gt;Gemintang berdendang, kita bersapa&lt;br /&gt;Dalam riak mimpi kita menari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kulukis pagi menjelang subuh&lt;br /&gt;aku Terjaga pada sudut lengang&lt;br /&gt;Terus mencari didalam diri&lt;br /&gt;menyempurnakan segala ingin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sekelebat percik tawa mu menari&lt;br /&gt;Membuat hati sunyi bernyani&lt;br /&gt;Wahai belahan hati yang kucintai&lt;br /&gt;Aku selalu rindu malam untuk menanti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Depok, 20 April 2009&lt;br /&gt;Erwin Arianto&lt;br /&gt;Http://coretanpena-erwin.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7518131709454420173-490685612522713328?l=coretanpena-erwin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/feeds/490685612522713328/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7518131709454420173&amp;postID=490685612522713328' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/490685612522713328'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/490685612522713328'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/2009/04/sekelebat-percik-tawa-mu-menari.html' title='sekelebat percik tawa mu menari'/><author><name>Erwin Arianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08051634271432353853</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_YQYm-M7Kc0s/SGBBlgV5QYI/AAAAAAAAAYw/8_4JX0-a4ms/S220/me%2526mywife1.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7518131709454420173.post-8990962056730348437</id><published>2009-04-20T16:29:00.001+07:00</published><updated>2009-04-20T16:29:41.629+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi Cinta'/><title type='text'>cinta</title><content type='html'>Cinta &lt;br /&gt;Beribu orang mengatakan tentang cinta&lt;br /&gt;Tapi aku meratapi dan memuskilkan cinta&lt;br /&gt;Aku bertanya benarkah ada cinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah cinta itu&lt;br /&gt;Apakah cinta itu nafsu belaka&lt;br /&gt;Apakah cinta hanya sebuah lelucon jenaka&lt;br /&gt;Apakah cinta hanya butiran air mata&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;jawablah &lt;br /&gt;Benarkah cinta itu ada&lt;br /&gt;ketika ada rasa menyatu dua hati&lt;br /&gt;Apakah itu yang kau sebut cinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta&lt;br /&gt;Ketika ibu mengasih anaknya&lt;br /&gt;itu pulakah yang disebut cinta&lt;br /&gt;Mengapa cinta sering berlinang nestapa&lt;br /&gt;bukankah cinta itu harusnya bahagia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta &lt;br /&gt;Tanpanya tak akan ada seribu cerita&lt;br /&gt;Walau beribu duka lahir karena cinta&lt;br /&gt;Karena itulah cinta ada di dunia&lt;br /&gt;dan aku tetap tak mengerti tentang cinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Depok 20 april 2009&lt;br /&gt;Erwin arianto&lt;br /&gt;http://coretanpena-erwin.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7518131709454420173-8990962056730348437?l=coretanpena-erwin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/feeds/8990962056730348437/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7518131709454420173&amp;postID=8990962056730348437' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/8990962056730348437'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/8990962056730348437'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/2009/04/cinta.html' title='cinta'/><author><name>Erwin Arianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08051634271432353853</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_YQYm-M7Kc0s/SGBBlgV5QYI/AAAAAAAAAYw/8_4JX0-a4ms/S220/me%2526mywife1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7518131709454420173.post-7338110641296110677</id><published>2009-04-15T09:59:00.000+07:00</published><updated>2009-04-15T10:00:34.906+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi Cinta'/><title type='text'>Teruntuk kekasih ku yang lalu</title><content type='html'>Terawangku menerawang pada gelap malam&lt;br /&gt;Hembusku berlari menerjang mengawang&lt;br /&gt;Membekap rindu yang tergulir dan bersatu&lt;br /&gt;Akankah ada nanti datang yang kan kusebut ESOK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teruntuk kekasih ku yang lalu&lt;br /&gt;Ku tulis hasrat pada lembar awan&lt;br /&gt;Kuminta angin berhembus mengantar kepadamu&lt;br /&gt;Tentang deru rindu yang selalu menggebu&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Kugantungkan cinta Bersama rembulan&lt;br /&gt;Dalam sebuah hati yang tertawan&lt;br /&gt;Diantara senandung langkah bumi&lt;br /&gt;terurai harap akan kisah itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bilakah engkau akan bersama&lt;br /&gt;Segurat senyum sejuk jiwamu&lt;br /&gt;Menentram hati yang gelisah&lt;br /&gt;Mengarungi cerita dalam lautan hidup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini ada keindahan yang pergi menjauh&lt;br /&gt;pasrah diri dalam penantian jiwa&lt;br /&gt;Seluruh jiwa raga hati meskipun samar&lt;br /&gt;Tak pernah berhenti mencintainya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dearest my past lovely angel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Depok, 11 April 2009&lt;br /&gt;Erwin Arianto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7518131709454420173-7338110641296110677?l=coretanpena-erwin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/feeds/7338110641296110677/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7518131709454420173&amp;postID=7338110641296110677' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/7338110641296110677'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/7338110641296110677'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/2009/04/teruntuk-kekasih-ku-yang-lalu.html' title='Teruntuk kekasih ku yang lalu'/><author><name>Erwin Arianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08051634271432353853</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_YQYm-M7Kc0s/SGBBlgV5QYI/AAAAAAAAAYw/8_4JX0-a4ms/S220/me%2526mywife1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7518131709454420173.post-4720557549859561363</id><published>2009-04-08T15:26:00.000+07:00</published><updated>2009-04-08T15:28:05.217+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi Cinta'/><title type='text'>Mungkin aku merindumu</title><content type='html'>Sebuah pertanyaan selalu menyeruak di hati&lt;br /&gt;Ketika dada masih bergetar&lt;br /&gt;Ketika Sebersit lamunan tentang mu datang&lt;br /&gt;mengapa masih ada bayangan indah waktu lalu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin aku merindumu&lt;br /&gt;Merindu indah bola matamu&lt;br /&gt;Merindu rambut itu yang jatuh bergerai dikeningmu&lt;br /&gt;merindu cerita-ceritamu tentang kita dan cinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh, Mengapa masih terus ada&lt;br /&gt;mengapa tak pernah sirna&lt;br /&gt;Semua makin membuat ku terlena&lt;br /&gt;dalam buaian impian semata&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;mengapa mesti ada butiran air mata&lt;br /&gt;Saat namamu kembali hadir&lt;br /&gt;saat kueja namamu dalam suara tak terdengar&lt;br /&gt;Walau ku sadar kita tak akan pernah bersatu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidakkah waktu bisa membantu melupa&lt;br /&gt;Ataukah aku harus terus terjaga dalam mimpi lalu&lt;br /&gt;Biar waktu itu menjadi sebuah kenangan semata&lt;br /&gt;Biar kucumbui cinta dan indahmu dalam sebuah cerita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Depok, 6 April 2009&lt;br /&gt;erwin Arianto&lt;br /&gt;http://coretanpena-erwin.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7518131709454420173-4720557549859561363?l=coretanpena-erwin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/feeds/4720557549859561363/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7518131709454420173&amp;postID=4720557549859561363' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/4720557549859561363'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/4720557549859561363'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/2009/04/mungkin-aku-merindumu.html' title='Mungkin aku merindumu'/><author><name>Erwin Arianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08051634271432353853</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_YQYm-M7Kc0s/SGBBlgV5QYI/AAAAAAAAAYw/8_4JX0-a4ms/S220/me%2526mywife1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7518131709454420173.post-177375968146585109</id><published>2009-04-08T14:44:00.000+07:00</published><updated>2009-04-08T14:45:45.924+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='quineisha'/><title type='text'>Segurat senyum cantikmu</title><content type='html'>kaulah yang selalu berdendang di ruang hatiku&lt;br /&gt;Mencoba menghapus segala penat didada&lt;br /&gt;Adalah engkau yang tersenyum dengang ceria&lt;br /&gt;laksana setetes embun pada padang sahara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah cantik Wajahmu&lt;br /&gt;Yang selalu menanti &lt;br /&gt;Disetiap kepulanganku pergi berlari&lt;br /&gt;Setiap waktu yang terlalui&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Sesesok tangan mungilmu&lt;br /&gt;Mengusap wajahku dengan sebuah kehangatan&lt;br /&gt;memberi keteduhan jiwa &lt;br /&gt;Setelah lelah terlalui&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segurat senyum cantikmu&lt;br /&gt;Memberi rasa bahagia&lt;br /&gt;yang tercipta di dada&lt;br /&gt;Menghapus penat dan duka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhanku &lt;br /&gt;Terimakasih telah kau berikan&lt;br /&gt;Seorang peri kecil kepadaku&lt;br /&gt;sebuah anugrah dalam perjalanan indahku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Depok 6 april 2009&lt;br /&gt;Dear My Little Princess &lt;br /&gt;Quineisha Namia Zhafira&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7518131709454420173-177375968146585109?l=coretanpena-erwin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/feeds/177375968146585109/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7518131709454420173&amp;postID=177375968146585109' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/177375968146585109'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/177375968146585109'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/2009/04/segurat-senyum-cantikmu.html' title='Segurat senyum cantikmu'/><author><name>Erwin Arianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08051634271432353853</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_YQYm-M7Kc0s/SGBBlgV5QYI/AAAAAAAAAYw/8_4JX0-a4ms/S220/me%2526mywife1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7518131709454420173.post-4211036174458550787</id><published>2009-04-08T09:34:00.000+07:00</published><updated>2009-04-08T09:36:33.162+07:00</updated><title type='text'>Tuhan</title><content type='html'>Tuhan&lt;br /&gt;Bimbing aku menapaki setiap goresan takdirku&lt;br /&gt;Buat aku mengerti makna di dalam nafasku&lt;br /&gt;Berilah sabar atas semua yang terjadi&lt;br /&gt;Biarkan aku selalu bersyukur atas semua yang ada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan&lt;br /&gt;Aku terkadang lemah&lt;br /&gt;mempertanyakan tentang keberadaanmu&lt;br /&gt;Meragukan uluran tanganmu disetiap deritaku&lt;br /&gt;Melupakan mu disetiap Gembiraku&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tuhan&lt;br /&gt;Aku ini manusia tak berilmu&lt;br /&gt;Yang selalu merasa semua adalah karenaku&lt;br /&gt;Terkadang aku lupa menghadirkanmu dalam hidupku&lt;br /&gt;Terlalu bodoh menyingkap takdir yang kau berikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan&lt;br /&gt;Ijinkan aku bersukur atas semua pemberianmu&lt;br /&gt;Ijinkan Aku mendekat dan mencintaimu&lt;br /&gt;Ijinkan aku merasakan keberadaanmu&lt;br /&gt;Ijinkan aku Memujamu dan berbakti padamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terimakasih tuhan&lt;br /&gt;Atas Nafas dan Kehidupan yang kau beri&lt;br /&gt;Semua goresan takdir yang terlewati&lt;br /&gt;Semoga hati ini bisa selalu memujimu&lt;br /&gt;Kini ku yakin kau selalu ada untuku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trimakasih Tuhanku..............&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Depok, april 2009&lt;br /&gt;Erwin arianto&lt;br /&gt;http://coretanpena-erwin.blogspot.com&lt;br /&gt;http://blog.360.yahoo.com/arianto_erwin&lt;br /&gt;http://erwinarianto.multiply.com &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7518131709454420173-4211036174458550787?l=coretanpena-erwin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/feeds/4211036174458550787/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7518131709454420173&amp;postID=4211036174458550787' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/4211036174458550787'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/4211036174458550787'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/2009/04/tuhan.html' title='Tuhan'/><author><name>Erwin Arianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08051634271432353853</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_YQYm-M7Kc0s/SGBBlgV5QYI/AAAAAAAAAYw/8_4JX0-a4ms/S220/me%2526mywife1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7518131709454420173.post-1279338963340453498</id><published>2009-04-03T09:17:00.001+07:00</published><updated>2009-04-03T09:28:52.294+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='From Sahabat'/><title type='text'>tersimpan hikmah</title><content type='html'>air mata yg tlh jatuh&lt;br /&gt;membasahi bumi.....&lt;br /&gt;tak kan sanggup menghapus penyesalan....&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;penyesalan yg kini ada&lt;br /&gt;jd tak berarti......&lt;br /&gt;karena waktu yg terisi akan terus pergi&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;menangislah bila harus menangis...&lt;br /&gt;karena kita semua manusiaaaaa......&lt;br /&gt;manusia bisa terluka&lt;br /&gt;manusia pasti menangis&lt;br /&gt;dan manusia pun bisa mengambil hikmah...&lt;br /&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;dibalik segala duka&lt;br /&gt;tersimpan hikmah&lt;br /&gt;yg bisa kita petik pelajaran&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;dibalik segala suka&lt;br /&gt;tersimpan hikmah...&lt;br /&gt;yg kan mungkin bisa jadi cobaan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Tari Hermawan (tarijoss@yahoo.com)&lt;br /&gt;Terimakasih mba tari&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7518131709454420173-1279338963340453498?l=coretanpena-erwin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/feeds/1279338963340453498/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7518131709454420173&amp;postID=1279338963340453498' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/1279338963340453498'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/1279338963340453498'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/2009/04/tersimpan-hikmah.html' title='tersimpan hikmah'/><author><name>Erwin Arianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08051634271432353853</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_YQYm-M7Kc0s/SGBBlgV5QYI/AAAAAAAAAYw/8_4JX0-a4ms/S220/me%2526mywife1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7518131709454420173.post-3240069153235181418</id><published>2009-04-02T13:02:00.000+07:00</published><updated>2009-04-02T13:06:06.965+07:00</updated><title type='text'>menikah</title><content type='html'>*Banyak orang yang masih single berpikir bahwa alangkah menyenangkannya hidup pernikahan itu. Ada seseorang untuk berbagi, dalam suka dan duka, dalam untung dan malang, dalam keadaan sehat dan sakit, sebagaimana yang dinyatakan dalam janji pernikahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu benar adanya, saya tidak pernah memungkiri betapa benarnya kenyataan itu! Namun di lain pihak, terdapat harapan dan impian Hollywood, sebagaimana film-film dramanya memberikan gambaran, betapa kehidupan yang diarungi berdua itu indah-indah saja dan pasti endingnya sebagian besar adalah "HappyEnd".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak mengatakan bahwa kehidupan perkawinan tidak ada unsur yang menyenangkan. Sama sekali tidak! Namun sejak saya pribadi menjalani kehidupan perkawinan yang masih seumur jagung ini, saya pun mulai menyadari bahwa untuk benar-benar bertahan dalam kehidupan perkawinan, mimpi romantisme saja tidaklah cukup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan sebagai seorang lajang, tidak lepas dari begitu banyak kebebasan. Kalaupun ada yang mengikat tentunya hanya sang pacar dan keluarga kita. Namun ketika kita memutuskan untuk menikah, keterikatan itu tidak lagi sebatas apel di malam minggu, nonton atawa makan bersama yang mungkin cuma makan waktu sekitar 2-3 jam seminggu 2-3 kali misalnya. Keterikatan itu menyangkut penyesuaian diri dengan seseorang yang bisa-bisa selama 24 jam bersama-sama dengan kamu dan itu bukan main-main, untuk seumur hidupmu!&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dua pribadi yang dipersatukan, tentunya memiliki banyak perbedaan. Mungkin ketika berpacaran, kamu dengan gampang menemukan begitu banyak persamaan antara kamu dengan pasangan. Dan ketika kamu memasuki mahligai perkawinan, kemudian kamu menjadi bingung, mengapa kamu semakin melihat begitu banyak perbedaan? Untuk itu penyesuaian dan pengertian yang terus menerus amat dibutuhkan oleh kedua belah pihak dalam rumah tangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan bukan itu saja, keterikatan itu termasuk perkawinan plus plus di Indonesia. Kenapa saya katakan perkawinan ++ (baca: perkawinan plus plus)? Karena keterikatan dalam suatu perkawinan juga termasuk dengan keluarga suami/istri dan seluruh kerabatnya. Keluarga besar, begitu istilahnya. Dan tiba-tiba saja, saudara kita bertambah amat banyak, dikarenakan tali&lt;br /&gt;pernikahan yang kita jalani. Mungkin kamu pernah dengar pernyataan begini, " Itu lho… Pak Ade, adik dari ipar saya…" Atau mungkin, " Itu keponakan dari mertua saya…" Belum lagi terkadang istilah-istilah yang begitu kompleksnya, yang pasti&lt;br /&gt;ujung-ujungnya ada hubungan saudara dikarenakan perkawinan …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berhadapan dengan semakin banyak orang, tentunya berhadapan pula dengan semakin banyak karakter. Dan disadari atau tidak, tentunya banyak kepala semakin banyak permasalahan yang dihadapi. Untuk banyak pasangan, pertengkaran tidaklah terjadi antarmereka, namun banyak kali dikarenakan campur tangan dari pihak ketiga, keempat, bahkan kelima yang semakin&lt;br /&gt;memperkeruh suasana. Jadi, pasangan yang menikah dengan kekerabatan plus plus hendaknya pandai-pandai memilah situasi, sehingga mereka tidak gampang terhasut oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, walaupun itu adalah dari pihak&lt;br /&gt;keluarga sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkawinan mengajarkan saya untuk hidup lebih realistis. Tidak selamanya pasangan kita berada pada 'top performance' sebagaimana yang ditunjukkan selama masa berpacaran atau masa ketika sang wanita tengah 'dikejar' oleh sang pria atau sebaliknya sang pria yang 'dikejar' wanita. Perkawinan membawa seseorang ke tahap di mana harus menerima kalau&lt;br /&gt;pasangannya tengah kelelahan selepas kerja dan mendengar celotehan yang penuh amarah adalah hal terakhir yang diinginkan pada saat itu karena tubuhnya penat amat membutuhkan istirahat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menikah, apabila mendapatkan seseorang yang cocok, memang memberikan satu ketenangan batin dan ketentraman. Yang paling penting adalah azas yang diterapkan, tetap bersama dalam keadaan apa pun, tetap dijalankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jujur saja, kehidupan lajang yang belum memiliki pacar alias jomblo atau sedang 'kosong' sebetulnya juga sangat menyenangkan. Kamu bisa lakukan apa saja yang kamu mau, mau pergi karaoke keluarga bersama teman-temanmu, mau nonton, mau jalan-jalan ke luar negeri, mau pelayanan sana-sini, mungkin tidak jadi masalah. Itu bakal jadi sesuatu yang berbeda ketika ada seorang&lt;br /&gt;pacar dan kemudian menjadi pasangan, suami atau istri kita, harus dilakukan penyesuaian di sana-sini dan tentunya saling toleransi antara satu dengan yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, yang namanya manusia, sering kali tidak pernah puas, dan tidak jarang ada perasaan bosan menghinggapi hati kita apabila rutinitas itu-itu saja yang kita alami. Yang single berkeinginan segera mengakhiri kehidupan melajangnya dan melabuhkan hatinya kepada seseorang yang cocok. Sementara tidak jarang yang sudah menikah dan punya anak merindukan saat-saat lajang, di mana kebebasan menjadi begitu berarti di mata mereka. Rumput tetangga sepertinya kelihatan selalu lebih hijau…&lt;br /&gt;Bagaimana mencari penyelesaian agar kita bisa mensyukuri kehidupan yang kita jalani pada saat ini, sebetulnya merupakan kunci permasalahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhirnya, saya menilai bahwa kehidupan perkawinan akan jadi sangat menyenangkan bila:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menikah dengan seorang yang cocok, dari segi intelektual, kepercayaan/agama, strata sosial, dan pemikiran akan masa depan berkeluarga yang bakal diarungi bersama. Menjalani cinta romantisme- denyut jantung yang berdetak semakin cepat saat&lt;br /&gt;bertemu dengan si Dia, muka yang memerah (blushing)- dengan penuh rasa syukur namun tidak terbius olehnya. Sehingga tidak kecanduan akan cinta romantis ini dan bisa menerima keadaan ketika cinta romantis menjadi cinta realistis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berusaha mengerti kondisi pasangan, terutama pada saat-saat pasangan tengah menghadapi hal yang kurang menyenangkan ataupun menghadapi masalah besar. Pengertian adalah dasar yang utama yaitu dengan berusaha menempatkan diri&lt;br /&gt;pada posisi pasangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggung jawab yang tinggi akan keputusan untuk menikah dan menjalani kehidupan bersama. Dalam kondisi apa pun! Tetap setia dan menyertakan Tuhan dalam relasi ini. Adalah sangat beruntung apabila kedua orang yang terikat dalam satu mahligai rumah tangga adalah orang yang sama-sama memiliki hubungan pribadi yang indah dengan sang Pencipta. Karena banyak kali dalam kehidupan ini, kita mengalami kekecewaan dengan pasangan kita. Mungkin yang paling sering mengecewakan kita adalah&lt;br /&gt;pasangan kita, namun apabila kita punya relasi yang baik dengan Tuhan, yakinlah bahwa kita akan dimampukan memaafkan dan mengasihi pasangan kita. Namun, bila hanya salah satu pihak yang lebih dekat relasinya dengan Tuhan, sebaiknya mendoakan pasangannya agar bisa merasakan cinta Tuhan secara pribadi dan setia menunggu saatnya Tuhan tiba bagi pasangannya untuk&lt;br /&gt;merasakan hal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika belum menemukan yang cocok, apa yang harus dilakukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetaplah mengasihi Tuhan secara sempurna, jangan marah-marah atau 'complain'. Kalaupun ada 'complain' nyatakan kerinduan dan kegelisahan hatimu kepada Tuhan. Nikmati ke-single-an itu sebagai berkat Tuhan juga, karena kamu tidak pernah tahu apa yang harus kamu hadapi ketika kamu menikah. Tanggung jawab yang lebih berat, juga masalah yang lebih besar. Ketika kamu menghadapi itu semua, mungkin kamu tidak kuat, makanya Tuhan menunggu waktu yang tepat untuk memberikan seseorang yang tepat pula untuk kamu. Dan yakinlah, apabila Tuhan sudah bertindak, dan memberikan yang terbaik untukmu, Dia tidak pernah lepas tangan! Dia dengan setia terus membimbing agar kita siap mengalami semua perubahan yang terjadi. Dengan demikian, sebagai seorang single, kita hidup dalam kepenuhan, dan kita mampu mengucap syukur dengan kehidupan melajang itu. Dan ketika saatnya kamu harus menikah, kamu pun memiliki rasa syukur yang tinggi atas kehidupan single yang sudah kamu jalani selama ini, dan mampu mengambil tanggung jawab akan kehidupan berumah tangga yang Tuhan percayakan kepada kamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, lajang atau menikah, tidaklah jadi masalah asal kita menjalani kehidupan ini dengan realistis, sekaligus penuh pengharapan di dalam iman kita kepada Tuhan. Tuhan tahu yang terbaik untuk setiap kita, jangan pernah ragukan itu!&lt;br /&gt;Bersyukur atas apa yang Dia beri, itu adalah yang terbaik yang bisa kita&lt;br /&gt;lakukan pada saat ini… *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7518131709454420173-3240069153235181418?l=coretanpena-erwin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/feeds/3240069153235181418/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7518131709454420173&amp;postID=3240069153235181418' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/3240069153235181418'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/3240069153235181418'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/2009/04/menikah.html' title='menikah'/><author><name>Erwin Arianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08051634271432353853</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_YQYm-M7Kc0s/SGBBlgV5QYI/AAAAAAAAAYw/8_4JX0-a4ms/S220/me%2526mywife1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7518131709454420173.post-4128332595978791446</id><published>2009-03-27T08:38:00.000+07:00</published><updated>2009-03-27T08:40:29.830+07:00</updated><title type='text'>Bersurat cinta dan sebuah nada keinginan</title><content type='html'>Ketika kau berdendang sebuah bintang&lt;br /&gt;bagai titik terang diujung malam&lt;br /&gt;Derai lari waktu menderu mendentam&lt;br /&gt;Mengingat sebuah kisah indah gemilang menerang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kukirimkan sebuah rindu dari kejauhan&lt;br /&gt;Bersurat cinta dan sebuah nada keinginan&lt;br /&gt;Dalam tatap mata mata yang sembab&lt;br /&gt;Berlari dan kehilangan sebuah harap&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Awal pagi itu adalah terakhir kunatap&lt;br /&gt;Sebuah mata indah yang begitu berharap&lt;br /&gt;Semua kan hilang bagai kenanganan&lt;br /&gt;pada bahtera sebuah kehilangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biar ku kayuh sampan tak berlabuh&lt;br /&gt;Mengikuti riak sungai yang membiru&lt;br /&gt;Sekulum senyum remuk dari hati yang syahdu&lt;br /&gt;Merelekan semua menjadi sebuah kisah bisu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Depok, 25 Maret 2009&lt;br /&gt;Erwin Arianto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7518131709454420173-4128332595978791446?l=coretanpena-erwin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/feeds/4128332595978791446/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7518131709454420173&amp;postID=4128332595978791446' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/4128332595978791446'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/4128332595978791446'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/2009/03/bersurat-cinta-dan-sebuah-nada.html' title='Bersurat cinta dan sebuah nada keinginan'/><author><name>Erwin Arianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08051634271432353853</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_YQYm-M7Kc0s/SGBBlgV5QYI/AAAAAAAAAYw/8_4JX0-a4ms/S220/me%2526mywife1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7518131709454420173.post-7160416250685603652</id><published>2009-03-17T16:30:00.000+07:00</published><updated>2009-03-17T16:32:20.987+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi Cinta'/><title type='text'>Pergilah-pergilah Rinduku</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Selintas rindu meradang&lt;br /&gt;Tak tahu arah mana dia datang&lt;br /&gt;telah jauh kulangkahkan kaki&lt;br /&gt;Untuk menghindari bayangmu bidadari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seribu langkah talah tertempuh&lt;br /&gt;Seribu rasa telah terbunuh&lt;br /&gt;Seribu Rindu semakin bertumbuh&lt;br /&gt;teriring rinduku padamu&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dalam satu cinta&lt;br /&gt;tersirat semua rasa&lt;br /&gt;Tertafsir keinginan bersama&lt;br /&gt;Terhalang takdir tak bersama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini walau jemariku tak bisa menyentuh&lt;br /&gt;Hatiku tak jua menjauh&lt;br /&gt;Walau kubunuh dengan dusta&lt;br /&gt;Tapi cintamu tak pernah sirna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh pergi lah rinduku&lt;br /&gt;Aku tersiksa dalam keinginan itu&lt;br /&gt;Rindu yang menggebu&lt;br /&gt;Membawa keingan pada waktu itu&lt;br /&gt;Pergilah pergilah rinduku &lt;br /&gt;Jangan kau kembali hampiri diriku&lt;br /&gt;karena sudah terlarang untuku&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7518131709454420173-7160416250685603652?l=coretanpena-erwin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/feeds/7160416250685603652/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7518131709454420173&amp;postID=7160416250685603652' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/7160416250685603652'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/7160416250685603652'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/2009/03/pergilah-pergilah-rinduku.html' title='Pergilah-pergilah Rinduku'/><author><name>Erwin Arianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08051634271432353853</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_YQYm-M7Kc0s/SGBBlgV5QYI/AAAAAAAAAYw/8_4JX0-a4ms/S220/me%2526mywife1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7518131709454420173.post-5096110323655000334</id><published>2009-03-17T16:20:00.000+07:00</published><updated>2009-03-17T16:21:48.681+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi Cinta'/><title type='text'>Aku merindumu Kekasih...</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Riuh melodi rindu kian menggebu&lt;br /&gt;Melepas jejak jalan yang berabu&lt;br /&gt;Saat hati tak bisa bersatu&lt;br /&gt;Saat mata tak bisa bertemu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah kerinduan membuncah dalam kalbu&lt;br /&gt;Aku sangat merindumu&lt;br /&gt;Seperti malam merindu pagi&lt;br /&gt;Seperti punguk merindu bulan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejuta nuansa hati bersatu&lt;br /&gt;Dalam sejuta tanya dan permainan rasa&lt;br /&gt;Aku merindumu kekasih &lt;br /&gt;dan aku terus berteriak dalam hening&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak adakah suara datang kepadamu&lt;br /&gt;menceritakan rasa rindu yang tertuang&lt;br /&gt;Dalam sebuah bait kata yang meradang&lt;br /&gt;Kepada sebuah cinta yang terhalang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Aku merindumu kasih&lt;br /&gt;Saat aku menelusuri ruang rinduku padamu&lt;br /&gt;sebuah kerinduan yang terpancar pada indahnya bayangmu&lt;br /&gt;dan tak akan lekang dalam satu hitungan waktu&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7518131709454420173-5096110323655000334?l=coretanpena-erwin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/feeds/5096110323655000334/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7518131709454420173&amp;postID=5096110323655000334' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/5096110323655000334'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/5096110323655000334'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/2009/03/aku-merindumu-kekasih.html' title='Aku merindumu Kekasih...'/><author><name>Erwin Arianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08051634271432353853</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_YQYm-M7Kc0s/SGBBlgV5QYI/AAAAAAAAAYw/8_4JX0-a4ms/S220/me%2526mywife1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7518131709454420173.post-103802440424172737</id><published>2009-03-17T16:12:00.000+07:00</published><updated>2009-03-17T16:13:20.820+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi Cinta'/><title type='text'>hingga tiada satupun tahu pada satu bilangan waktu</title><content type='html'>Lelehan air mata itu mengiris ruas sembilu&lt;br /&gt;dalam sayatan-sayatan tipis memilu&lt;br /&gt;terlihat paras kehilangan wajah lugu itu&lt;br /&gt;Yang telah pergi berkesan semu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kubelai helaian rambut wangimu&lt;br /&gt;tercium semerbak wangi bunga ungu &lt;br /&gt;Sebuah hati tak bisa menahan gejolak hati mengugu&lt;br /&gt;Memberi sebuah rasa yang selalu bertumpu&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Tapi kini rasa telah tertinggal hatimu&lt;br /&gt; teralun tangis yang memilu&lt;br /&gt;Kudekap nuansa kejora malam aroma lalu&lt;br /&gt;Tentang cinta yang sudah tertutup di balik pintu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kini semua hanya sebuah cerita bisu&lt;br /&gt;akankah lagi terdengar lantunan sebuah lagu&lt;br /&gt;menyeruak keluar dalam sebuah kisah yang satu&lt;br /&gt;Kisah cinta angin dan bidadari telah berlalu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sejuta ingin menjadi satu&lt;br /&gt;Dalam iringan sebuah cinta yang lalu&lt;br /&gt;Salam dan cintaku untuk mu selalu&lt;br /&gt;hingga tiada satupun tahu pada satu bilangan waktu &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7518131709454420173-103802440424172737?l=coretanpena-erwin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/feeds/103802440424172737/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7518131709454420173&amp;postID=103802440424172737' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/103802440424172737'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/103802440424172737'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/2009/03/hingga-tiada-satupun-tahu-pada-satu.html' title='hingga tiada satupun tahu pada satu bilangan waktu'/><author><name>Erwin Arianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08051634271432353853</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_YQYm-M7Kc0s/SGBBlgV5QYI/AAAAAAAAAYw/8_4JX0-a4ms/S220/me%2526mywife1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7518131709454420173.post-4847888931397101748</id><published>2009-02-16T13:30:00.000+07:00</published><updated>2009-02-16T13:33:20.473+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi Cinta'/><title type='text'>Kisah yang terpatri dalam prasasti hati</title><content type='html'>Sebuah gugusan imaji berlari&lt;br /&gt;Dalam sebuah ingin yang terangan&lt;br /&gt;Tentang gurat waktu telah berlalu&lt;br /&gt;Selalu terbersit tengtang waktu itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Khayalku Kau hidup &lt;br /&gt;Bermain dan bercerita&lt;br /&gt;Tentang dua rasa berpadu dalam cinta&lt;br /&gt;Bergelora menggempar sebuah romansa&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Dalam Khayalku kita bersatu&lt;br /&gt;Atas ikrar suci janji terpadu&lt;br /&gt;Mengikat kita dalam satu ikatan nurani&lt;br /&gt;Bersama memadu jalinan kasih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya.. Dalam kHayalku&lt;br /&gt;Kau salalu menari, bernyayi tak pernah sepi&lt;br /&gt;Semua bergitu indah dalam kanvas lukisan ini&lt;br /&gt;Semua nyata dalam relung hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah Alun kidung rindu tercipta&lt;br /&gt;Sebuah kisah telah terukir &lt;br /&gt;Bercerita kisah bisik angin untuk bidadari&lt;br /&gt;Kisah yang terpatri dalam prasasti hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kini dalam nyataku kau hanya sebuah ilusi sepi&lt;br /&gt;Kumpulan dari ingin yang tak teringi kembali&lt;br /&gt;Biarkan semua terbang menderu dalam debu&lt;br /&gt;Karena jauh dan sepi tertinggal sebuah mimpi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Depok, 16 Feb 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7518131709454420173-4847888931397101748?l=coretanpena-erwin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/feeds/4847888931397101748/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7518131709454420173&amp;postID=4847888931397101748' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/4847888931397101748'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/4847888931397101748'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/2009/02/kisah-yang-terpatri-dalam-prasasti-hati.html' title='Kisah yang terpatri dalam prasasti hati'/><author><name>Erwin Arianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08051634271432353853</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_YQYm-M7Kc0s/SGBBlgV5QYI/AAAAAAAAAYw/8_4JX0-a4ms/S220/me%2526mywife1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7518131709454420173.post-3959946256407465949</id><published>2009-02-11T11:41:00.000+07:00</published><updated>2009-02-11T11:43:27.214+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi Cinta'/><title type='text'>naskah takdir waktu</title><content type='html'>Deru roda takdir dan waktu terus melaju&lt;br /&gt;Adalah satu alur kisah kita telah berlalu&lt;br /&gt;Cinta dan duka telah jadi masa lalu&lt;br /&gt;Walau Di hati Cintaku masih tertuju untuk mu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masihkah kau simpan amarah mu itu&lt;br /&gt;Saat angin tak bisa memutuskan sebuah ambigu&lt;br /&gt;Angin telah pergi jauh berlalu&lt;br /&gt;Mencoba mengubur semua kenangan kala lalu  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan angin tak mencintai lagi pemilik sepasang sayap itu&lt;br /&gt;Yang selalu ku hembus dan ku belai dengan segenap kalbu&lt;br /&gt;Bukan maksud angin untuk meninggalkan luka membatu&lt;br /&gt;Tetapi naskah takdir sudah tertulis begitu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tahukah tentang betapa cinta angin kepada pemilik sayap biru&lt;br /&gt;tentang rasa yang selalu bergelora dan menggebu&lt;br /&gt;Yang selalu hidup dan bermain dalam imajiku&lt;br /&gt;Takbisa bersapa dalam cinta hanya diam membisu&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Rasa cinta ini pada pemilik sayap itu&lt;br /&gt;telah menggores luka dalam pada sembilu&lt;br /&gt;masih ingatkan lagu perpisahan ternyanyi kupu-kupu&lt;br /&gt;Kini angin hanya mencintai di balik langin biru&lt;br /&gt;Sampai kini angin tetap mencintai pemilik sayap itu &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terbanglah &lt;br /&gt;kepakan sayapmu, &lt;br /&gt;pancarkan sinar indahmu&lt;br /&gt;Karena angin akan tetap mencintaimu...&lt;br /&gt;Sampai kapan pun, dan bukan sebuah cinta semu&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7518131709454420173-3959946256407465949?l=coretanpena-erwin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/feeds/3959946256407465949/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7518131709454420173&amp;postID=3959946256407465949' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/3959946256407465949'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/3959946256407465949'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/2009/02/naskah-takdir-waktu.html' title='naskah takdir waktu'/><author><name>Erwin Arianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08051634271432353853</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_YQYm-M7Kc0s/SGBBlgV5QYI/AAAAAAAAAYw/8_4JX0-a4ms/S220/me%2526mywife1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7518131709454420173.post-6879768536092292145</id><published>2009-01-28T11:11:00.000+07:00</published><updated>2009-01-28T11:13:18.893+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi Cinta'/><title type='text'>mawar muda kuyang teramat cantik</title><content type='html'>Dibalik semburat putih wajahmu teduh&lt;br /&gt;Anganku melayang-melanglang jauh&lt;br /&gt;Sepucuk harapan bermain dan berlabuh&lt;br /&gt;Mengharap kau semakin bertumbuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mawar mudaku nan ayu bersahaja&lt;br /&gt;Dalam panas mentari elokmu menebarkan makna&lt;br /&gt;Menepiskan duka, menghantarkan bahagia&lt;br /&gt;Menarik segenap alam tuk hening memuja&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;kaulah pengganti bidadari terbang&lt;br /&gt;Mengalirkan manis madu pada sejuta kumbang&lt;br /&gt;teruslah bernyanyi dalam tangis riang&lt;br /&gt;Besar dan tumbuh dengan senang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini Aku menunggu mekarmu penuh&lt;br /&gt;Akan ku jaga dengan segala peluh&lt;br /&gt;Di sini --menanti, kuncupmu tumbuh&lt;br /&gt;teruslah mekar kuncup mawarku teruslah tumbuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;penghujung laju berselimutkan mega&lt;br /&gt;bercanda mesra engkau dengan angin kelana&lt;br /&gt;sang bayu terus saja nakal menggoda&lt;br /&gt;Malu memuji indahmu Putri tercinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepoi-sepoi bercanda di antara kelopak mata lentik&lt;br /&gt;Semilirnya menitipkan embun sepercik&lt;br /&gt;Sebagai sajak rayuan yang lembut menggelitik&lt;br /&gt;mawar muda kuyang teramat cantik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Depok, 16 January 2008&lt;br /&gt;Teruntuk Putriku tercinta " Quineisha... "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7518131709454420173-6879768536092292145?l=coretanpena-erwin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/feeds/6879768536092292145/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7518131709454420173&amp;postID=6879768536092292145' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/6879768536092292145'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/6879768536092292145'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/2009/01/mawar-muda-kuyang-teramat-cantik.html' title='mawar muda kuyang teramat cantik'/><author><name>Erwin Arianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08051634271432353853</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_YQYm-M7Kc0s/SGBBlgV5QYI/AAAAAAAAAYw/8_4JX0-a4ms/S220/me%2526mywife1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7518131709454420173.post-1625553363719782033</id><published>2008-12-24T09:44:00.001+07:00</published><updated>2008-12-24T09:44:42.710+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tentang Cinta'/><title type='text'>Tips Meminta Kepastian Cinta Si Dia</title><content type='html'>Tips Meminta Kepastian Cinta Si Dia&lt;br /&gt;Ada beberapa langkah yang cukup fair yang bisa dilakukan oleh para wanita dalam menyiasati sikap si Dia yang takut untuk berkomitmen dan masih enggan untuk mengajak menikah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut langkah-langkahnya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Dengan terus terang dan terbuka mengatakan kepadanya bahwa anda cukup mengerti dengan kondisinya, karenanya mintalah si dia untuk juga mengerti posisi dan kondisi anda sekarang ini.&lt;br /&gt;   2. Tanyakan sekali lagi kepastian kapan dirinya benar-benar siap untuk menikah.&lt;br /&gt;   3. Ingat kelonggaran yang anda berikan juga ada batasnya.&lt;br /&gt;   4. Pun, yakinkan pada si Dia bahwa yang anda lakukan bukanlah semata-mata untuk mengancam atau memaksanya melainkan anda mempunyai tujuan yang lebih baik yaitu hidup berumah tangga dengan dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Jika Ditarik Ulur "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan dasar cinta dan juga masa pacaran yang dinilai sudah cukup lama untuk mengenal karakter masing-masing, tentu saja tak aneh bila kemudian Anda ingin melanjutkan hubungan tersebut ke jenjang pernikahan. Namun apa jadinya bila ternyata kekasih malah tak menunjukkan keseriusannya? Bahkan ia sempat menghilang dan muncul kembali akan tetapi belum menunjukkan jawaban tegas?&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Pendeknya pasangan Anda seperti orang yang labil, pikirannya tak tetap. Kadang-kadang bisa serius, tapi di lain waktu seperti menjauh. Dengan keadaan ini tentu saja Anda merasa dipermainkan. Terlebih usia Anda yang tergolong sudah siap untuk menikah. Kalau sudah begini apa yang harus Anda lakukan? Juga menjauh dan bahkan tegas memutuskannya? Atau bersikap setia dan sabar menunggunya memberikan jawaban seperti yang Anda inginkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agaknya jangan dulu langsung berkata putus, karena tak mudah untuk membangun sebuah hubungan dari awal lagi dengan dasar cinta dan kesetiaan. Tapi memang pikiran yang sudah tidak lagi positif dalam hal ini penuh dengan kecurigaan, merasa tidak dihargai dan juga merasa dipermainkan menuntut Anda untuk mengambil langkah pisah. Tapi apakah semudah itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini tentu saja berarti meski Anda dan pasangan Anda sudah saling mengenal kekurangan dan kelebihan masing-masing, ternyata Anda belum dapat menerima kekasih Anda apa adanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pikiran negatif yang memenuhi benak Anda tentu akan sangat menguras banyak energi. Jika Anda berpikir untuk bersatu kembali, Anda harus melihat kesiapan diri Anda sendiri. Sebisa mungkin bicarakan berdua, apakah Anda memang melihat adanya masa depan dari hubungan ini. Kalau memang jawabannya positif, Anda berdua harus mampu membangun dan menciptakan hubungan harmonis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda juga harus menemukan bukti yang jelas, dari kecurigaan yang Anda rasakan selama ini. Dengan demikian Anda tentu akan merasa sedikit tenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang pasti Anda harus berusaha untuk mengajaknya bicara dari hati ke hati. Tanyakan mau dibawa kemana hubungan ini. Soal usia jangan pernah dijadikan patokan untuk kesiapan Anda untuk melangsungkan pernikahan. Yang pasti menunggu orang yang tepat dan diyakini sebagai pasangan hidup Andalah yang lebih baik dibanding memilih yang telah tersedia namun tak memberikan kebahagiaan untuk ke depannya&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7518131709454420173-1625553363719782033?l=coretanpena-erwin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/feeds/1625553363719782033/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7518131709454420173&amp;postID=1625553363719782033' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/1625553363719782033'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/1625553363719782033'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/2008/12/tips-meminta-kepastian-cinta-si-dia.html' title='Tips Meminta Kepastian Cinta Si Dia'/><author><name>Erwin Arianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08051634271432353853</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_YQYm-M7Kc0s/SGBBlgV5QYI/AAAAAAAAAYw/8_4JX0-a4ms/S220/me%2526mywife1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7518131709454420173.post-828468379266484751</id><published>2008-12-24T09:43:00.001+07:00</published><updated>2008-12-24T09:43:37.358+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tentang Cinta'/><title type='text'>Tips Beruntung Dalam Percintaan</title><content type='html'>Tips Beruntung Dalam Percintaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bener ga sih? Katanya cinta hanya buat mereka yang beruntung saja? Beberapa orang mungkin akan mengatakan sangat setuju, sedangkan beberapa orang menyatakan bahwa semua orang bisa. Menurut salah satu ahli, Kathrin Lord, ternyata beruntung untuk urusan cinta itu bisa dipelajari lho! Coba deh baca langkah-langkahnya dibawah ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Tahu dulu apa yang Anda mau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajah dan penampilan anda bisa diubah, tetapi karakter anda tidak. "Chemistry" antar anda berdua memang menyenangkan, tapi jangan bergantung sepenuhnya kepada nafsu.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;2. Anda harus jelas juga apa yang tidak anda inginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan mengetahui apa yang tidak akan pernah anda toleransi dari seorang partner adalah hal penting. Bikin daftar "Tidak suka" dan kemudian pilih 10 yang paling penting. Jika lebih dari 10, maka berarti anda terlalu pemilih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Jalani hidup anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali anda tahu apa yang anda ingini (dan yang tidak anda ingini) dalam suatu hubungan, geser fokus anda untuk menjalani hidup. Anda akan menemukan bahwa anda mulai merasa bertemu dengan orang-orang yang cocok dengan kriteria anda, dan dengan mudah segera menggeser mereka yang tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Coba lihat gambaran yang lebih besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan coba terlalu berat, sehingga terkadang anda melewatkan beberapa hal penting yang ada. Jika memang anda baik dalam berkonsentrasi terhadap suatu hal, coba anda mundur sebentar dan coba lihat kondisi yang ada. Pastikan hidup anda terasa menyenangkan dan indah, jangan terlalu serius dalam segala hal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Keluar dari "sarang" anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat kesempatan mengembangkan kehidupan sosial anda, dan bertemu orang baru. Coba ubah rutinitas anda, pernah anda mencoba mengundang teman-teman untuk sekedar bertemu? Coba cari ide untuk membuat perayaan kecil-kecilan dan jadikan diri anda pusat perhatian!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Buka mata dan tingkah laku anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang "beruntung" akan menciptakan, dan memaksimalkan kesempatan yang ada. Coba bicara dengan orang lain pada saat belanja dan mengantri di kasir. Selalu siap dengan "kartu nama" dengan informasi kontak anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Selalu ingin tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan puas hanya dengan apa yang kelihatan. Coba tanyakan, coba ingin cari apa yang ada di belakang itu semua, dan usahakan ketemu jawabannya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Coba sesuatu yang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara paling baik untuk mempertahankan semuanya seperti apa adanya, adalah tidak mencoba sesuatu yang berbeda. Coba buat perbedaan dalam rutinitas anda, jadi anda akan tetap waspada. Coba selalu perhatikan tentang apapun yang terjadi. Tetap terbuka untuk semua kesempatan yang ada, dan gunakan semuanya sebaik-baiknya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Selalu siapkan diri untuk menerima nasib baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikan pesan-pesan negatif dari diri anda sendiri, dan gantikan dengan semua pikiran positif, misal: "Ah.. aku kan nggak cantik, nggak mungkin bisa pacaran," coba ganti dengan "Ah, berarti belum ketemu yang pas aja kok, paling nggak lama lagi ada orangnya". Selalu kelilingi anda dengan orang-orang yang dapat menjadi contoh baik.&lt;br /&gt;10. Belajarlah dari pengalaman (nasib) buruk.&lt;br /&gt;Coba ambil langkah untuk mencegah kemungkinan buruk yang ada terulang lagi, lalu biarkanlah apa yang "buruk" tadi berlalu. Jangan diulang-ulang lagi nasib buruk yang ada, coba ikuti elemen positif yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber ; KapanLagi.Com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7518131709454420173-828468379266484751?l=coretanpena-erwin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/feeds/828468379266484751/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7518131709454420173&amp;postID=828468379266484751' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/828468379266484751'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/828468379266484751'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/2008/12/tips-beruntung-dalam-percintaan.html' title='Tips Beruntung Dalam Percintaan'/><author><name>Erwin Arianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08051634271432353853</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_YQYm-M7Kc0s/SGBBlgV5QYI/AAAAAAAAAYw/8_4JX0-a4ms/S220/me%2526mywife1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7518131709454420173.post-3415110066037693255</id><published>2008-12-17T13:02:00.001+07:00</published><updated>2008-12-17T13:06:17.238+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>(cerpen) Kado Terindah Dalam Hidupku</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Kado Terindah Dalam Hidupku&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Waktu berjalan terasa lambat menuju waktu pernikahan ku dengan Mas Rezard seorang mantan rekan kuliah ku di universitas Pendidikan keguruan, saat ini mas Rezard adalah seorang guru honorer untuk sekolah SD dengan pengabdian sebagai guru yang sangat besar mas rezard adalah tipikal orang yang sederhana dan baik serta hampir tidak pernah keluar keluhan dari nya. dia selalu menjalani hidup sebagai guru honorer yang tidak jelas kapan akan diangkat menjadi pegawai PNS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa? Tanya beberapa kerabat dan teman, teman ku saat aku menghantar surat undangan kepada kerabat dan teman dekatku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada awalnya aku yang kata orang berparas cantik berkulit putih dalam hatiku mempunyai jawaban kenapa mau pacaran dan mau menerima lamaran Rezard.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jangan bercanda Quineshia..." Ujar Ayah kepada ku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasana seketika menjadi diam dan mencekap Semua menatap ku! saat itu&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;saya serius ayah! tegasku sambil menerkapa yang akan terjadi selanjutnya, "apa yang salah jika rezard melamarku, bukanya di dalam islam kita di wajibkan untuk menikah jika merasa sudah mampu untuk menghindarkan dari zina"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada yang salah, suara ayah dengan nada yang tidak enak, hanya di luar perkiraan ayaj bahwa Rezard berani melamar anak ayah yang paling cantik! dengan keadaan dimana mata orang tuaku  memberi tatapan mata penuh selidik dan aku seperti seorang pesakitan yang sedang diadili.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Ibu rasa kamu tidak serius dengan Rezard, Quineisha Widyadhana Adzikrin," ucap ibu memanggilku dengan nama lengkap ku, itu menandakan ketidak setujuan ibu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku diam dan hanya terkesima dengan keadaan yang tidak mengenakan itu. "Kenappa yah..." tanya ku kepada ayah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sebab kamu gadis Ayah yang paling luar biasa.." ujar ayah kepada ku..... dengan di lanjutkan "Sebab kamu paling luar biasa dibandingkan kakak-kakakmu. Mulai dari pemilihan model, sampai juga juara debat,kamu memiliki bakat tarik suara,  masa depanmu cerah. Sebentar lagi kamu akan bisa melajutkan usaha ayah Bakatmu yang lain pun luar biasa. quineisha sayang, kamu bisa mendapatkan laki-laki manapun yang kamu mau!, tidak harus rezard...." ucap ayah dengan ucapan yang setengah di tekan dan sedikit bergetar...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sedangkan Rezard hanya seorang guru honorer, yang tidak punya masa depan, berasal dari keluarga sederhana, apa yang akan kamu harapkan Quineishia...? " tanya ayah kepada ku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ayah, aku mencintai rezard.... Aku tidak melihat Rezard sebagai orang yang sederhana, Rezard taat beribadah.., pekerja keras... bukankah kita melihat seseorang bukan dari kekayaanya, tapi dari kepribdianya, Quineishia juga yakin akan bahagia bersama Rezard ayah.. dia bisa membimbingku..." Ucapku mempertahankan apa yang aku anggap benar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Apa yang kamu harapkan dari dia Quineshia, lelaki miskin hanya sebagai guru honorer, buka matamu Quineshia..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"sudah ayah ini keputusanku.. ini jalan hidupku.. aku yang menentukan sendiri, bukan jaman siti nurbaya saat ini..." ucapku mempertahankan apa yang aku anggap benar.. "banyak orang yang berharta, tetapi setelah menikah mereka mencampakan istri-istri mereka, mereka berpoligami, banyak yang memiliki harta hidup mereka tidak bahagia jangan melihat apa yang ada diluarnya ayah.. coba lihat kepribadian rezard" ucapnya kembali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau dengan 1/2 hati  tidak menerima akhirnya Aku menikah dengan Rezard dalam suasa yang sederhana, tapi satu hal yang membuat Aku tidak bersedih.. ayah tidak menjadi waliku dalam pernikahan, ayah sangat marah kepadaku karena keputusan yang aku ambil...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;"Sayang..... Selamat ulang tahun" bisik Mas Rezard tepat dihadapanku.. aku yang masih setengah terlelap hanya memicingkan mata dan kembali menarik selimut setelah menunggusekian detik tak ada kata lain yang terlontar dan tidak ada kado dihadapanku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini usiaku dua puluh lima tahun. Ulang tahun pertama sejak pernikahan kami lima bulan yang lalu. tidak ada yang khusus, tidak ada mawar, tidak ada kado, memang hal ini membuatku sedikit malas, terdapat sedikit fikiran nakal ku "seandainya dulu aku tidak menikahi rezard" gumamku.. tapi bukankah pernikahan ini adalah pilihan ku.. aku pun rela menentang ayah dan ibu dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku agak malas untuk menuju ke kamar mandi untuk berwudhu, seperti biasa aku dan mas rezard menunaikan Shalat Subuh kami berdua seperti biasa. Setelah itu kuraih lengan suamiku, dan selalu ia mengecup kening, pipi, terakhir bibirku. Setelah itu diam. Tiba-tiba hari ini aku merasa bukan apa-apa, padahal ini hari istimewaku. Orang yang aku harapkan akan memperlakukanku seperti putri hari ini cuma memandangku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alat shalat kubereskan dan aku kembali berbaring di kasur tanpa dipanku. Memejamkan mata, menghibur diri, dan mengucapkan. "Happy Birthday to Me... Happy Birthday to Me...." Bisik hatiku perih. Tiba-tiba aku terisak. Entah mengapa. Aku sedih di hari ulang tahunku. Kini aku sudah menikah. Terbayang bahwa diriku pantas mendapatkan lebih dari ini. Aku berhak punya suami yang mapan, yang bisa mengantarku ke mana-mana dengan kendaraan. Bisa membelikan blackforest, bisa membelikan aku gamis saat aku hamil begini, bisa mengajakku menginap di sebuah resort di malam dan hari ulang tahunku. Bukannya aku yang harus sering keluar uang untuk segala kebutuhan sehari-hari, karena memang penghasilanku lebih besar. Sampai kapan aku mesti bersabar, sementara itu bukanlah kewajibanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mas rezard masih seorang guru honorer, sedangkan aku telah mendapatkan pekerjaan yang baik di Sebuah perusahaan minyak terkemuka, kadang dalam rumah tangga ini seperti aku yang membiayai, gaji mas rezard hanya 1/5 dari total gajiku. tapi bukankah aku mencintainya bukan karena hartanya, walau kadang pikirian nakalku menginkan dimanja dengan fasilitas, saat seperti masih tinggal bersama ayah dan ibu dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Selamat ulang tahun ya Sayang'..." bisiknya lirih. "Sebenernya aku mau bangunin kamu semalam, dan ngasih kado ini... tapi kamu capek banget ya? Ucapnya takut-takut.&lt;br /&gt;Aku mencoba tersenyum. Dia menyodorkan bungkusan manis merah jambu itu. Dari mana dia belajar membukus kado seperti ini? Batinku sedikit terhibur.. Aku buka perlahan bungkusnya sambil menatap lekat matanya. Ada air yang menggenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maaf ya Quineishia sayang, aku cuma bisa ngasih ini. Nnnng... Nggak bagus ya sayang?" ucapnya terbata. Matanya dihujamkan ke lantai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kubuka secarik kartu kecil putih manis dengan bunga pink dan ungu warna favoritku. Sebuah tas tenteng abu-abu bergambar Mickey mengajakku tersenyum. Segala kesahku akan sedikitnya nafkah yang diberikannya menguap entah ke mana. Tiba-tiba aku malu, betapa tak bersyukurnya aku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jelek ya sayang? Maaf ya sayang'... aku nggak bisa ngasih apa-apa.... Aku belum bisa nafkahin kamu sepenuhnya. Maafin aku ya sayang... terkadang aku masih dibantu kamu dalam menafkahi dirimu" desah mas rezard.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tahu dia harus rela mengirit jatah makan siangnya untuk tas ini. Kupeluk dia dan tangisku meledak di pelukannya. Aku rasakan tetesan air matanya juga membasahi pundakku. Kuhadapkan wajahnya di hadapanku. Masih dalam tunduk, air matanya mengalir. Rabbi... mengapa sepicik itu pikiranku? Yang menilai sesuatu dari materi? Sementara besarnya karuniamu masih aku pertanyakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tiba-tiba "Duuh…perutku sakit mas.. mulas sekali" ujarku... keluar cairan bening seperti air kelapa dari kemalianku.. "Kenapa kamu sayang.." tanya mas rezard kepadaku... "Mas sepertinya aku sudah mau melahirkan mas...." seruku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itu juga dengan mengendarai motor butut mas rezard kami bergegas ke Klinik Bersalin "SUCI", tempat dimana saya berencana untuk bersalin. Setelah menunggu beberapa menit di Ruang Tunggu, akhirnya sayapun masuk ke Ruang Dokter pemeriksaan dengan ditemani Mas Rezard.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampainya di Klinik, Aku langsung disambut beberapa Perawat, Bidan, dan seorang Dokter Umum. Bidan yang akan menangani proses persalinanku segera menuntun Aku masuk ke Kamar Pemeriksaan untuk dilakukan pemeriksaan dalam. Tidak dalam hitungan jam, alat-alat dan perlengkapan Infus sudah disiapkan. Sewaktu melihat Jarum Infus dan Botol Cairan, hatiku makin berdegup kencang. Maklum perasaan takut senantiasa menyertai, apalagi sebelumnya, saya sama sekali belum pernah merasakan jarum infus ditusukkan masuk ke pergelangan tangan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil Dokter meraba-raba pergelangan tangan saya untuk mencari denyut nadi yang pas tempat jarum infus ditusukkan, saya meminta izin untuk mendengar Nasyid Raihan melalui walkman yang saya bawa dan persiapkan dari rumah. Saya berharap, alunan melodi Raihan yang khas dan cantik itu dapat meredam rasa sakit saya apabila mata infus ditusukkan. Kupejamkan mataku, "Srrrrttt.." darahku muncrat keluar akibat tusukan jarum, perih rasanya. Cepat-cepat perawat mengganti pangkal jarum dengan pipa infus, katanya agar Page 2 of Ketika Ke-perempuan-anku Hampir Lengkap 6 darahku tidak banyak yg terbuang, sehingga cairan infus pun akan mudah masuk melalui pembuluh nadiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah…prosesnya cepat usai, sambil berdzikir tak berhenti kunikmati acapella Raihan. Tidak beberapa lama kemudian, Adzan Magrib pun terdengar, saya pun bangkit dari pembaringan, dengan dibantu Mama, saya sedikit dibopong ke Kamar Mandi untuk Wudlu. Seusai Sholat Maghrib, saya tetap berdzikir sambil menunggu waktu Isya'. Setelah menjalankan kewajibanku untuk menunaikan Sholat Isya', kembali kubenahi tempat tidurku yang agak sedikit berantakan. Kini, jam dinding menunjukkan pukul 8 malam tepat, mules-mules diperutku sudah mulai muncul. Pikirku, obat peransang melalui cairan infus ini sudah bereaksi. Bawaannya pengen buang air melulu, berkali-kali saya keluar masuk kamar mandi. Memang prosesnya lumayan repot, abis…. botol infus dan tiang penyangganya harus setia kubawa-bawa hingga ke kamar mandi. Setelah mondar-mandirnya lumayan lama, akhirnya Bidan dan Dokter masuk ke ruanganku, ditanyakannya keadaanku, cepat-cepat&lt;br /&gt;saja kujawab kalau sakitnya sudah sedikit terasa. Merekapun menyuruhku agar segera beristirahat, mengingat sebentar lagi saya bakal membutuhkan banyak tenaga untuk proses bersalin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kulewati detik demi detik dengan sabar dan tetap ingat kepada-NYA, dan mas Rezard masih setia menemaniku melewati detik-demi detik persalinanku... "sabar ya sayang.. terus istigfar dan jangan berteriak.." mas rezard dengan tenang berusaha membuatku tenang..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MasyaAllah….Subhanallah…sakitnya makin menjadi-jadi, tadinya hanya berinterval 15- 15 menit sekarang sudah 5 menit-an, sedangkan waktu masih menunjukkan pukul 11 malam. Tulang panggul dan bokongku serasa pengen lepas, perasaan buang airpun juga semakin sering muncul. Sakitnya begitu nyeri, melilit-lilit dari panggul menusuk ke rahim bagian dalam. Setiap 5 menit, kurasakan sakit yang sama, dibawah perut terasa teriris-iris, bagai disayat sebilah pisau. "Allahu Akbar"….sakitnya benar-benar sakit. Tidak pernah kurasakan sakit seperti ini sebelumnya, keringat dingin dan peluhku begitu cepat membasahi sekujur tubuh. Setiap sakitnya datang, saya hanya bisa meringis dan menggigit ujung bantalku untuk menahan sakit. Tidak henti-hentinya, kusebut AsmaAllah "Subhanallah..walhamdulillahi ..walaa Ilaahaillallah..walahaula walaquwwata Illahbillah Wallahu Akbar"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam 01.00 sianghari, sakit di perut saya makin tidak bisa ditolerir, rasa melilit dan ditusuk-tusuk masih bersarang, saya hanya bisa sedikit mengerang sambil terus mengucap kata Tahmid, Tahlil, dan Takbir. Semua kemungkinan terburuk mulaiterbayang, menari-nari di ruang benak saya. Dadaku pun semakin sesak, tidak ada tempat untuk berbagi, hanya kepada Allah, saya adukan semuanya. Mama tidak ada mendampingi, begitupun Mas Rezard, hanya kepadaNYA kupasrahkan semuanya,&lt;br /&gt;karena kuyakin DIA Maha Menyaksikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepat jam 04.30 sore, sakit di rahim saya mencapai klimaksnya, beribu-ribu peluh terus keluar dari setiap pori-pori kulitku, penglihatanku semakin kabur, bahkan airmata pun tak terbendung. Rasa sakit itu terus menghujani, sebagai pertanda bayi mungilku tidak sabar lagi untuk melihat dunia. Kuelus perutku, sambil bergumam, "InsyaAllah, jika Allah mengizinkan, sebentar lagi…Mama… akan memelukmu…" Akhirnya, saat yang kutunggu-tunggu telah datang, Bidan beserta 2 orang perawat datang menghampiriku, dengan sigap Bidan mamakai sarung tangan steril, tujuannya tidak lain tidak bukan untuk melakukan pemeriksaan dalam terhadap leher dan muara rahimku. "Alhamdulillah!!"…pekik Bidan itu, "pembukaannya sudah lengkap, mari…saya tuntun ibu menuju Kamar Bersalin". "DUG"….hatiku tersentak kaget, seluruh tubuhku gemetar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setibanya di Kamar bersalin, kembali saya dihimpit rasa takut, "Alat-alat itu… jarum..gunting, mangkok stainless, lampu bersalin, tabung Oksigen" Membuat nyali ku kiyut. Subhanallah….kuatkan Aku…. Dengan dihimpit beribu rasa takut dan waswas, pelan-pelan ku rebahkan tubuhku di atas matras bersalin, sambil membenahi jarum infusku yang hampir terlepas. Selang beberapa menit kemudian Ibu Bidan menghampiriku, "Nak, saya tinggal sebentar…saya Sholat dulu…. …setidaknya kita&lt;br /&gt;sama-sama berdoa…semoga Allah meridhoi proses persalinan ini, …InsyaAllah..setelah Sholat…..Ibu akan bimbing….dan sebaiknya…jangan berkuat dulu."….MasyaAllah….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hatiku begitu giris, melewati setiap detik ini yang terasa begitu lama, bahkan sakit di rahimku pun semakin sakit. Kantung ketubanpun sudah pecah, airnya menghambur keluar, membasahi hampir seluruh permukaan matras."Astagfirullah… astagfirullah…"..tak henti-hentinya saya beristighfar. Tidak lama, sekitar 10 menit kemudian, Ibu Bidan pun datang mendekatiku, sambil tersenyum diusapnya kepalaku "Kita bisa mulai sekarang…" sambil memberi isyarat kepada 2 orang perawat untuk segera menyiapkan segala sesuatunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan posisi setengah duduk- setengah berbaring, kurenggangkan kedua kakiku, kuletakkan kedua tanganku dibelakang kepala untuk membentuk daya dorong. Ibu Bidan pun memberi instruksi, agar saya bersiap-siap mengejan…."Satu..dua… tiga…"….."Akkkkkhhhhh……"…kutahan nafasku sambil kupejamkan mataku…perih rasanya….."AllahuAkbar..!!"….sakitnya begitu perih apalagi di sekitar leher rahim. Terus kucoba untuk berkuat….., setiap kali sakitnya datang membahana, kususul dengan&lt;br /&gt;tindakan mengejan. Suara Ibu Bidan…perawat… terus terdengar untuk memberi sugesti&lt;br /&gt;terhadapku agar saya terus berkuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir setiap 5 detik kurasakan hal yang sama..teramat perih..nyeri ….…menusuk dari tulang panggul hingga ke ulu hati… peluhku pun sekonyong-konyong membasahi semua permukaan kulitku, kedua tangan dan kakiku terasa amat dingin, …MasyaAllah…ampun Ya…Allah….sakit nian sakit ini.&lt;br /&gt;Begitulah seterusnya, hampir 40 menit, saya merasakan sakit yang sama. "MasyaAllah!!!"..pekikku dalam hati…sambil melirik jam dinding yang berada tepat dihadapanku…jarum jam sudah menunjukkan pukul 06.05, namun proses bersalin belum kunjung usai. Hatiku pun semakin takut, kembali dihinggapi rasa cemas, belum lagi tenagaku hampir habis, hampir mendekati titik nol. "Subhanallah.." saya mesti berbuat apa…akankah saya dioperasi?…akankah bayi saya terselamatkan…akankah saya diberi kesempatan untuk menatap kembali wajah-wajah orang yang kukasihi ?….Allahu Akbar…saya pasrah kepadamu…Yaa..Rabb…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air mataku pun mulai berjatuhan satu persatu….syahdu hati ini..tak ada lagi kekuatan… kedua tanganku lunglai …tidak mampu menopang kepalaku…penglihatanku semakin gelap…sekujur tubuhku gemetar, mulutku kaku, tenggorokanku kering….Inikah maut yang menjemput…."Subhanallah…..aku siap Yaaa…Allah…namun … anakku…"…..tiba-tiba sayup kudengar suara Ibu Bidan .."Nak…sedikit lagi….kepala bayi sudah di pintu….Sekali lagi!!!"…..dengan kekuatan…..yang saya yakin datangnya&lt;br /&gt;dari Allah…...saya mengejan kuat-kuatnya….."Prooottthhh…!!"…"Oeeee…ooooeeeeeeeee….oeeeee………"…..Alhamdulillah.."..pekik Ibu Bidan…"Anak yang cantik….!!…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MasyaAllah….itu …..itu….bayiku… bisikku….kupaksa untuk membuka kedua mataku walau terasa amat berat…Ya, bayi merah itu anakku…tidak salah lagi… Alhamdulillah…AllahuAkbar….berpuluh-puluh pujian keluar dari tenggorokanku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"mas rezard lihat aku, bayi kita mas...," pintaku padanya. Ia menatapku lekat. Aku melihat telaga bening di matanya. Sejuk dan menenteramkan. Aku tahu ia begitu menyayangi aku, tapi keterbatasan dirinya menyeret dayanya untuk membahagiakan aku. Tercekat aku menatap pancaran kasih dan ketulusan itu. "Tahu nggak... kamu ngasih aku banyaaaak banget," bisikku di antara isakan. "Kamu ngasih aku seorang suami yang sayang sama istrinya, yang perhatian. Kamu ngasih aku kesempatan untuk meraih surga-Nya.., dan kamu mengasih aku seorang bayi mungil tepat ketika aku ulang tahun mas"senyumku sambil mengelus seorang bayi wanita yang cantik. "Kamu ngasih aku sebuah keluarga yang sayang sama aku, kamu ngasih aku mama...." bisikku dalam cekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabbana... mungkin Engkau belum memberikan kami karunia yang nampak dilihat mata, tapi rasa ini, dan rasa-rasa yang pernah aku alami bersama suamiku tak dapat aku samakan dengan mimpi-mimpiku akan sebuah rumah pribadi, kendaraan pribadi, jabatan suami yang oke, fasilitas-fasilitas . Harta yang hanya terasa dalam hitungan waktu dunia. Mengapa aku masih bertanya. Mengapa keberadaan dia di sisiku masih aku nafikan nilainya. Akan aku nilai apa ketulusannya atas apa saja yang ia berikan untukku? Hanya dengan keluhan? Teringat lagi puisi pemberiannya saat kami baru menikah... Terimaksih ya Allah.. Terimakaih Mas rezard.. dan ini adalah kado terindah dalam hidupku....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15 Desember 2008&lt;br /&gt;&lt;a href="http://coretanpena-erwin.blogspot.com/"&gt;http://coretanpena-erwin.blogspot.com/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7518131709454420173-3415110066037693255?l=coretanpena-erwin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/feeds/3415110066037693255/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7518131709454420173&amp;postID=3415110066037693255' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/3415110066037693255'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/3415110066037693255'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/2008/12/cerpen-kado-terindah-dalam-hidupku.html' title='(cerpen) Kado Terindah Dalam Hidupku'/><author><name>Erwin Arianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08051634271432353853</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_YQYm-M7Kc0s/SGBBlgV5QYI/AAAAAAAAAYw/8_4JX0-a4ms/S220/me%2526mywife1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7518131709454420173.post-4806510258005153364</id><published>2008-12-15T14:28:00.000+07:00</published><updated>2008-12-15T14:32:20.120+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi Cinta'/><title type='text'>Di saat ku terlanjur jatuh hati</title><content type='html'>Mega putih berkelebat di sore ceria&lt;br /&gt;Bersenandung kata bernada terbawa pesona&lt;br /&gt;Menari angin di balik sela reranting kita&lt;br /&gt;Elok suara merdu bak perindu bercerita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Udara yang terdiam memancar nuansa&lt;br /&gt;Menghadirkan senyum tumpul sang mentari&lt;br /&gt;bias sinar menyurut berubah jingga&lt;br /&gt;Hati merindu teringgat dia tercinta&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;lamunan hati di altar ketermangguan ada&lt;br /&gt;Menanti tak bertepi dalam sendiri&lt;br /&gt;membayang wajah manis sang bidadari hati&lt;br /&gt;merajut asa tertinggal di antara ruang nyata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rindu tebalku menyulam pintalan doa&lt;br /&gt;Tanpa lelah Untuk mu yang terindah&lt;br /&gt;Bagaimana kau akan tahu aku disini mengingatmu&lt;br /&gt;Sedang kita selalu Bersapa dalam hampa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tarian waktu  tak terhenti&lt;br /&gt;Berkuasa membawa diri pada masa kepastian&lt;br /&gt;Bagaimana bisa ku membiarkanmu berlalu&lt;br /&gt;Di saat ku terlanjur jatuh hati padamu bidadariku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Depok, 15 Desember 2008&lt;br /&gt;Erwin Arianto&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7518131709454420173-4806510258005153364?l=coretanpena-erwin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/feeds/4806510258005153364/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7518131709454420173&amp;postID=4806510258005153364' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/4806510258005153364'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/4806510258005153364'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/2008/12/di-saat-ku-terlanjur-jatuh-hati.html' title='Di saat ku terlanjur jatuh hati'/><author><name>Erwin Arianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08051634271432353853</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_YQYm-M7Kc0s/SGBBlgV5QYI/AAAAAAAAAYw/8_4JX0-a4ms/S220/me%2526mywife1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7518131709454420173.post-7422846493346309425</id><published>2008-12-05T16:58:00.001+07:00</published><updated>2008-12-05T16:58:55.216+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi Cinta'/><title type='text'>bidadari Lampau</title><content type='html'>Semalam Bulan menghilang&lt;br /&gt;pagi ini pun mentari bersembunyi &lt;br /&gt;dibalik jingga mega&lt;br /&gt;Mendung tampak mengusir luka&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;lihatlah Lautan masih kekeringan, sebab&lt;br /&gt;Daratan masih saja tergenang air bah&lt;br /&gt;Seperti Hatiku yang lugu&lt;br /&gt;Teringat cinta itu yang selalu kutunggu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak mampu mendampingimu sampai nanti&lt;br /&gt;Aku tak pernah mampu berjanji menyatu hati&lt;br /&gt;Walau aku tak bisa membohongi diri ini&lt;br /&gt;Karena kau satu yang tercintai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi jika ku terima takdir terjalani, &lt;br /&gt;biarkan aku mencintaimu Hari ini &lt;br /&gt;Besok, atau lusa walau semua hanya di dalam sini&lt;br /&gt;Dengarlah selalu bisik cinta yang terpunyai&lt;br /&gt;Yang hanya untuk Bidadari pergi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Untuk mu bidadari lampau&lt;br /&gt;yang selalu ku erang dalam igau&lt;br /&gt;kan ku jaga satu rasa yang ada&lt;br /&gt;Hanya untuk seorang bidadari hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Depok, 5 Desember 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7518131709454420173-7422846493346309425?l=coretanpena-erwin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/feeds/7422846493346309425/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7518131709454420173&amp;postID=7422846493346309425' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/7422846493346309425'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/7422846493346309425'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/2008/12/bidadari-lampau.html' title='bidadari Lampau'/><author><name>Erwin Arianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08051634271432353853</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_YQYm-M7Kc0s/SGBBlgV5QYI/AAAAAAAAAYw/8_4JX0-a4ms/S220/me%2526mywife1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7518131709454420173.post-6285362995757315602</id><published>2008-11-06T16:01:00.000+07:00</published><updated>2008-11-06T16:02:43.882+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi Cinta'/><title type='text'>Kan kuhadapi badai cinta berganti pelangi</title><content type='html'>luka-luka tersirat di jiwa&lt;br /&gt;Mengintai menggontai keanggkuhan tersisa&lt;br /&gt;Noda dan nestapa menjelma dalam sukma&lt;br /&gt;dan aku berteriak berusaha menyapa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dendang irama alam nan syahdu&lt;br /&gt;Derita cinta lama tak kunjung sirna&lt;br /&gt;Aku berontak, aku menjerit&lt;br /&gt;Meronta berusaha Lepas Dari himpitan mengekangku&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Aku menyimak lagu dalam hati&lt;br /&gt;Menyadari keadaan yang terjadi &lt;br /&gt;terkadang terkedang lekang dengan cinta terjadi&lt;br /&gt;AKu mencintainya dari dalam lubuk nurani&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang  bercerita cinta  indah sekali&lt;br /&gt;Tapi yang terjadi aku merana serasa mati&lt;br /&gt;Wahai, tanah,langit, bumi, alam yang baik Hati&lt;br /&gt;Hiburlah aku bernyanyilah tersenyumlah untuk diri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tulis cerita diri untuk mengungkapkan yang terjadi&lt;br /&gt;Berharap Di dalam malam masih ada cahaya&lt;br /&gt;Matahari yang tenggelam diganti rembulan&lt;br /&gt;Lalu besok pagi pasti terbit kembali.&lt;br /&gt;Kan kuhadapi badai cinta berganti pelangi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Depok 5 November 2008&lt;br /&gt;Erwin Arianto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7518131709454420173-6285362995757315602?l=coretanpena-erwin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/feeds/6285362995757315602/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7518131709454420173&amp;postID=6285362995757315602' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/6285362995757315602'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/6285362995757315602'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/2008/11/kan-kuhadapi-badai-cinta-berganti.html' title='Kan kuhadapi badai cinta berganti pelangi'/><author><name>Erwin Arianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08051634271432353853</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_YQYm-M7Kc0s/SGBBlgV5QYI/AAAAAAAAAYw/8_4JX0-a4ms/S220/me%2526mywife1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7518131709454420173.post-7362901134698391288</id><published>2008-11-06T12:55:00.000+07:00</published><updated>2008-11-06T12:56:09.565+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi Cinta'/><title type='text'>Kini akan ku dapat peri kecil tapi bukan bidadari</title><content type='html'>Sebuah Hati Membiru&lt;br /&gt;menatap cinta Membiru&lt;br /&gt;Ada Hati berguling beriring&lt;br /&gt;Ia beri jeritan manis mengiring&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angin tergantung&lt;br /&gt;terkecap pahitnya rasa terkatung&lt;br /&gt;bendung keluh dan rasa tersisa&lt;br /&gt;ditimba leleh nestapa bergantang terbang&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Cinta berjalan di senja temaram&lt;br /&gt;dengan sehasrat cinta di hatinya&lt;br /&gt;Walau semua telah binasa rasa itu tak kurun usah&lt;br /&gt;Dan lelaki muda itu menjerit manis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dia merangkak&lt;br /&gt;di atas asa yang dicintai&lt;br /&gt;Tiada kuasa lagi menegak &lt;br /&gt;pesona cinta terlintas lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata dulu merah saga&lt;br /&gt;menatap lalu aku pergi dari kota itu&lt;br /&gt;dan dia berkata &lt;br /&gt;Cinta telah lalu pergi bersama angin berlari&lt;br /&gt;Kini akan ku dapat peri kecil tapi bukan bidadari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Depok, 5 Oktober 2008&lt;br /&gt;Erwin Arianto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7518131709454420173-7362901134698391288?l=coretanpena-erwin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/feeds/7362901134698391288/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7518131709454420173&amp;postID=7362901134698391288' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/7362901134698391288'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/7362901134698391288'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/2008/11/kini-akan-ku-dapat-peri-kecil-tapi.html' title='Kini akan ku dapat peri kecil tapi bukan bidadari'/><author><name>Erwin Arianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08051634271432353853</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_YQYm-M7Kc0s/SGBBlgV5QYI/AAAAAAAAAYw/8_4JX0-a4ms/S220/me%2526mywife1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7518131709454420173.post-6458093069263961719</id><published>2008-08-28T13:59:00.001+07:00</published><updated>2008-08-28T13:59:24.316+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi Kehidupan'/><title type='text'>Bila ada lisan tak terjaga</title><content type='html'>Bila ada lisan tak terjaga&lt;br /&gt;ada kata merangkai dusta&lt;br /&gt;ada janji terabaikan&lt;br /&gt;ada tingkah menoreh luka&lt;br /&gt;Mulut kadang salah berucap&lt;br /&gt;hati kadang salah menduga &lt;br /&gt;saya kadang salah bersikap&lt;br /&gt;Yang disengaja maupun yang tidak disengaja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Takkan pernah sempurna puasaku &lt;br /&gt;Takkan pernah sempurna amalanku&lt;br /&gt;Bila orang-orang disekitarku&lt;br /&gt;yang pernah aku sakiti karena lidah dan perbuatanku ini..&lt;br /&gt;tidak memberi maaf atas salah dan khilaf &lt;br /&gt;Semoga dibulan suci ini kita mendapatkan Hidayah,Rahmat dan ampunan dari-Nya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di bulan Suci Romadhon 1429H&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7518131709454420173-6458093069263961719?l=coretanpena-erwin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/feeds/6458093069263961719/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7518131709454420173&amp;postID=6458093069263961719' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/6458093069263961719'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/6458093069263961719'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/2008/08/bila-ada-lisan-tak-terjaga.html' title='Bila ada lisan tak terjaga'/><author><name>Erwin Arianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08051634271432353853</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_YQYm-M7Kc0s/SGBBlgV5QYI/AAAAAAAAAYw/8_4JX0-a4ms/S220/me%2526mywife1.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7518131709454420173.post-7182744201164482784</id><published>2008-08-21T15:37:00.001+07:00</published><updated>2008-08-21T15:46:09.046+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi Cinta'/><title type='text'>Selalu kesunyian</title><content type='html'>Selalu kesunyian&lt;br /&gt;Sendiri diri mencintai&lt;br /&gt;Tak ada lagi sebentuk hati&lt;br /&gt;Hanya kenangan diam di sudut mati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kususun helai demi helai&lt;br /&gt;Dari sisa sayap mu yang terburai&lt;br /&gt;Kuanyam menjadi serpihan berarti&lt;br /&gt;kukepak anyam sayap mencari sebuah ilusi&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Bisikmu begitu terindukan&lt;br /&gt;Seperti tatap bulat mata itu&lt;br /&gt;Seperti nyanyi-nanyi sunyi&lt;br /&gt;Kuhitung berapa kali tak terjangkaui&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ah, ternyata masih ada rindu untukmu&lt;br /&gt;Sudah kucoba tikam dan kututup sekam&lt;br /&gt;tapi dia mencuat tak terbungkam&lt;br /&gt;Katakan bahwa rinduku ini hanya sebuah lalu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;karena aku adalah sebuah resah&lt;br /&gt;Yang tunduk pada hati yang gelisah&lt;br /&gt;Selalu terpikirkan mu tanpa amarah&lt;br /&gt;Pergilah asa biarkan cinta berakhir entah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Depok 17 Agustus 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7518131709454420173-7182744201164482784?l=coretanpena-erwin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/feeds/7182744201164482784/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7518131709454420173&amp;postID=7182744201164482784' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/7182744201164482784'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/7182744201164482784'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/2008/08/selalu-kesunyian.html' title='Selalu kesunyian'/><author><name>Erwin Arianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08051634271432353853</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_YQYm-M7Kc0s/SGBBlgV5QYI/AAAAAAAAAYw/8_4JX0-a4ms/S220/me%2526mywife1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7518131709454420173.post-7674024622894215610</id><published>2008-08-20T10:20:00.001+07:00</published><updated>2008-08-20T10:21:39.876+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi Cinta'/><title type='text'>Setiap bayangmu datang</title><content type='html'>Setiap bayang mu datang&lt;br /&gt;Selalu ada rindu yang tumbuh&lt;br /&gt;Menepis nurani yang merapuh&lt;br /&gt;Mengelegar batin melunglai tubuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh, mengapa kembali bayangan mu datang&lt;br /&gt;ketika semua telah terlalui&lt;br /&gt;Terdekap waktu hampir setahun terlampaui&lt;br /&gt;Di pangkal duka kembali bayang menghampiri&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Barangkali engkau sebuah hujan&lt;br /&gt;Yang meneduhkan Dahaga perlahan&lt;br /&gt;Atau mungkinkah kau sebuah badai&lt;br /&gt;Yang meluruhkan nurani tertanam di hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap bayangmu datang&lt;br /&gt;Kulihat sepasang sayap di balik bintang&lt;br /&gt;Kembali kasmaran ku membuat lapang&lt;br /&gt;Dan ingin itu kembali meradang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biarlah kunikmati sepenggal asa&lt;br /&gt;Karena hanya itu yang tersisa&lt;br /&gt;Setelah goresan takdir memisahkan&lt;br /&gt;rasa itu yang telah lalu terkisahkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Depok 15 Agustus 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7518131709454420173-7674024622894215610?l=coretanpena-erwin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/feeds/7674024622894215610/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7518131709454420173&amp;postID=7674024622894215610' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/7674024622894215610'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/7674024622894215610'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/2008/08/setiap-bayangmu-datang_20.html' title='Setiap bayangmu datang'/><author><name>Erwin Arianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08051634271432353853</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_YQYm-M7Kc0s/SGBBlgV5QYI/AAAAAAAAAYw/8_4JX0-a4ms/S220/me%2526mywife1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7518131709454420173.post-467223217969205509</id><published>2008-08-20T10:20:00.000+07:00</published><updated>2008-08-20T10:21:39.222+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi Cinta'/><title type='text'>Setiap bayangmu datang</title><content type='html'>Setiap bayang mu datang&lt;br /&gt;Selalu ada rindu yang tumbuh&lt;br /&gt;Menepis nurani yang merapuh&lt;br /&gt;Mengelegar batin melunglai tubuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh, mengapa kembali bayangan mu datang&lt;br /&gt;ketika semua telah terlalui&lt;br /&gt;Terdekap waktu hampir setahun terlampaui&lt;br /&gt;Di pangkal duka kembali bayang menghampiri&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Barangkali engkau sebuah hujan&lt;br /&gt;Yang meneduhkan Dahaga perlahan&lt;br /&gt;Atau mungkinkah kau sebuah badai&lt;br /&gt;Yang meluruhkan nurani tertanam di hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap bayangmu datang&lt;br /&gt;Kulihat sepasang sayap di balik bintang&lt;br /&gt;Kembali kasmaran ku membuat lapang&lt;br /&gt;Dan ingin itu kembali meradang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biarlah kunikmati sepenggal asa&lt;br /&gt;Karena hanya itu yang tersisa&lt;br /&gt;Setelah goresan takdir memisahkan&lt;br /&gt;rasa itu yang telah lalu terkisahkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Depok 15 Agustus 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7518131709454420173-467223217969205509?l=coretanpena-erwin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/feeds/467223217969205509/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7518131709454420173&amp;postID=467223217969205509' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/467223217969205509'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/467223217969205509'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/2008/08/setiap-bayangmu-datang.html' title='Setiap bayangmu datang'/><author><name>Erwin Arianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08051634271432353853</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_YQYm-M7Kc0s/SGBBlgV5QYI/AAAAAAAAAYw/8_4JX0-a4ms/S220/me%2526mywife1.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7518131709454420173.post-4127956423037757965</id><published>2008-08-20T10:17:00.000+07:00</published><updated>2008-08-20T10:20:42.547+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi Cinta'/><title type='text'>Bidadari tertinggal di lembar maya</title><content type='html'>Bidadari tinggal di lembar maya&lt;br /&gt;bersama Resah Angin yang kelu&lt;br /&gt;kita berbeda, dalam bentang yang lama&lt;br /&gt;Bersama Buai helai Nafas memburu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka Kuhapus jejak yang tertinggal itu&lt;br /&gt;kurekas jejak-jejak waktu&lt;br /&gt;Tereja kembali kenangan satu-satu&lt;br /&gt;yang kita lalui dalam lembaran dulu&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kini waktu yang merentang tak tertahan&lt;br /&gt;Seperti Desir irama angin menghembus perlahan&lt;br /&gt;Kita yang satu tetapi tak menuju&lt;br /&gt;Kita bersatu dalam jemu memenjara cinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali sendiri kuhampiri pekat mimpi&lt;br /&gt;Terurai berurai hasrat menjutai &lt;br /&gt;kembali segelumit mimpi tertapaki&lt;br /&gt;Bersama sebuah kenangan yang hilang berlari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bidadari tertinggal di lembar maya&lt;br /&gt;Tak lagi nyata mimpi-mimpi dunia&lt;br /&gt;hanya tinggal ejaan namamu tersimpan disana&lt;br /&gt;Menumpah bersama dalam rindu yang fana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Depok 15 Agustus 2008&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7518131709454420173-4127956423037757965?l=coretanpena-erwin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/feeds/4127956423037757965/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7518131709454420173&amp;postID=4127956423037757965' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/4127956423037757965'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/4127956423037757965'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/2008/08/bidadari-tertinggal-di-lembar-maya.html' title='Bidadari tertinggal di lembar maya'/><author><name>Erwin Arianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08051634271432353853</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_YQYm-M7Kc0s/SGBBlgV5QYI/AAAAAAAAAYw/8_4JX0-a4ms/S220/me%2526mywife1.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7518131709454420173.post-5020434558231377173</id><published>2008-08-15T16:26:00.001+07:00</published><updated>2008-08-15T16:26:56.249+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi Cinta'/><title type='text'>BIdadari yang kembali kusebut namanya</title><content type='html'>Hampir satu tahun terlalui&lt;br /&gt;Sebuah hasrat diri kembali&lt;br /&gt;melampaui batas rasa teringini&lt;br /&gt;Hanya untuk mengetahui kabarnya kini&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Dia yang pernah bermain di dalam hati&lt;br /&gt;Memberi mimpi-mimpi yang membuai diri&lt;br /&gt;Pernah kurajut benang-benang mimpi&lt;br /&gt;Menjadi sebuah kenyataan yang tak terjadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang kisah kita itu indah&lt;br /&gt;Walau kita terikat dalam kisah yang salah&lt;br /&gt;tapi jangan lah pernah tersesali&lt;br /&gt;Karena sebuah cinta sejati tak memiliki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BIdadari yang kembali kusebut namanya&lt;br /&gt;Dihatimu mungkin tersimpan luka&lt;br /&gt;Diwaktu ku ini ijinkan aku meminta&lt;br /&gt;Untuk bisa termaafkan atas luka didada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kudengar kabarmu kini telah bersamanya&lt;br /&gt;Membuat janji tuk hidup bersama&lt;br /&gt;Teriring doa agar kau selalu bahagia&lt;br /&gt;Dari angin mu yang selalu mencinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Depok 15 Agustus 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7518131709454420173-5020434558231377173?l=coretanpena-erwin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/feeds/5020434558231377173/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7518131709454420173&amp;postID=5020434558231377173' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/5020434558231377173'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/5020434558231377173'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/2008/08/bidadari-yang-kembali-kusebut-namanya.html' title='BIdadari yang kembali kusebut namanya'/><author><name>Erwin Arianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08051634271432353853</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_YQYm-M7Kc0s/SGBBlgV5QYI/AAAAAAAAAYw/8_4JX0-a4ms/S220/me%2526mywife1.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7518131709454420173.post-333309157985215312</id><published>2008-07-25T15:36:00.001+07:00</published><updated>2008-07-25T15:38:59.456+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi Kehidupan'/><title type='text'>Aku yang sesaat menepi</title><content type='html'>Aku yang sesaat menepi&lt;br /&gt;Dari deru roda hidup yang tak bertepi&lt;br /&gt;Menenangkan hati dan mencoba menyepi&lt;br /&gt;Kembali membangunkan Nurani tertidur tapi tak mati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kala Kulihat di sekitarku ini&lt;br /&gt;Seribu manusia bergegas dan berlari&lt;br /&gt;Menghampiri beribu-ribu mimpi yang teringini&lt;br /&gt;bergulat, bergelut dengan apa yang termaui&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Tapi satu yang terlihat pasti&lt;br /&gt;Mereka sering melupakan kehadirat ilahi&lt;br /&gt;Merekat terus berlari tanpa henti&lt;br /&gt;Memaksa semua mimpi harus terjadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sadarkah mereka ini&lt;br /&gt;Samua yang dikejar terkadang hanya sebuah ilusi&lt;br /&gt;Yang memaksa dan terus membebani&lt;br /&gt;Hati dan nafsu tak akan pernah berhenti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cobalah sesat berhenti&lt;br /&gt;merenung apa yang telah terjadi&lt;br /&gt;Apakah semua ini akan ku bawa mati&lt;br /&gt;Karena yang hidup tak akan kekal abadi&lt;br /&gt;Mari kita kembali mengingat kembali sang ilahi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Erwin Arianto&lt;br /&gt;25 July 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7518131709454420173-333309157985215312?l=coretanpena-erwin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/feeds/333309157985215312/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7518131709454420173&amp;postID=333309157985215312' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/333309157985215312'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/333309157985215312'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/2008/07/aku-yang-sesaat-menepi.html' title='Aku yang sesaat menepi'/><author><name>Erwin Arianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08051634271432353853</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_YQYm-M7Kc0s/SGBBlgV5QYI/AAAAAAAAAYw/8_4JX0-a4ms/S220/me%2526mywife1.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7518131709454420173.post-1334582481687070040</id><published>2008-07-14T14:57:00.001+07:00</published><updated>2008-07-14T15:00:47.636+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi Cinta'/><title type='text'>Aku semakin terlarut dalam kisah indah itu</title><content type='html'>Malam semakin temaram&lt;br /&gt;Duduk aku bersimpuh dalam khayalan kalbu&lt;br /&gt;ku bercerita pada sang bulan&lt;br /&gt;tentang indah satu cinta lalu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu masa telah terganti&lt;br /&gt;mungkin sang bidadari telah menepi&lt;br /&gt;di setapak belakang jalan cintaku&lt;br /&gt;Memberi indah hayal rasa itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari relung hati terdalam&lt;br /&gt;Aku terkulai dalam hiasan ingin hati&lt;br /&gt;Aku terhempas terletak tak berdaya&lt;br /&gt;Dengan pesona yang menebar ke jiwa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia dekat tapi jauh untuk tergapai&lt;br /&gt;hati dibelenggu tak bisa pergi&lt;br /&gt;Merasuk angin berkabut nurani&lt;br /&gt;Dan kulalui masa yang telah berganti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cintaku seperti matahari merindukan rembulan&lt;br /&gt;Seperti siang mencintai sang malam&lt;br /&gt;Begitulah cinta tak terbawa dalam nyata&lt;br /&gt;Aku semakin terlarut dalam kisah indah itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Depok 14 januari 2008&lt;br /&gt;Erwin Arianto&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7518131709454420173-1334582481687070040?l=coretanpena-erwin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/feeds/1334582481687070040/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7518131709454420173&amp;postID=1334582481687070040' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/1334582481687070040'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/1334582481687070040'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/2008/07/aku-semakin-terlarut-dalam-kisah-indah.html' title='Aku semakin terlarut dalam kisah indah itu'/><author><name>Erwin Arianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08051634271432353853</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_YQYm-M7Kc0s/SGBBlgV5QYI/AAAAAAAAAYw/8_4JX0-a4ms/S220/me%2526mywife1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7518131709454420173.post-8899800622187082354</id><published>2008-07-10T08:50:00.001+07:00</published><updated>2008-07-10T08:53:40.272+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi Kehidupan'/><title type='text'>Jadikan Aku Kekasihmu Tuhanku</title><content type='html'>Pagi bercengkrama embun sejuk&lt;br /&gt;menanti Semilir angin datang merajuk&lt;br /&gt;tertakjub Akan fana dunia&lt;br /&gt;aku terkapar serasa  hilang tak bernyawa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ini hanya manusia&lt;br /&gt;Kecil tak ada &lt;br /&gt;Menikmati sisa nafas berirama&lt;br /&gt;menjalani sisa hari Dan menghitung waktu tersisa&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;ku tunggu sempurnamu&lt;br /&gt;Yang membantu menatih jiwa dahaga&lt;br /&gt;ku coba merangkak kelangit&lt;br /&gt;mencoba bercapa padanya sang maha pencipta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jiwa ku tertatih dan melayang&lt;br /&gt;Aku terbang menuju pintu mu &lt;br /&gt;jauh diatas kau tak tersentuh&lt;br /&gt;bantulah,Ulurkan tangan-Mu untukku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kau kirim angin memberi kabar &lt;br /&gt;Ijinkan aku Menapaki rumah syurgamu&lt;br /&gt;Karena aku Sangat mengingin kan mu &lt;br /&gt;Dan jadikan aku sebagai kekasihmu&lt;br /&gt;Aku merindukanmu ya robbku&lt;br /&gt;Karena Aku mencintaimu tuhanku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Depok 11 juli 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7518131709454420173-8899800622187082354?l=coretanpena-erwin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/feeds/8899800622187082354/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7518131709454420173&amp;postID=8899800622187082354' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/8899800622187082354'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/8899800622187082354'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/2008/07/jadikan-aku-kekasihmu-tuhanku.html' title='Jadikan Aku Kekasihmu Tuhanku'/><author><name>Erwin Arianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08051634271432353853</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_YQYm-M7Kc0s/SGBBlgV5QYI/AAAAAAAAAYw/8_4JX0-a4ms/S220/me%2526mywife1.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7518131709454420173.post-1508829061129189705</id><published>2008-07-10T08:29:00.001+07:00</published><updated>2008-07-10T08:30:03.127+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi Kehidupan'/><title type='text'>Badanku</title><content type='html'>Badanku&lt;br /&gt;Bukan terbuat dari baja&lt;br /&gt;Bukan pula terbuat dari tepung&lt;br /&gt;Tapi terbuat dari Hati dan daging&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kupacu untuk menggapai semua teringini&lt;br /&gt;Berjalan ribuan kilo&lt;br /&gt;Untuk sebuah mimpi yang tertanam&lt;br /&gt;menuruti semua impian diri&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;sesaat aku lupa &lt;br /&gt;Bahwa badan ku bukan terbuat dari besi&lt;br /&gt;Badan ku tidak kekal dan abadi&lt;br /&gt;Badan ku bisa renta dan terluka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesaat aku terjatuh dan sakit&lt;br /&gt;Mungkin karena aku terlalu memaksanya&lt;br /&gt;Aku tidak memberi waktu untuk nya&lt;br /&gt;dan aku lupa untuk memanja dirinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terimakasih sang pencipta&lt;br /&gt;Memberi waktu aku untuk bermanja&lt;br /&gt;akan selalu kujaga dan kurawat&lt;br /&gt;Agar aku selalu sehat &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teruntuk badanku yang sedang sakit&lt;br /&gt;Depok, 12 Juli 2008&lt;br /&gt;Erwin Arianto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7518131709454420173-1508829061129189705?l=coretanpena-erwin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/feeds/1508829061129189705/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7518131709454420173&amp;postID=1508829061129189705' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/1508829061129189705'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/1508829061129189705'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/2008/07/badanku_10.html' title='Badanku'/><author><name>Erwin Arianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08051634271432353853</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_YQYm-M7Kc0s/SGBBlgV5QYI/AAAAAAAAAYw/8_4JX0-a4ms/S220/me%2526mywife1.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7518131709454420173.post-8579601741369950639</id><published>2008-07-10T08:29:00.000+07:00</published><updated>2008-07-10T08:30:02.627+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi Kehidupan'/><title type='text'>Badanku</title><content type='html'>Badanku&lt;br /&gt;Bukan terbuat dari baja&lt;br /&gt;Bukan pula terbuat dari tepung&lt;br /&gt;Tapi terbuat dari Hati dan daging&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kupacu untuk menggapai semua teringini&lt;br /&gt;Berjalan ribuan kilo&lt;br /&gt;Untuk sebuah mimpi yang tertanam&lt;br /&gt;menuruti semua impian diri&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;sesaat aku lupa &lt;br /&gt;Bahwa badan ku bukan terbuat dari besi&lt;br /&gt;Badan ku tidak kekal dan abadi&lt;br /&gt;Badan ku bisa renta dan terluka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesaat aku terjatuh dan sakit&lt;br /&gt;Mungkin karena aku terlalu memaksanya&lt;br /&gt;Aku tidak memberi waktu untuk nya&lt;br /&gt;dan aku lupa untuk memanja dirinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terimakasih sang pencipta&lt;br /&gt;Memberi waktu aku untuk bermanja&lt;br /&gt;akan selalu kujaga dan kurawat&lt;br /&gt;Agar aku selalu sehat &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teruntuk badanku yang sedang sakit&lt;br /&gt;Depok, 12 Juli 2008&lt;br /&gt;Erwin Arianto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7518131709454420173-8579601741369950639?l=coretanpena-erwin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/feeds/8579601741369950639/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7518131709454420173&amp;postID=8579601741369950639' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/8579601741369950639'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/8579601741369950639'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/2008/07/badanku.html' title='Badanku'/><author><name>Erwin Arianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08051634271432353853</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_YQYm-M7Kc0s/SGBBlgV5QYI/AAAAAAAAAYw/8_4JX0-a4ms/S220/me%2526mywife1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7518131709454420173.post-6755358568697355928</id><published>2008-07-02T10:19:00.001+07:00</published><updated>2008-07-02T10:19:53.562+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi Cinta'/><title type='text'>Sebersit indah lamunan kala lalu</title><content type='html'>angin berhembus&lt;br /&gt;memberi Nafas pada hidup&lt;br /&gt;Menyibak kabut meredup&lt;br /&gt;Membentang Indah Warna Pelangi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Balut Garis fatamorgana&lt;br /&gt;Kembali membawa kepak masa itu&lt;br /&gt;terteguk kembali gelisah resah&lt;br /&gt;terbuai angan kembali merayu rayu&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;titian putaran waktu&lt;br /&gt;Kembali memutarkan &lt;br /&gt;Melantunkan lambaian kasih&lt;br /&gt;Sebersit indah lamunan kala lalu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dengan kata tak bersuara&lt;br /&gt;Aku berteriak dalam diam&lt;br /&gt;Tentang rasa ku kepada bidadari &lt;br /&gt;aku merindukan..aku mencintainya..&lt;br /&gt;Tapi semua tertelan hening yang bening&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pelita indah bersambut&lt;br /&gt;memancarkan harapan dan impian diri&lt;br /&gt;tapi harus kubunuh ingin yang terlalu mengingini&lt;br /&gt;Kubuiarkan mimpi lepas dari cakrawala nurani&lt;br /&gt;Biarlah semua kembali bisu tanpa jejak sebuah hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Depok 2 Juli 2008&lt;br /&gt;Erwin Arianto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7518131709454420173-6755358568697355928?l=coretanpena-erwin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/feeds/6755358568697355928/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7518131709454420173&amp;postID=6755358568697355928' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/6755358568697355928'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/6755358568697355928'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/2008/07/sebersit-indah-lamunan-kala-lalu.html' title='Sebersit indah lamunan kala lalu'/><author><name>Erwin Arianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08051634271432353853</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_YQYm-M7Kc0s/SGBBlgV5QYI/AAAAAAAAAYw/8_4JX0-a4ms/S220/me%2526mywife1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7518131709454420173.post-4975592090998069113</id><published>2008-06-27T15:38:00.000+07:00</published><updated>2008-06-27T15:39:59.072+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi Cinta'/><title type='text'>Sepenggal waktu berdetik</title><content type='html'>Sebuah ingatan&lt;br /&gt;Tersusun rapi&lt;br /&gt;Dalam relung-relung imaji&lt;br /&gt;terhempas di badai fantasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sepenggal waktu berdetik&lt;br /&gt; Merambat, merangkak, dan berlari&lt;br /&gt; Sebuah Elegi yang terpatri&lt;br /&gt; Ada seperti tiada, terus teratapi&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Kabut diri menjadi pelangi&lt;br /&gt;Tidak hanya berbuih putih&lt;br /&gt;Tapi teraroma Berwarna-warni&lt;br /&gt;sesuatu mulia, hina, tiada lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Tetesan air suci&lt;br /&gt; ikut mengenangi&lt;br /&gt; Setelah kata lagi&lt;br /&gt; kini hanya ada sepi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berpalingkah kau kini&lt;br /&gt;Setelah tiada lagi nyanyi puisi&lt;br /&gt;Adalah makna berharap sunyi&lt;br /&gt;mungkin bukan saatnya kita meratapi&lt;br /&gt;Membiarkan semua terjadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cikarang, 16:30 27 Juni 2008&lt;br /&gt;Erwin Arianto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7518131709454420173-4975592090998069113?l=coretanpena-erwin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/feeds/4975592090998069113/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7518131709454420173&amp;postID=4975592090998069113' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/4975592090998069113'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/4975592090998069113'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/2008/06/sepenggal-waktu-berdetik.html' title='Sepenggal waktu berdetik'/><author><name>Erwin Arianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08051634271432353853</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_YQYm-M7Kc0s/SGBBlgV5QYI/AAAAAAAAAYw/8_4JX0-a4ms/S220/me%2526mywife1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7518131709454420173.post-4497933693834213947</id><published>2008-06-27T15:20:00.001+07:00</published><updated>2008-06-27T15:20:41.220+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi Cinta'/><title type='text'>Aku bahagia</title><content type='html'>Dipojok Rumah persewaan itu&lt;br /&gt;Biasa aku, kamu dan cinta disitu&lt;br /&gt;Kita berbagi cerita dan kasih biru&lt;br /&gt;Terkadang tak ada kata, kita hanya diam membisu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahu Kah kamu cinta...&lt;br /&gt;Betapa waktu yang kulalui itu sangat berharga&lt;br /&gt;Berbagi semua yang rasa yang menggema&lt;br /&gt;Ditemani temaran cahaya bulan purnama&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Aku tersenyum...&lt;br /&gt;Melihat tingkah manjamu kala itu&lt;br /&gt;Mendengar lantutan kata-kata cinta mu&lt;br /&gt;Merasakan Lembut belai cinta yang kau berikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta...&lt;br /&gt;tahukah aku bahagia..&lt;br /&gt;Tertanam irama jiwa yang bersenada&lt;br /&gt;Menikmati Harum aroma cinta bermanja&lt;br /&gt;Aku bahagia cinta, aku bahagia Mencintaimu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau sosok yang kucari selama ini&lt;br /&gt;Kau bisa mengerti gejolak hati yang mencari&lt;br /&gt;Bahagia ini tak terperi membahana&lt;br /&gt;Aku Bahagia karena kau satu tercinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Depok, 28 Juni 2008&lt;br /&gt;Erwin Arianto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7518131709454420173-4497933693834213947?l=coretanpena-erwin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/feeds/4497933693834213947/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7518131709454420173&amp;postID=4497933693834213947' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/4497933693834213947'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/4497933693834213947'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/2008/06/aku-bahagia.html' title='Aku bahagia'/><author><name>Erwin Arianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08051634271432353853</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_YQYm-M7Kc0s/SGBBlgV5QYI/AAAAAAAAAYw/8_4JX0-a4ms/S220/me%2526mywife1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7518131709454420173.post-9097349142908127958</id><published>2008-06-27T15:11:00.000+07:00</published><updated>2008-06-27T15:12:19.552+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tentang Cinta'/><title type='text'>Berbagi Makna Cinta</title><content type='html'>Hari ini saya kembali akan mencoba menulis tentang cinta, karena sesuatu hal yang harus melepas cinta pergi untuk kembali। Kehidupan cinta selalu ada mengikuti sang waktu, melintasi detik, menit. Hari, minggu, bulan. Tahun, bahkan abad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang mendefinisikan cinta dari cinta seperti kentut (maaf),bila ditahan sakit perut, bila dikeluarkan orang pada rebut. Ada yang mendefinisikan sebagai garam kehidupan, dengan alasan hidup tanpa cinta hambar dan tidak berarti. Terkadang saya mendifinisikan Cinta seperi matahari, hidup tanpa matahari gelap gulita jalan kesana salah, kesini keliru. Bagai mana dengan para sahabat sekalian mendefinisikaan cinta…&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Membicarakan tentang cinta memang menarik dan tak akan ada habisnya, banyak puisi tercipta karena cinta, banyak lagu cinta ada karenanya, membicarkan cinta bukan hanya menarik perhatian masyarakat luas kerana melibatkan emosi, tetapi acapkali menjadi problem banyak orang। Kekuatan apa yang ada pada cinta, cinta bisa membuat ayam betina yang lemah berubah menjadi seorang ksatria yang pemberani untuk melindungi anakya. Ada seorang teman saya yang sudah menikah, sebelum menikah saya mengenalnya suka nongkrong, jarang mandi, suka main gitar, berambut gondrong dan yah sedikit pemalas. Tetapi saya tabjub ketika berjumpa setelah menikah dan mempunyai putra, teman saya menjadi seorang yang rapih, wangi, dan gigih dalam mencari nafkah untuk keluarga. Begitu hebatkah kekuatan cinta…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta pula yang mengubah si kikir menjadi suka memberi dan dermawan, si pemberang menjadi penyabar, hal ini pernah terjadi dengan saya sewaktu kuliah saya temperamental tetapi ketika bertemu dengan kekasih hati yang memberi cinta, saya berusaha menjadi penyabar dan penyayang…॥Cinta dapat membangunkan tenaga yang tidur, membebaskan daya kekuatan yang dirantai belenggu। Cinta juga bisa bilang sebagai keinginan untuk berbagi, seperti orang tua yang rela berbagi untuk anaknya walau dia tidak mendapat apapun, seperti sepasang kekasih yang rela berbagi apapaun dengan pasangannya, seperti seorang sahabat yang dapat berbagi canda, tawa, duka dan nestapa.Dengan cinta orang bisa berdialog, dengan hasil dengan cinta bisa diperjuangkan perdamaian. Jika ada orang yang saling bertengkar, damaikan lah dengan cinta… pasti akan membuahkan hasil.. tanpa cinta tak ada keindahan hidup saling menyayangi, yang ada perselisihan dan rasa saling curiga. Membuat dunia mencekam bila cinta itu hilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta sejati adalah pengorbanan untuk mencapai kebahagian orang yang dicintai, seperti nabi Muhammad yang rela berkorban untuk Allah Swt kekasih hatinya dan berjuang serta berkorban harta dan nyawa jika diperlukan. Seperti orang tua yang akan rela berkorban apapun untuk memenuhi kebutuhan anaknya.&lt;br /&gt;Cinta tidak egois mencintai adalah mengusahakan kebahagiaan orang yang dicinta, terkadang saya bingung dengan cinta yang ada sekarang antara pasangan kekasih muda egois meminta suatu hubungan intim dari pasangan dengan alas an “apakah kamu mencintai saya…?” bukan seperti itu makna cinta dengan meminta seperti itu akan menyebabkan salah satu dirugikan dan dikecewakan, cinta itu saling menjaga, tidak merusak.&lt;br /&gt;Cinta juga tidak mengenal batas-batas wilayah, kultur, agama, ras, suku, ideology। Cinta adalah sesuatu kekuatan yang tak terbatas, cinta dapat membuat kita sukses, bahagia dan damai. Cinta memelihara dunia dalam kedaaian dan keabadiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah cinta sangat membutuhkan ketulusan, cinta yang didasari ketulusan adalah cinta yang bebas dari api pengharapan tersembunyi, cinta tak kenal jarak dan waktu, dengan berada jauh dari orang dicinta akan belajar lebih mengenal dan menghargai kekasihnya. Seperti sepasang sahabat yang akan saling merindukan jika berada dalam jarak dan waktu yang berbeda. Seperti seorang anak yang akan merindukan orang tuanya ketika dia harus menjalani tugas jauh dari orang tua. Hal ini dapat kita lihat dalam fenomena pulang kampong pada saat lebaran, untuk mengunjungi sanak family (jadi kangen mudik…. Dikit lagi ramadhan dan idul fitri…. Dan pulang kampung deh…) Pada saat terjadi perpisahan cinta aan menjelma menjadi “kerinduan”. Rasa rindu ini yang akan mengilhami penyatuan ke akan datang, dan sedikit saran siapa yang sedang jatuh cinta untuk mengujinya coba lah untuk berpisah sementara waktu. Seperti kata matahariku.. “mari kita menikmati rindu…”&lt;br /&gt;Karena cinta berhubungan dengan komunikasi, hubungan kesaling percayaan yang mungkin tidak dapat dirusak oleh kematiaan. Terkadang cinta membutuhkan airmata…karena cinta yang divasuh airmata akan murni dan indah. Cinta tidak juga hanya menyangkut sepasang kekasih saja, cinta meliputi hubungan antar sesame manusia, antara orang tua dan anak, sepasang sahabat, hubungan dengan sesame manusia, hubungan dengan alam, hubungan dengan lingkungan.Untuk mencintai pasti menghendaki banyak pengorbanan diri, saat mencintai pasti menerima kesusahan, kesempitan waktu, dan kekurangan apapun dari orang yang kita cintai. Cinta juga menghadiahkan suatu rasa tanggung jawab. Bagaimana dengan parasahabat apakah telah memiliki cinta…. Dengan tulisan ini saya mencoba memberi cinta kepada semua sahabat yang ada…. Terimakasih….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Kita tak menyadari keberadaan cinta sampai kita kehilangan cinta। Cinta adalah saling memberi, berbagi, untuk melihat kita berbahagia “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Karena Cinta kita ada, karena cinta kita dapat bersua, jagalah cinta untuk suatu kehidupan yang harmonis dan menyenangkan “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Mencintai Manusia adalah baik, mencintai sang pencipta adalah segalanya”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terilhami dari akan perginya matahari cintaku untuk menyembuhkan luka, keinginan untuk dapat mencintai dan dicintai yang berujung dengan pertautan dua cinta untuk dapat bersatu dalam tali pernikahan. , Untuk semua sahabat karib ku (Dr Faraby El Fouz, Eko Amboina, Iskandar, Moch Irfan Hasan, M. Toffany, Prof Imanuel, Bang Aal, Mono, Si bandel Uta wijaya, Heri “bejat” Dwinanto, Ardian Bayu, dll), sahabat milis ku, Mba Nana, Mba retni, Ajeng, Sinta, Nita, Aline, Gemblung, dll, serta semua sahabat pembaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Perenungan malamku, Akan Perginya matahariku ke luar untuk menyembukan Depok, 22 Agustus 2007, 24:००&lt;br /&gt;Erwin AriantoMain di Blog ku yuk di Http://coretanpena-erwin.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7518131709454420173-9097349142908127958?l=coretanpena-erwin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/feeds/9097349142908127958/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7518131709454420173&amp;postID=9097349142908127958' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/9097349142908127958'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/9097349142908127958'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/2008/06/berbagi-makna-cinta.html' title='Berbagi Makna Cinta'/><author><name>Erwin Arianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08051634271432353853</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_YQYm-M7Kc0s/SGBBlgV5QYI/AAAAAAAAAYw/8_4JX0-a4ms/S220/me%2526mywife1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7518131709454420173.post-3603691534959320240</id><published>2008-06-27T13:51:00.000+07:00</published><updated>2008-06-27T13:52:26.056+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tentang Cinta'/><title type='text'>Ada kekuatan dalam</title><content type='html'>Ada kekuatan di dalam cinta,&lt;br /&gt;Orang yang sanggup memberikan cinta adalah orang yang kuatKarena ia bisa mengalahkan keinginannyaUntuk mementingkan diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada kekuatan dalam tawa kegembiraan,&lt;br /&gt;Orang tertawa gembira adalah orang yang kuatKarena ia tidak pernah terlarut dengan tantangan dan cobaan. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Ada kekuatan di dalam kedamaian&lt;br /&gt;diriOrang yang dirinya penuh damai bahagia adalah orang yang kuatKarena ia tidak pernah tergoyahkan Dan tidak mudah diombang-ambingkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada kekuatan di dalam kesabaran,&lt;br /&gt;Orang yang sabar adalah orang yang kuatKarena ia sanggup menanggung segala sesuatuDan ia tidak pernah merasa disakiti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada kekuatan di dalam kemurahan,&lt;br /&gt;Orang yang murah hati adalah orang yang kuatKarena ia tidak pernah menahan mulut dan tangannyaUntuk melakukan yang baik bagi sesamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada kekuatan di dalam kebaikan&lt;br /&gt;,Orang yang baik adalah orang yang kuatKarena ia bislu mampu melakukan yang baik bagi semua orang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada kekuatan di dalam kesetiaan,&lt;br /&gt;Orang yang setia adalah orang yang kuatKarena ia bisa mengalahkan nafsu dan keinginan pribadiDengan kesetiaannya kepada Allah dan sesama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada kekuatan di dalam kelemahlembutan,&lt;br /&gt;Orang yang lemah lembut adalah orang yang kuatKarena ia bisa menahan diri untuk tidak membalas dendam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7518131709454420173-3603691534959320240?l=coretanpena-erwin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/feeds/3603691534959320240/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7518131709454420173&amp;postID=3603691534959320240' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/3603691534959320240'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/3603691534959320240'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/2008/06/ada-kekuatan-dalam.html' title='Ada kekuatan dalam'/><author><name>Erwin Arianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08051634271432353853</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_YQYm-M7Kc0s/SGBBlgV5QYI/AAAAAAAAAYw/8_4JX0-a4ms/S220/me%2526mywife1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7518131709454420173.post-3010277653248685362</id><published>2008-06-26T11:43:00.001+07:00</published><updated>2008-06-26T11:44:18.765+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tentang Cinta'/><title type='text'>Pada Tali Allah Kuikatkan Cinta</title><content type='html'>Cinta telah mengikat erat jiwa-jiwa para pecinta. Dengan logika cinta yang kadang sulit dimengerti oleh akal sehat manusia. Cinta mampu merubah warna darah dan menghapus rasa asin pada air laut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang pecinta mempersembahkan yang terbaik demi sang kekasih. Begitulah cinta telah menyihir setiap relung jiwa para pecinta Taj Mahal, yang terletak di tebing sungai Jumna, berhampiran Agra, India merupakan makam yang dibina oleh Shah Jahan (1614-1666) sebagai monument peringatan untuk Mumtaz Mahal, isterinya yang kelima.&lt;br /&gt;Isterinya telah meninggal ketika melahirkan anak mereka yang ke-14 di medan pertempuran pada tahun 1631 ketika Shah Jahan dalam kempen memperluaskan tanah jajahannya. Begitu dalam cinta Shah Janan pada isterinya sehingga ia wujudkan dalam Taj Mahal nan indah. Setiap orang yang melihat langsung, bangunan ini akan merasakan satu hal yang sama, yaitu : Kekuatan Cinta.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Shah Janan berharap cinta mereka akan tetap kokoh berdiri seperti Taj Mahal dan keindahannya tak akan pernah tertandingi. Bahkan Shah Janan menjatuhi Ustad Isa (sang arsitektur) hukuman pancung. Di samping itu, kesemua tukang yang terlibat dalam pembuatan bangunan itu dipotong tangannya. Agar mereka tidak dapat membuat bangunan yang menandingi Taj Mahal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta Zulayka kepada pemuda tampan Yusuf, yang mendorongnya mampu menerobos sendi-sendi ketertutupan wanita. Cinta yang menggelora dalam dada Zulayka membuatnya berani merayu dan memaksa Yusuf bercinta dengannya. Ketika perbuatannya diketahui oleh suaminya. Berkatalah Zulayka, “ Apakah pembalasan terhadap orang yang bermaksud berbuat serong dengan istrimu, selain di penjara atau di beri azab yang pedih ? “ Begitu dalam cinta Zulayka pada Yusuf sehingga ia tidak rela jika sang kekasih dijatuhi hukuman berat. Menurut para ahli tafsir Al Qur’an, Zulayka lebih menekankan pada kata “ dipenjarakan” daripada kata “azab yang pedih”. Selain itu penyebutan kata ”dipenjarakan” diucapkan terlebih dahulu, yang berarti menunjukkan pilihan. Mengapa Zulayka lebih memilih Yusuf dipenjara ? Al Aziz - suami Zulayka- adalah raja yang terkenal kejam. Bukan perkara sulit baginya untuk membunuh Yusuf jika Zulayka memintanya. Namun ternyata Zulayka lebih memilih memenjarakan Yusuf agar ia dapat tetap melihatnya. Secara kasat mata, mungkin permintaan Zulayka untuk memenjarakan Yusuf merupakan suatu bentuk hukuman. Tapi sesungguhnya itu adalah cara Zulayka melindungi sang kekasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah sihir cinta, mantranya tak selalu terucap mesra Pernahkah anda mendengar cerita tentang seorang suami bernama Ibrahin (Nabi Ibrahim as, pen) yang terpaksa meninggalkan istri dan anak laki-lakinya yang baru saja lahir di sebuah gurun gersang ? Sang istri bukan kepalang terkejut, saat sang suami hendak meninggalkan diri dan bayinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga bertanyalah sang istri, “ Wahai Ibrahim, hendak kemanakah engkau pergi dan meninggalkan kami berdua disebuah lembah tak berpenghuni dan tak ada apa-apnya ini? “ Ibrahim terus berjalan tanpa menoleh, hingga sang istri bertanya lagi, “ Apakah Allah yang memerintahkanmu ? “ Ibrahim menjawab, “ Benar”. Mendengar jawaban suaminya yakinlah ia bahwa Allah tak akan menyia-nyiaknnya. Keteguhan Hajar -istri Ibrahim- saat mendengar jawaban suaminya adalah bukti taat pada Allah dan suami.&lt;br /&gt;Sedangkan sikap acuh yang ditunjukkan Ibrahim bukan pertanda ia tidak peduli. Melainkan adalah bukti ketinggian cinta pada Allah SWT dan kelembutan hati. Sebagai seorang suami, apakah tidak akan goyah hatinya jika ia melihat belahan jiwanya merintih ? Begitulah cinta, hadirnya selalu mengalirkan kesejukan. Ia mampu mengalirkan energi yang menggelora dalam setiap jiwa yang membara. Namun mengapa cinta terkadang dapat menjadi bencana bagi manusia ? Apakah cinta telah merasuki jiwa-jiwa para pecinta semu ? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7518131709454420173-3010277653248685362?l=coretanpena-erwin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/feeds/3010277653248685362/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7518131709454420173&amp;postID=3010277653248685362' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/3010277653248685362'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/3010277653248685362'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/2008/06/pada-tali-allah-kuikatkan-cinta.html' title='Pada Tali Allah Kuikatkan Cinta'/><author><name>Erwin Arianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08051634271432353853</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_YQYm-M7Kc0s/SGBBlgV5QYI/AAAAAAAAAYw/8_4JX0-a4ms/S220/me%2526mywife1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7518131709454420173.post-8068893850250043473</id><published>2008-06-24T11:08:00.001+07:00</published><updated>2008-06-24T11:10:33.306+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tentang Cinta'/><title type='text'>Aku Takut Menikah Karena Belum....</title><content type='html'>Aku Takut Menikah Karena Belum.... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Belum Bekerja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah masalah klasik seputar menikah, terutama bagi pihak pemuda. Ketika sudah merasa cocok dengan seorang muslimah, dan jika ditunda-tunda bisa berakibat buruk, ternyata si Pemuda belum punya pekerjaan untuk menghidupi keluarga kelak. "mau dikasih makan apa anak dan istri kamu, dikasih cinta doang ?!?" Begitulah perkataan sinis yang senantiasa terngiang-ngiang ditelinganya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang laki-laki memang merupakan tulang punggung dalam sebuah keluarga. Menghidupi seluruh anggota keluarga adalah tangging jawabnya. Rasulullah bersabda, yang artinya, "Bertaqwalah kepada Allahdalam memperlakukan wanita. Sebab kamu mengambilnya dengan amanat allah dan farjinya menjadi halal bagi kamu dengan kalimat Allah. (Menjadi) kewajiban kamu untuk memberi rizki dan pakaiannya dengan cara yang baik." (HR.Muslim) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Dengan demikian, penghasilan dalam suatu keluarga memang diperlukan. Namun sebenarnya, tidak berarti belum kerja kemudian tidak boleh menikah. Allah SWT berfirman, yang artinya, "Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian (belum menikah) diantara kamu, dan orang-orang yang layak menikah dari hamba-hamba sahayamuyang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (Pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui." (Surat An-Nur : 32) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penghasilan bisa dicari setelah menikah. Yang pertama kali harus dilakukan adalah percaya dan yakin akan janji Allah pada firman-Nya di atas. Tak sedikit pemuda yang susah mencari kerja sebelum menikah, tapi setelah menikah ternyata banyak tawaran kerja dan peluang kerja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai persiapan sebelum menikah, kesungguhan dalam menuntut ilmu dunia agar kelak mudah mendapatkan penghidupan yang baik pula untuk dilakukan. Walaupun tak selamanya relevan, kuliah yang baik dan dan prestasi yang bagus masih merupakan suatu modal yang dapat diandalkan dalam mencari kerja. Bagaimana kalau kuliah sudah terlanjur tidak karuan ? Jika sudah begini perlu juga pegang prinsip bahwa pekerjaan kelak tidak harus sesuai dengan bidang yang dipelajari saat ini. Banyak yang dapat rejeki lumayan dari bekerja dalam suatu bidang yang dulu tidak pernal dipelajari dalam jenjang pendidikan formal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persiapan lain yang bisa dilakukan adalah kuliah sambil kerja. Sembari menabung, juga bisa untuk jaga-jaga apabila ketika lulus nanti tidak langsung diterima bekerja sesuai bidang yang dipelajari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Belum Lulus &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan yang pertama, masalah yang satu ini bisa menjadi penghalang bagi pihak pemuda dan pemudi. Mungkin seseorang sudah bekerja atau sudah punya prinsip untuk mencari kerja setelah menikah namun ia ragu untuk menikah gara-gara belumlulus kuliah. Bisa jadi pula yang punya alasan seperti ini sang pemudi pujaan hatinya. Bayangan kuliah sambil menikah baginya tampak menyeramkan. Kuliah sambil mengurus diri sendiri saja sudah repot apalagi jika harus ditambah tanggung jawab mengurus orang lain. Ditambah kalau si buah hati sudah lahir dan belum juga lulus kuliah, tampaknya akan tambah repot. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, menikah tidaklah selalu mengganggu kuliah. Malahan hadirnya pendamping hidup baru bisa menambah semangat utuk belajar. Bisa jadi, sebelum menikah malas-malasan belajarnya, ketika sudah menikah malah tambah semangat dan tambah rajin untuk belajar. Tidak sedikit yang mengalami perubahan demikian, apalagi secara peraturan akademik seorang mahasiswa sudah diperbolehkan untuk menikah. Seorang mahasiswa sudah tidak dianggap ABG (Anak Baru Gede) lagi, tapi AUG (Anak Udah Gede) alias sudah dewasa. Seorang yang sudah dewasa dianggap sudah bisa bertanggung jawab apa yang menjadi pilihan hidupnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang benar untuk tetap mengadakan persiapan jika mengambil jalan menikah di saat masih kuliah. Yang pertama harus disadari adalah bahwa hidup berkeluarga adalah berbeda dengan hidup sendirian. Tidak pantas jika orang yang sudah menikah tetap bebas, lepas, menelantarkan keluarganya sebagaimana dulu bisa ia lakukan ketika masih lajang. Orang yang menikah sambil kuliah juga harus pandai-pandai mengatur waktu antara tanggung jawabnya dalam keluarga dan dalam belajar. Selain waktu, manajemen pemikiran juga solid, karena begitu menikah masalah-masalah dulu yang belum ada mendadak bermunculan secara serentak. Bagaimana memahami pasangan hidup baru, bagaimana jika hamil dan melahirkan, bagaimana mendidik anak, bagaimana mencari rumah -nebeng mertua atau cari kontrakan-, bagaimana bersikap kepada mertua, tetangga dan lain-lain, apalagi masih harus memikirkan pelajaran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pusing....? Semoga tidak. Sebenarnya menikah sambil kuliah bisa disiapkan sejak hari ini, bahkan juga sudah sejak SD. Modal awalnya adalah manajemen diri sendiri. Ketika seorang sudah sejak dahulu berlatih untuk hidup mandiri, akan mudah baginya untuk hidup berkeluarga. Misalnya saja sudah sejak SD bisa mencuci pakaian dan piring sendiri, mengatur waktu belajar, berorganisasi, dan bermain, mengatur keuangan sendiri, dan sebagainya. Kesiapan juga bisa diraih jika seseorang biasa menghadapi dan memecahkan problem hidupnya. Karena itu perlu organisasi dan bersaudara dengan orang lain, saling mengenal, memahami orang lain dan membantu kesulitannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Belum Cocok &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin pula sudah lulus, sudah kerja, sudah berusaha cari calon pasangan tapi merasa belum menemukan pasangan yang cocok, sehingga belum jadi menikah pula, padahal sudah hampir tidak tahan ! Ini juga merupakan masalah yang bisa datang dari kedua belah pihak, baik pihak pemuda maupun pemudi. Kecocokan memang diperlukan. yang jadi ertimbangan dasar dan awal tetntu saja faktor agama, yaitu aqidah dan akhlaknya. Allah berfirman, yang artinya : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mereka (perrempuan-perempuan mukmin) tidak halal bagi laki-laki kafir. Dan laki-laki kafir pun tidak halal bagi mereka." (Al-Mumtahanah : 10) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah juga bersabda, "Wanita itu dinikahi karena 4 hal : karena kecantikannya, karena keturunannya, karena kekayaannya, dan karena agamanya. Menangkanlah dengan memilih agamanya maka taribat yadaaka (kembali kepada fitrah atau beruntung)." (HR. Al-Bukhari, Muslim, dan lain-lain) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keadaan yang lain adalah nomor dua setelah pertimbangan agama. Namun kebanyakan di sinilah ketidakcocokannya. Sudah dapat yang agamanya bagus tapi kok nggak cocok pekerjaannya, nggak cocok latar belakang pendidikannya, nggak cocok hobinya, warna matanya kok begitu, pakai kacamata, kok hidungnya...dan lain-lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau mau mencari kekurangan tiap orang pasti punya kekurangan karena tidak ada manusia yang diciptakan secara sempurna. Sudah cantik, kaya, keturunan bangsawan, pandai, rajin, keibuan, penyayang, tidak pernah berbuat salah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika seorang pemuda atau pemudi sudah mau menikah, memang seharusnya cari tahu dulu tentang calon pasangan hidupnya ke sahabatnya, saudaranya atau ustadznya, atau yang lainnya, baik kelebihan maupu kekurangannya. Jika sudah tahu, tanyakan pada diri sendiri, apakah bisa menerima dan memaklumi kekurangan serta kelebihan si dia. Rasulullah bersabda, yang artinya, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Janganlah seorang mukmin laki-laki membenci mukmin perempuan. Bila dia membencinya dari satu sisi, tapi akan menyayang dari sisi lain." (HR.Muslim) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, jangan hanya melihat kekurangannya saja, tapi juga perlu melihat kelebihannya. Ketika kekurangan sudah bisa diterima, kelebihan akan lebih bisa menimbulkan perasaan suka. Karea itu, jangan sampai sulit nikah karena dibikin sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Belum Mantap &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah satu ini juga bisa terjadi pada tiap orang pihak pemuda, pihak pemudi, baik yang sudah kerja atau yang belum, baik sudah lulus atau belum. Pertama kali, perlu diselidiki belum mantapnya itu karena apa, karena tak sedikit yang beralasan belum mantap, ketika ditelusuri larinya juga menuju ketiga masalah 'belum' di atas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ada juga yang belum mantap karena memang merasa persiapan dirinya kurang baik ilmu tentang pernikahan, keluarga, dan pernik-pernik di sekitarnya. Orang seperti ini malah tidak memusingkan masalah ketiga 'belum' di atas, karena memang dia merasa belum siap dan belum mampu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Solusinya tidak lain adalah mementapkan dan mempersiapkan diri. Hal ini bisa ditempuh lewat menuntut ilmu tentang pernikahan, dan keluarga, baik dengan menghadiri pengajian, yang membahas masalah tersebut atau dengan membaca buku-buku mengenainya. Penting pula untuk menimba pengalaman kepada orang yang sudah menikah, karena kadang-kadang buku-buku dan ceramah ilmiah dan formal tidak membahas masalah praktis yang detail yang diperlukan agar siap menikah.&lt;br /&gt;edit delete0 comments share&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Akhlak Kepada Orang Tua dan Kerabat Jul 3, '07 3:42 PM&lt;br /&gt;for everyone &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhlak Kepada Orang Tua dan Kerabat &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Qur'an secara tegas mewajibkan manusia untuk berbakti kepada kedua &lt;br /&gt;orang tuanya (Q/17:23). Berbakti kepada kedua orang tua (birrul &lt;br /&gt;walidain) merupakan alkhoir, yakni nilai kebaikan yang secara &lt;br /&gt;universal diwajibkan oleh Tuhan. Artinya nilai kebaikan berbakti &lt;br /&gt;kepada orang tua itu berlaku sepanjang zaman dan pada seluruh lapisan &lt;br /&gt;masyarakat. Akan tetapi bagaimana caranya berbakti sudah termasuk &lt;br /&gt;kategori al ma'ruf, yakni nilai kebaikan yang secara sosial diakui &lt;br /&gt;oleh masyarakat pada suatu zaman dan suatu lingkungan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini al Qur 'anpun memberi batasan, misalnya seperti yang &lt;br /&gt;disebutkan dalam surat al Isra, bahwa seorang anak tidak boleh &lt;br /&gt;berkata kasar apalagi menghardik kepada kedua orang tuanya(Q/17:23). &lt;br /&gt;Seorang anak juga harus menunjukkan sikap berterima kasihnya kepada &lt;br /&gt;kedua orang tua yang menjadi sebab kehadirannya di muka bumi. Di mata &lt;br /&gt;Tuhan sikap terima kasih anak kepada orang tuanya dipandang sangat &lt;br /&gt;penting, sampai perintah itu disampaikan senafas dengan perintah &lt;br /&gt;bersyukur kepadaNya (anisykur li wa liwa lidaika (Q/31:14)). Meski &lt;br /&gt;demikian, kepatuhan seorang anak kepada orang tua dibatasi dengan &lt;br /&gt;kepatuhannya kepada Tuhan. Jika orang tua menyuruh anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;melakukan hal-hal yang bertentangan dengan perintah Tuhan, maka sang &lt;br /&gt;anak dilarang mematuhi perintah orang tua tersebut, seraya tetap &lt;br /&gt;harus menghormatinya secara patut (ma'ruf) sebagai orang tua (Q/ &lt;br /&gt;31:15). Seorang anak, oleh Nabi juga dilarang berperkara secara &lt;br /&gt;terbuka dengan orang tuanya di forum pengadilan, karena hubungan &lt;br /&gt;anak --orang tua bukan semata-mata hubungan hukum yang mengandung &lt;br /&gt;dimensi kontrak sosial melainkan hubungan darah yang bernilai sakral.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu orang tua harus adil dalam memberikan kasih sayangnya &lt;br /&gt;kepada anak-anaknya. Diantara kewajiban orang tua kepada anak-anaknya &lt;br /&gt;adalah; memberi nama yang baik, menafkahi, mendidik mereka dengan &lt;br /&gt;agama (akhlak kehidupan) dan menikahkan jika sudah tiba waktunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun jika orang tua sudah meninggal, maka kewajiban anak kepada &lt;br /&gt;orang tua adalah (a) melaksanakan wasiatnya, (b) menjaga nama &lt;br /&gt;baiknya, (c) meneruskan cita-citanya, (d) meneruskan silaturahmi &lt;br /&gt;dengan handai tolannya, (e) memohonkan ampun kepada Tuhan.&lt;br /&gt;Dalam hubungan dengan kerabat, secara umum semangat hubungan baiknya &lt;br /&gt;sejalan dengan semangat keharusan berbakti kepada orang tua. Paman, &lt;br /&gt;bibi, mertua dan seterusnya harus dideretkan dalam deretan orang tua, &lt;br /&gt;saudara misan yang muda dan seterusnya dideretkan pada saudara muda &lt;br /&gt;atau adik, yang tua dideretkan kepada kakak. Secara spesifik kerabat &lt;br /&gt;harus didahulukan dibanding yang lain, misalnya jika seseorang &lt;br /&gt;mengeluarkan zakat, kemudian diantara kerabatnya ada orang miskin &lt;br /&gt;yang layak menerima zakat itu, maka ia harus didahulukan dibanding &lt;br /&gt;orang miskin yang bukan kerabat. Semangat etik hubungan kekerabatan &lt;br /&gt;diungkapkan oleh Rasulullah dengan kalimat menghormati kepada yang &lt;br /&gt;lebih tua dan menyayangi kepada yang lebih muda. (laisa minna man lam &lt;br /&gt;yuwagir kabirana wa lam yarham soghirana).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;edit delete0 comments share&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ciri2 Pemimpin yang Berkualitas Jul 3, '07 2:39 PM&lt;br /&gt;for everyone &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri2 Pemimpin yang Berkualitas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama beberapa bulan saya telah mengadakan interview dengan beberapa&lt;br /&gt;klien&lt;br /&gt;untuk mendefinisikan kualitas-kualitas terbaik dari pemimpin-pemimpin&lt;br /&gt;yang&lt;br /&gt;paling efektif. Berikut ini adalah lima kualitas yang paling sering&lt;br /&gt;disebut-sebut sebagai kualitas paling penting yang dimiliki oleh para&lt;br /&gt;pemimpin tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pemimpin mendengarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pemimpin besar tahu pasti bahwa mereka tidak memiliki semua&lt;br /&gt;jawaban.&lt;br /&gt;Karenanya mereka tidak merasa canggung untuk bertanya dan meminta&lt;br /&gt;pendapat&lt;br /&gt;maupun wawasan dari orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Pemimpin menunjukkan arah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pemimpin menunjukkan arah dengan mengembangkan dan memberikan&lt;br /&gt;dukungan&lt;br /&gt;visi, misi, dan tujuan bagi diri mereka sendiri dan organisasi mereka.&lt;br /&gt;Mereka tahu bagaimana memberikan dorongan dan dukungan. Mereka pun&lt;br /&gt;selalu&lt;br /&gt;berusaha menemukan cara-cara yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Pemimpin menciptakan lingkungan yang penuh motivasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pemimpin menciptakan suasana motivasi yang menyala-nyala dalam&lt;br /&gt;menghadapi perubahan. Para pemimpin itu menunjukkan penghargaan dan&lt;br /&gt;keberanian (daripada mencemooh atau menyalahkan orang lain) pada mereka&lt;br /&gt;yang&lt;br /&gt;bersedia mencoba hal-hal baru meski mungkin saja mereka gagal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Pemimpin tidak menyalahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daripada menyalahkan, mereka senantiasa belajar. Pemimpin sejati&lt;br /&gt;berusaha&lt;br /&gt;menciptakan lingkungan kerja yang menunjang suasana pembelajaran yang&lt;br /&gt;tiada&lt;br /&gt;henti serta pembaharuan diri. Mereka dengan bebas membagikan keahlian&lt;br /&gt;dan&lt;br /&gt;juga kegagalan-kegagalan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Pemimpin memimpin dengan teladan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemimpin menjadi teladan dan mempertahankan nilai-nilai yang tak&lt;br /&gt;berubah.&lt;br /&gt;Para pemimpin besar memiliki standar profesional dan personal yang&lt;br /&gt;tinggi.&lt;br /&gt;Mereka juga menghargai kekayaan yang ada pada keragaman dan perbedaan&lt;br /&gt;para&lt;br /&gt;karyawannya. Mereka realitis. Mereka bukan orang yang berkata, "Lakukan&lt;br /&gt;sebagaimana kataku, bukan sebagaimana tingkahku." Pemimpin besar menjaga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;komitmen mereka. Pemimpin membagikan kekuasaan mereka dalam membuat&lt;br /&gt;keputusan dengan orang lain di seluruh organisasi. Mereka paham benar&lt;br /&gt;dengan&lt;br /&gt;perbedaan antara "kekuatan" dan "kekuasaan". Kekuatan adalah kemampuan&lt;br /&gt;seseorang untuk melakukan tindakan secara efektif. Sedangkan kekuasaan&lt;br /&gt;adalah kemampuan seseorang untuk mengendalikan. Apakah anda lebih suka&lt;br /&gt;terinspirasikan atau terkendalikan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah para pemimpin anda menunjukkan kualitas-kualitas tersebut di&lt;br /&gt;atas?&lt;br /&gt;Jika tidak, bagian manakah yang terlewati dan apa yang harus anda&lt;br /&gt;lakukan?&lt;br /&gt;edit delete0 comments share&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Hakikat manusia hadir didunia ini Jul 3, '07 12:56 PM&lt;br /&gt;for everyone &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hakikat manusia hadir didunia ini&lt;br /&gt;Untuk menyembah untu menghamba&lt;br /&gt;Kepada engkau yang tuhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surga dan neraka yang kau ciptakan&lt;br /&gt;Menjadi batas pemisah &lt;br /&gt;Antara hambamu yang bertaqwa&lt;br /&gt;Dengan hamba yang tenggelam dalam dosa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadikanlah kami penghuni surga&lt;br /&gt;Ijinkan kamu bernaung didalam sana&lt;br /&gt;Janganlah kau tenggalamkan kami dalam nerakamu&lt;br /&gt;Kabulkan doa hambamu ini tuhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Depok 28 May 2007; 22:00pb&lt;br /&gt;Erwin Arianto&lt;br /&gt;edit delete0 comments share&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Biarkanlah Jiwa Kebaikan Bersemanyam dalam Diri Kita ... Jul 3, '07 12:55 PM&lt;br /&gt;for everyone &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biarkanlah Jiwa Kebaikan Bersemanyam dalam Diri Kita ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak perlulah kita gundah untuk semua kebaikan yang kita lakukan meski&lt;br /&gt;sekuat tenaga kebaikan yang coba kita torehkan untuk orang lain&lt;br /&gt;tetapi orang lain tetap tak bergeming, curiga, bahkan menyudutkan dengan&lt;br /&gt;tuduhan bahwa seolah mereka mencium aroma kebusukan di balik&lt;br /&gt;semua tindakan yang kita lakukan. Risau dan gundah, buanglah jauh-jauh&lt;br /&gt;perasaan demikian. Bisa jadi mungkin orang tidak memahami&lt;br /&gt;dengan pasti kebaikan yang kita berikan, atau kemampuan atau sumber daya&lt;br /&gt;menerima untuk menerima kebaikan kita terbatas, atau bisa jadi&lt;br /&gt;memang itu memang sebuah ujian untuk kita hadapi dalam menaiki anak&lt;br /&gt;tangga ketulusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janganlah banjirnya pujian membuat kita begitu terlena, atau sebaliknya&lt;br /&gt;janganlah pula kita berlama-lama dengan kecewaan yang mendera akibat&lt;br /&gt;penerimaan orang lain tidak seperti yang kita harapkan. Karena memang&lt;br /&gt;kita tak pernah mengukur sebuah ketulusan dan pamrih. Dan tentunya&lt;br /&gt;mendengar pujian adalah sebentuk pamrih juga yang semestinya tak&lt;br /&gt;diperlukan dalam sebuah ketulusan. Jelas bukan, putuskan ikatan&lt;br /&gt;kekecewaan&lt;br /&gt;dari hati kita oleh cibiran dan hinaan orang lain yang terus mengganggu&lt;br /&gt;niat baik yang keluar dari lubuk hati yang tulus. Biarkan hati kita&lt;br /&gt;mengalir butiran&lt;br /&gt;air kebaikan dalam keluasan samudera hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbuat baiklah terus seakan-akan kita tak menyadari sedang melakukan&lt;br /&gt;kebaikan. Semestinya memang kita tak perlu merasa baik, karena di saat&lt;br /&gt;kita&lt;br /&gt;merasakannya, kebaikan itu mengambil jarak dari kita. Ia menjadi sesuatu&lt;br /&gt;yang lain dari diri kita. Semestinya kebaikan menyatu dalam diri kita.&lt;br /&gt;Di saat mengasah sebuah pisau, takkan kita dapati ia menjadi tajam, &lt;br /&gt;hingga kita berhenti untuk merasakan ketajamannya. Di saat kita&lt;br /&gt;melakukan kebaikan,&lt;br /&gt;kita tak perlu berusaha untuk menyadarinya. Biarkan kebaikan mengalir&lt;br /&gt;begitu saja, karena hanya bila kita berhenti sajalah kita baru bisa&lt;br /&gt;merasakannya.&lt;br /&gt;Dan di saat berhenti, kebaikan itu bukan lagi milik kita. Di saat kita&lt;br /&gt;berusaha merasakannya, kebaikan itu sudah menjadi milik pisau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biarkan orang lain memperlakukan kita sikap atau cara apapun yang&lt;br /&gt;mungkin dapat saja begitu menyakitkan hati, biarkan kebaikan kita&lt;br /&gt;dihempaskan&lt;br /&gt;sedemikian rupa, karena memang mutiara tetaplah mutiara meski terletak&lt;br /&gt;di dasar lumpur pekat sekalipun. So, tak ada alasan kita menjadikan hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nelangsa dan gundah gulana. Yang pasti dunia kita tidak akan segera&lt;br /&gt;berakhir hanya karena orang lain tak menyukai keberadaan dan segala&lt;br /&gt;kebaikan&lt;br /&gt;yang kita lakukan, bukan!&lt;br /&gt;edit delete0 comments share&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Bagaimana Berkomunikasi dengan Pasangan Jul 3, '07 12:47 PM&lt;br /&gt;for everyone &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana Berkomunikasi dengan Pasangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak faktor yang menjadikan sebuah keluarga dapat mencapai&lt;br /&gt;bahagia, harmonis dan langgeng. Di antaranya adalah landasan agama yang&lt;br /&gt;kokoh, kesamaan latar belakang, kesetaraan, kepercayaan, saling&lt;br /&gt;pengertian, cinta dan komunikasi yang berjalan baik. Dari sekian faktor&lt;br /&gt;ini, komunikasi menjadi faktor yang kurang diperhatikan oleh pasangan&lt;br /&gt;suami istri. Merasa sudah satu agama, setara, sama, cocok dan percaya&lt;br /&gt;seolah-olah semua urusan rumah tangga akan beres. Padahal, banyak&lt;br /&gt;pasangan gagal meneruskan bahtera ruamah tangga mereka karena kurang&lt;br /&gt;peduli dengan urusan komunikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya komunikasi menghiasi semua kehidupan manusia. Komunikasi&lt;br /&gt;adalah kebutuhan. Dalam kehidupan keluarga, komunikasi dapat menjadikan&lt;br /&gt;hubungan pasangan suami isteri bertambah harmonis. Inilah komunikasi&lt;br /&gt;yang dijadikan sebagai seni untuk mempengaruhi orang lain, termasuk seni&lt;br /&gt;untuk membahagiakan pasangan. Komunikasi yang tidak diolah dengan baik&lt;br /&gt;bahkan dapat memunculkan kesalahpahaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komunikasi Kunci Keharmonisan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu kunci keharmonisan rumah tangga Islam adalah komunikasi dan&lt;br /&gt;dialog yang intensif dan sehat antara suami istri. Pada saat ini tidak&lt;br /&gt;jarang terjadi adanya sumbatan komunikasi diantara pasangan suami&lt;br /&gt;istri. Ada banyak faktor yang menyebabkan terjadinya hal itu, misalnya&lt;br /&gt;kesibukan kerja, terlampau letih dan lain-lain. Bahkan karena begitu&lt;br /&gt;sibuk dan letihnya, ada pasangan bertatap mukapun tidak sempat. Sebagai&lt;br /&gt;akibatnya, tentu saja mereka tidak memiliki kesempatan untuk melakukan&lt;br /&gt;komunikasi satu dengan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komunikasi yang hambar biasanya mengakibatkan hubungan kemesraan menjadi&lt;br /&gt;berkurang. Bahkan tidak jarang menimbulkan ketegangan dan terjadilah&lt;br /&gt;perselisihan, Kalau sudah begini suami istri akan mengalami penderitaan.&lt;br /&gt;Sangat disayangkan apabila hubungan yang hambar ini terjadi pada&lt;br /&gt;keluarga muslim yang dibangun dalam rangka beribadah kepada Allah.&lt;br /&gt;Diperlukan pengertian yang mendalam dari kedua pasangan agara komunikasi&lt;br /&gt;dapat&lt;br /&gt;berjalan secara kontinyu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pandangan Islam rumah tangga yang harmonis memberi dampak yang&lt;br /&gt;sangat banyak antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Membahagiakan pasangan suami istri, karena keduanya akan semakin&lt;br /&gt;menyadari fungsi dan peranan rumah tangga dalam ibadah kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Memungkinkan kedua suami isteri mendidik anak secara lebih&lt;br /&gt;konsentrasi. Sebab kerukunan kedua orang tua merupakan modal utama bagi&lt;br /&gt;pembentukan generasi muslim yang kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Melahirkan produktiftas keluarga yang sangat menguntungkan. Usaha&lt;br /&gt;keluarga yang sukses biasanya tumbuh dari rumah tangga yang harmonis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Merupakan syarat utama dalam membentuk keluarga yang berorientasi&lt;br /&gt;kepada taqorub ilallah (upaya pendekatan kepada Allah SWT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Menjadi pendorong pasangan suami istri untuk meningkatkan peranannya&lt;br /&gt;di tengah-tengah masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknik Memahami Komunikasi Pasangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kenalilah lebih dahulu pasangan hidup kita. Hal ini sangat penting,&lt;br /&gt;agar tumbuh suatu ikatan hati yang sinergis. Apa yang anda inginkan&lt;br /&gt;dari pasangan Anda? Bagaimana perasaan anda terhadap anda. Apa yang&lt;br /&gt;diinginkan pasangan anda terhadap anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Sampaikan segala sesuatunya secara terbuka, jangan ada lagi yang&lt;br /&gt;disembunyikan. Karena suami istreri dalam pandangan Allah adalah&lt;br /&gt;sepasang manusia yang diberi amanah kehidupan dan kelak akan diminta&lt;br /&gt;pertanggungjawaban di akhirat kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Berusaha untuk tidak mengeluarkan kata-kata yang menyinggung apalagi&lt;br /&gt;menyakiti pasangan. Menyakiti pasangan sama dengan anda menyakiti diri&lt;br /&gt;sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Berkomunikasi lebih banyak dikendalikan oleh suasana emosi. Oleh&lt;br /&gt;karena itu perhatikan baik-baik bagaimana emosi anda dan pasangan ketika&lt;br /&gt;hendak berkomunikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tips Berkomunikasi Efektif dengan Pasangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh pasangan suami istri&lt;br /&gt;ketika berkomunikasi agar komunikasi dapat berjalan efektif :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Pada saat ada gagasan yang ingin disampaikan sadarilah pada saat itu&lt;br /&gt;kita adalah subyek atau sumber dan pasangan kita adalah obyek atau&lt;br /&gt;penerima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Sebagai sumber (subyek), apakah pesan/gagasan yang akan disampaikan&lt;br /&gt;dapat dimengerti oleh pasangan kita. Jangan-jangan apa yang kita maksud&lt;br /&gt;tidak dapat diterima dengan baik. Inilah pentingnya mengurai secara&lt;br /&gt;baik dengan seni berbahasa, berempati, dan mengerti keadaan pasangan.&lt;br /&gt;Seni ini juga mencakup mengatur intonasi suara, mungkin juga sambil&lt;br /&gt;menatap lekat-lekat wajah pasangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Seringkali apa yang sudah disampaikan, sekalipun telah dimengerti,&lt;br /&gt;tidak diterima pasangan kita dengan lapang hati, karena disampaikan&lt;br /&gt;sambil lalu atau dengan membelakangi pasangan. Akhirnya komunikasi&lt;br /&gt;menjadi gagal hanya karena pasangan merasa tidak dihargai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Perhatikan reaksi pasangan kita. Reaksi pasangan merupakan indikasi&lt;br /&gt;apakah kita telah berhasil menyampaikan pesan dengan baik. Raut wajah&lt;br /&gt;yang sedih atau bibir yang tersenyum simpul adalah sebuah reaksi meski&lt;br /&gt;tidak ada kata-kata yang keluar dari lisan pasangan. Banyak pasangan&lt;br /&gt;tidak memahami dengan baik tentang reaksi ini. Misalnya ketika suami&lt;br /&gt;mengajak bicara isterinya, ternyata sang istri diam saja. Karena diam&lt;br /&gt;saja&lt;br /&gt;suami beranggapan isterinya setuju, padahal mungkin saja si isteri tidak&lt;br /&gt;setuju dan sedang berfikir kalimat apa yang pantas disampaikan kepada&lt;br /&gt;suaminya.(EA)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7518131709454420173-8068893850250043473?l=coretanpena-erwin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/feeds/8068893850250043473/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7518131709454420173&amp;postID=8068893850250043473' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/8068893850250043473'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/8068893850250043473'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/2008/06/aku-takut-menikah-karena-belum.html' title='Aku Takut Menikah Karena Belum....'/><author><name>Erwin Arianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08051634271432353853</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_YQYm-M7Kc0s/SGBBlgV5QYI/AAAAAAAAAYw/8_4JX0-a4ms/S220/me%2526mywife1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7518131709454420173.post-1763878083050326180</id><published>2008-06-24T10:35:00.000+07:00</published><updated>2008-06-24T10:36:29.398+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tentang Cinta'/><title type='text'>Sewaktu Pacaran</title><content type='html'>Sewaktu pacaran segala kekurangan pasangan tidak menjadi soal, Andamalah tertarik dengan kekurangannya dan dapat memakluminya. Tetapisetelah bertahun-tahun hidup bersama kekurangan tersebut membuat Andakesal, marah terhadapnya. Setiap orang adalah unik, bahkan keunikan inilah yang memperkaya kehidupan perkawinan Anda.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Pernahkah Anda memberikan pujian pada pasangan akan keunikannya yangtidak ada padamu ? Mungkin sebagian besar wanita akan enggan memberi-kan pujian pada suaminya karena mereka beranggapan nanti dia besar kepala atau saya dianggap murahan atau segudang alasan lainnya.Demikian pula suami, mungkin mereka beranggapan tidak perlu memujiistrinya lagi karena sudah suami-istri, malu kalau didengar anak-anak, nanti diberi tanggapan sinis dari istrinya ("Pasti ada maunya"). Alasan-alasan tersebut sering dijumpai dalam hubungans ebagian besar pria-wanita.&lt;br /&gt;Coba Anda beri pujian pada pasangan tanpa memikirkan lagi tanggapannegatif yang mungkin dia berikan. Anda bisa bayangkan apa yang ter- jadi padanya ? Pujian itu seperti semprotan adrenalin yang mem-berikan semangat padanya, dan timbul perasaan senang dan puas akandirinya. Misalnya Anda memuji masakan istri Anda enak (meskipun Andatahu makanan tersebut agak asin) tetapi tanggapan dia akan luar biasa dan dia akan memasak yang lebih enak lagi di lain waktu. Tentu halini menyenangkan pula bagi Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya kritik akan melubangi perasaan dan menyebabkan tenagakeluar percuma antara lain sakit hati, marah dan perasaan negatif lainnya. Kritik membuat kita merasa sudah mengecewakan seseorang.Berbeda dengan pujian yang membantu memenuhi dua kebutuhan dasarmanusia yaitu merasa dirinya berarti, diperlukan, penting; dan ke-butuhan merasa aman dalam suatu hubungan, saling memiliki dan selalu siap satu sama lain. Anda dapat memberikan pujian kapan saja. Jangantakut suami/ istri menjadi bosan kalau dipuji terus. Dari riset di-ketahui bahwa semua orang begitu ingin dipuji oleh orang lain entahkarena prestasi, penampilan atau hal lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin ada yang bingung apa ya yang harus saya puji dari diripasangan saya? Semuanya biasa saja, nggak ada yang istimewa darinya.Cobalah Anda teliti lagi. Bisa saja perbedaan kepribadian merupakansalah satu keunikan yang bila dipuji akan memberikan pancaran kekuatan baru baginya. Misalnya Anda termasuk orang yang teliti,teratur dan tertutup. Berbeda dengan pasanganmu yang periang,terbuka. Dia begitu senang membicarakan hal-hal pribadi pada oranglain bahkan pada orang yang belum dikenal. Sedangkan Anda, pada orang yang telah akrab baru bisa mengutarakan hal-hal yang bersifatpribadi. Dia suka mencetuskan ide dan mengharapkan ada orang lainyang bisa membantu memikirkannya pula. Anda menganggap suami hendakbenar-benar melakukan hal tersebut, dan bila Anda tidak menyenangi ide tersebut, Anda dengan keras menentangnya. Maka terjadilahperselisihan karena istri tidak mengerti cara berpikir suami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan istri yang perlu mempertimbangkan berjam-jam bahkanberhari-hari dalam mempertimbangkan sesuatu sebelum melaksanakannya. Dan ini membuat kesal suaminya. Tetapi dengan pemahaman perbedaankepribadian tersebut mereka dapat saling mengisi. Suami dengan idenyayang spontan tanpa memikirkan apakah dapat terlaksana atau tidak,dibantu oleh istri dalam merealisasikan. Istri memuji pasangannya atas ide-idenya yang brilian dan sebaliknya suami memuji istrinyaatas sikap hati-hatinya dalam merealisasikan idenya tersebut.&lt;br /&gt;Perbedaan kepribadian yang dulunya menjadi penyebab pertengkaransekarang menjadikan mereka suatu tim yang kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa juga Anda berdua membicarakan masa lalu atau saat pacaran yangberkesan. Misal dulu sewaktu pacaran, dia rela antri 1 jam hanyauntuk membeli tiket bioskop yang Anda minta. Berikan pujian atastindakannya saat itu.Kekurangan pasangan merupakan kelebihan Anda. Sebagai suami-istriseharusnyalah saling mengisi. Bukan menjadikan kekurangan sebagaisenjata untuk menyerangnya tetapi sebagai kekuatan untuk membinacinta diantara Anda berdua. Temukan sisi-sisi menarik dari pasanganmu dan berilah pujian baginya sehingga ia juga memiliki tenaga untukmemupuki tanaman cinta Anda berdua agar senantiasa berkembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: http://erwinarianto.multiply.com/journal?&amp;page_start=560&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7518131709454420173-1763878083050326180?l=coretanpena-erwin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/feeds/1763878083050326180/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7518131709454420173&amp;postID=1763878083050326180' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/1763878083050326180'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/1763878083050326180'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/2008/06/sewaktu-pacaran.html' title='Sewaktu Pacaran'/><author><name>Erwin Arianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08051634271432353853</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_YQYm-M7Kc0s/SGBBlgV5QYI/AAAAAAAAAYw/8_4JX0-a4ms/S220/me%2526mywife1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7518131709454420173.post-967719139075697101</id><published>2008-06-24T10:28:00.000+07:00</published><updated>2008-06-24T10:29:06.473+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tentang Cinta'/><title type='text'>Semua Tentang Cinta</title><content type='html'>Tentang Cinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk yang ingin mengetahui tentang cinta untuk yang  sedang terlibat dalam suatu hubungan percintaan dengan kekasih, pasangan, Istri, orang Tua, sahabat atau lainya, semoga tulisan ini dapat memberi suatu gambaran atau pencerahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'When two people love each other, nothing is more imperative and delightful than giving' ~ Guy de Maupassant ~&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MISKONSEPSI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta berpijak pada perasaan sekaligus akal sehat. Miskonsepsi pertama yang ditentang Bowman adalah manusia jatuh cinta dengan menggunakan perasaan belaka. Betul, kita jatuh cinta dengan hati. Tapi agar tidak menimbulkan kekacauan di kemudian hari, kita diharapkan untuk juga menggunakan akal sehat. Bohong besar kalau kita bisa jatuh cinta dengan begitu saja tanpa bisa mengelak. Yang sesungguhnya terjadi, proses jatuh cinta dipengaruhi tradisi, kebiasaan, standar, gagasan, dan deal kelompok dari mana kita berasal. Bohong besar pula kalau kita merasa boleh berbuat apa saja saat jatuh cinta, dan tidak bisa dimintai pertanggungan-jawab bila perbuatan-perbuatan impulsif itu berakibat buruk suatu ketika nanti. Kehilangan perspektif bukanlah pertanda kita jatuh cinta, melainkan sinyal kebodohan. Cinta membutuhkan proses, Bowman juga menolak anggapan cinta bisa berasal dari pandangan pertama. "Cinta itu tumbuh dan berkembang dan merupakan emosi yang kompleks," katanya.(EA)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Untuk tumbuh dan berkembang, cinta membutuhkan waktu. Jadi memang tidak mungkin kita mencintai seseorang yang tidak ketahuan asal-usulnya dengan begitu saja. Cinta tidak pernah menyerang tiba-tiba, tidak juga jatuh dari langit. Cinta datang hanya ketika dua individu telah berhasil melakukan orientasi ulang terhadap hidup dan memutuskan untuk memilih orang lain sebagai titik fokus baru. Yang mungkin terjadi dalam fenomena "cinta pada pandangan pertama" adalah pasangan terserang\n perasaan saling tertarik yang sangat kuat-bahkan sampai tergila-gila. Kemudian perasaan kompulsif itu berkembang jadi cinta tanpa menempuh masa jeda. Dalam kasus "cinta pada pandangan pertama", banyak orang tidak benar-benar mencintai pasangannya, melainkan jatuh cinta pada konsep cinta itu sendiri. Sebaliknya dengan orang yang benar-benar mencinta, mereka mencintai pasangan sebagai personalitas yang utuh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta tidak menguasai dan mengalah,&lt;br /&gt; tapi berbagi bukan cinta namanya bila kita berkehendak mengontrol pasangan. Juga bukan cinta bila kita bersedia mengalah demi kepuasan kekasih. Orang yang mencinta tidak menganggap kekasih sebagai atasan atau bawahan, tapi sebagai pasangan untuk berbagi, juga untuk mengidentifikasi diri. Bila kita berkeinginan menguasai kekasih (membatasi pergaulannya, melarangnya\n beraktivitas positif, mengatur seleranya berbusana) atau melulu mengalah (tidak protes bila kekasih berbuat buruk, tidak keberatan dinomorsekiankan), berarti kita belum siap memberi dan menerima cinta.Individu yang mencinta berbuat sebaik-baiknya demi kepentingan sendiri sekaligus demi (kebanggaan) pasangan. Dia berani berambisi, bermimpi konstruktif, dan merencanakan masa depan. Sebaliknya dengan yang jatuh cinta impulsif. Bukannya berpikir dan bertindak konstruktif, dia kehilangan ambisi, nafsu makan, dan minat terhadap masalah sehari-hari. Yang dipikirkan hanya kesengsaraan pribadi. Impiannya pun tak mungkin tercapai. Bahkan impian itu bisa menjadi subsitusi kenyataan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CINTA BUTUH WAKTU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk tumbuh dan berkembang, cinta membutuhkan waktu. Jadi memang tidak mungkin kita mencintai seseorang yang tidak ketahuan asal-usulnya dengan begitu saja. Cinta tidak pernah menyerang tiba-tiba, tidak juga jatuh dari langit. Cinta datang hanya ketika dua individu telah berhasil melakukan orientasi ulang terhadap hidup dan memutuskan untuk memilih orang lain sebagai titik fokus baru. Yang mungkin terjadi dalam fenomena "cinta pada pandangan pertama" adalah pasangan terserang perasaan saling tertarik yang sangat kuat-bahkan sampai tergila-gila.&lt;br /&gt;Kemudian perasaan kompulsif itu berkembang jadi cinta tanpa menempuh masa jeda. Dalam kasus "cinta pada pandangan pertama", banyak orang tidak benar-benar mencintai pasangannya, melainkan jatuh cinta pada konsep cinta itu sendiri. Sebaliknya dengan orang yang benar-benar mencinta, mereka mencintai pasangan sebagai personalitas yang utuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CINTA BERBAGI, TIDAK MENGONTROL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta tidak menguasai dan mengalah, tapi berbagi bukan cinta namanya bila kita berkehendak mengontrol pasangan. Juga bukan cinta bila kita bersedia mengalah demi kepuasan kekasih. Orang yang mencinta tidak menganggap kekasih sebagai atasan atau bawahan, tapi sebagai pasangan untuk berbagi, juga untuk mengidentifikasi diri. Bila kita berkeinginan menguasai kekasih (membatasi pergaulannya, melarangnya beraktivitas positif, mengatur seleranya berbusana) atau melulu mengalah (tidak protes bila kekasih berbuat buruk, tidak keberatan dinomorsekiankan), berarti kita belum siap memberi dan menerima cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BUATLAH CINTA ITU KONSTRUKTIF&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Individu yang mencinta berbuat sebaik-baiknya demi kepentingan sendiri sekaligus demi (kebanggaan) pasangan. Dia berani berambisi, bermimpi konstruktif, dan merencanakan masa depan. Sebaliknya dengan yang jatuh cinta impulsif. Bukannya berpikir dan bertindak konstruktif, dia kehilangan ambisi, nafsu makan, dan minat terhadap masalah sehari-hari. Yang dipikirkan hanya kesengsaraan pribadi. Impiannya pun tak mungkin tercapai. Bahkan impian itu bisa menjadi subsitusi kenyataan.&lt;br /&gt;CINTA TIDAK MELENYAPKAN SEMUA MASALAH&lt;br /&gt;Penganut faham romantik percaya cinta bisa mengatasi masalah. Seakan-akan cinta itu obat bagi segala penyakit (panacea). Kemiskinan dan banyak problem lain diyakini bisa diatasi dengan berbekal cinta belaka. Faktanya, cinta tidaklah seajaib itu. Cinta hanya bisa membuat sepasang kekasih berani menghadapi masalah. Permasalahan seberat apapun mungkin didekati dengan jernih agar bisa dicarikan jalan keluar. Orang yang tengah mabuk kepayang (berarti tidak benar-benar mencinta) cenderung membutakan mata saat tercegat masalah. Alih-alih bertindak dengan akal sehat, dia mengenyampingkan problem. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CINTA CENDERUNG KONSTAN&lt;br /&gt;Ya, cinta itu bergerak konstan. Maka kita patut curiga bila grafik perasaan kita pada kekasih turun naik sangat tajam. Kalau saat jauh kita merasa kekasih lebih hebat dibanding saat bersama, itu pertanda kita mengidealisasikannya, bukan melihatnya secara\n realistis. Lantas saat kembali bersama, kita memandang kekasih dengan lebih kritis dan hilanglah segala bayangan hebat itu. Sebaliknya berhati-hatilah bila kita merasa kekasih hebat saat kita berdekatan dengannya dan tidak lagi merasakan hal yang sama saat dia jauh. Hal sedemikian menandakan kita terkecoh oleh daya tarik fisik. Cinta terhitung sehat bila saat dekat dan jauh dari pasangan, kita menyukainya dalam kadar sebanding. Dalam hubungan cinta, daya tarik fisik penting. Tapi bahaya bila kita menyukai kekasih hanya sebatas fisik dan membencinya untuk banyak faktor lainnya. Saat jatuh cinta, kita menikmati dan memberi makna penting bagi setiap kontak fisik. Kontak fisik, ketahuilah, hanya terasa menyenangkan bila kita dan pasangan saling menyukai personalitas masing-masing. Maka bukan cinta namanya, melainkan nafsu,\n bila kita menganggap kontak fisik hanya memberi sensasi menyenangkan tanpa makna apa-apa. Dalam cinta, afeksi terwujud belakangan saat hubungan kian dalam. Sedang nafsu menuntut pemuasan fisik sedari permulaan. ",1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CINTA TIDAK MELENYAPKAN SEMUA MASALAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penganut faham romantik percaya cinta bisa mengatasi masalah. Seakan-akan cinta itu obat bagi segala penyakit (panacea). Kemiskinan dan banyak problem lain diyakini bisa diatasi dengan berbekal cinta belaka. Faktanya, cinta tidaklah seajaib itu. Cinta hanya bisa membuat sepasang kekasih berani menghadapi masalah. Permasalahan seberat apapun mungkin didekati dengan jernih agar bisa dicarikan jalan keluar. Orang yang tengah mabuk kepayang (berarti tidak benar-benar mencinta) cenderung membutakan mata saat tercegat masalah. Alih-alih bertindak dengan akal sehat, dia mengenyampingkan problem.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CINTA CENDERUNG KONSTAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, cinta itu bergerak konstan. Maka kita patut curiga bila grafik perasaan kita pada kekasih turun naik sangat tajam. Kalau saat jauh kita merasa kekasih lebih hebat dibanding saat bersama, itu pertanda kita mengidealisasikannya, bukan melihatnya secara realistis. Lantas saat kembali bersama, kita memandang kekasih dengan lebih kritis dan hilanglah segala bayangan hebat itu. Sebaliknya berhati-hatilah bila kita merasa kekasih hebat saat kita berdekatan dengannya dan tidak lagi merasakan hal yang sama saat dia jauh. Hal sedemikian menandakan kita terkecoh oleh daya tarik fisik. Cinta terhitung sehat bila saat dekat dan jauh dari pasangan, kita menyukainya dalam kadar sebanding.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CINTA TIDAK BERTUMPU PADA DAYA TARIK FISIK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hubungan cinta, daya tarik fisik penting. Tapi bahaya bila kita menyukai kekasih hanya sebatas fisik dan membencinya untuk banyak faktor lainnya. Saat jatuh cinta, kita menikmati dan memberi makna penting bagi setiap kontak fisik. Kontak fisik, ketahuilah, hanya terasa menyenangkan bila kita dan pasangan saling menyukai personalitas masing-masing. Maka bukan cinta namanya, melainkan nafsu, bila kita menganggap kontak fisik hanya memberi sensasi menyenangkan tanpa makna apa-apa. Dalam cinta, afeksi terwujud belakangan saat hubungan kian dalam. Sedang nafsu menuntut pemuasan fisik sedari permulaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta itu buta? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak sama sekali. Orang yang mencinta melihat dan menyadari sisi buruk kekasih. Karena besarnya cinta, dia berusaha menerima dan mentolerir. Tentu ada keinginan agar sisi buruk itu membaik. Namun keinginan itu haruslah didasari perhatian dan maksud baik. Tidak boleh ada kritik kasar, penolakan, kegeraman, atau rasa jijik. Nafsulah yang buta. Meski pasangan sangat buruk, orang yang menjalin hubungan dengan penuh nafsu menerima tanpa keinginan memperbaiki. Juga meninggalkan pasangan saat keinginannya terpuaskan, hanya karena pasangan punya secuil keburukan yang sangat mungkin bisa diperbaiki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CINTA MEMPERHATIKAN KELANJUTAN HUBUNGAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang benar-benar mencinta memperhatikan perkembangan hubungan dengan kekasih. Dia menghindari segala hal yang mungkin merusak hubungan. Sebisa mungkin dia melakukan tindakan yang bisa memperkuat, mempertahankan, dan memajukan hubungan. Orang yang sedang tergila-gila mungkin saja berusaha keras menyenangkan kekasih. Namun usaha itu semata-mata dilakukan agar kekasih menerimanya, sehingga tercapailah kepuasan yang diincar. Orang yang mencinta menyenangkan pasangan untuk memperkuat hubungan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CINTA BERANI MENYATAKAN HAL YANG TIDAK DISUKAISelain berusaha menyenangkan kekasih, orang yang sungguh-sungguh mencinta memiliki perhatian, keprihatinan, pengertian, dan keberanian untuk melakukan hal yang tidak disukai\n kekasih demi kebaikan. Seperti seorang ibu yang berkata "tidak" saat anaknya minta es krim, padahal sedang flu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CINTA TIDAK BUTA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta itu buta? Tidak sama sekali. Orang yang mencinta melihat dan menyadari sisi buruk kekasih. Karena besarnya cinta, dia berusaha menerima dan mentolerir. Tentu ada keinginan agar sisi buruk itu membaik. Namun keinginan itu haruslah didasari perhatian dan maksud baik. Tidak boleh ada kritik kasar, penolakan, kegeraman, atau rasa jijik. Nafsulah yang buta. Meski pasangan sangat buruk, orang yang menjalin hubungan dengan penuh nafsu menerima tanpa keinginan memperbaiki. Juga meninggalkan pasangan saat keinginannya terpuaskan, hanya karena pasangan punya secuil keburukan yang sangat mungkin bisa diperbaiki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CINTA MEMPERHATIKAN KELANJUTAN HUBUNGAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang benar-benar mencinta memperhatikan perkembangan hubungan dengan kekasih. Dia menghindari segala hal yang mungkin merusak hubungan. Sebisa mungkin dia melakukan tindakan yang bisa memperkuat, mempertahankan, dan memajukan hubungan. Orang yang sedang tergila-gila mungkin saja berusaha keras menyenangkan kekasih. Namun usaha itu semata-mata dilakukan agar kekasih menerimanya, sehingga tercapailah kepuasan yang diincar. Orang yang mencinta menyenangkan pasangan untuk memperkuat hubungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CINTA BERANI MENYATAKAN HAL YANG TIDAK DISUKAI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain berusaha menyenangkan kekasih, orang yang sungguh-sungguh mencinta memiliki perhatian, keprihatinan, pengertian, dan keberanian untuk melakukan hal yang tidak disukai kekasih demi kebaikan. Seperti seorang ibu yang berkata "tidak" saat anaknya minta es krim, padahal sedang flu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi benerkah hubungan dengan orang yang anda kasihi adalah sebuah cinta atau hanya sebuah Nafsu Belaka?(EA)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber Asli: Internet(uknown)&lt;br /&gt;http://erwinarianto.multiply.com/journal/item/219/Tentang_Cinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7518131709454420173-967719139075697101?l=coretanpena-erwin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/feeds/967719139075697101/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7518131709454420173&amp;postID=967719139075697101' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/967719139075697101'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/967719139075697101'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/2008/06/semua-tentang-cinta.html' title='Semua Tentang Cinta'/><author><name>Erwin Arianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08051634271432353853</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_YQYm-M7Kc0s/SGBBlgV5QYI/AAAAAAAAAYw/8_4JX0-a4ms/S220/me%2526mywife1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7518131709454420173.post-4260260014439937793</id><published>2008-06-23T15:21:00.001+07:00</published><updated>2008-06-23T15:23:31.017+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='From Sahabat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi Kehidupan'/><title type='text'>Digerbang mana asa tertumpu</title><content type='html'>Aku  memiliki sebuah rasi &lt;br /&gt;sebuah gugusan indah di bintang galaxi&lt;br /&gt;Dimana ada mimpi memberi ku arah menaungi&lt;br /&gt;menjejak langkah kearah yang pasti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan sejejak angin berhembus mencoba mencari&lt;br /&gt;Tapi kucoba dalam memberi nuasa pada relgi&lt;br /&gt;dalam rasi ku perjelas semua mimpi&lt;br /&gt;membakar semangat dalam mimpi diri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersama terang dalam naungan rasi bintangku ini&lt;br /&gt;Ku berajalan tak menyerah menembus badai membatasi&lt;br /&gt;Rasi ku memberi suatu warna dalam gelap seperti Pelangi&lt;br /&gt;Membawa membangkitkan seluruh motivasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bisa.. aku mampu dan itu pasti&lt;br /&gt;Karena aku adalah seorang yang memiliki&lt;br /&gt;Kemampuan dan kamuan untuk menggapai semua mimpi diri&lt;br /&gt;Bersama doa dan bimbing sang Ilahi robbi&lt;br /&gt;Dan semua mimpi pasti ku ubah menjadi reality...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Depok 23 Juni 2008&lt;br /&gt;Erwin Arianto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;On 6/23/08, c-yakuw &lt;flacheya@gmail.com&gt; wrote: &lt;br /&gt;Digerbang mana asa tertumpu&lt;br /&gt;diredup mana bintang kan bertepuk&lt;br /&gt;malampun masih gerah terbentang tanya&lt;br /&gt;siangpun masih dingin tanpa hasrat dalam ketukan nyata&lt;br /&gt;tolong... tiupkan semangatku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dimana... angin kan membawaku...&lt;br /&gt;dijanji mana aku kan berdiri&lt;br /&gt;masih terayunku dalam jelas mimpi&lt;br /&gt;terpurukku ditengah perjuangan ini&lt;br /&gt;tolong... tiupkan semangatku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sungguh sepi tanpa rasiku...&lt;br /&gt;sungguh senyap tanpa pijarnya&lt;br /&gt;meski hatiku untuk jiwa yang lain&lt;br /&gt;aku menunggu pijarnya tetap menuntunku&lt;br /&gt;bilakah dia masih menunggu dimenara kemenangan...?&lt;br /&gt;tolong... tiupkan semangatku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inspired by : Romance N Rasi Bintang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bumi Allah, 22 Juni 2008&lt;br /&gt;c-yakuw&lt;br /&gt;http://cheya.blogspot.com &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7518131709454420173-4260260014439937793?l=coretanpena-erwin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/feeds/4260260014439937793/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7518131709454420173&amp;postID=4260260014439937793' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/4260260014439937793'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/4260260014439937793'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/2008/06/digerbang-mana-asa-tertumpu.html' title='Digerbang mana asa tertumpu'/><author><name>Erwin Arianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08051634271432353853</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_YQYm-M7Kc0s/SGBBlgV5QYI/AAAAAAAAAYw/8_4JX0-a4ms/S220/me%2526mywife1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7518131709454420173.post-1481400472025494354</id><published>2008-06-19T16:27:00.001+07:00</published><updated>2008-06-19T16:27:52.232+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi Cinta'/><title type='text'>Kini kau hanya sebuah lukisan kalbu</title><content type='html'>Lambat terasa waktu berjalan melaju&lt;br /&gt;teringat semua cerita tentang kita&lt;br /&gt;kita yang telah lalu tentnag cinta&lt;br /&gt;Yang tak akan bernah kembali menyapaku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tak ada lagi cerita tentangmu&lt;br /&gt;tak ada lagi ceria wajahmu&lt;br /&gt;Tak ada lagi Cinta dari dirimu&lt;br /&gt;Yang selalu kurindu dalam setiap langkahku&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Ada cerita tentang kamu dan aku&lt;br /&gt;Saat kita bahagia bersama dirimu&lt;br /&gt;Saat kau menangis di peluku&lt;br /&gt;Sebuah tangis mengakhiri kisah yang haru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini kau hanya sebuah lukisan kalbu&lt;br /&gt;yang mengiringi dan menjadi saksi bisu&lt;br /&gt;Semua keindah cinta yang sembat membuat ambigu&lt;br /&gt;Walau kau dan aku adalah sebuah cinta satu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku membenci memaknai diri mu sebagai mantan&lt;br /&gt;karena kau tak akan pernah menjadi mantan&lt;br /&gt;karena aku masih selalu mencintai mu&lt;br /&gt;Dalam lubuk hatiku engkau masih kekasih hati selalu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7518131709454420173-1481400472025494354?l=coretanpena-erwin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/feeds/1481400472025494354/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7518131709454420173&amp;postID=1481400472025494354' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/1481400472025494354'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/1481400472025494354'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/2008/06/kini-kau-hanya-sebuah-lukisan-kalbu.html' title='Kini kau hanya sebuah lukisan kalbu'/><author><name>Erwin Arianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08051634271432353853</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_YQYm-M7Kc0s/SGBBlgV5QYI/AAAAAAAAAYw/8_4JX0-a4ms/S220/me%2526mywife1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7518131709454420173.post-8411760814767257839</id><published>2008-06-18T16:18:00.000+07:00</published><updated>2008-06-18T16:20:31.657+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi Cinta'/><title type='text'>Kepada kau yang tercinta</title><content type='html'>Kepada kau yang tetap tercantik&lt;br /&gt;Tahu kah kau kau tetap menarik&lt;br /&gt;Dengan sikap dan tawa mu yang memang unik&lt;br /&gt;Selalu membuat ku menjadi tertarik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada kau yang tercinta&lt;br /&gt;aku selalu memberi sebuah rasa&lt;br /&gt;Yang tak akan ku berikan sebuh Noda&lt;br /&gt;Dalam cerita kita yang sangat mempesona&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kepada Kau yang Tersayang&lt;br /&gt;tahu kah akau wajah mu selalu terbayang&lt;br /&gt;Disetiap hariku tak akan pernah hilang&lt;br /&gt;dan cintamu membuatku selalu melayang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada kau yang termanis&lt;br /&gt;ada dan menjadi kisah yang terlukis&lt;br /&gt;hidup akan selalu bahagia dan tak akan miris&lt;br /&gt;Dan akan kuberikan cinta tak pernah terkikis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kepada Kau yang Terkasih&lt;br /&gt;ku terbuai dengan sifat mu yang welas asih&lt;br /&gt;ku tahu hati mu memang suci bersih&lt;br /&gt;Rasa cinta ini akan ku jaga terimakasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Depok 17 JUni 2008&lt;br /&gt;Erwin Arianto&lt;br /&gt;Internetnya Disconect&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7518131709454420173-8411760814767257839?l=coretanpena-erwin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/feeds/8411760814767257839/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7518131709454420173&amp;postID=8411760814767257839' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/8411760814767257839'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/8411760814767257839'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/2008/06/kepada-kau-yang-tercinta.html' title='Kepada kau yang tercinta'/><author><name>Erwin Arianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08051634271432353853</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_YQYm-M7Kc0s/SGBBlgV5QYI/AAAAAAAAAYw/8_4JX0-a4ms/S220/me%2526mywife1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7518131709454420173.post-8876070346311321612</id><published>2008-06-16T16:15:00.000+07:00</published><updated>2008-06-16T16:16:54.725+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi Cinta'/><title type='text'>hanya tersisa Dilema Hati yang  terus mencinta</title><content type='html'>Perjalaan mempersatukan dalam kisah cinta yang salah&lt;br /&gt;ku temukan diriku dalam mabuk cintanya&lt;br /&gt;penuh riak dan  gelombang yang saling mendesah&lt;br /&gt;dimana sauh cinta bergetar membawa kedamaian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah kita bukan kisah Cinderela&lt;br /&gt;yang penuh suka cita dalam bercinta&lt;br /&gt;Kisah kita juga bukan kisah romi dan juli&lt;br /&gt;Yang mempertaruhkan hidup untuk kisah sejati&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Tetapi kisah kita adalah kisah yang indah&lt;br /&gt;Kisah kita bahgai angin sepoi sejuk walau itu sulit&lt;br /&gt;Kau ada disaat semua kisah cinta tak seharusnya terjadi&lt;br /&gt;Tapi rasa yang bergelora tak bisa ku tepiskan semua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mencintai mu dengan segenap raga jiwa&lt;br /&gt;Tapi kita tak bisa menjuntai kisah penuh bahagia&lt;br /&gt;Kau pun mencintaiku dengan senyum ikhlasmu&lt;br /&gt;Walau cinta sering menyakiti di indah hatimu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maafkan aku cinta ketika saat kita tiba &lt;br /&gt;tak lagi perlu ada semua yang sudah pernah ada&lt;br /&gt;aku tahu pasti ketika dipasangkan jangkar takdir&lt;br /&gt;Ketika semua yang teringinkan harus berakhir&lt;br /&gt;kini hanya tersisa Dilema Hati yang  terus mencinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Depok 15 Juni 2008&lt;br /&gt;Original By erwin Arianto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7518131709454420173-8876070346311321612?l=coretanpena-erwin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/feeds/8876070346311321612/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7518131709454420173&amp;postID=8876070346311321612' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/8876070346311321612'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/8876070346311321612'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/2008/06/hanya-tersisa-dilema-hati-yang-terus.html' title='hanya tersisa Dilema Hati yang  terus mencinta'/><author><name>Erwin Arianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08051634271432353853</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_YQYm-M7Kc0s/SGBBlgV5QYI/AAAAAAAAAYw/8_4JX0-a4ms/S220/me%2526mywife1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7518131709454420173.post-734074222907704733</id><published>2008-06-13T15:36:00.002+07:00</published><updated>2008-06-13T15:40:16.819+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>(cerpen) Sebuah Hadiah hadiah lebaran terindah</title><content type='html'>Hari ini adalah hari terakhir bulan ramadhan, besok sudah lebaran, Kubayangkan suara gema takbir menggema yang bisa  terdengar sampai ke seantero negeri. Suara merdu yang  Terlantun indah, begitu menggetarkan dada setiap manusia yang beriman. harusnya besok adalah waktu yang membahagiakan bagi seluruh umat islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seharusnya besok adalah hari kebahagiaan. Setelah satu bulan penuh menunaikan ibadah puasa, akhirnya tiba jua hari kemenangan yang dinantikan. Semua orang bersuka cita. Saling mengunjungi, saling bermaafan, saling berucap selamat dan saling mendoakan. Taqabbalallahu minna wa minkum, semoga Allah menerima segala amal ibadah kita. Menyambung silaturrahim dengan sanak saudara, tetangga dan teman-teman. Dengan pakaian baru dan kue-kue lezat terhidang di meja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku teringat bagaimana aku dengan setengah memaksa meminta kepada ayah untuk membelikan baju baru kepada ayahku, "pak.. aku mau baju baru ya lebaran ini" ucapku kepada ayah, karena lebaran ii adalah tahun ke tiga aku rayakan tanpa mengenakan baju baru, aku merasa  di ejek teman-teman dan tetangga yang mengenakan baju baru. walau aku tahu semenjak ayah ku di phk karena perusahaanya bangkrut akibat kenaikan BBM, ayah kini hanya jadi penarik Becak di persimpangan dekat pasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya bapak, sungguh menyayangi kami sekeluarga, bapak giat mencari nafkah agar aku bisa bersekolah, tapi mungkin aku yang tidak tau bersukur dan banyak menuntut kepada bapak untuk bisa membelikan aku dan adiku baju baru pada idul fitri ini, sebuah keinginan wajar untuk orang yang berpunya, tapi bagiku dan adiku itu adalah sebuah imaginasi yang terlalu mewah, ayah selalu beralsan ini ulah pemerintah yang seenak nya sendiri, jadi kami yang menanggung bebannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku yang masih belum mengerti urusan politik atau urusan negara yang njelimet hanya menyimpan kepedihan karena ayah belum mampu membelikan aku dan adikku pakaian lebaran baru, aku dan adik berusaha selalu bersabar dan menerima, apa pun yang diberikan Allah kepada kami. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku hanya selalu berdoa, dan memohon kepada Allah sesuai nasihat Ayah  “Iman seorang mukmin akan tampak di saat ia menghadapi ujian. Di saat ia totalitas dalam berdoa tapi ia belum melihat pengaruh apapun dari doanya. Ketika, ia tetap tidak merubah keinginan dan harapannya, meski sebab-sebab untuk putus asa semakin kuat. Itu semua dilakukan seseorang karena keyakinannya bahwa hanya Allah saja yang paling tahu apa yang lebih maslahat untuk dirinya. Ia yakin bahwa dengan ujian itu, Allah ingin melihat tingkatan kesabaran dan keimanannya. Ia yakin bahwa dengan keadaan itu, Allah swt menghendaki hatinya menjadi luruh dan pasrah kepada-Nya. Atau, boleh jadi melalui ujian itu, Allah menghendaki dirinya untuk lebih banyak lagi berdoa sehingga ia lebih dekat lagi dengan-Nya melalui doa-doanya.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba kepedihan didada ku semakin memuncak, dan air mata ini tidak bisa diajak kompromi mengalir pada kedua pipiku, karena aku ingin sekali memiliki baju baru pada lebaran ini, Aku pun terlena pada kenangan lalu, di mana ayah masih jaya sebagai buruh pada suatu pabrik plastik. Dulu setiap lebaran rumah kami meriah, banyak makanan, baju baru dan lainya. hal itu hanya membawa kepedihan dan penyesalan yang dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ayah mau kemana?" tanyaku kepada ayah, "Mau narik cari rejeki." jawab ayah singkat, "yah jangan lupa ya aku di beliin baju baru" ungkapku, ayah hanya menjawab dengan anggukan pelan.Aku tertegun.Anggukan ayah membuatku merasa bersalah. Ya Gusti Allah... ampuni aku yang selalu menyusahkan Ayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore itu ayah pulang dengan muka sumringah, "YAnti..." panggil ayah kepadaku, "ada apa yah" tanyaku kepada ayah. Ini nak, alhamdulillah ayah dapat rezeki nak, kamu bisa beli baju lebaran" kata ayah sambil menyodorkan uang 300.000, "ini dari mana yah uangnya" tanya aku kepada ayah. "tadi becak ayah di sewa orang untuk pindahan, Alhamdulillah orang itu baik dan memberi ayah lebih nak" begitu lah carita ayah, dan aku pun bisa tersenyum sumringah, karena baju yang kuimpikan bisa aku beli&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keseokan harinya kami sekeluarga naik becak ayah pergi kepasar, hal ini adalah hal yang sangat indah, walau kami tidak mempunyai mobil seperti orang kaya, naik becak sekeluarga adalah hal yang jarang terjadi, tapi kali ini ayah mengantar kami kepasar untuk membelikan aku dan adiku sebuah baju baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adikku memilih baju atas bawah dengan motif senada. Cocok sekali untuk dia yang masih duduk di bangku SD. Kebanyakan anak-anak seusia adikku memang lebih suka memakai baju stelan. Ibuku langsung mananyakan harga baju yang kami pilih. Agak lama aku menunggu ibuku tawar-menawar harga dengan pemilik toko. Tapi untungnya ibu berhasil membeli baju itu dengan harga yang lumayan terjangkau. Aku sangat bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ibu tidak sekalian membeli baju baru?" tanyaku pada ibu. "Baju baru tidak penting bagi ibu, Yang penting hati kita diperbarui lagi untuk dapat lebih dekat dengan-Nya. Melihat kamu dan adikmu senang itu sudah cukup bagi ibu." ibu menjawab lirih, sambil menasihati ku. ayah tadi tidak mengantar kami belanja, ayah bilang dia mau narik becak dulu, nanti pulangnya di tunggu di pangkalan becak tempat ayah mangkal di pasar itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;setalah berputar-putar di pasar agak lama untuk menemukan baju serta berbelanja keperluan untuk menyambut lebaran, aku, adik dan ibu menuju pangkalan beca tempat ayah biasa mangkal, ku lihat ayah belum tiba disana, kami pun menunggu dengan sabar, " bu itu ayah" ucapku sambil melihat kesebrang jalan, dan ku lambaikan tangan memanggil ayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ayah..." ucapku sambil setengah berteriak, ayah dengan wajah yang riang, berusaha mengayuh becaknya dengan kencang, seakan tidak sabar menjemput kami, "Tin...............Brak..." sebuah truk pengangkut pasir  menabrak ayah. Seketika tubuh ayah ambruk ke tanah. Penuh darah bercucuran. Adikku manangis kencang. Orang-orang sekitar berlarian menuju tempat kejadian. Mereka semua mengerumuni ayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ayah di bawa ke rumah sakit, oleh sopir truk itu, aku, ibu dan adikku menunggui aku di rumah sakit itu, Allahu akbar... Allahu akbar... Allahu akbar... La ilaha illallah wallahu akbar... Allahu akbar walillahilhamd... Suara takbir dan tahmid mengiringi hari itu yang bertepatan dengan malam takbiran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akupun berdoa kepada Allah "Ya Allah ya tuhanku, tolong jangan kau ambil ayah ku tercinta, aku sayang kepadanya, tiada orang yang paling baik sedunia selain Ayah" dan dokter rumah sakit itu menghampiri ibu, "bu, kondisi bapak alhamdulillah tidak apa-apa, hanya tangan kananya patah" mungkin besok pun sudah bisa pulang" jelas dokter kepada ibu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Esoknya ketika lebaran tiba aku dan adiku menjenguk ayah di rumah sakit, baju yang baru yang niat nya kupakai untuk bersilahturahmi kepada saudara dan tetangga, ku pakai untuk membawa ayah pulang. di depan ayah aku mencium tangan, dan bersyukur kepada Allah bahwa lebaran ini aku masih di beri kesempatan bersama ayah ku yang tercinta. "Ayah aku tidak terlalu butuh baju baru, aku bersyukur ayah masih ada disisi kami" dan ku lihat ayah tersenyum haru. kesehatan dan Keberadaan Ayah Adalah hadiah Idul Fitri ku dari Allah yang paling berharga. dan kupun berdoa memanjat syukur yang tak terkira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Tuhanku, berilah aku kekuatan untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku, dan untuk  mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhoi, serta memasukkan aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh.Kasihilah kami wahai Yang Maha Penyayang diantara para penyayang.” Amiin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Depok 12 Juni 2008&lt;br /&gt;Original by Erwin Arianto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7518131709454420173-734074222907704733?l=coretanpena-erwin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/feeds/734074222907704733/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7518131709454420173&amp;postID=734074222907704733' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/734074222907704733'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/734074222907704733'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/2008/06/cerpen-sebuah-hadiah-hadiah-lebaran.html' title='(cerpen) Sebuah Hadiah hadiah lebaran terindah'/><author><name>Erwin Arianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08051634271432353853</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_YQYm-M7Kc0s/SGBBlgV5QYI/AAAAAAAAAYw/8_4JX0-a4ms/S220/me%2526mywife1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7518131709454420173.post-4914401925321977020</id><published>2008-06-12T15:20:00.000+07:00</published><updated>2008-06-12T15:21:45.295+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi Cinta'/><title type='text'>tapi alpha diri adalah cinta untuk sebuah hati</title><content type='html'>Desir lembut sang bayu menerpa&lt;br /&gt;Menghalau kabut putih sebersih jiwa&lt;br /&gt;Ku dengar daun pun mendesah sudah&lt;br /&gt;batin kecil terhela suasana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bau rumputan menghantar pagi hening &lt;br /&gt;tersunting Sebuah rasa hati dalam buaian &lt;br /&gt;bersemi tersemat waktu yang berdenting&lt;br /&gt;Masih tersimpan pesona sebuah hati menawan&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;ada debar yang menggetarkan relung batin&lt;br /&gt;ketika sebuah hati bergegas ke cinta&lt;br /&gt;meninggalkan luka dan nestapa membawa bahagia&lt;br /&gt;Menggetar gairah asa tak memilih yang lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kukenali dirimu penawar dalam mimpiku&lt;br /&gt;dalam segenap perjalanan tergegap&lt;br /&gt;pesonamu hingga kina tak pudar lenyap &lt;br /&gt;Membawa Rindu Sebuah Hati pada kekasih itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah senyuman indah tak terganti&lt;br /&gt;Membuat aku Selalu terus mencari&lt;br /&gt;terkadang membuat hati  Alpha pada diri&lt;br /&gt;tapi alpha diri adalah cinta untuk sebuah hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Depok 12 Juni 2008 &lt;br /&gt;Orignal by Erwin Arianto&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7518131709454420173-4914401925321977020?l=coretanpena-erwin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/feeds/4914401925321977020/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7518131709454420173&amp;postID=4914401925321977020' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/4914401925321977020'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/4914401925321977020'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/2008/06/tapi-alpha-diri-adalah-cinta-untuk.html' title='tapi alpha diri adalah cinta untuk sebuah hati'/><author><name>Erwin Arianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08051634271432353853</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_YQYm-M7Kc0s/SGBBlgV5QYI/AAAAAAAAAYw/8_4JX0-a4ms/S220/me%2526mywife1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7518131709454420173.post-5293160348068783654</id><published>2008-06-12T13:25:00.000+07:00</published><updated>2008-06-12T13:26:45.725+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi Kehidupan'/><title type='text'>Detik waktu  malam yang kian larut</title><content type='html'>Detik waktu  malam yang kian larut&lt;br /&gt;dalam keheningan aku bertahajut&lt;br /&gt;Dengan kerendahan diri aku bersujud&lt;br /&gt;memohon ampun  dosa membuat hati ini takut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Detik Jam dinding mengiringi zikir hati&lt;br /&gt;mencoba Ingat dakan rasa syukur&lt;br /&gt;Atas semua Anugrahnya yang tak terukur&lt;br /&gt;Alhamdulillah atas semua rizky-Mu tak terperi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah yang maha pengampun&lt;br /&gt;Ampunilah hambamu ini yang berlumur dosa&lt;br /&gt;Hamba bersujud bertaubat kepadamu&lt;br /&gt;Atas segala khilaf dan lupa ku&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Ya Allah Dzat yang maha segalanya&lt;br /&gt;Hamba mu ini hanya satu berminta&lt;br /&gt;Jangan kau jadikan aku orang yang melupa&lt;br /&gt;Jadikan aku seorang kekasih tercinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allahu Akbar, Ya Dzat yang maha mengetahui&lt;br /&gt;Jadikanlah aku selalu mengimani&lt;br /&gt;Segala petunjuk mu yang sangat kuyakini&lt;br /&gt;Jadikanlah aku insan yang taqwa ya Ilahi Robbi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Depok, 12 Juni 2008&lt;br /&gt;Original by Erwin Arianto&lt;br /&gt;Mohon Doa agar bisa menjadi insan taqwa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7518131709454420173-5293160348068783654?l=coretanpena-erwin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/feeds/5293160348068783654/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7518131709454420173&amp;postID=5293160348068783654' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/5293160348068783654'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/5293160348068783654'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/2008/06/detik-waktu-malam-yang-kian-larut.html' title='Detik waktu  malam yang kian larut'/><author><name>Erwin Arianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08051634271432353853</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_YQYm-M7Kc0s/SGBBlgV5QYI/AAAAAAAAAYw/8_4JX0-a4ms/S220/me%2526mywife1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7518131709454420173.post-5056630717995017959</id><published>2008-06-10T08:56:00.000+07:00</published><updated>2008-06-10T09:02:12.997+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi Cinta'/><title type='text'>Karena Kau Satu Cinta untuk jiwa</title><content type='html'>kucoba mendapatinya&lt;br /&gt;Kubongkar sudut-sudut nurani&lt;br /&gt;Kucari dalam setiap celah bilik jiwa&lt;br /&gt;hampa bisu dan merana walau wajah merona&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada aromanya Menggapai terlelah&lt;br /&gt;menari dan menyiksa Ara tersisa tak terbantah&lt;br /&gt;sesak,ingin meledak kutahan dalam rasa&lt;br /&gt;meraih buih-buih mimpi dalam hening yang ada&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Waktu tersisa kian menyempit&lt;br /&gt;dada ini kian membuncah terasa&lt;br /&gt;rasa terus mengelegar dalam sakit&lt;br /&gt;Merobek dada bernyanyi dalam suasana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menyeruak diri secara perlahan&lt;br /&gt;jerit hati lirih menahan perih&lt;br /&gt;sepi terkubur diri rasa disini&lt;br /&gt;Tercekam Dalam Suasana sanubari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saat ku terbangun dari semua derita&lt;br /&gt;Saat ku hempas semua lara tersisa&lt;br /&gt;selamatkan aku wahai cintaku&lt;br /&gt;Tunaikan Rinduku atas kehadiranmu&lt;br /&gt;Kaulah kekasih atas kerinduanku&lt;br /&gt;Karena Kau Satu Cinta untuk jiwa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Depok 10 Juni 2008&lt;br /&gt;Erwin Arianto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7518131709454420173-5056630717995017959?l=coretanpena-erwin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/feeds/5056630717995017959/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7518131709454420173&amp;postID=5056630717995017959' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/5056630717995017959'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/5056630717995017959'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/2008/06/karena-kau-satu-cinta-untuk-jiwa.html' title='Karena Kau Satu Cinta untuk jiwa'/><author><name>Erwin Arianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08051634271432353853</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_YQYm-M7Kc0s/SGBBlgV5QYI/AAAAAAAAAYw/8_4JX0-a4ms/S220/me%2526mywife1.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7518131709454420173.post-505883256379762503</id><published>2008-06-06T05:50:00.001+07:00</published><updated>2008-06-06T14:22:38.680+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>(cerpen) Bicara</title><content type='html'>Mungkin aku seorang yang jarang menggunakan panca indra ku yang satu ini, selain untuk makan maka panca indra yang satu ini lebih banyak tidak ku gunakan, mungkin karena karena aku kurang pandai dalam merangkai kata-kata yang harus kucapkan dengan lisan, tapi bukanya aku tidak bersyukur atas sebuah anugrah yang luar biasa yang diberikan Allah kepadaku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasanku adalah semenjak kanak-kanak orang tuaku sering memberiku sebuah wejangan agar aku lebih sering menggunakan panca indra pendengaran ku, maksud yang kutangkap adalah mungkin aku harus bayak mendengar nasihat kedua orang tuaku. karena mereka orang tua ku, aku selalu patuh dan tunduk dengan apa yang dinasihati kepadaku, jadi entah karena memang aku yang penurut membuat aku jadi sungkan menggunakan mulut ku ini untuk bicara yang tidak terlalu penting. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Hal ini terus berlangsung dari aku Sekolah, Kuliah dan Bekerja aku membuat karakter diriku lebih menjadi pendengar daripada pembicara. Dalam kehidupan sehari-hari, aku menjadi manusia yang jarang sekali menggunakan mulut, mungkin orang akan bosan menunggu aku mengeluarkan kata-kata yang memang sangat berharga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku entah bagaimanah kata-kata "diam adalah emas." menjadi kata favoritku,  memang Ada untung, walaupun ada pula ruginya. Untungnya, aku menjadi manusia yang jarang salah ngomong dan sekali berkata, aku selalu didengar orang, seperti orang bijaksana hehehe. Ruginya, aku tidak terlalu dikenal di mata rekan-rekan entah ketika masa kuliah dulu, atau sekarang ini di tempatku bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, disekitar kompleks tempal tinggal pun, kalau ada rapat RT atau karang taruna pun aku tidak pernah diundang, gara-gara orang kurang mengenalku. Terus mau apa coba? Aku memang tidak bisa bergaul, karena di dalam pergaulan yang dibutuhkan adalah bicara, bicara, dan bicara. Mungkin karena itu pulalah aku jadi suka mencari kesibukan sendiri. aku suka berkarya sendiri. Kalau hari kerja, ya, memang tak ada kesibukan lain selain mengerjakan tugas kantor. Tapi bila hari libur, maka aku akan berusaha mencari kesibukan di rumah, atau mungkin aku akan memilih tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi pada suatu  kali ketika Libur, aku berniat mengecat rumahku. Kebetulan yang akan kucat memang bukan seluruh dinding rumah, tapi hanya beranda dan pagar tembok yang tak seberapa itu. Setelah kubayangkan warna Tepat yang akan mengisi warna rumahku, aku pun ke toko material mencari cat dan peralatan lainnya, sesuai yang kubutuhkan untuk mengecat dinding rumahku, karena memang sudah terlihat agak kusam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulang dari Material dekat ruamah, belum lagi ku kunci pintu pagar,tiba-tiba Mang Adang datang, Mang Adang adalah orang yang biasa mengerjakan renovasi rumah di komplek kami, dia entah kebetulan atau memang sengaja lewat di depan rumahku. Setelah dia mengeluarkan jurus basa-basinya yang memang sudah basi menurutku, tetapi tetap kujawab walau hanya dengan sebuahsenyum, dia bertanya aku akan ke mana, dan kujawab akan membeli cat tembok. Tanpa kuduga dia langsung bicara panjang lebar soal harga cat, sampai warna. Dia, tanpa kuminta langsung mengeluarkan ilmunya soal cat dan aku tak bisa lain kecuali mendengarnya dengan kesabaran. Entah ke mana saja arah bicaranya, yang kutahu pada akhirnya dia menawarkan diri mengecat tembok rumahku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tertawa kecil dan mencoba menolak dengan halus, "Wah, mana kuat saya bayar Mang Adang." Dia hanya tertawa saja, tapi tetap bersikeras agar pekerjaan tersebut diserahkan kepadanya. "Pokoknya, Pak Hendra terima beres saja euy... Daripada tangannya belepotan cat, kan, enggak pantas untuk orang seperti pak hendra ini?" imbuhnya sambil tetap merayuku untuk bisa memberi pekerjaan itu kepadaku.  "Ongkos tukang catnya, berapa per hari mang?" tanyaku sekadar ingin cari celah untuk menolaknya. "Ah, kayak enggak kenal saja, pakai nanya pisan..." jawabnya sambil tertawa entah apa maksudnya, aku tidak paham.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah percakapanku dengan Mang Adang. Akhirnya dialah yang mengerjakan pengecatan dinding rumahku. Anehnya, ongkosnya selalu di rahasiakan, seakan aku sudah biasa menyuruhnya mengecat rumahku. Sementara aku masih saja memikirkan kira-kira berapa biayanya ya.... Karena tak ada lagi yang bisa kulakukan, aku masuk kamar dan membiarkan dia bekerja. Kusibukkan diriku dengan membaca apa saja. Entah bagaimana aku meraih sebuah buku, oleh-oleh dari seorang kawan dari luar negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena terlalu menikmati bacaan itu tak terasa waktu bergulir terasa cepat sekali, dan tiba-tiba mang adang mengetuk pintu ruang tamu. aku bertanya kepadanya "Ada apa, Mang Adang?",  Sudah selesai..." jawabnya dengan raut muka kurang senang. Kulihat jam pada Handphone ku, sudah jam setengah empat sore waktu yang ditunjukan Jam yang ada pada HP ku, memang hanya sedikit yang harus dikerjakannya. "Berapa ongkosnya nih mang adan, ?"  tanyaku kemudian "Terserah sajalah... soalnya, ya, gimana, ya. Ini, kan, enggak seberapa..." jawab mang adang dengan nada yang menusukku. "Tadi, kan, saya sudah bilang, kalau ini pekerjaan enggak seberapa, dan juga soal biayanya... ya, kan?" aku berargumen untuk tak mau kalah. Tapi, tampaknya dia tidak bisa menerima sanggahanku. Dia terus menggumam tak jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bilang saja berapa mang adang, saya bayar..." kataku seraya mencabut dompet. "Wah, jangan begitu Mas Hendra. Masak saya mau narik ongkos lebih mahal dari harga catnya," ucapn mang adang sambil tersenyum kecewa."Kalau memang begitu, ya enggak apa-apa. Ini mohon diterima..." kataku sambil mencabut selembar uang Rp 50.000 dan kuserahkan kepada mang adang. Mang Adang  tak bicara lagi dan dia langsung pulang. Terus terang aku kesal, mana mungkin hanya mengerjakan tak lebih dari 15 meter persegi, aku harus mengeluarkan upah Rp 50 ribu. Tapi, ya, mau bilang apa? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari kemudian, kebetulan aku diundang teman yang mengadakan akekah untuk anaknya yang baru lahir. Di tempat itu pun aku merasa hanya sebagai pendengar, mendengarkan orang bicara soal politik, soal sepak bola, soal perempuan, soal anak-anak, narkoba, dan entah apa lagi. Rasanya begitu banyak pengetahuan mereka soal topik-topik itu, sementara aku merasa tak tahu apa-apa. Gelak tawa dan canda ria berhamburan di sekitarku dan seakan tak mau menyentuhku sama sekali, memang karena aku sebenernya kurang suka ada diacara seperti ini kalau boleh memilih mungkin aku akan tetap dirumah, membaca buku atau menonton Televisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah Percakapan dari tetangguku menarik perhatianku: soal mang adang. Mas Aan, seorang tamu juga, yang bicara soal Mang Adang, segera keluar minatku untuk  bertanya lebih banyak. Katanya, dia kemarin menyuruh Mang Adang merapikan klosetnya. Sambil bekerja Mang Ada berceloteh bahwa dia kecewa karena pernah disuruh orang kompleks mengecat rumah dan dibayar murah sekali. Biasanya dia dibayar Rp 100.000 per pekerjaan mengecat rumah, tapi cuma dibayar kecil. Begitu tutur Mas Aan. Nyaris saja aku bertanya soal siapa yang menyuruh mang Adang, Karena ada rasa kesal yang bergemuruh di dadaku dan aku ingin menanyakan berapa jumlah uang yang diterimanya, tapi aku berusaha menahan rasa kesal ku itu. Tapi, yang membuatku jadi lebih kesal adalah ketika kudengar bahwa Mang Adang berkomentar soal luasnya tembok yang harus dicat. Katanya, "Cuma ngecat se-emprit saja pakai nyuruh orang. Kayak bos saja. Kayaknya enggak mau kotor." Entah apa yang kemudian diceritakan Mas Aan, rasanya aku sudah tak tahu lagi.Terus terang aku marah sekali pada manusia "kancil" satu itu. Bagaimana mungkin dia bisa memutarbalikkan ucapan dan membuatku seperti orang paling jahat di dunia. Sejak saat itu, aku berjanji tak akan menyuruh dia lagi untuk melakukan pekerjaan apa pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu kali, aku berniat mengganti rumput di halaman rumahku. Tak seberapa luas memang, tapi jika diganti dengan rumput golf, kok, kayaknya bagus. Tanpa pikir panjang, aku pergi dan membeli rumput tersebut. Ketika aku asyik mencangkuli halamanku, tiba-tiba si "setan" itu muncul lagi. &lt;br /&gt;Seolah tak pernah terjadi apa-apa sebelumnya, dia mulai berkomentar soal rumput. Namun, kali ini tak kuhiraukan sama sekali. Ketika, sebagaimana kuduga, dia akhirnya meminta pekerjaan itu, aku cuma menjawab bahwa aku bukan sok bos yang hanya bisa menyuruh-nyuruh orang. Aku memang bermaksud menyinggungnya, tapi badak juga dia rupanya. Entah bagaimana, akhirnya dia pergi dan itu membuatku lega. Akhirnya menjelang sore taman yang kuingin kan selesai juga, aku pun tersenyum puas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Esok paginya aku berangkat kerja di bus yang mengantar aku ke kantor, aku bertemu teman-teman satu kompleku. Setelah basa-basi sedikit, akhirnya ada satu kalimat yang membuatku harus menahan amarah. Menurut salah seorang itu, entah siapa, Mang Adang menggerutu bahwa di kompleks ternyata masih saja ada yang bermental petani. Orang itu, kata Mang Adang, rumahnya bagus, Barang-barangnya mewah, tapi tak mau memberikan sedikit mata pencarian bagi orang semiskin dia. Padahal, tambahnya, rumput yang digantinya itu cukup luas, yang menurutnya bisa memberinya 10 - 20 ribu rupiah sekadar buat makan hari itu. Hal itu cukup merusak acara pagi ku, karena aku tahu yang dimaksud mang adang adalah aku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika aku duduk dan menatap pemandangan di luar kereta, aku tak bisa mengerti tentang apa yang baru kualami ini. Kereta api membawaku ke suatu tempat yang jauh dari kompleks rumahku, tapi yang mungkin akan membawaku kepada lingkungan yang tak jauh berbeda dari apa yang ada di sekitar rumahku. Aku mulai berpikir, mungkin kini saatnya aku harus banyak bicara, entah benar, entah salah. Yang penting bicara. Dengan berbicara, mungkin orang akan segan kepadaku. Mungkin. semenjak itu aku pun tidak berjanji tidak akan irit lagi untuk mengelurkan suara, aku pun berfikir tidak mungkin Tuhan menciptakan mulut dan suara kalau tidak bermanfaat bukan... atau memang orang-orang senang berbicara memutar balikan fakta ya.. tapi untuk apa aku pun terus mencari jawaban yang tidak dapat kutemui jawaban itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7518131709454420173-505883256379762503?l=coretanpena-erwin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/feeds/505883256379762503/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7518131709454420173&amp;postID=505883256379762503' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/505883256379762503'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/505883256379762503'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/2008/06/cerpen-bicara.html' title='(cerpen) Bicara'/><author><name>Erwin Arianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08051634271432353853</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_YQYm-M7Kc0s/SGBBlgV5QYI/AAAAAAAAAYw/8_4JX0-a4ms/S220/me%2526mywife1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7518131709454420173.post-2153174603952851866</id><published>2008-06-04T15:26:00.001+07:00</published><updated>2008-06-04T15:41:02.251+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi Kehidupan'/><title type='text'>tertawalah dengan semua kebodohanmu</title><content type='html'>tertawalah dengan semua kebodohanmu&lt;br /&gt;karena kau tidak mengerti apa  sebenarnya&lt;br /&gt;Kau hanyalah menertawakan ketidaktahuanmu&lt;br /&gt;Terus lah tertawa dan aku hanya akan diam disudut sini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak mengerti mengapa kau tetap terus bodoh&lt;br /&gt;telah ku beritahu kau, untuk bisa belajar&lt;br /&gt;untuk mempelajari apa yag kau tidak ketahui&lt;br /&gt;Tetapi aku juga tidak mengerti mengapa kau tetap bodoh&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Tidak kah kau lihat kebenaran itu&lt;br /&gt;Atau memang matamu telah tuli di bakar dengan tipu&lt;br /&gt;Tidak kah kau pahami dirimu tidak begitu&lt;br /&gt;Tapi biarlah itulah dirimu selalu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tertawalah dengan senyum mengejekku&lt;br /&gt;karena aku tak peduli dengan senyum jelek mu itu&lt;br /&gt;tapi tetap akan ku balas dengan senyum termanis&lt;br /&gt;Karena memang hatiku memang selalu yang termanis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kamu tetap tertawa sampai tertatih tatih&lt;br /&gt;Aku kan terus membiarkanmu tertawa sampai letih&lt;br /&gt;karena aku disini menari dengan bidadari&lt;br /&gt;Aku tidak peduli dengan kamu yang memang bodoh ini&lt;br /&gt;jadi kalau kau mau tertawa, tetaplah terus tertawa, &lt;br /&gt;karena aku tidak akan pernah peduli&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Depok 4 Juni 2008&lt;br /&gt;Erwin Arianto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7518131709454420173-2153174603952851866?l=coretanpena-erwin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/feeds/2153174603952851866/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7518131709454420173&amp;postID=2153174603952851866' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/2153174603952851866'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/2153174603952851866'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/2008/06/tertawalah-dengan-semua-kebodohanmu.html' title='tertawalah dengan semua kebodohanmu'/><author><name>Erwin Arianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08051634271432353853</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_YQYm-M7Kc0s/SGBBlgV5QYI/AAAAAAAAAYw/8_4JX0-a4ms/S220/me%2526mywife1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7518131709454420173.post-5774769826390267805</id><published>2008-06-03T16:02:00.001+07:00</published><updated>2008-06-03T16:05:54.216+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi Cinta'/><title type='text'>Tapi pasti ku berikan padamu Sebuah cinta</title><content type='html'>Ada kata yang tak pernah mampu terusik&lt;br /&gt;Tersimpan dalam hati yang sepi dengan apik&lt;br /&gt;Kucium aroma rindu padamu waktu ini&lt;br /&gt;Kupeluk erat sebuah janji takkan terganti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin aku tak dapat mencintaimu sempurna&lt;br /&gt;Sesempurna Bintang menerangi gelapnya malam&lt;br /&gt;Kuberikan rasa Berselimut indah sebuah cinta &lt;br /&gt;Terajut oleh kenangan,Berpondasikan harapan kelam&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Di Hamparlangit tak lagi kau temui diriku&lt;br /&gt;Di Sinar bulan tak ada lagi sebuah rasa berbagi&lt;br /&gt;Di Hembus Angin Tak ada lagi lagu mendendang diri&lt;br /&gt;Di Sepi Hati tetap ada sebuah cinta tak kan meragu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu berjalan tak sedikitpun kuragukan impian &lt;br /&gt;Semua tetap penuh rela Hingga saat kau melupakan&lt;br /&gt;Juga tetap kan ada cinta karena kita pernah sama bermimpi&lt;br /&gt;walau kini kau pergi Tak kuanggap sebuah ingkar janji &lt;br /&gt;Karena sesaat pertautan hati sempat terselip janji suci diri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak akan memberimu sekuntum bunga &lt;br /&gt;Aku tidak Akan memberimu janji setia&lt;br /&gt;Aku tidak Akan mengumbar seribu bual belaka&lt;br /&gt;Tapi pasti ku berikan padamu Sebuah cinta &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Depok 3 Juni 2008&lt;br /&gt;EA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7518131709454420173-5774769826390267805?l=coretanpena-erwin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/feeds/5774769826390267805/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7518131709454420173&amp;postID=5774769826390267805' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/5774769826390267805'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/5774769826390267805'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/2008/06/tapi-pasti-ku-berikan-padamu-sebuah.html' title='Tapi pasti ku berikan padamu Sebuah cinta'/><author><name>Erwin Arianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08051634271432353853</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_YQYm-M7Kc0s/SGBBlgV5QYI/AAAAAAAAAYw/8_4JX0-a4ms/S220/me%2526mywife1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7518131709454420173.post-1302906314290982948</id><published>2008-06-02T16:13:00.000+07:00</published><updated>2008-06-02T16:14:38.522+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi Cinta'/><title type='text'>kekasih sejati untuk cinta ku</title><content type='html'>Di sini telah ku tulis Berjuta Puisi&lt;br /&gt;Tentang kita dan romansa perjalanan cinta&lt;br /&gt;Memang cerita kita tak sempurna&lt;br /&gt;membuat Nurani didinding hati retak ternoda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selalu kulukis engkau dalam tidurku&lt;br /&gt;Lewat beragam bunga tidur yang selalu menemaniku&lt;br /&gt;Lewat semua kisah tentangmu, Lewat semua mata hatiku&lt;br /&gt;Tanpa peduli kata hatiku yang selalu merindu dirimu&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada denting nada luka sebuah simponi&lt;br /&gt;melarut aku dalam dawai lagu indah mu&lt;br /&gt;Yang mengalun sepi di relung hati&lt;br /&gt;bila indahmu  hadir menggoda kalbu nan membiru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kutapaki jalan itu &lt;br /&gt;Alun kidung rindu yang tercipta&lt;br /&gt;Semua tentang kamu, hanya kamu &lt;br /&gt;Kumimpikan kau dan aku menyatu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta manis indah, menusuk sepi&lt;br /&gt;dihati kutulis kerinduanku padamu &lt;br /&gt;Karena aku mencintaimu sepenuh hati&lt;br /&gt;Dan Kutitipkan hatiku padamu selalu&lt;br /&gt;kekasih sejati untuk cinta ku &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Depok 2 Juni&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7518131709454420173-1302906314290982948?l=coretanpena-erwin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/feeds/1302906314290982948/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7518131709454420173&amp;postID=1302906314290982948' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/1302906314290982948'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/1302906314290982948'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/2008/06/kekasih-sejati-untuk-cinta-ku.html' title='kekasih sejati untuk cinta ku'/><author><name>Erwin Arianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08051634271432353853</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_YQYm-M7Kc0s/SGBBlgV5QYI/AAAAAAAAAYw/8_4JX0-a4ms/S220/me%2526mywife1.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7518131709454420173.post-6023063700366454716</id><published>2008-05-28T15:00:00.000+07:00</published><updated>2008-05-28T15:01:57.878+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi Cinta'/><title type='text'>bisik cinta kilau sejuta warna</title><content type='html'>jalan telah ditetapkan dalam kita&lt;br /&gt;kadang tak tersirat, kadang berkelana&lt;br /&gt;tapi memang itulah dia,kita tak tahu bakal ke mana&lt;br /&gt;Hanya menikmati sepenggal kisah tercipta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebuah cerita lembut asmara namanya&lt;br /&gt;bercerita kisah cinta memberi makna&lt;br /&gt;dari mana gerangan ia bisa terasa&lt;br /&gt;sampai tak terasa ia begitu menggoda&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;bisik cinta kilau sejuta warna&lt;br /&gt;dingin di luar janganlah bekukan hati kita&lt;br /&gt;kau yang mengajarku cinta atas luka&lt;br /&gt;letih batinku sudah mampu terungkap jua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;anginlah yang mengehembuskan nafas cinta &lt;br /&gt;Angin yang Berbisik mesra tentang rasa romansa&lt;br /&gt;anginlah yang memilih bidadari tuk dicinta&lt;br /&gt;karena semua nyata Bukan bual belaka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Depok 26 May 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7518131709454420173-6023063700366454716?l=coretanpena-erwin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/feeds/6023063700366454716/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7518131709454420173&amp;postID=6023063700366454716' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/6023063700366454716'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/6023063700366454716'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/2008/05/bisik-cinta-kilau-sejuta-warna.html' title='bisik cinta kilau sejuta warna'/><author><name>Erwin Arianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08051634271432353853</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_YQYm-M7Kc0s/SGBBlgV5QYI/AAAAAAAAAYw/8_4JX0-a4ms/S220/me%2526mywife1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7518131709454420173.post-133505362793326719</id><published>2008-05-28T11:16:00.000+07:00</published><updated>2008-05-28T11:19:16.405+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>(Cerpen) Wanita Yang Ternoda</title><content type='html'>Selamat pagi... Denty" sapa lembut seorang suster perawat yang berpapasan denganku pada pagi itu. Di rumah sakit tempat aku menjadi menjalankan kehidupan siangku sebagai asisten dokter, sebagai syarat agar aku menjadi seorang dokter, ini adalah keinginan ibu yang menginginkan aku menjadi dokter. "Ibu mau kamu menjadi dokter, biar bisa menyembuhkan orang, biar ada orang yang mau mengabdi kepada orang yang susah, ibu tidak mau kamu jadi dokter yang matralistis." Ketika aku bingung memutuskan jurusan kuliah yang akan aku geluti kala itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya ibu sangat traumatik ketika ibu membawa alm. ayahku yang telah meninggal ketika terjadi kecelakaan, dan ibu mendesak aku untuk menjadi seorang dokter yang bisa diandalkan. Ibu begitu bangganya menyambut kehadiranku, tak henti-hentinya mereka mengucap syukur. Aku dibesarkan di pangkuan seorang ibu yang membuatku bangga hadir di dunia ini yang menemaniku menghadapi kerasnya hidup. Aku dibesarkan di sebuah desa di perkebunan teh jauh dari hiruk pikuk kehidupan kota yang masih dengan bebasnya menghirup udara segar di pagi hari jauh dari polusi.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Mungkin kehidupan siangku berisi dengan penuh pengabdian kepada masyarakat, tapi aku menyukai untuk dunia yang gemerlap kala malam hari. Pergi ke diskotik adalah sebuah menu wajib bagiku, dan aku suka berganti-ganti pacar, yah bertujuan agar aku bisa membiayaiku dalam menikmati remang-remang diskotik, hobi satuku ini cukup menguras uang yang cukup besar, banyak lelaki yang tertarik kepadaku karena aku bertubuh tinggi dan cukup menarik minat mereka, banyak yang mungkin hanya tertarik dengan tubuhku saja, tapi hal itu tidak menjadi permasalahan buatku. "Yang penting aku bisa dugem" itulah alasanku ketika Tini sahabatku memberi nasihat padaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi itu aku bertemu seorang wanita yang sholeh, berjilbab menangis sesegukan di depan koridor rumah sakit Cipto Mangunkusumo tempat kupraktik. Aku memandang wajahnya lekat. Dan aku mencoba menyapanya pagi itu. Dan karena percaya kepadaku dia bercerita banyak tentang dirinya. Jiwaku resah mendengar kisahnya. Dengan keraguan yang menggelayut dalam matanya dan air mukanya yang gelisah, aku tidak yakin dia akan menyelesaikan ceritanya, tapi entah dorongan dari mana, dia menuturkan juga pengalamannya yang membuat hatiku koyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan dengan tatapan lembut di hadapanku sedikit terlihat lega, sekaligus takut-takut setelah menyelesaikan ceritanya. Mataku nanar setelah mengetahui kisah hidupnya. Kisah hidup perempuan manis yang selalu tampak ramah dan ceria, yang berusaha keras menjaga dirinya dari setiap jamahan pria-pria tak bertanggung jawab, yang menutup auratnya sempurna, yang cerdas, yang aktif, yang rendah hati, yang sebelumnya tak pernah sebersit pun kukira bahwa ada fragmen dalam hidupnya yang terkoyak yang pernah menghancurkan jiwanya, walaupun kini ia berhasil bangkit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku sudah terjamah. Aku benci!" tutur wanita itu menyelesaikan kisahnya, dan dia hanya menyebutkan namanya Tika, ketika aku menanyakan siapa namanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menimang-nimang, mulai membandingkan kilasan cerita yang ia tuturkan dengan peristiwa yang kualami tiga bulan yang lalu. Jika dia, perempuan berjilbab nan manis itu merasa telah ternoda karena sebuah tangan kotor milik seorang dokter tak bertanggung jawab di sebuah rumah sakit, maka aku adalah perempuan yang lebih hina lagi. Jika jiwanya saja bisa begitu terguncang karena tangan kotor milik dokter itu telah dengan seenaknya menyentuh, meremas, dan menikmati sisi kewanitaannya ketika dia dalam keadaan tergolek lemah setengah sadar di rumah sakit, maka jenis perempuan apakah aku ini, yang liar, menjijikan, dan tak pantas disebut perempuan baik-baik? Jika kejadian yang menimpanya hampir lima tahun lalu, jauh sebelum dia akhirnya memutuskan untuk mengenakan pakaian muslimah, masih saja menggoreskan luka dalam di hatinya, maka hatiku telah hancur lebur mengingat peristiwa manis sekaligus pahit yang kualami akhir beberapa bulan lalu lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pikiranku melayang waktu kejadian di apartemen Burhan seorang yang berstatus sebagai kekasihku "Kamu mau main ke tempatku" tanya Burhan kala itu, seorang pria pengusaha muda dari negeri jiran yang kukenal di diskotek di bilangan Kemang. Dia berkata begitu menyukai aku atau mungkin hanya menyukai tubuhku. "Kamu dokter kan" tanya Burhan kepadaku. "Betul aku seorang dokter" jawabku. "Berarti kamu tahu bagaimana agar kamu tidak hamil kan, Denty" ucap Burhan yang begitu menggetarkan aku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mas aku bukan pelacur mas" ucapku kepada Burhan kala itu. "Sudahlah Denty, aku tidak mengatakan kamu pelacur, kita melakukannya karena suka sama suka bukan? "Jadi kamu tidak mau bertanggung jawab terhadap bayi yang ada di kandunganku ini?" tanyaku kepada Mas Burhan yang saat itu menjadi kekasihku. "Bajingan kamu mas" ungkapku. Dan Burhan hanya tersenyum terkikik melihat sikapku dan meninggalkanku siang itu di depan apartemennya pada pertemuan keduaku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan aku tersadar kembali dan bertatap mata kepada Tika wanita yang tadi menangis di hadapanku. "Jika itu saja kau sebut sudah terjamah, lalu kau sebut apa peristiwa yang terjadi padaku?" Kalimat itu keluar begitu saja tanpa kusadari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejurus dia memandangku lekat. Di balik mata kecilnya aku melihat kejernihan dan kepolosan seorang muslimah yang baik hati. Apakah aku sanggup menceritakan kepahitan ini? Sedang riak wajah gadis di hadapanku menyiratkan keingintahuan dan tanda kesiapan mendengar setragis apapun kisah yang akan kuceritakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, tanpa bisa dibendung lagi, seolah air bah yang mengalir deras karena bendungan tak lagi mampu menahan tekanannya, kalimat-kalimat jujur tentang segala kegundahan hatiku, tentang merananya aku, tentang kekecewaan, tentang hinaan dan deraan yang lama kupendam, kusimpan dan kusembunyikan di balik senyuman yang kupaksakan, akhirnya meluncur deras tanpa bisa lagi kutahan dan kusembunyikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu itu hanya sebuah perkenalan biasa yang akhirnya membawa petaka. Sebuah kesenangan yang berakhir duka. Seorang pria mempesona yang menyeretku pada siksa. Dia begitu tampan, bersahaja, dan menyenangkan. Kedalaman matanya membiusku, tutur katanya menggetarkanku, setiap sentuhannya membakarku. Malam itu setelah seharian menemaninya berkeliling kota, tanpa kami masing-masing sadari, kami telah berada di sebuah ruangan di apartmennya, hanya berdua, saling tertarik, saling menginginkan, dan aku terlena, melupakan semua perkara dan fakta bahwa pria yang melenakan ini adalah pria yang baru kukenal, pria yang esok atau lusa akan meninggalkanku kembali ke negaranya. Dan benar saja, setelah malam itu, aku tak pernah mendengar kabarnya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menutup wajahku malu. Perempuan dihadapanku tak bergerak, terpaku saja mendengar kisahku. Sedetik kemudian aku merasakan sebuah rangkulan hangat. "Menangislah." Katanya lembut, dan aku menangis sejadi-jadinya. Menyesali kebodohanku, meratapi nasibku, menangisi mahkotaku yang hilang sebelum semuanya halal. Aku bukan lagi wanita suci, aku bukan lagi gadis berbudi, aku tak ada bedanya dengan sampah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita perempuan adalah objek yang sangat mudah mengalami pelecehan baik kita sadari maupun tidak." Perempuan itu berkata lembut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika kita tidak menjaga diri baik-baik, semua akan berakhir fatal," kata-katanya menghujam, "Apa yang menimpamu adalah sebuah kesalahan dan dosa, untuk menebusnya kau harus kembali pada-Nya dan bertaubat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi, aku hina," ucapku seakan meyakinkan diriku sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pintu maaf Allah begitu luas terbentang terbuka. Dan yakinlah, Allah akan memaafkanmu." ujar Tika dengan lembut kepadaku, walau dengan sedikit airmata menahan perih rasa di dada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa iya? Aku menimang-nimang dalam hati, tapi pandangan tajam menghujamnya seolah menembus ke dalam mataku lalu menancap tepat di hatiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku temanmu, aku akan mendukungmu, yakinlah, dunia belum runtuh, kau hanya perlu bartaubat dan tidak mengulangi kesalahanmu." Kata-katanya masih lembut, tetapi menggetarkan hatiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin aku "Neurosis" ujarku kepada Tika seorang wanita yang baru kukenal dan menyadarkan atas kekhilafanku. "Apa itu Neorosis" tanya Tika singkat kepadaku "Kondisi psikologis yang di dalamnya pola perilaku abnormal timbul sebagai akibat dari ketidakmampuan dalam menghadapi kecemasan dengan cara-cara yang bisa diterima secara sosial" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apakah kamu beragama Islam" tanya Tika kepadaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya aku Islam" ucapku kepada Tika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidakkah Kau merindukan Allah" tanya Tika kepadaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Allah" ucapku dalam hati, aku telah melupakanya, Dia yang memberiku kesempatan menjadi saat dokter di tengah status yatimku. Dan hatiku menangis menyesali apa yang pernah aku lakukan. Sambil aku menunduk kepala tertegun memikirkan ucapan Tika, aku berjanji dalam hati untuk menjaga diriku dari mata-mata liar dan tangan-tangan jahil pria-pria tak bertanggungjawab, dan aku berjanji mengubah masa laluku yang kelam ke arah yang benar sesuai petunjuknya. Lalu aku merasakan sebuah tarikan halus, aku menurut saja ketika perempuan lembut itu membimbingku ke mushala. "Shalat taubat, yuk," ajaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami pun segera ke mushloa menjalankan sholat Taubat, apa yang terjadi kepada kami. Selesai melaksanakan sholat taubat, Tika menuntunku dalam membaca doa taubat "Ya Allah ampunilah kesalahan kebodohan dan perbuatanku yang berlebihan dalam urusanku, dan ampunilah kesalahanku yang Kau lebih mengetahui daripada aku, ya Allah ampunilah aku dalam kesungguhanku kemalasanku dan kesengajaanku yang semua itu ada pada diriku, ya AllAh ampunilah aku atas dosa yang lalu dan yang akan datang, dosa yang aku samarkan, dosa yang aku perbuat dengan terang-terangan dan dosa yang Kau lebih mengetahui dari pada aku, Kaulah yang mengajukan dan Kaulah yang mengakhirkan dan Kau Maha Kuasa atas segala sesuatu"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan mulai saat itu aku mengenakan jilbab yang menghias mukaku, serta kututup semua tubuhku dan aku akan mengabdikan ilmu kedokteran yang aku miliki mengabdi sepenuhnya kepada kebutuhan ummat.  Terimakasih Ibu, terimakasih Tika, terimakasih Allah atas semua yang kau berikan. Dan sedikit pesan untuk para sahabat perempuan, "Marilah kita menutup aurat kita, kecantikan bisa terpancar dalam pakaian yang terbalut kesopanan, jangan menjadi orang yang menyesal seperti diriku ini".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Depok, 26 April 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7518131709454420173-133505362793326719?l=coretanpena-erwin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/feeds/133505362793326719/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7518131709454420173&amp;postID=133505362793326719' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/133505362793326719'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/133505362793326719'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/2008/05/cerpen-wanita-yang-ternoda.html' title='(Cerpen) Wanita Yang Ternoda'/><author><name>Erwin Arianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08051634271432353853</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_YQYm-M7Kc0s/SGBBlgV5QYI/AAAAAAAAAYw/8_4JX0-a4ms/S220/me%2526mywife1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7518131709454420173.post-5906313954166267472</id><published>2008-05-27T14:38:00.000+07:00</published><updated>2008-05-27T14:43:20.812+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>Mayline</title><content type='html'>aku sekeluarga telah mengabdi cukup lama dengan cih tjun dan koh Tjia, ayahku adalah buruh jahit dan ibu bekerja sebagai pembantu rumah tangga cih tjun dan koh tjia. aku hanya sebagai supir di empat koh tjia, seorang cina keturunan palembang. aku senang bekerja di tempat koh tjia, karena koh tjia ramah dan memperhatiakan semua pekerja yang ada &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"prapto, lu tolong antar si meylin ke kampusnya lo pake, mobil accord hitam gue aja" begitu koh tjia meminta ku mengantar meylin anak perempuan bungsunya untuk ke kampus. "Iya koh.. begitulah jawabanku kepada koh tjia. hari itu tepat tangal 12 mai 1998, saat ini demo sedang marak di ibu kota jakarta, mereka meneriakan penurunan Presiden RI saat itu yang sudah berkuasa selama 32 tahun.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;"Prapto, Gue minta tolong lo jagain meylin di kampusnya ya, gue khawatir dengan keadaan saat ini" cih tjun memintaku mengantarkan meylin, Tjih tjun memiliki dua anak Meylin dan Yunan, keduanya adalah wanita yang cantik, meylin sekarang sudah kuliah tingkat akhir di universitas di bilanga &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jalan semanggi. dan yunan masih duduk di bangku kelas 3 SMU.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"prap, kita makan dulu yuk" ajak mey sebelum berangkat kuliah waktu itu, makan apa non may, begitu aku memangilnya. sebenarnya ada perasaan suka ku kepada maylin, dia seorang yang baik dan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ramah, tapi aku tahu diri karena aku hanya sopir dari maylin. "stop si prap, gue mau makan dulu, lo mo ikut engga, ini restoran kwe tiaw kesukaan gue lo ikut aja prap, halal kok, gue bayaran deh" ajay maylin kepadaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kwetiaw sapi, halal Aku bisa baca kalau dua dari daftar menu menyediakan kwetiaw campur. Ada pula dikasih nama Kwetiaw campur Singapore.  "lo pilih mana prap" ujar mayline. terlihat dirumah makan itu pelayan disana Berteriak-teriak menawarkan makanan “Hainam campur”, “Bakmi…bakmi”, “Hainam campur”, “Boleh…boleh, silahkan”, “Kwetiau?”, “Teh botol, fruit tea, atau apa?” ucap pelayan tersebut seperti mendesak kami untuk memilihnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tenang prap,gue pilihin lo yang halal, engga ada babi, karena gue tau lo tuh taat banget kan prap" begitu meylin menyodorkan semangkuk kwetiaw sapi. Jepitan-jepitan kwetiaw menunggu masuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mulut tidak bertahan lama di udara terangkat dari piring. Sehitungan beberapa detik melucur ke&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mulut. Ujungnya kusedot dengan tarikan napas sambil memoyangkan bibir. Ujung lainnya yang masih tertinggal di piring kudorong pelan-pelan dengan sumpit. Bibir berminyak-minyak menambah lancar barisan mi itu meluncur ke rongga mulut lalu dikunyah lembut untuk menikmati lama-rama racikan bumbu yang nikmatnya luar biasa. Ingin aku punya istri pintar memasak mi senikmat ini. Mungkin tidak perlu lagi aku makan nasi. Tiga kali sehari hanya makan mi berminyak. dan kubayangkan itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;adalah maylin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melelahkan, sebuah hari kerja yang menyebalkan berakhir sudah. Hari ini lalu lintas lebih macet dari biasanya. Jadinya sore ini lalu lintas diatur secara konvensional seperti puluhan tahun silam, dengan tenaga manusia, oleh polisi lalu lintas, .  "Non May, bangun ,sudah sampai" ucapku melihat meylin yang cantik telah selesai tugas ku mengantarnya hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;+++++++++++++++++++++++++++&lt;br /&gt;siang itu tanggal 13 may, kebetulan aku minta ijin cuti dari koh tjia, aku memilih beristirahat di rumah, sampai ibuku membangunkan ku "prato bangun nak," ucap ibu "kenapa bu lo tidak ada kerusuhan pagi ini jalan-jalan di blokir banyak rumah-rumah dijarah to, kita bantu Kok tjia dan cih tjun," ibu dan abapak sudah siap-siap membawa grobak kayu yang ditutup terpal. "ayo kita bantu koh tjia dan keluarganya, ibu takut mereka kenapa-kenapa" begitu kata ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"memang ada apa bu, lo tidak tahu hari ini banyak penjarahan, ibu khawatir dengan koh tjia dan cih tjun.", kata ibu kepadaku, "kenapa khawatir?" tanya ku tidak mengerti, kerena koh tjun dan cih tjia bukan siapa-siapa kami. "sudah lah prapto lo bantu ibu dan bapak mencari koh tjia dan cih tjun" ujak ibu menarik tanganku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kulihat suasana sangat mencekam hampir setiap orang bertriak-teriak "jarah..jarah.." "bakar.." "Kita bunuh cina.." Wajah-wajah yang kutemui saat berpapasan gelap semua. Memandang hanya lurus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ke depan tidak peduli dengan aku yang menabrak alur arah mereka yang berjalan cepat di tengah kerumunan masa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ibu itu koh tjia dan cih Tjun" teriaku. Masih ada gurat kepedihan di wajahmeraka  yang kuning pucat. Seperti bulan langsat yang berlayar di depan jendela. Melewati gelombang awan yang hitam, berarak menuju utara. "koh tjia, ayo masuk di grobak kami" ujar ibu, "cih tjun mana" tanyaku kepada koh tjia, "Dia di dalam prapto, lu tolong cari meylin dan yunan ya plapto" koh tjia memintaku mencari kedua anaknya., "mereka dimana koh tjia" tanyaku kepada koh tjia, "yunan masih sekolah, meylin masih kuliah"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ini plapto.. lu pakai motor gue aja.. gue minta tolong ya plapto" ujar koh tjia" oke koh, aku berusaha mencari yunan terlebih dahulu, karena lokasi sekolahnya dekat dengan konveksi milik Ci&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tjun dan koh tjia, dan aku dapati yunan sedang berdiri di pojok sekolahnya keakutan, "Yunan lo ikut gue, koh tjia dan cih tjun sedang diselamat kan ibu" tampaknya yunan masih shok, sepanjang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jalan dia bercerita banyak teman-temannya sesama etnis cina di rampok, dan di todong, bahkan ada &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang diperkosa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ibu..pak.." aku memangil ibu dan bapak " iya prapto. ini yunan, apakah koh tjia dan cih tjun ada sudah disini" tanyaku kepada ayah, "iya prapto, koh dan cih telah disini, meraka trauma dengan keadaan yang terjadi, rumah meraka banyak yang menjarah, habis semua yang ada di konveksi' cerita ayah kepadaku, "lo tolong cari meylin ya prap" ucap ibu, "bu tolong minta si joko, untuk bawa &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;barang-barang di konveksi, untuk keperluan koh dan cih susatu saat untuk berusaha lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"aku berangkat bu" kepada ibu mencari maylin, ku coba menjemput ke kampusnya, dan kucari erputar-putar di dalam kampusnya, yang ada hanya kosong, aku coba mencari wartel, tapi wartel yang ada tutup semua, suasana jalan terlihat lengang, dan hanya kulihat beberapa orang membawa bawaan yang banyak, ya kulihat orang habis menjarah. Sungguh biadab keadaanya, dimana terlihat kerakukaan dan sifat asli dari manusia yang serakah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimana polisi saat ini, dimana aparat yang serahusnya melindungi kami para warga negara, meraka merangsuk masuk seperti seorang pengecut, disaat kami membutuhkan mereka, apakah polisi hanya bisa menilang orang, saat kerusuhan ini meraka menghilang, apakah kerusuhan ini ulah mereka &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sempat aku berfikir seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;disaat aku kebingungan mencari meylin, aku melihat sebuah tas tangan seorang wanita yang terjatuh disana, dan sebuah Hp tergeletak, "Ya Allah maafkan aku mengambil hp ini dari orang yang tidak kuketahui.." aku berdoa kepada Allah, dan meminta maaf karena mengambil hp dari tas yang tergeletak itu, untuk menephone meylin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kutekan angka-angka yang menjadi nomer telp meylin, dan alhamdulillah telp tersebut diangkat oleh maylin. "May lu dimana, gue di jalan sudirman sekitar kampus lo" ucapku. "gue di daerah taman sari prap.., tolongin gue, mobil gue dicegat orang-orang, rame disini tolongin gue prap" begitu suara maylin dengan nada yang ketakutan itu, lalu, kupacu motor ini dengan aksi yang nekat dan gila menuju jalan taman sari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ini cina, dia cina, ayo kita rampok" kulihat situasi begitu mencekam, banyak orang cina pria yang ditelanjangin dijalan, ada yang dipukulim ada yang dijarah habis toko-tokonya, kebakaran dan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;suasana mencekam di sepanjang jalan. "Astagfirullahalazim" ungkapku, kenapa bangsa ku bisa seperti ini, mengapa bangsa ini menjadi liar, berutal, kenapa mesti membedakan etnis cina atau &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bukan, bukankah mereka tetap saudara kita satu tanah air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kutemukan mobil meylin di pojok jalan, "meylin,.. may... lu dimana may.." teriku mencari maylin, mataku menerawang dan mencari maylin yang tampak hanya wajah-wajah beringas, dengan hasil jarahan ditangan mereka, aku tetap mencari kepojok-pojok ruko taman sari, kulihat beberapa orang sedang menyeret tubuh meylin kesana, tampaknya mereka berusaha memperkosa maylin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ada beberapa orang yang berusaha membuka baju mayline, dan mayline yang memakai rok, sudah dalam keadaan terlepas sangat mengenaskan keadaanny saat itu, dan kulihat beberapa orang berusah memperkosa meyline, "astagfirullah... apa yang harus kulakukan, mereka ber5 orang yang berusaha memperkosa mayline..." sambil celingak-celinguk kumencari sesuatu, tapi kalau aku maju itu nekat namanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan aku terpikir untuk menuju mobil tempat maylini, kulihat kunci mobil itu masih menyangkut disana, hanya dasboard mobil itu terbuka dan tas may yang berantakan, ku duga may di berhentikan di tengah jalan dan diseret kepojok ruko itu, karena terdapat sobekan rok may disana, kunyalakan mesin mobil may.. dan ku arahkan kepada orang-orang yang ingin memperkosa mayline.. dan meraka melompat semua, "alhamdulillah, aku datang saat may hampir di perkosa oleh orang-orang tersebut, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ketika may hanya mengenakan bra dan celana dalam saja, ketika sempat kuliahat seorang dari kawanan pemerkosa itu ingin menurunkan celana dalam mayline.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku berlari dan menggendong may yang dalam keadaan pingsan ke dalam mobil itu, aku berusaha bergerak cepat, sebelum orang-orang yang kutabrak sadar dan bagkit menyerangku. dan langsung ku pacau mobil mayline keluar ke arah sudirman, di perjalanan awal, orang yang mau memperkosa mayline tersebut menimpuki kami, dan beberpa penjarah juga berushaa menghalangi jalan kami,tapi aku berusaha menabrak meraka, karena kalau aku berhenti adalah konyol. ku tinggalkan motor koh tjia disana, karena aku memilih menyelamatkan may.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"may..may.." bangun tepuk ku membangunkan mayline ketika sudah berada di tempat yang aman, keadaan nya sungguh tragis hanya memakai bra dan celana dalam saja, "may.. aku menepuk pipinya" "jangan perkosa gue.. tolong jangan perkosa gue.. gue ini warga negara indonesia, gue memang pcina, tapi gue cinta indonesia" begitu mey berteriak saat aku membangunkannya. "may ini gue. prapto.. may..." aku setengah berteriak memnangunkan mayline.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"prapto.." may berujar.. "iya gue prapto" jawab aku, "prap gue kenapa begini..seakan may sadar dengan keadaan dirinya. "ini may pakai jaket gue" aku kasih jaket itu ke mayline, "terima kasih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;prapto" ujar may sambil memeluk akku saat itu "terimaksih lo nolongin gue..." may mengucapkan terimakasih. 'sudah lah may.. ini permintaan koh tjia untuk nyari lo" ucap aku. "Baba dimana prap.." tanya may, "sudah bapak,ibu dan adik lo sudah aman di rumah aku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ayo may kita pulang" aku kembali menyalahkan mobil may menuju kerumah. dan dirumah ku kulihat oh tjia, koh tjun, dan yunan adiknya mayline sudah disana, dan beberapa barang berharga dari konveksinya sudah berhasil dirumahku.&lt;br /&gt;*************************************&lt;br /&gt;Beberapa malam dirumah, ku yangs sempit, keluarga koh tjia berada dirumahku, kulihat Mayline masih merenung akibat ketakutan yang amat atas tragedi dirinya hampir diperkosa, atau koh tjia yang selalu diam dan termenung memikirkan nasib konveksinya yang habis terbakar. begitupun koh tjia dan yunan. keluarga bosku semua dirumah kami yang sempit dan sederhana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mencoba menyalakan televisi kulihat dimana terjadi kerusuhan dan ada berita orang-orang cina  anyak di jarah dan diperkosa, Tiba-tiba may menghampiriku dan menyapaku "Prap.. makasih ya lu dah olongin gua dan keluarga gua di ruamah" ucap mayline kepadaku, "sudah jadi tanggung jawab gue ayline, lu dan keluarga dulu yang menghidupi gue dan keluarga gue, sekarang saat nya gua bales budi may.." jawabku. "Menurut lo kenapa gue hampir di perkosaa orang apa salah gue" tanya  mayline kepadaku, "karena lo cina.." jawabku, "memang kenapa kalau gue cina? mereka boleh memperkosa gue, apakah mereka lebih memiliki indonesia, tidak kah lu liat cina di indonesia bahu-membahu dengan pribumi membangun indonesia?, malah banyak cina yang lebih nasionalis dibanding pribumi...? Lo lihat pemimpin pribumi yang serakah...?" ungkap meyline tidak percaya dengan apa yang ku katakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ya mungkin sejarah yang membedakan cina dan pribumi, bangsa lo tuh selalu bergelimangan harta, sedang pribumi itu selalu susah, mungkin mereka iri." ucap ku, "prap, lo tahu, bangsa gue cina selalu bekerja keras, hidup sederhana, dan selalu berjuang, kami tidak menjadi kaya karena turun dari langit" ucap may lagi. "lu bener, tapi cina kadang hidup dalam komunitasnya mereka terkesan ekskelusif, mereka tidak mau berbaur" aku menerangkan. "gimana engga mau berbaur, kami selalu dibedakan, kami selalu disulitkan, memang mata kami sipit, kulit kami berbeda, tapi hati kami indonesia" ucap may. "betul.. tapi lo engga bisa merubah persepsi orang disana, karena lo memang cina" ucapku. mayline menjawabku dengan sebuah senyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"prapto.. kenapa nolongin gua" tanya mayline, "karena di agama gue islam, kita harus tolong menolong, “…Dan tolong menolonglah kalian dalam kebaikan dan takwa dan janganlah kalian tolong menolong dalam perbuatan dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksaan-Nya“. begitu aku menjelaskan kepada Mayline. tampak meyline begitu menyimak perkataan ku tentang petikan surat al maidah.  "prap bukanya orang yang membakar, menjarah, dan hampir memperkosaku juga islam" tanya Mayline kapadaku. "iya tapi mereka tidak menjalankan agama dengan baik mungkin". jawabku. "islam itu damai, islam itu ditakdirkan sebagai rahmat untuk alam" aku mencoba menjelaskan sebisaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"prap, orang tua gue tidak pernah memaksaku megikuti agama, tapi aku lihat dari keluarga lo begitu damai, sejuk, dan indah walau keluarga loe itu kekurangan mereka selalu bersukur" ucap mayline, "ya itu lah keluarga kami, karena ayah dan ibu selalu mengajarkan aku bersyukur atas apa yang kami terima" ucapku. "aku lihat kamu tidak pernah melihat aku, dan sewaktu aku dalam keadaan hampir diperkosa, apa sebagai laki-laki kamu tidak tertarik" tannyanya. "kalau aku mengikuti nafsu birahiku aku sangat tertarik dan tergoda tapi Allah melarangku" ucapku, "maksud melarang kamu bagaimana" tanya mayline kepadaku. "Janganlah kamu menghampiri zina , sesungguhnya zina itu amat keji dan jalan yang sesat, bunyi sebuah ayat alquran" jawabku, "sungguh aku terpesona dengan islam prap, maukah loe membimbingku menjadi islam prap" jawab mayline. "apakah kamu sungguh-sungguh may.." tanayaku terprajat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan semenjak itu mayline dan keluarganya mulai menjadi islam, dan suatu hikmah yang terjadi aku dan mayline melangsungkan pernikahan secara islam. enam bulan setelah pernikahan itu, aku bersama keluarga mayline kembali membangun lonveksi dari barang-barang yang dulu sempat kuamankan. walau terkadang Koh Tjia atau bapak mertuaku masih trauma setiap ada kerusuhan kok tjia memilih menutup konveksinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu pertanyaan dalam hatiku, mengapa kita bangsa indonesia selalu membedakan pribumi dan nonpribumi. bukankan ini tanah air kita, tanah air yang satu tanah air indonesia. bukankah kita hidup di bumi yang sama, di bumi indonesia. dan aku berharap bangsa Indonesia bisa memahami perbedaan. seperti perbedaan aku dan istriku mayline yang berbeda untuk dipersatukan. Semoga Allah menyatukan Indonesia, dan Menjadikan indonesia yang makmur, dan krisis 10 tahun yang lalu tidak akan pernah berulang lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7518131709454420173-5906313954166267472?l=coretanpena-erwin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/feeds/5906313954166267472/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7518131709454420173&amp;postID=5906313954166267472' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/5906313954166267472'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/5906313954166267472'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/2008/05/mayline.html' title='Mayline'/><author><name>Erwin Arianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08051634271432353853</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_YQYm-M7Kc0s/SGBBlgV5QYI/AAAAAAAAAYw/8_4JX0-a4ms/S220/me%2526mywife1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7518131709454420173.post-8191216386488329598</id><published>2008-05-26T09:42:00.000+07:00</published><updated>2008-05-26T09:44:39.212+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi Cinta'/><title type='text'>karena Aku adalah angin untuk bidadari hatiku</title><content type='html'>Saat Kau Tanya Seberapa Dalam Cintaku Padamu&lt;br /&gt;Aku hanya diam dan tersenyum&lt;br /&gt;saat Kau Tanya Kenapa tersenyum&lt;br /&gt;Aku lalu  terdiam dan membisu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu kau kembali menyanyakan Kepadaku&lt;br /&gt;Apakah Benar Kamu Mencintaiku&lt;br /&gt;lagi-lagi mulut ini kembali membatu&lt;br /&gt;Sedikit aura murka tersirat pada mukamu yang ayu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu kau kembali bertanya kepadaku&lt;br /&gt;Maukah kau mencintai ku seperti matahari kepada bumi&lt;br /&gt;seperti sebelumnya aku hanya diam dan membisu&lt;br /&gt;Dan Kau Mulai Marah dengan Apa yang Terjadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi tetap kau tanyakan lagi kepadaku&lt;br /&gt;Apakah kau bisa mencintaiku seperti bulan kepada malam&lt;br /&gt;Lagi-lagi aku kembali terdiam seperti yang lalu&lt;br /&gt;kali ini Kau mulai mensuarakan kekesalan mu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu aku menjawab, Aku akan mencintaimu seperti angin&lt;br /&gt;Tidak seperti matahari yang mencintaimu hanya pada siang hari&lt;br /&gt;Tidak Seperti Bulan yang mencintaimu hanya pada malam hari&lt;br /&gt;Cintaku ada seperti Angin yang kau butuhkan untuk Hidup mu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angin Itu ada tidak hanya siang, Tidak Juga pada Malam&lt;br /&gt;Angin selalu ada disaat kau masih bernyawa tidak peduli siang atau malam&lt;br /&gt;Angin bisa menghiburmu disaat kau gundah&lt;br /&gt;Angin juga ada saat kau sedang tertawa bahagia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku ada tuk menerbangkan sayap-sayap indahmu tuk gapai impianmu&lt;br /&gt;aku Angin yang selalu kau butuhkan tetapi tak kasat dalam matamu&lt;br /&gt;cintaku kepada mu, seperti angin akan ada disetiap detik waktumu&lt;br /&gt;Begitulah aku mencintaimu, karena Aku adalah angin untuk bidadari hatiku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Depok 26 May 2007&lt;br /&gt;Original by Erwin Arianto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7518131709454420173-8191216386488329598?l=coretanpena-erwin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/feeds/8191216386488329598/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7518131709454420173&amp;postID=8191216386488329598' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/8191216386488329598'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/8191216386488329598'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/2008/05/karena-aku-adalah-angin-untuk-bidadari.html' title='karena Aku adalah angin untuk bidadari hatiku'/><author><name>Erwin Arianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08051634271432353853</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_YQYm-M7Kc0s/SGBBlgV5QYI/AAAAAAAAAYw/8_4JX0-a4ms/S220/me%2526mywife1.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7518131709454420173.post-2339055624240143658</id><published>2008-05-21T14:16:00.000+07:00</published><updated>2008-05-21T14:17:31.479+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi Cinta'/><title type='text'>Kerinduan angin Pada Bidadari</title><content type='html'>Malam dengan kemegahan sang kelam&lt;br /&gt;terkihat bintang mencumbui sang rembulan&lt;br /&gt;kunang-kunang bersinar bersahabat dengan gelap malam&lt;br /&gt;Tak ada sang hujan Menambah indahnya Alam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angin meringkuk sepi di peraduan&lt;br /&gt;Menanti sayap Bidadari tak pergi tertahan&lt;br /&gt;Dengan airmata angin mengadu pada hujan&lt;br /&gt;menyirat rintik grimis mulai berjatuhan&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;pada kepedihan yang jauh tertahan&lt;br /&gt;pada Perih peluh mulai mengering&lt;br /&gt;terbawa ayunan  melangkah mengiring&lt;br /&gt;angin merindukan senyum bidadari nan menawan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angin terbelenggu tak bisa pergi&lt;br /&gt;Angin teriak Tak terdengar lagi&lt;br /&gt;Angin berlari tak terhampiri&lt;br /&gt;Karena Bidadari telah Pergi tak Kembali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;angin pun bercerita pada malam tentang kisah panjang&lt;br /&gt;hembusan Sepoy  angin pada malam memenatkan&lt;br /&gt;Sekali lagi angin terkalahkan oleh keadaan&lt;br /&gt;tuk pertahankan cinta terasa menyakitkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Depok, 17 May 2008&lt;br /&gt;Erwin Arianto&lt;br /&gt;Bidadari Still Love U dengan Segala keterbatasan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7518131709454420173-2339055624240143658?l=coretanpena-erwin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/feeds/2339055624240143658/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7518131709454420173&amp;postID=2339055624240143658' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/2339055624240143658'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/2339055624240143658'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/2008/05/kerinduan-angin-pada-bidadari.html' title='Kerinduan angin Pada Bidadari'/><author><name>Erwin Arianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08051634271432353853</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_YQYm-M7Kc0s/SGBBlgV5QYI/AAAAAAAAAYw/8_4JX0-a4ms/S220/me%2526mywife1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7518131709454420173.post-2496842543114132957</id><published>2008-05-16T14:28:00.000+07:00</published><updated>2008-05-16T14:54:02.792+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>Keysia dan Mantan Preman Tua</title><content type='html'>Keysia dan Mantan Preman Tua&lt;br /&gt;By; Erwin Arianto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siang itu saat putri kecil ku pulang dari sekeloh.. "Assalamualaikum..." teriaknya dengan muka lugu penuh dosa memberi salam kepada ku "Walaikum salam... Kamu dah pulang Keysia" jawabku kepada keysia. "sudah bunda...bunda masak apa?" tanya Keysia kepada ku sambil membuka sepatu dan mengganti seragamnya. "bunda masak sayur sop dan goreng empal deging.." seru ku kepada Keysia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"bunda... kakek mana..?" Keysia menanyakan keberadaan kakeknya, bapakku, memang Keysia begitu dekat dengan bapak, entah karena cucu pertama entah karena adanya persamaan sikap yang sama-sama keras kepala. "kakek di belakang sedang berbaring di balai-balai.." jawabku. memang rumah kami tidak terlalu besar, tetapi di halaman belakang ada balai bambu tempat beristirahat disamping sisi dari pohon durian yang rimbun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kulihat keysia dan bapak sudah bercanda bersama lagi, dan tampaknya keysia sedang menceritakan tentang pengalaman sekolah yang dialami nya hari itu. setelah puas bermain berdua Kulihat bapak terbaring di atas balai bambu sambil bersenandung bersama keysia Cucu perempuannya tampak membaringkan kepalanya di sisi bapak ikut menikmati nyanyiannya walaupun keysia itu jelas tidakmengenal lagunya.dan kulihat keysia  menyodorkan sebuah Buku tata cara sholat untuk kakeknya/bapakku. bapak hanya tersenyum, tahu akan apa yang bakal dikatakan cucunya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;“Ayo kek, Keysia ajarin caranya sholat seperti diajarin ibu guru disekolah ya” pintanya polos dengan mata berharap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“lagi? Kemarin kan sudah…” elak bapak dengan nada bercanda, walau suaranya terdengar parau, akibat tubuhnya yang kian melemah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“kemarin kan kakek belum aku kasih taunya” protes Keysia sebal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“kakek ngantuk Keysia, kakek kan sakit” elak bapak lagi kemudian langsung membalikkan tubuhnya pura-pura mendengkur.Keysia tidak melanjutkan protesnya, dia percaya kakeknya benar-benar tidur. Gadis kecil itu berjinjit untuk mencium kening kakeknya dengan sayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“maafin Keysia ya udah ganggu kakek, met bobo kakek sayang” bapak taampak tetap pura-pura tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya bapak sudah sejak lama Dulu selalu menjalankan sholat, bahkan hampir semua sholat sunnah dikerjakanya. Bukankah dulunya Bapak Anak seorang guru ngaji sebelum terjerembab dalam kehidupan sebagai pereman. bapak sering bercerita  tentang peristiwa lalu, kejadian pahit yang telah merubah hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;**********************&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PAda awal pernikahanya dengan ibu, bapak bekerja sebagai buruh pabrik dan mereka bahagia dengan kehidupannya walau dijalani dengan indah. dan aku pun mendapat kasih sayang yang penuh dari bapak dan ibu. walau kami dulu tinggal di rumah kontrakan yang terbilang sangat sempit tami kami bahagia, samapi suatu saat pabrik garment tempat bapak dan ibu bekerja gulung tikar dikarenakan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Krisis ekonomi dan kenaikan harga BBm yang mempengaruhi kenaikan harga bahan baku, dan penurunan penjualan."Bu... Pabrik tempat kita bekerja tutup, kita harus bagaimana ya bu" aku ingat ucapan bapak waktu itu, aku waktu itu msih duduk di bangku kelas 5 SD, "Sabar pak, kita coba usaha saja" jawab ibu dengan penuh kesabaran, ibu adalah seorang yang sabar dan penyayang terhadap aku dan adikku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah tidak bekerja pada pabrik garment tersebut, kehidupan kami mengalami penurunan yang drastis, ibu mencoba berjualan lauk matang di rumah, dan bapak Mencoba menjadi pedagang kaki lima dan berjualan di depan perkantoran elite.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musibah yang datang tetap kami jalani sekeluarga dengan sabar, orang tuaku begitu ihlas menjalani semuanya. dan bapak pernah berkata kepada kami sekeluarga "“Hidup itu berat, tetapi tetap harus di jalanin, seberat dan sesusah apapun. Jangan mengeluh dan merepotkan orang lain.” itulah prinsip bapak, aku salut kepada bapak, walau dalam keadaan susah beliau tetap tegar sebagai tulang punggung keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi awan hitam masih menyelimuti keluarga kami, ketika aku pulang sekolah dulu aku melihat banyak orang berlari-lari di dekat rumah kontrakan kami sambil berteriak-teriak dan membawa ember untuk memadamkan api, "kebakaran-kebarakaran..." begitulah orang-orang berteriak. Dan begitu pilu melihat rumah kontrak kami habis di lalap si jago merah. Lalu aku pun panik,mencari Ibu dan Bapak "bang roni..ibu mana.. bapak..., kemana" tanyaku dan aku pun menangis sekencang-kencangnya melihat kejadian itu. dan seorang yang kusapa bang roni, adalah seorang tetangga kami dalam rumah petak kontrakan kami mengantarkan aku ke ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kulihat ibu sedang menangis sesedukan di pojok mushola, dan bapak masih berusaha menyelamat kan barang berharga yang tertinggal dirumah kami, walau memang kami sebenernya tidak memiliki apapun dirumah. "Gusti Allah... Mengapa kau tidak berhenti memberi kami cobaan" begitulah ratap ibu kala itu. sambil menggendong Adiku Budi, dan dalam kondisi hamil 6 bulan. Begitu kulihat guratan kepedihan yang dialami ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kebakaran padam, kami sekeluarga sekarang tidak mempunya tempat tinggal lagi, "ibu lalu kita tinggal dimana...?" tanya budi dengan polos menanyakan kemana kami akan tinggal. Ibu hanya diam tak bisa menjawab pertanyaan budi ketika budi baru pulang sekolah kala itu dan diam melihatrumah kontrakan kami habis di lalap api.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kulihat bapak membawa beberapa benda berharga yang kami miliki, berupa radio butut, dan beberapa pakaian kami sekeluarga, keringat dan air mata tampak jelas di muka bapak kala itu. sungguh duniaseakan runtuh, dan bapak ku seorang yang tegar pun seakan tidak kuat menanggung beban yang dihadapinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hati tangan mungil ku waktu itu hanya bisa mengadah menghadap langit dan berdoa. "Tuhan kenapa rumah Ika dibakar.. sekarang ika,budi, bapak, dan ibu harus tinggal dimana...?" aku pun menangis sekencang-kencangnya. Dan bapak dengan tangan yang kasar memeluk aku dan budi seakan ingin begkata "sabar nak.. bapak akan mencari jalan keluar terbaik untuk kalian".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;********************************&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;karena tidak memiliki uang dan apapun, akhirnya dengan suatu pilihan berat, diajak oleh pak nainggolan teman bapak sewaktu berjualan di emperan, kami tinggal di bawah kolong jembatan, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"inilah rumah baru kita ka, bud" terlihat bapak dengan muka yang dibuat seolah bapak bahagia dengan  sesuatu yang dibilangnya rumah, walau hanya terdiri dari tumpukan-tumpukan kardus bekas dibawah kolong jembatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau terbuat dari kardus, rumah kami begitu nyaman, aku nyamana dengan bekap kedua orang tua, bapak dan ibu begitu memberi rasa cinta meraka kepada aku dan budi. bapak kini berusaha mencari nafkah dengan menarik becak. aku dan budi karena tetap ingin sekolah kami berdua memutuskan untuk mengamen di jalan, dan uang nya aku kasih ke ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"bu ini hasil ngamen aku dan budi, bu.. ika mau sekolah lagi..." ucapku sambil memberi uang receh sebesar Rp.10.000 "iya bu.. budi kangen sama temen-temen budi, budi mau sekolah lagi..." ibu hanya diam dan menangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"bapak pulang..." teriak budi. "eh bapak.." ucapku menyambut kedatangan bapak waktu itu. "bapak membawa Nasi bungkus nak, buat kalian makan" bapak membawa nasi bungkus, plus tempe, tahu, dan krupuk. itulah yang biasa kami makan. Nasi tersebut oleh ibu dibagi 4 untuk aku, bapak dan ibu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau hanya makan seadanya, Alhamdulillah kami masih bisa makan 3 kali sehari, dengan porsi seadanya.Dan kuliahat bapak tetap tegar menjalani harinya, aku lihat bapak tetap menjalankan sholat lima waktu, bapak selalu menggunakan baju koko kebesaran yang tersisa dari kebakaran rumah kami &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yangdulu. "bapak.. kayaknya ibu sudah mau melahirkan deh 1 bulan lagi.."ucap ibu waktu tengah malamsaat aku pura-pura tidur dan mendengar percakapan bapak dan ibu. "Iya bu.. tapi melahirkan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dimana.. bapak tidak punya uang untuk biaya melahirkan gimana ya bu" kulihat bapak melamun disana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore itu sepulang mengamen dengan budi kulihat bapak duduk diam di pojok rumah, "sore pak.. kok tidak narik pak" tanya ku polos kepada bapak. "Becak Bapak di sita oleh  Polisi", katanya Bapakmelanggar peraturan lalu lintas polisi mengatakan “Anda gak lihat di tiang depan sana ada gambar becak di larang masuk di area sini?!” begitu kata bapak tentang kejadian diambilnya becaknya.kulihat bapak menangis didepan rumah kardus kami. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapak mengepal tangannya sambil memukul tanah tanda kekesalannya, kekesalan tentang garis hidup dan kemiskinan yang menimpa kami. dia berteriak "Aku benci pada mu ya Allah.. tidak habis pikir aku, pekejerjaanku, rumah ku, kini becakku kau ambil semua.. kenapa.. apa salah ku, aku benci pada mu ya Allah" begitu lah teriak bapak menyalahkan Allah, karena mungkin tidak ada siapapun atau Apapun yang bisa disalahkan lagi.Ibu hanya diam, tidak ada sepatah kata, hanya tersenyum dan memeluk bapak dari belakang, seakan berusaha menenangkan bapak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah tiga bulan ini Bapak menganggur, dan sejak saat itu kerjaan Bapak cuma luntang lantung tidak jelas, ibu mencoba mencari nahkah kami dengan memulung. dan aku dan adiku tetap mengamen. saat aku mengamen di prempatan lampu merah, kulihat seseorang seperti bapak melakukan pencopetan, dan orang tersebut dikejar-kejar oleh masa, tetapi untung nya orang itu berhasil menyelamatkan diri dari amukan masa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ketika dirumah aku bertanya kepada bapak, "pak tadi aku lihat seorang pencopet dikejar masa, kasihan orang itu pak, kenapa dia mencopet ya pak" tidak seprti biasanya bapak yang ku kenal ramah membentaku "Sudah lah anak kecil tau apa sih.." bentaknya kuliahat bapak memegangi sebuah luka dikakinnya, yang sama kulihat dengan pencopet yang kulihat sempat terjatuh di lampu merah tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PAda awalnya bapak tidak berterus terang kepada ibu, aku dan adiku, tapi lama-lama kami tahu bahwa bapak telah bergabung dengan kelompok preman bang hasan Palembang, sebuah geng preman yang sering merampok, menodong, dan berbuat kekerasan lainya."ini uang untuk Ika dan Budi sekolah bu" suatu hari bapak menyerahkan uang kepada ibu, "dan ibu tolong jangan memulung lagi, sebentar lagi ibu sudah akan melahirkan" kata bapak kepada ibu. "ini uang dari mana pak" tanya ibu kepada bapak, "sudah lah kamu tidak perlu tahu" bentak bapak kala itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi suatu hari aku melihat tangan bapak berdarah-darah, seperti habis berkelahi, dan banyak kawan-kawan bapak yang datang kerumah “Cung, aku nggak nyangka kalau kamu tega membunuh lelaki itu!,” “Itu masalah pilihan Met, aku terdesak waktu itu, nggak ada pilihan lain!!,” bapak membela diri.“Tapi tidak harus dengan membunuhnya kan?,” “Aku tidak menyangka kalau sabetan ku mengantarnya meregang nyawa,”, “Bodoh kamu, hasil sabetanmu nyaris memutuskan lehernya, mana mungkin nggak mati” “Oke oke.., aku mengaku salah saya kira kita tidak usah memperpanjang masalah ini, Oke!,” sahabat bapak yang dipangil memet diam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bercerita kepada ibu tentang kejadian yang terjadi dan  bahwa bapak menjadi preman, tetapi ibu diam, seakan tidak bisa berkata lagi. "sudah lah ika, kamu sekolah saja, biarkan bapak mu mencari uang, kita doakan saja bapak mu selamat" ucap ibu pasrah dengan penjelasan ku tentang bapak. Makin lama nama bapak sebagai preman semakin berkibar dan bapak terkenal dengan julukan si Kuncung dari semarang, apakah aku harus bangga atau sedih perasaan yang tidak bisa aku deskribsikan, sekarnag aku anak jagoan, anak preman, banyak orang takut terhadap aku, mungkin karena keangkeran nama bapak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PErnah suatu hari, aku menunggak membayar uang sekolah selama 5 bulan, dan aku tidak bisa mengikuti ujian sekolah, aku menceritakan hal ini kepada ibu, lantas ibu menceritakannya kepada bapak, dan ternyata bapak membawa teman-temanya menyatroni rumah kepala sekolah kami, dan hampir melukai kepala sekolah, walau pada akhirnya kepala sekolah tersebut dapat memahami dan memperbolehkan aku mengikuti ujian. semenjak kejadian kepala sekolah di datangi bapak, semenjak itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dikelas aku pun ditakuti tidak ada orang yang berani menggangguku, karena takut kepada bapak, semua teman-temanku dan guru-guruku tidak berani menggangguku. tapi walau aku anak preman, aku bukan seorang yang menggunakan nama bapak, prestasiku sangat bagus dan memuaskan pada kelas 1-3 SMP aku selalu menjadi yang terbaikdi sekolah, begitupun budi adiku dia termaksud anak yang cerdas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan aku berhasil lulus smu dengan nilai yang sangat memuaskan, aku mencoba mendaftar melamar kekelurahan dekat rumah kardusku, dan alhamdulillah aku diterima menjadi pegawai honorer di sana. tetapi bapak ku masih tetap seorang preman, walau seorang preman tetapi bapak tidak pernah main judi, Minum-minuman keras atau pun main prempuan. bapak tetap seorang yang hangat di keluarga, walau diluar bapak ditakuti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;******************************&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sangat beryukur karena aku bisa diterima sebagai karyawan di kelurahan, walaupun aku mejadi pegawai rendahan dikelurahan, dengan begitu aku bisa sedikit mengangakat kehidupan keluargaku, alhamdullah aku bisa mengontrak rumah untuk kami sekelurga walau hanya sebuah rumah petak seperti dulu rumah kontrkan kami yang kebakaran. memang itu tekadku semenjak dulu, yaitu mengangkat martabat keluarga, dan ibu sudah tidak aku perbolehkan memulung lagi. kini ibu mulai membuka usaha menjual makanan di depan rumah kontrakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi bapak, masih dengan kegiatanya menjadi preman jalanan, tetapi sudah tidak seberingas dulu lagi, bapak kita hanya memegang lahan parkir, tidak ikut mencopet, menodong atau tindak kekerasan lagi, dan kini bukan hanya aku dan budi, aku memiliki adik juga bernama Andi, andi lahir ditengah kesusahan ekonomi keluarga kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai pegawai kelurahan tugasku mengurus pembuatan  KTP, dari pengurus KTP aku bertemu dengan Mas Sapto, seorang yang ternyata menaruh hati padaku, memang banyak orang yang menyukai aku karena kata orang aku cantik, dengan tubuh mungil, dan kulit putih. Tapi beberapa orang takut terhadap bapak, atau meraka menghindar ketika awal aku bekerja aku tinggal dikolong jembatan, memang aku telah biasa dilecehkan sebagai orang yang berekonomi sangat rendah, mungkin kami yang hidup di kolong jembatan sudah tidak dianggap dalam catatan pemerintah, hal ini aku ketahui setelah aku bekerja di kelurahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang Permalahan cinta, Ibu melarang aku untuk berpacaran, karena ibu bilang jangan mau dipermainkan laki-laki, "laki-laki itu buaya semua nduk" begitulah kata ibu dalam menasihatiku aku selalu mengikuti saran dari ibu, dan aku ingin berbakti kepada kedua orang tua, karena aku tahu mereka sudah susah bapak membesarkan aku dengan liku hidup yang begitu sulit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nama kamu ika ya" begitulah pertemuan aku tidak begitu istimewa, dialah Iwan Subrata, seorang pegawai bank swasta yang menaruh hati padaku, pada awalnya aku hanya menanggapi dingin. karena aku takut berakhir kekecewaan. tetapi iwan berhasil meluluhkan hati ku yang membeku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ika, maukah kamu menikah dengan aku" pada suatu hari mas iwan bertandang kerumahku, dan memberi sebuah kertas yang isinya sangat menggemparkan hatiku, dia memintaku untuk menikah denganya, aku hanya diam dan bingung dengan perasaan yang ada pada diriku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kamu serius atau mau mainin aku, kalau kamu mau mainin aku, lebih baik kamu pergi, aku takut kamu di hajar bapak, bapak ku preman mas, dan aku hanya hidup sebagai orang yang tidak punya, apa kamu siap menikah dengan aku dengan kondisi yang memprihatinkan" tulisku singkat dalam surat balasan ku berikan kepada budi waktu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku tidak takut dengan bapakmu, seorang bapak akan melidungi anaknya, itu pasti, tapi aku serius ika, aku ingin menikah dan menghabiskan sisa hidupku dengan kamu, keluargamu adalah keluargaku, aku siap dengan kondisi seperti apapun" sebuah inti surat yang dikirim kepadaku.akhirnya aku menyetujui untuk menikah denganya, semua tidak berjalan mulus, aku tau bahwa &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;keluarga mas iwan datang dari keluarga yang terhormat, sedang aku dari keluarga yang teramat miskin, pada awalnya ibu mas iwan sangat menentang keinginan mas iwan, dia bilang aku berasal dari bibit, bobot,bebet  yang tidak jelas, bapak ku preman, dan aku tnggal dirumah kardus. tapi hal itu tidak menyurutkan tekad mas iwan untuk menyuntingku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mas iwan menemui bapak pada hari minggu sorre, "assalamualaikum" mas iwan datang saat bapak ada dirumah, "masuk ada apa" tanya bapak dengan accuh, "Begini pak, nama saya iwan subrata, saya datang dengan maksud ingin menikahi putri bapak ika tapi sebelum orang tua saya datang, saya memberanikan diri untuk menanykan kesedian bapak untuk memperbolehkan saya menikahi anak bapak" jelas mas iwan kepada bapak kala itu. Bapak pada awalnya sangat terkejut, tapi bapak adalah seorang yang bijaksana dan memperbolehkan putrinya untuk dinikahi mas Iwan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dalam waktu 6 bulan setelah pemintaan mas iwan itu akhirnya kami menikah sebuah pernikahan sederhana dirumah itu, dan aku bahagia bersama dengan mas iwan yang sanagat baik, berkat mas iwan adiku budi bisa melanjutkan kuliah dan menjadi seorang Sarja Ilmu Komputer dan budi telah bekerja sebagai seorang Staff IT di perusahaan Multinasional. sedang Andi adiku terkecil bisa sekolah dengan baik, sekarang dia telah SMU, bapak dan IBu kini tinggal bersama kami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pun kini telah mempunyai seorang putri kecil yang cantik dan ceria, yang bernama Keysia, seorang yang bersifat mirip seperti bapak, keras kepala. bapak kini telah meninggalkan pekerjaannya sebagai preman, dia membuka usaha bengkel dengan modal dibantu oleh Budi adiku yang telah bekerja. tetapi mungkin rasa sakit hati bapak terhadap Tuhan masih membekas di hatinya, sampaisaat ini bapak tidak mau untuk sholat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari bapak sakit, aku membawa bapak kerumah sakit. dan bapak mendapat pernyataan bahwa bapak menderita penyakit paru-paru akut, dan bapak sakit parah dan susah diobati. “pak…” Aku memandangnya lekat-lekat, ingin memulai pembicaraan.Mataku sembab habis menangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“dokter bilang umur bapak tidak lama lagi kan?” tebak bapak. Aku menggeleng lemah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“dokter tidak bilang begitu, dia hanya bilang kalau bapak sakit parah dan sulit diobati”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“itu sama saja” kata bapak Pandangan matanya mengabur seakan ada ribuan kunang-kunang mengitari dirinya. dia lalu mengenang hidupnya yang sangat keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu yang bapak pernah cerita kepada Ibu, bahwa bapak sanagat menyesali bahwa bapak pernah mengutuk Allah dan bapak tidak pernah Sholat. Rasa ego dan tekanan hidup masa lalu, bapak bercerita bahwa Dia takut ibadahnya tidak diterima. Kini bapak bahkan hampir lupa bagaimana caranya Sholat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mas Iwan, Aku, Budi, bahkan Keysia berkeinginan kembali mengajarkan bapak sholat, tapi kadang masih ada kegalauan dalam hati bapak. “bapak belajar Sholat ya?” aku sering mengajak bapak, tapi teguran kut tadi membuat bapak terkejut, karena selama bapak menganggap  aku tidak tidak pernah mempermasalahkan keislamannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“bapak biarlah yang dulu kekerasan hidup dan cobaan hidup telah berlalu, Allah selalu menguji kita karena Allah sayang kita kan pak, buktinya kini Allah memberi sesuatu yang indah Budi tetap bisa kuliah seperti mimpi bapak dulu, dan aku Telah menikah dengan Mas IWan orang yang menyangi aku dan keluarga kita, serta Ada Keysia Cucu Bapak yan sangat mencintai bapak" Ujarku &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampak sebuah senyum dari wajah bapak seakan dia setuju tentang apa yang telah aku terangkan kepadanyanya. dan setelah pembicaraan itu aku melihat keysia masuk kedalam kamar “eh kakek udah bangun, sini Keysia ajarin Cara sholat” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“boleh, tapi ajarinnya pelan-pelan ya” bapak pernah berkata tentang harapanya bahwa dia ingin kembali berbakti kepada Allah dan menjalankan printahnya sebelum dia Meninggal.Dan Suatu keajaiban telah terjadi dalam Hidupku, Aku melihat Bapak telah melaksanakan sholat Ashar  berjamaah dengan Keysia Putriku. Alhamdulillah. Seorang Preman tua, telah kembali insyaf dan Sholat karena seorang putri kecil yang begitu mencintainya, Keysia putri kecilku yang cantik yang bisa meluluhkan seorang preman tua itu, dan menuntunnya kejalan Allah, bukan karena kepintaranya tapi ketulusan yang pancarkan dari tubuh kecil itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pun terharu atas kejadian yang kusaksikan,dan kupanjatkan doa kepada Allah Atas semua Karunia yang telah diberikan kepadaku. "Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri ni`mat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan memberi kebaikan kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri Amin".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerpen ini hanya imaginasi penulis, kesamamaan nama, Pristiwa, adalah tidak disengaja bila ada kritik saran, Komentar, Sanggahan harap ditujukan pada erwinarianto@gmail.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Depok 16 Mey 2008&lt;br /&gt;Erwin Arianto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7518131709454420173-2496842543114132957?l=coretanpena-erwin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/feeds/2496842543114132957/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7518131709454420173&amp;postID=2496842543114132957' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/2496842543114132957'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/2496842543114132957'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/2008/05/keysia-dan-mantan-preman-tua.html' title='Keysia dan Mantan Preman Tua'/><author><name>Erwin Arianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08051634271432353853</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_YQYm-M7Kc0s/SGBBlgV5QYI/AAAAAAAAAYw/8_4JX0-a4ms/S220/me%2526mywife1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7518131709454420173.post-2412328112426735289</id><published>2008-05-14T12:10:00.000+07:00</published><updated>2008-05-14T12:11:19.936+07:00</updated><title type='text'>Pernyataan Maaf</title><content type='html'>Assalamualaikum Wr.Wb&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengamati Situasi Yang berkembang Saat ini mengarah ke keadaan yang kurang nyaman untuk rekan-rekan semua, Dengan Ini saya Erwin Arianto, Menyatakan Permohonan Maaf Yang Sebesar-besarnya Kepada Pihak yang Merasa Dirugikan Karena kesalahan dan Kekhilafan saya. Dan saya tidak bermaksud melakukan pengulangan Hal-hal yang telah Terjadi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai mahluk Tuhan yang lemah dan kurang berilmu, Saya Menyadari saya bukan mahluk yang luput dari salah dan dosa, Maka kiranya seluruh pihak yang merasa tidak berkenan dapat memaafkan kesalahan saya baik yang disengaja atau pun tidak disengaja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas Perhatian Dan kerjasama dari semua rekan Saya Ucapkan terimakasih. Dan bila masih ada rekan yang masih kurang berkenan dan berkeinginan untuk melakukan klarifikasi dengan yang terjadi dapat mengirim email ke Erwinarianto@gmail.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam hormat&lt;br /&gt;Erwin Arianto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7518131709454420173-2412328112426735289?l=coretanpena-erwin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/feeds/2412328112426735289/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7518131709454420173&amp;postID=2412328112426735289' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/2412328112426735289'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/2412328112426735289'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/2008/05/pernyataan-maaf.html' title='Pernyataan Maaf'/><author><name>Erwin Arianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08051634271432353853</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_YQYm-M7Kc0s/SGBBlgV5QYI/AAAAAAAAAYw/8_4JX0-a4ms/S220/me%2526mywife1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7518131709454420173.post-5892086218677737625</id><published>2008-05-09T16:23:00.000+07:00</published><updated>2008-05-09T16:24:32.115+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi Kehidupan'/><title type='text'>Mengapa Kau diam Sahabat?</title><content type='html'>Mengapa Kau diam Sahabat?&lt;br /&gt;Aku Diam Karena aku tidak ingin bicara&lt;br /&gt;Aku menikmaati suasana Hening&lt;br /&gt;Karena Hening dapat memberikan Nuansa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak kah kau lihat mereka berbicara Sahabat?&lt;br /&gt;Kenapa Kau memilh selalu diam&lt;br /&gt;Aku Bukan mereka, aku tidak suka banyak bicara&lt;br /&gt;Itu menunjukan meraka tidak Mempunyai Makna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak Kah Kau Sakit atau Marah atas ulah mereka sahabat?&lt;br /&gt;Marah? kenapa harus marah.. aku hanya tertawa&lt;br /&gt;Lihatlah mereka, Badut-badut panggung melakonkan drama&lt;br /&gt;Itulah Kwalitas Mereka yang tak bijaksana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bukan kah diam tak menyelesakai Masalah Sahabat?&lt;br /&gt;Kamu salah, Diam menjawab dengan seribu bahasa&lt;br /&gt;Apakah tidak kau lihat congor mereka berbusa&lt;br /&gt;Dengan kata-kata yang hanya sebuah bisa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lalu apa yang akan kau lakukan sahabat?&lt;br /&gt;Aku hanya akan melihat dan terus tertawa&lt;br /&gt;Melihat Ocehan badut-badut panggung itu disana&lt;br /&gt;tidak kah kau terhidur oleh meraka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau betul sahabat ku yang sangat kucinta&lt;br /&gt;Memang dengan banyak berbicara kita terlihat merana&lt;br /&gt;Dengan diam kita bisa memaknai yang ada&lt;br /&gt;Kau memang sahabat ku yang bijaksa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Depok 08 Juni 2008&lt;br /&gt;Original ID By; Erwin Arianto&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7518131709454420173-5892086218677737625?l=coretanpena-erwin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/feeds/5892086218677737625/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7518131709454420173&amp;postID=5892086218677737625' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/5892086218677737625'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/5892086218677737625'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/2008/05/mengapa-kau-diam-sahabat.html' title='Mengapa Kau diam Sahabat?'/><author><name>Erwin Arianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08051634271432353853</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_YQYm-M7Kc0s/SGBBlgV5QYI/AAAAAAAAAYw/8_4JX0-a4ms/S220/me%2526mywife1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7518131709454420173.post-443836012599116013</id><published>2008-05-08T07:27:00.001+07:00</published><updated>2008-05-08T07:30:04.773+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi Cinta'/><title type='text'>Secangkir Teh hangat Pagi Ini</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_YQYm-M7Kc0s/SCJJgdVZIaI/AAAAAAAAAXg/3MeOYHTH6Tg/s1600-h/images.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_YQYm-M7Kc0s/SCJJgdVZIaI/AAAAAAAAAXg/3MeOYHTH6Tg/s200/images.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5197797741917970850" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Secangkir Teh hangat Pagi Ini&lt;br /&gt;Mengingkatkan Aku akan dirimu bidadari&lt;br /&gt;Saat Selalu kau buatkan Secangkir Teh Hangat setiap Pagi&lt;br /&gt;Membawaku Bersemangat Menjalani Hari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam butiran teh hangat agak terasa sepat&lt;br /&gt;terselip makna cintamu yang tersirat&lt;br /&gt;Dengan cinta kau racik dengan tepat&lt;br /&gt;Memberi nuansa hati yang semakin Hangat&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Teh Hangat itu kau tuangkan dalam gelas Biru&lt;br /&gt;Kubawa Selalu menemaniku dalam waktu ku itu&lt;br /&gt;Segelas teh Hangat yang kau ramu dengan Jitu&lt;br /&gt;Secangkir Teh Hangat itu kini selalu kurindu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini tak bisa kutemui Secangkir teh hangat itu lagi&lt;br /&gt;Kini Saat kau tak ada lagi di sisi&lt;br /&gt;Ku Coba meracik Teh hangat ku lagi&lt;br /&gt;Agar Kudapatkan aromamu Bidadari Hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Depok, 8 Mei 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7518131709454420173-443836012599116013?l=coretanpena-erwin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/feeds/443836012599116013/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7518131709454420173&amp;postID=443836012599116013' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/443836012599116013'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/443836012599116013'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/2008/05/secangkir-teh-hangat-pagi-ini.html' title='Secangkir Teh hangat Pagi Ini'/><author><name>Erwin Arianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08051634271432353853</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_YQYm-M7Kc0s/SGBBlgV5QYI/AAAAAAAAAYw/8_4JX0-a4ms/S220/me%2526mywife1.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_YQYm-M7Kc0s/SCJJgdVZIaI/AAAAAAAAAXg/3MeOYHTH6Tg/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7518131709454420173.post-8950563162409154117</id><published>2008-05-07T14:07:00.002+07:00</published><updated>2008-05-07T14:12:35.397+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>Kantor Baruku, Kisah Laluku</title><content type='html'>Kutemukansebuah kertas surat kumal telah termakan oleh waktu yang jatuh dari arsip lamaku saat aku membereskan tumpukan kertas di kamarku. dan kubaca sebuah surat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku yang selalu menunggu ketika kau pulang dengan segenap tenaga mengayun kakiku agar langkah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sepeda motor mus berputar semakin cepat dan membuatmu nyaman akan selalu bersamaku, itu janjiku &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ketika kau berikan cintamu kepadaku. Aku pun yang selalu menjadi pelabuhan ketika kau merasa sedih dan senang. ku ucapkan terimakasih atas cinta yang kau berikan, dan kau datang di saaat yang tepat saat aku hancur dengan kekasihku.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Sepenggal kisah cinta yang kita alami walau berakhir tidak akan pernah hilang untuk selamanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setahun atau pun seribu tahun kemudian ketika jasadku menyentuh tanah dan kembali bangun, cintamu akan selalu abadi dalam hidupku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Cinta Astried Suwandri"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepenggal kertas kusam itu menceritakan kisah laluku yang sangat indah dengan Astried Suwandri, seorang yang hadir dalam kisah ku yag dulu segelumit kisah yang sangat teringini batin ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kertas kusam itu membuka lembaran kisah lamanya yang telah tersimpan rapi dalam lemari kotak bersejarah yang menjadi saksi hidup ketika cinta kembali bersemi setelah peninggalan (Alm) Wida seorang calon pengantin ku yang berpulang saat kami akan menikah. pertama kali bersemi sepuluh tahun lamanya dulu.teringat olehnya seorang wanita yang pernah menjadi bagian indah dalam sejarah hidupku hingga kini abadi tidak terlupakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini sepuluh tahun lamanya telah berlalu, dunia telah berubah, zaman telah berubah bahkan wajahnya pun mulai pudar dalam bayangan ingatanku. Mimpi kembali mempertemukan kami walau hanya sekejab bayangan itu kembali seolah memanggilku untuk kembali mencarinya. Tapi dimana.. dimana akan ku cari? Inilah jawaban yang tak pernah kudapatkan. (EA)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;************************************************&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menarik nafas panjang memulai awal mula aku berkerja ditempat baruku.  Aku menyebutnya sebagai awal hidup setelah aku menikah. Rutinitas baru dan segalanya sungguh baru,  setelah mengerti dengan jenis pekerjaan yang harus aku lakukan dan kini aku mendapat posisi Manajerial seperti yang aku impikan selama ini. aku kembali ke kantorku melalui sebuah lift yang cukup panjang , bandingkan sendiri sebuah kantor besar dengan gedung 60 lantai. Perjalanan panjang menuju kembali ke ruangku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada yang aneh untuk saat ini. Namun ketika sebuah pintu lift terbuka dengan seorang wanita muncul, membuatku mencuri pandang sesaat akan sosok wanita itu. Terasa tidak asing, ditambah senyumnya seolah memberikan kehangatan di ruang dingin ini.untuk sesaat aku mulai menduga duga siapa gerangan wanita ini. Mengapa aku begitu seolah mengenalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maaf sepertinya anda mengikutin saya terus..!!” ujar wanita itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“oh tidak.. maaf.. saya…!!” aku mencari alasan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“anda kenapa..!!” ujarnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“tidak.. saya Cuma pengen ke…!” ujarku bingung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“anda ingin ikut saya juga ke wc wanitan..!” wanita itu menunjukkan dirinya seolah berada tepat di garis pengumuman besar Toilet wanita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“maaf.. bukan maksud saya..!” aku merasa malu tak menyadari berada di depan toilet wanita..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ok kalau gitu bisa biarkan saya tenang di dalam toilet ini!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“oh ya silakan..!” aku tersenyum malu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlalu mengikuti naluriku tak menyadari berada  didepan toilet wanita membuatku malu tak berujung. Dengan tarikan nafas akhirnya aku pun perlahan meninggalkan wanita itu. Sesekali aku mencoba untuk berbalik berharap dia mau mengenalku walau hanya sesaat untuk membuang rasa penasaranku akan dia. Dan tanpa kusadari wanita itu meliriku sekilas sambil tersenyum di balik pintu toilet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku merasa seperti pernah dekat denganya, mirip seperti dalam mimpi-mimpiku. dengan nakal kucuri-curi pandang pada dia. untuk meyakinkan diri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pak. DJoko, maaf ini surat dari bapak direktur tentang rencana audit tahunan anda"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"oh.. i..ya" jawab ku tergagap karena terguran lita sekretraris Direktur itu membuyarkan lamunanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"dan ini rencana Budget, dan target dari department ini dalam satu tahun" ucap lita kembali menjelaskan Rencana kerja dan Budget Department yang aku minta persetujuan  Dari Directur Keuangna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"oke Bu lita, terimakasih" ucapku merespon pemberian laporan yang diberikan kepadaku.(EA)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*****************************************&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulang kantor, ku lihat wanita yang kulihat di depan lift pagi tadi sedang duduk sendiri di cafe dekat kantor sedang menikmati segelas Jus alpukat waktu itu. aku coba menyapa wanita yang kutemui saat pertama ku menjejakan kakiku di kantor ini. "Maaf, apakah kamu Astried" aku coba menyapanya. "ya saya Astried" jawabnya deangan lugas saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Postur tubunhnya tak berubah sedikitpun. Wajah dan senyumyapun tak berubah. Hanya terlihat sedikit lebih dewasa. Selain itu semuanya masih sama seperti waktu yang lalu. Saat ini matanya menatapku tanpa berkedip, begitu juga denganku. Aku benci melihat tatapan matanya. Tatapannya begitu tajam. Tatapan yang selalu membuatku luluh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kamu siapa ya.."tanya mungkin dia telah melupakan ku. "saya Manager Audit baru disini" ucapku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Oh Ada Apa ya" tanya kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kamu Astried Suwandri" aku menegas kan kembali bahwa sosok di depan ku adalah Astried, seseok Cintaku yang ku tinggal menikah karena keinginan Orang tuaku. dan kupersiap kan diri untuk sesuatu yang terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kamu Ingat Aku?" tanyaku mencoba menanyakannya kepadanya. "Tidak" jawabnya kepada ku saat itu.Wah waktu yang terlalu lama atau kepedihan yang sangat dalam yang membuatnya melupakan aku. "Aku Djoko Susilo...." ucapku. dan kulihat Wajah astrid berubah dan mengernyikat mukanya seakan dia berpikir sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mas.. Djo...ko" ucapny dengan sedikit terbata kepadaku. seakan tidak mempercayai seseorang yang ada didepannya adalah aku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kok diem?” tanyaku memecah keheningan diantara kami berdua. Tapi Astrid belum bereaksi. Entah masih tak percaya dengan kedatanganku atau karena menahan kekagetan hatinya melihat aku berdiri di hadapannya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Astried??” tegurku lagi. Sedetik kemudian dia mulai tersadar dari lamunannya. tanpa berkata aku sudah mengerti apa yang ingin ia tanyakan. Aku langsung mengangguk. Pada anggukan pertama, airmataku sudah ikut mengalir. Tanpa sadar ia langsung meraihku dalam pelukannya dan aku mulai menagis disana. Ternyata rasanya masih sama seperti sepuluh tahun lalu. Tak ada yang berubah. Setidaknya itulah yang kuinginkan saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kenapa kamu datang lagi mas, setelah kamu dulu menghancurkan aku" ucapnya kepadaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"maaf Astried... biar aku menjelaskan " UCapku kepadanya, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"MAAF!" Suara Astrid pun meninggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kamu mengatakan maaf setelah apa yang kamu lakukan?" dengan suara tinggi beruapa sebuah pertanyaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak menjawab pertanyaan itu, karena aku pun tak tahu harus menjawab atau berkata apa selain "maaf" atas apa yang aku lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita udah pacaran selama setahunan waktu itu dan kamu tiba-tiba bilang kalau kamu harus menikahi orang lain. Kamu tuh maunya apa sih?" kata Astried dengan nada yang sama kerasnya diiringi isak tangis sesekali. dan kulihat ruangan Kafe di dalam gedung kantor mulai sepi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami memang dulu pernah  berpacaran selama setahun, tapi selama itu juga aku telah mengkhianatinya beberapa kali. Isak tangis Astried semakin sering. Matanya tak sanggup menahan air mata yang mengalir dari kesedihannya.Aku tahu bahwa yang pernah aku perbuat membuatnya sedih, hanya saja hal itu baru ku sadari kini. Setelah aku mengaku semua perbuatanku padanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"pada awalnya , kamu yang selalu nolak lebih serius. Tapi waktu malah kamu yang mengkhianati aku. Aku..." katanya yang tak menyelesaikan kalimatnya karena air mata kesedihan semakin mengalir kencang. seakan menumpahkan kekesalannya kepadaku yang tidak pernah terungkap semenjak aku menikah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Orang tuaku memaksaku Tried. Aku sudah mencoba menolaknya, tetapi aku di hujat orang tua ku habis-habisan, dan orang tuaku mengancam bunuh diri," kataku dengan jujur mengatakan alasanku untuk menikahi orang lain selain Astrid pacarku yang aku sayangi. Dan Aku dan Astried telah menjalin hubungan indah Selama kurang lebih satu tahun  kisah indah yang selalu terukir dalam memori hatiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berkata itu, aku memejamkan mataku sembari berharap tamparan melayang di pipiku, meski aku tahu aku lebih berhak menerima lebih dari itu. Tapi tamparan itu tak pernah datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jadi Apakah aku harus hamil dulu biar kita bisa menikah? Maaf, buat aku, itu sama sekali bukan sebuah pilihan,” bentak Astried lalu berlari menjauhiku dan meninggalkan air matanya dalam jejak pelarian itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingin sekali mengejar dirinya, tapi aku tak mungkin melakukan itu. Aku tak mau mengkhianati cinta untuk yang kedua kalinya. Aku memang selingkuh dengan orang lain yang memberikan hubungan yang lebih intim, meski rasa sayangku lebih besar pada Astried. Aku terlalu membiarkan gairahku menyesatkan cinta yang aku miliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seandainya dia menanyakan apakah Aku mencintai Istirku, Sungguh! Tapi Istiriku ada di posisi nomor dua, sedangkan dia masih terus bertahan dan selalu menduduki hatiku selalu menjadi yang pertama. Aku benci mengakui itu. Sudah beribu-ribu cara aku lakukan untuk melupakannya tapi tak ada satupun yang berhasil. Sampai satu titik aku merasa lelah dan aku tersadar. Aku harus tetap menjalani hidupku.dengan atau tanpanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau kini harus kujalani hidup 1 kantor dengan astried, yang ada duniaku akan terus berkecambuk antara penyesalan cinta yang ada. Sudahlah. Alasan apapun yang aku berikan tak akan mampu mengusir kesedihan Astried dan tidak akan mampu menghapus kesalahanku. Aku pun hanya mampu berkata, "maaf, aku tak bisa menikahi dengan dirimu". Lebih baik aku jalani hidupku daripada harus memberikan alasan-alasan yang tak berarti untuk Astried dan juga untuk diriku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biarlah Dia menjadi indah dalam kenangan yang selalu bermain dan berputar dalam ingatan ku, tentang kejadian lampau yang masih kuat akan angan ku yang begitu menginginkannya menjadi istriku. Biarlah aku tetap Mencintaimu dalam Relung hati, walau terus dalam penyesalan dan Keperihan Yang Dalam. Dan aku akan terus mengatakan dalam hatiku, Teruslah Menjadi Kekasih Hati Dalam nurani, Dan Semoga aku hanya bisa berharap ada seseorang yang bisa membahagiakan mu Cintaku.(EA)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerpen ini hanya fiktif belaka, Jika ada kesamaan Nama tokoh, Pristiwa, adalah kebetulan belaka, Dan jika terdapat Tanggapan, Celaan, atau kritik Harap dikirim langsung pada email erwinarianto@gmail.com. Terimakasih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Depok 7 Mei 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7518131709454420173-8950563162409154117?l=coretanpena-erwin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/feeds/8950563162409154117/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7518131709454420173&amp;postID=8950563162409154117' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/8950563162409154117'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/8950563162409154117'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/2008/05/kantor-baruku-kisah-laluku.html' title='Kantor Baruku, Kisah Laluku'/><author><name>Erwin Arianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08051634271432353853</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_YQYm-M7Kc0s/SGBBlgV5QYI/AAAAAAAAAYw/8_4JX0-a4ms/S220/me%2526mywife1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7518131709454420173.post-3750305800173147108</id><published>2008-05-05T15:10:00.000+07:00</published><updated>2008-05-05T15:11:11.696+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi Cinta'/><title type='text'>Sabda Sebuah Hati yang terlanjur mencintai</title><content type='html'>malam Itu Saat Gugusan Gemintang menari&lt;br /&gt;Menggurat Nuansa Indah pada cakrawala tak terganti&lt;br /&gt;Rembulan malam Bercumbu rayu menyatakan isi Hati&lt;br /&gt;Menangis tertawa membawa sebutir rasa tercuri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hembusan Mimpi tentang ingin hati&lt;br /&gt;Menggapai Suatu cinta yang putih dan suci&lt;br /&gt;Cinta yang menembus batas garis sang mega&lt;br /&gt;Memberi Aroma Romansa yang terus terjaga&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Dimanakah Perempuanku saat ini&lt;br /&gt;Kala Hati begitu syahdu Merasa Apa yang terjadi&lt;br /&gt;Menikmati secuil kisah lampau yang berseri&lt;br /&gt;Kisah bersama seorang bidadari hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Kini dalam Sejengkal Mimpi Diri&lt;br /&gt;Diri mu hilang pergi dan membenci&lt;br /&gt;Sebongkah Hati Yang begitu menyayangi &lt;br /&gt;selalu teriringi doa terucap mengamini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda Sebuah Hati yang terlanjur mencintai&lt;br /&gt;Tak akan pernah berganti menjadi caci Maki&lt;br /&gt;Begitulah Rasa Yang terukir dan terpatri&lt;br /&gt;ikhlas menanti Senyuman Indah cinta sang Bidadari&lt;br /&gt;Depok, 5 Mei 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7518131709454420173-3750305800173147108?l=coretanpena-erwin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/feeds/3750305800173147108/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7518131709454420173&amp;postID=3750305800173147108' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/3750305800173147108'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/3750305800173147108'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/2008/05/sabda-sebuah-hati-yang-terlanjur.html' title='Sabda Sebuah Hati yang terlanjur mencintai'/><author><name>Erwin Arianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08051634271432353853</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_YQYm-M7Kc0s/SGBBlgV5QYI/AAAAAAAAAYw/8_4JX0-a4ms/S220/me%2526mywife1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7518131709454420173.post-1949474711735432383</id><published>2008-05-05T14:50:00.002+07:00</published><updated>2008-05-05T14:50:49.602+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>Bayangan Kekasih</title><content type='html'>Angan ku kembali berpihak kepada Novita kekasih sejatiku, yang sangat kuigini, kami saling mencintai, tapi takdir memisahkan aku dengan dirinya lagi. karena aku berjumpa dengan novita 3 bulan sebelum aku meinkah dengan Intan istri ku saat ini. Bayangan novita begitu erat menghantui setiap langkah yang kuayun dalam hidupku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kukuatkan tekad yang kupunya, Ini kesekian kalinya aku ingin pergi. Dari rumah yang lima tahun lalu kubeli dari tabungan saat ku pertama bekerja, ku cicil sedikit demi sedikit hingga akhirnya menjadi tempat berteduh bagiku dan Intan, istriku. Tapi kemudian aku tidak lagi merasa nyaman, ketika peristiwa itu terjadi di suatu malam, setelah aku kelelahan menulis. aku bertegur sapa dengan seorang gadis yang sangat anggun dan begitu mempesonaku berjumpa dengannya &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Dan dia telah mengambil tempat di hatiku yang paling dalam dan dia telah menjadi kekasih hatiku, dan kami saling jatuh cinta. dia begitu mencintaiku, dan dia mengagumiku dari beberapa tulisan yang telah aku buat, Ia bilang telah menungguku begitu lama. Hingga tergurat luka rindu yang merentang panjang di antara aku dan dia. Waktu itu aku menatapnya tajam dan ia tertunduk malu. Kukatakan padanya aku akan datang menujunya. Ia bertanya, "Kapan?", seolah tak percaya pada perkataan dan janjiku. Kujawab, "Segera."  Dan dia berjanji untuk menungguku hingga aku bisa kembali berdua memadu kasih dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah pertemuan itu aku mencoba mencari cara agar aku terus bisa berjumpa dengan Novita, sesok yang seharusnya tidak boleh ada dalam relung nurani, karena aku telah memiliki intan sebagai kekasih ku. "Oh tuhan apa yang harus ku lakukan, aku mencintai nya, dan rasa ini terlalu menggebu, aku mencintai intan" ucapku dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku terus mencoba untuk pergi dari rumah untuk meninggalkan intan tak pernah ada yang berhasil. Aku masih di sini, di rumahku bersama Intan, istriku. Saat itu intan tidak tahu tentang rencanaku untuk pergi. Ia hanya sesekali bertanya dan merasa curiga padaku. Katanya sikapku semakin aneh di matanya. Biasanya aku meredam kecurigaan istriku itu dengan memeluk tubuhnya erat-erat. Mencium keningnya dan berkata, "Tidak ada yang aneh. Semua biasa saja." Setelah itu intana diam. Dan aku tidak merasa bersalah sama sekali karena ketidakjujuranku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;**********************&lt;br /&gt;12.54 malam hari, aku baru menyelesaikan sebuah naskah dan mengirimkannya melalui email ke sebuah media. Sementara dua gelas kopi, segelas air putih, sebotol sirup multivitamin, sebotol obat tukak lambung, dan sebuah asbak dengan satu, dua, tiga, hmm….tujuh puntung rokok berserakan di sisi kiriku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bangkit dari dudukku dan menyelonjorkan otot-otot punggungku yang kaku dengan berbaring di sofa. Sementara bayangan Novita begitu jelas, teringat janjiku padanya "Mas kapan kamu akan datang kepadaku" ucap bayangan Novita begitu menggoda dan menggangguku, membuat aku semakin pusing tujuh keliling. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jujur ku akui Beberapa kali kekasih hatiku datang menemuiku. Terutama ketika intan tidak sedang berada di sampingku. Kulihat wajah kekasihku kian mengkerut dan tampak kelelahan. dalam menungguku. dalam perbincangan itu dia begitu menginginkanku, dengan padangan muka manja dia terus menggoda ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kau kenapa?" tanyaku ragu-ragu karena cemas. Aku laki-laki pencemas. Terutama terhadap seorang yang kucintai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Terlalu lama aku menunggumu. Terlalu lama aku memetiki penanggalan hanya untuk menghitung waktu kedatanganmu yang palsu. Kau lihat, jari-jariku telah kaku dan membiru. Tubuhku beku tak terjamah pelukanmu. Kepulan asap putih yang menerbangkan rindumu padaku semakin mengabur. Melemah. Dan aku mulai tak sadarkan diri di kesendirianku yang panjang. Tapi kau tak datang juga padaku. Bahkan semakin jarang mengintip dan mengetuk pintu rumahku. Kau mengurung diri dalam kematian singkatmu yang menyedihkan. Bersama jiwa-jiwa yang tak benar-benar hidup. Kau menduakanku dengan kesementaraan. Sedang penantian dan cintaku adalah abadi bagimu. Aku menunggumu dalam kehidupan, tapi kau mengubur diri di makam yang kau lihat subur itu. Kita terlampau lama terpisah." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku melihat jelas mata kekasih Novita meredup. Kuulurkan tangan dan kukatakan padanya aku merasakan hal sama. Rindu yang menuntut penuntasan yang segera. Aku pun sangat menginginkan dalan mengisi hidupku. Aku menginginkan dia jadi Pendampingku untuk selamanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku akan pulang. Untuk bersamamu," kataku. &lt;br /&gt;Tetapi tubuh Novita berguncang. Seperti tertiup angin malam, ia berangsur menghilang dari hadapanku. Aku makin mencemaskannya yang pergi tanpa sempat berkata apa-apa lagi padaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;************************* &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa pikir panjang, esoknya aku memutuskan pergi. Sengaja aku tak membawa apa pun dari rumahku, karena aku tahu Intan akan membutuhkannya jika aku tak ada di sisinya lagi. Namun baru sampai teras rumah, intan melihatku. Nafasnya naik turun menangkapku yang berniat pergi. Ia marah padaku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kau mau pergi? Meninggalkanku?" tanyanya dengan ketus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menjawab dalam hati. "Ya, istriku. Aku akan pergi. Dan kau tahu itu, pergi berarti meninggalkan. Tapi aku bukan mau meninggalkanmu. Aku akan meninggalkan kesementaraan ini. Kekasihku menungguku dalam kehidupan abadi. Maka aku akan pergi, jauh dari kematian  hati ini berasama dirimu disini dirumah ini." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intan , istriku, memasang wajah kecewa. Dilipatnya gurat-gurat kebahagiaan yang selama ini menghiasi tulang pipinya yang merona. Sinar matanya meremang. Seperti mata Novitakuku yang lelah menungguku. Aku mendadak cemas. Bukan pada Intan, tapi pada dia Novita. Rasanya aku akan gagal lagi, untuk pergi dari sini. Intan, istriku, menahanku. "Jangan pergi," katanya. Langkahku terhenti. Bayangan Novita hilang di benakku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intan memenjarakanku dalam peluknya yang berbau kematian. Nafasku sesak mengingat kekasihku yang jauh. Jangan kemari, kekasihku. Batinku. Kalau tidak, kau akan terbakar cemburu dan menangisiku yang bercengkerama bersama jiwa yang tak abadi ini. Kubiarkan Intan terus memelukku erat. Peluklah aku sekuat yang kau mampu perempuanku. Tapi kau tak akan pernah memeluk jiwaku. Karena jiwaku telah pergi terbawa rindu kekasihku Novita. Dan kau tak pernah tahu itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Katakan. Kenapa kau ingin meninggalkanku?" tanya Intan di antara pelukan panjangnya. &lt;br /&gt;Aku harus pulang, Intan. Menemui kekasihku yang abadi. Kau hanya jiwa yang terkurung dalam makam kesementaraan. Kematian singkat yang menyedihkanku. Dan kekasihku sudah terlampau lama menungguku. Seperti aku juga merindukannya sejak dulu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini kami telah bertemu dan saling jatuh cinta. Menyatukan cinta yang terpisah lama dalam rentangan dua kejadian. Kau dan aku, di sini hanya sebuah kematian. Seperti pelukan ini yang kau tawarkan padaku. Membuatku mual oleh aroma kehinaan. Aku harus pulang, Intan. Dan aku tak perlu meminta maaf karena semua ini. Jangan menahanku dalam kedukaan ini, istriku. Mengapa tak kau temui saja kekasihmu seperti aku menjumpai kekasihku? Tidakkah kalian juga saling merindu? Dan kita tinggalkan pemakaman ini. Terbang menuju rumah cinta kekasih-kekasih kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*******************************&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mengapa kau diam? Sudahkah tidak ada yang berharga lagi di sini bagimu?" Intan makin erat memelukku. &lt;br /&gt;Ayolah, Intan. Aku bukan siapa-siapa di sini. Aku hanya menjadi rumput liar yang tumbuh di sela-sela batu yang kau injak. Bahkan aku tak dapat tumbuh membesar. Aku mati dalam kekerdilanku. Kelemahanku. Kesementaraanku yang sangat singkat. Melindungimu pun aku tak dapat. Lepaskan genggamanmu yang melukaiku, istriku. Atau lemparkan saja aku ke arus sungai yang beriak dan menampar wajahku dengan kasar. Agar aku tersadar, dan tak lagi menyurutkan diri ke dalam lubang kematian yang memanggilku berulang-ulang. Melarangku untuk pergi, dan memelukku dengan aroma kematian yang mencekat. Intan, aku akan pergi. Pulang menuju kekasihku. Dan aku tak perlu minta maaf padamu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kau tidak mencintaiku lagi?" &lt;br /&gt;Intan, istriku, membentengiku dengan pagar-pagar ketakutan dan kesedihan miliknya. Ia menyalahkan dirinya atas kepergianku. Sungguh, perempuan yang mengajakku pada kematian Hati, aku tak berani mencintai yang lain selain kekasihku. Tidakkah kau tahu aku begitu bahagia bisa bertemu dengannya lagi dan merajut percintaan abadi? Lalu kenapa kau ingin menarik kedua tanganku untuk kembali jatuh terguling-guling di dasar kesedihan? Mengapa kau minta dadaku hanya untuk menangisi kesementaraan? Intan, kau buat dadaku hancur tertusuki duri-duri bening yang mengesalkanku. Aku mulai tak tahan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jangan katakan kau punya seorang yang lain," Intan mengisak. &lt;br /&gt;Aku bertemu dengannya di suatu malam yang terang. Ya, aku mempunyai seorang yang lain. Kekasihku dari kehidupan yang abadi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku takkan melepaskanmu." &lt;br /&gt;Intan, istriku, ini ancaman darimu? Apakah kesementaraan dapat mengancam sebuah penujuan keabadian? Aku akan pulang bersatu dengan kekasihku. Intan, sudahlah. Biarkan aku pergi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Intan tetap memelukku dalam pelukannya yang beraroma kematian. Semalaman aku dikuburnya dalam-dalam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekasihku datang menemuiku dalam satu kesunyian. Intan tengah terlelap dalam mimpi malamnya. Lagi-lagi Novita kekasihku mengajakku untuk bersatu dengannya. "Apa yang kau tunggu? Sampai kematian itu memanggil dan merebutmu lagi untuk tenggelam dalam kesedihan ini?" Kekasihku mengulurkan tangannya kepadaku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Intan adalah kematian yang ingin selalu mengurungku di sini. Ia adalah kematian yang memiliki warna kesedihannya sendiri. Yang dapat membuatku selalu jatuh dan kembali padanya." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pulanglah. Jangan menyiksa dirimu sendiri. Kematian itu sudah terlalu lama melakukannya padamu dan jiwa-jiwa lainnya. Mengapa kau masih ingin memelihara tangisan yang merugikan?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kutatap kekasihku yang begitu lama kurindu. "Aku pulang bersamamu," kataku. Dan aku bangkit meninggalkan rumahku, menuju rumah cinta bersama kekasihku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ini adalah yang kesekian kalinya Intan mencoba menahan kepergianku. Tubuhnya hanya terbalut pakaian tidur tipis ketika mengejarku. Tidak, jangan lagi. Pikirku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Baiklah. Kau boleh pergi. Bukankah kau selalu ingin pergi? Seperti dulu, saat kau berkeras ingin menjadi seorang penulis. Kau juga mengatakan itu sebagai kepergian atas sebuah panggilan. Kau bilang aku tak sampai untuk mendengar panggilan itu. Seperti itukah kali ini yang kau lakukan? Dan kau menyuruhku untuk melepasmu lagi, seperti dulu kubiarkan kau pergi di jalan kepenulisanmu yang nyata-nyata nyaris membunuhku? Betapa egoisnya kau." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara Intan menjadi petir di malam itu. Benarkah? Batinku. Mungkinkah kematian ini menemui mati yang kedua kali karena sebuah kepergian? Peninggalan? Intan, istriku, kali ini kau memanggilku dengan cara yang berbeda. Kesedihan yang lain. Tapi mengapa aku harus menoleh dan mendengarkan? Mengapa aku harus melupakan kekasihku dan menemuimu kembali? Mengapa aku harus menemanimu dalam kematian ini untuk terus bersedih dan tenggelam dalam kesementaraan? Bagaimana dengan kekasihku yang menungguku begitu lama? Aku demikian cemas. Terhadap kekasihku yang mulai melenyapkan dirinya di benakku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intan mendekat. Menghampiriku yang mencari bayang kekasihku yang hilang. Setengah sadar, aku sudah berada dalam pelukan yang sangat kukenal. Pelukan beraroma kematian. Intan mendekapku erat. Jiwaku terus memikirkan kekasihku yang entah ke mana. Tunggu aku, kekasihku. Aku akan datang. Segera. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berduka. Karena penyatuan yang sekali lagi harus tertunda. Tapi pikiranku memberiku jalan lain. Mungkin kelak aku mesti mengajak Intan, istriku. Untuk meninggalkan kematian ini. Berkenalan dengan kekasihku yang abadi. Tetapi Ma&lt;br /&gt;ya memelukku dalam pelukannya yang beraroma kematian. Malam itu, dan malam-malam yang lain. Tunggu Aku Novita, kita akan bersatu dalam angan dan menebus segala penantian mu. Karena aku begitu mencintimu dalam hatiku.. mencintaimu dengan Hatiku kekasihku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7518131709454420173-1949474711735432383?l=coretanpena-erwin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/feeds/1949474711735432383/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7518131709454420173&amp;postID=1949474711735432383' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/1949474711735432383'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/1949474711735432383'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/2008/05/bayangan-kekasih.html' title='Bayangan Kekasih'/><author><name>Erwin Arianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08051634271432353853</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_YQYm-M7Kc0s/SGBBlgV5QYI/AAAAAAAAAYw/8_4JX0-a4ms/S220/me%2526mywife1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7518131709454420173.post-6077392997329851871</id><published>2008-05-05T14:35:00.000+07:00</published><updated>2008-05-05T14:37:24.953+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi Cinta'/><title type='text'>Hatiku sebutir salju putih</title><content type='html'>Musim Terus berganti&lt;br /&gt;PAda Ufuk Timur terpancar aurora hati&lt;br /&gt;Menggapai Mahligai senja putih &lt;br /&gt;Menabur imagi pada relung suci tak berbuih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hatiku sebutir salju putih&lt;br /&gt;Mencair meleleh karena pancaran kasih&lt;br /&gt;Menuai indah rasa yang tak terperi&lt;br /&gt;mengagumi Pada Rasa yang terus menguji&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Ketika cinta lampau berubah jadi benci&lt;br /&gt;Hati ini tetap terus memuji  bidadari&lt;br /&gt;Memandang terus mengagumi bidadari dalam jiwa murni&lt;br /&gt;Walau ku tahu kau tak akan bisa termiliki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nurani menuai bangga karena pernah mencintai&lt;br /&gt;Menjadi kenangan yang tak bisa terganti&lt;br /&gt;Dalam hujan butiran ini rasa terpatri dan terus begini&lt;br /&gt;Walau harus tegar melepas bidadari dengan senyum dan cinta sejati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Depok, 5 Mei 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7518131709454420173-6077392997329851871?l=coretanpena-erwin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/feeds/6077392997329851871/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7518131709454420173&amp;postID=6077392997329851871' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/6077392997329851871'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/6077392997329851871'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/2008/05/hatiku-sebutir-salju-putih.html' title='Hatiku sebutir salju putih'/><author><name>Erwin Arianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08051634271432353853</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_YQYm-M7Kc0s/SGBBlgV5QYI/AAAAAAAAAYw/8_4JX0-a4ms/S220/me%2526mywife1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7518131709454420173.post-7359362937264379438</id><published>2008-05-02T16:58:00.000+07:00</published><updated>2008-05-02T16:59:38.063+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi Cinta'/><title type='text'>Cintaku hanya untuk Bidadari Hati</title><content type='html'>Temaran Senja Kelabu&lt;br /&gt;Ketika sebuah hati mempertanyakan&lt;br /&gt;Tentang Sebuah rasa yang berkembang membiru&lt;br /&gt;Tentang Asa yang Menari dalam nurani&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ketika lampau hanya sebuah kebohongan&lt;br /&gt;Secercah cinta itu adalah kebenaran&lt;br /&gt;Bukan Untaian kata yang memuja rayu&lt;br /&gt;Membuat hati termenung mengugu&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Hilangkan Keraguanmu Bidadariku&lt;br /&gt;Tentang Rasa yang pernah ada di kalbu&lt;br /&gt;Tentang CInta kita yang menjadi sejati&lt;br /&gt;Berkata tentang hembusan itu palsu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak Kau lihat rasa itu&lt;br /&gt;Rasa yang mengalir sejati&lt;br /&gt;Rasa yang selalu kuberi kepada bidadari&lt;br /&gt;Bukan hanya buaian dan Sebuah Narasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cintaku Tulus untuk bidadari&lt;br /&gt;Cintaku bukai buaian menemani mimpi&lt;br /&gt;Cintaku Hanya satu dan tak terbagi&lt;br /&gt;Cintaku hanya untuk Bidadari Hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7518131709454420173-7359362937264379438?l=coretanpena-erwin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/feeds/7359362937264379438/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7518131709454420173&amp;postID=7359362937264379438' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/7359362937264379438'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/7359362937264379438'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/2008/05/cintaku-hanya-untuk-bidadari-hati.html' title='Cintaku hanya untuk Bidadari Hati'/><author><name>Erwin Arianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08051634271432353853</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_YQYm-M7Kc0s/SGBBlgV5QYI/AAAAAAAAAYw/8_4JX0-a4ms/S220/me%2526mywife1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7518131709454420173.post-1773134532057917528</id><published>2008-05-02T16:44:00.001+07:00</published><updated>2008-05-02T16:45:24.488+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='From Sahabat'/><title type='text'>SELAMAT ULANG TAHUN KAK ERWIN...</title><content type='html'>bukan cinderamata yang kusuguhkan...&lt;br /&gt;bukan sebuah buku yang kuberikan&lt;br /&gt;bukan pula sebuah lagu yang kan kuciptakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bukan sekotak tart yang tercicipi&lt;br /&gt;bukan seribu lilin yang buatmu menari&lt;br /&gt;bukan pula selarik puisi indah yang tergubah&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;bukan sebuah tanya&lt;br /&gt;bukan sebuah kebersamaan&lt;br /&gt;bukan pula sejuta bait senyuman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bukan dan bukan...&lt;br /&gt;hanya kata yang sederhana&lt;br /&gt;SELAMAT ULANG TAHUN KAK ERWIN...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c-yakuw&lt;br /&gt;http://cheya.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7518131709454420173-1773134532057917528?l=coretanpena-erwin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/feeds/1773134532057917528/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7518131709454420173&amp;postID=1773134532057917528' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/1773134532057917528'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/1773134532057917528'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/2008/05/selamat-ulang-tahun-kak-erwin.html' title='SELAMAT ULANG TAHUN KAK ERWIN...'/><author><name>Erwin Arianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08051634271432353853</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_YQYm-M7Kc0s/SGBBlgV5QYI/AAAAAAAAAYw/8_4JX0-a4ms/S220/me%2526mywife1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7518131709454420173.post-5659793207033995847</id><published>2008-05-02T11:22:00.001+07:00</published><updated>2008-05-02T11:25:14.530+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>(Cerpen) Teruslah Berbohong Anginku</title><content type='html'>Aku sayang sekali padamu," bisikmu lirih hampir tak terdengar oleh telingaku, ditingkah bising kendaraan yang lewat. Telingaku hampir tak menangkap makna kalimat yang kau ucapkan, sampai kesadaranku memaksaku memahaminya. "Mimpikah aku saat ini ?" hanya segitu yang bisa terlontar dalam benak ku . di bawah rumah persewaan, ditemani motor merah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tahu ungkapan itu hanyalah kebohongan kita, di tengah ketidak mungkinan kita untuk bisa menyatu. AKuingin kau berbohong lagi kepadaku . Seperti yang kau utarakan kemarin, Sebelumnya, dan seperti Waktu lampau dulu itu. Ketika redup mentari berpendar di pucuk daun dan ketika kerumunan itu tak lagi bersamamu, kau mulai dengan kisah kebohonganmu yang pertama kepadaku. dengan kau kecup tanganku kala itu. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Sebuah kecupan mendaarat di keningku, saat kita berjumpa, Dan Bisikan lirih rasa sayangmu kepadaku seolah memberi pesan akan sesuatu yang terlontar spontan dan kau sendiri terkejut mendengarnya. Duniaku berhenti beberapa detik. Senyap. Kosong. Harmoni mengisinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku merindukan Kebohongan mu tentang sesuatu bermakna cinta. Kurasa itu tak kan lagi terjadi. Tetapi aku adalah pemimpi dan mimpiku sering bertolak belakang dengan kenyataan. Ketika itulah bohongmu yang kedua melantun bagai nada yang baru tercipta. Kau ucapkan beserta segala daya pikatmu yang hampir selalu merobohkan hati setiap perempuan yang ada di seluruh jagad raya ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku, pun terinfeksi virus pikatmu. Tapi tidak terlena dan mengejarmu bersama kertas yang kupaksa untuk kau tanda tangani seperti yang lain. Kelelahan yang selalu kulihat dalam sorot matamu, seolah tak kan pernah kupahami maknanya. Roda yang kita mainkan tidak pernah berputar lamban, selalu cepat dan amat cepat, sering kita terengah bersamanya. Namun, lelahmu bukan karena itu. Rasa dalam hatiku merindu akan jawab itu, yang kutahu takkan pernah kudapat darimu. Bukan pula&lt;br /&gt;dari mereka, wajah-wajah cantik itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tahu tentang bohongmu karena kau telah terkurung oleh cinta lain yang telah lama terjalani, lalu kau anggap apa  ini? apakah hanya sebuah permainan dalam kebohonganmu. tapi aku dan kamu terlanjur permainan yang kita ciptakan.., permainan cinta yang penuh kebohongan, penuh sanjung dan puji, penuh dengan untaian makna dalam bait-bait kata puisi yang kita tulisakan dalam menunjang semua kebohongan kita, tentang kebohongan makna Cinta yang seharusnya suci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lagi mampu kukendalikan diriku padamu. Kau pun berikan dirimu kepadaku. Waktu tergenggam oleh tangan-tangan kita yang semakin menyatu dalam gengaman yang saling mengeratkan dan tidak ingin terpisahkan oleh apapaun. dan suatu kebohongan yang selalu kita nikmati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan itu terulangi! Tidak seperti kali pertama kebohonganmu, kali ini bohongmu terdengar lebih jelas dan membuatku membeku sekaligus menjentikkan api rasa yang selama ini padam dalam hatiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku sayang kamu." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tahu, itu. Tetapi aku mulai menikmati bohongmu dan kuletakkan peranku pula disitu. Karena kita adalah pemain yang tak kan berhenti untuk peran-peran dalam naskahNya. Begitulah katamu, disuatu waktu. Meyakinkanku pada sesuatu yang kau yakini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apakah peranku bagimu, silumankah aku?" tak ada jawabmu, hanya angin berdesir di sekeliling kita. Bulan pucat tak bisa menyembunyikan senyumanmu demi melihat kerutan di dahiku. Biarlah menjadi rahasia alam akan apa yang kita rasakan ini. Jangan lagi memaknainya, menanyakannya atau mengharapkannya di waktu yang akan datang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tak berartikah ini bagimu?" aku belum puas dengan penjelasan retoris itu. Dan mulai memaksanya. Selintas beberapa wajah cantik mencoba mengingatkanku pada posisiku. Tanpa makna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kau memberikan padaku warna lain pada kanvasku, itu berarti banyak sekali." Itulah yang terucap darimu dan menepis tanganku dari tanganmu. Kehangatan tiba-tiba lenyap. Aku mulai menggigil. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku harus pergi!" katamu waktu terakhir kita bertemu, saat kau ingin menikahi dirinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jangan. Kataku, jangan pergi," kuulangi pintaku lirih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tinggallah," kuingin tetap berbagi peran denganmu, kalau bisa selamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Baiklah." Janjimu begitu yang kau ucap kala itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Selamat malam, terima kasih," dan itulah kata yang terdengar dari bibirmu. Hanya punggungmu yang kulihat meninggalkanku dalam semua renunganku akanmu. Tak kan aku berdiam dalam tamansari ini jika tanpamu. Kupupus semuanya tentangmu dan menegaskan diriku akan segala kebohonganmu yang lalu. Tak bisa!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ku tak mungkin jatuh cinta kan ? tidak sekarang, tidak denganmu. Pesonamu menjeratku tapi aku tak kan membiarkan diriku jatuh cinta kepadamu. Tak kan pernah kupercaya segala tuturmu kepadaku, dan ku akan selalu menganggap bohong apa pun yang kau ucapkan kepadaku, termasuk yang itu...yang dua kali kau sampaikan padaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kemudian, hal itu terjadi, seperti setiap aku marah padamu. kau seperti bertelepati padaku. Kau selalu tahu tentang apa pun yang kupikirkan. akanmu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senyummu mengembang. Kupandangi matamu, berharap bisa menguak kebohongan itu dari sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agak sulit menciptakan kebohongan pada mata, dan aku melihat segalanya disana mengatakan itu. Kerinduanmu terpancar dari kedalaman pandanganmu. Kau ulurkan tanganmu menyentuhi jariku. Kurasa inginkan lagi. Kau yang seolah tak pernah kehabisan kata kini terdiam dalam pandang yang bertemu, terkunci disana oleh kekuatan yang lebih besar dari yang kita bisa pahami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sadarlah, betapa indahnya persahabatan ini. Dan jika waktu membawa kita saling jauh, kita akan tetap bertemu lagi dalam indahnya rasa ini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air mataku mulai menderas tanpa mampu lagi kutahankan. Persahabatankah ini semua bagimu? Sesalku dalam hati. Kutinggalkan engkau dengan tumpukkan laporan akhir tahun yang bahkan tak sempat kau sentuh. Bergegas menuju ruanganku, dan berencana membenamkan diri disana sementara waktu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telepon di mejaku berdering. Kau. Segera kututup lagi. Semenit kemudian kau telah duduk di mejaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa yang membuatmu sedih?" tanyaku, pelan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku hanya mengajakmu melihat realitas yang ada. Kita adalah manusia - manusia rapuh yang seringkali salah melihat pertanda dalam hidup kita sendiri. Aku tak ingin kita salah langkah dalam hal ini. Aku bersamamu sekarang, kau tahu ini adalah ketulusan yang ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi, kenapa ? Kau telah membuatku jatuh cinta padamu, dan kau katakan kini kita akan berpisah esok hari!" raungku memotong kata-katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Karena kita tidak tahu pada apa yang terjadi besok, sayang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sapaan itu selalu berhasil meluluhkan hatiku. Tapi kini aku butuh lebih dari hanya sekedar sapaan "Sayang" itu. Di tengah tetesan air mataku, kulihat dia melakukan sesuatu yang akan kukenang selama hidup, dikeluarkannya saputangan dan menghapus air mataku dengan sabar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini ia berpindah berdiri di belakangku, membimbingku menuju rautan besi tua di pelataran rumah persewaan itu.  Di rengkuhnya kepalaku dan ciuman lembut itu menghapus habis isakku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku tak pernah bisa berbohong, pada siapapun, juga padamu. Aku tak kan pernah katakan janji yang tak bisa kupenuhi karena mungkin alam ini tak mendukungnya." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kau pernah berbohong padaku." Kembali aku terisak kini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kapan ?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ketika kau katakan kau sayang padaku." Dia mengerutkan dahinya, tak mengerti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kau bohong dengan mengatakan kau sayang padaku," kataku meneruskan. Dan aku ingin sekali kau tetap berbohong padaku, jangan katakan kita akan berpisah suatu hari nanti. Itu sungguh menyakitkanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku sayang kamu " itu terucap lagi darimu....... dan dengan menghapus lagi air mataku kau memintaku bersamamu makan siang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jangan katakan itu kalau hanya untuk sementara." desisku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kau membuatku makin tak mengerti sayang. Sudahlah, mari kita makan malam sekarang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku pasti jelek karena menangis."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau menggelengkan kepala kuat-kuat sambil berjalan menuju pintu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kupandangi punggungnya yang melangkah pergi, seperti kala itu. Tapi aku tahu kini, aku harus berada di sampingnya, selalu. Untuk makan malam, dan untuk hari-harinya, dengan ketulusanku pada kebohongannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi Untuk anginku terus lah berbohong, dengan bisikmu untuk bidadari ini yang selalu merindukan nyanyian indah di balut dalam kebohongan, agar bidadari ini teguh dalam menjalani hidup. Oh angin dimanakah nyanyian kebohongan mu kini, terasa gersang kehidupan ini tanpa kata-kata bohong yang kau ucapkan pada hati ini. teruslah berbohong tentang rasamu wahai anginku....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7518131709454420173-5659793207033995847?l=coretanpena-erwin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/feeds/5659793207033995847/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7518131709454420173&amp;postID=5659793207033995847' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/5659793207033995847'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/5659793207033995847'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/2008/05/cerpen-teruslah-berbohong-anginku.html' title='(Cerpen) Teruslah Berbohong Anginku'/><author><name>Erwin Arianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08051634271432353853</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_YQYm-M7Kc0s/SGBBlgV5QYI/AAAAAAAAAYw/8_4JX0-a4ms/S220/me%2526mywife1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7518131709454420173.post-8677740401717632577</id><published>2008-04-30T11:39:00.000+07:00</published><updated>2008-04-30T11:41:06.829+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tentang Cinta'/><title type='text'>100 hari yang berharga</title><content type='html'>100 hari yang berharga &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peter dan Tina sedang duduk bersama di taman kampus tanpa melakukan apapun, hanya memandang langit sementara sahabat-sahabat mereka sedang  asik bercanda ria dengan kekasih mereka masing-masing. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tina: "Duh bosen banget. Aku harap aku juga punya pacar yang bisa berbagi waktu denganku." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peter: "kayaknya cuma tinggal kita berdua deh yang jomblo. cuma kita berdua saja yang tidak punya pasangan sekarang." &lt;br /&gt;(keduanya mengeluh dan berdiam beberapa saat) &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Tina: "Kayaknya aku ada ide bagus deh. kita adakan permainan yuk?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peter: "Eh? permainan apaan?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tina: "Eng... gampang sih permainannya. Kamu jadi pacarku dan aku jadi pacarmu tapi hanya untuk 100 hari saja. gimana menurutmu?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peter: "baiklah... lagian aku juga gak ada rencana apa-apa untuk beberapa bulan ke depan." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tina: "Kok kayaknya kamu gak terlalu niat ya... semangat dong! hari ini akan jadi hari pertama kita kenc an. Mau jalan-jalan kemana nih?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peter: "Gimana kalo kita nonton saja? Kalo gak salah film The Troy lagi maen deh. katanya film itu bagus" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tina: "OK dech....  Yuk kita pergi sekarang. tar pulang nonton kita ke karaoke ya... &lt;br /&gt;ajak aja adik kamu sama pacarnya biar seru." &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Peter : "Boleh juga..." &lt;br /&gt;(mereka pun pergi nonton, berkaraoke dan Peter mengantarkan Tina pulang malam harinya) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ke 2: &lt;br /&gt;Peter dan Tina  menghabiskan waktu untuk ngobrol dan bercanda di kafe, &lt;br /&gt;suasana kafe yang remang-remang dan alunan musik yang syahdu membawa hati mereka pada situasi yang romantis. Sebelum pulang Peter membeli sebuah kalung perak berliontin bintang untuk Tina. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ke 3: &lt;br /&gt;Mereka pergi ke pusat perbelanjaan untuk mencari kado untuk seorang sahabat Peter. &lt;br /&gt;Setelah lelah berkeliling pusat perbelanjaan, mereka memutuskan membeli sebuah miniatur mobil mini. Setelah itu mereka beristirahat duduk di foodcourt, makan satu potong ku e dan satu gelas jus berdua dan mulai berpegangan tangan untuk pertama kalinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ke 7: &lt;br /&gt;Bermain bowling dengan teman-teman Peter. &lt;br /&gt;Tangan tina terasa sakit karena tidak pernah bermain bowling sebelumnya. &lt;br /&gt;Peter memijit-mijit tangan Tina dengan lembut. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Hari ke 25:&lt;br /&gt;Peter mengajak Tina makan malam di Ancol Bay. &lt;br /&gt;Bulan sudah menampakan diri, langit yang cerah menghamparkan ribuan bintang dalam pelukannya. &lt;br /&gt;Mereka duduk menunggu makanan, sambil menikmati suara desir angin berpadu dengan suara gelombang bergulung di pantai. Sekali lagi Tina memandang langit, dan melihat bintang jatuh. &lt;br /&gt;Dia mengucapkan suatu permintaan dalam hatinya. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Hari ke 41: &lt;br /&gt;Peter berulang tahun. Tina membuatkan kue ulang tahun untuk Peter. &lt;br /&gt;Bukan kue buatannya yang pertama, tapi kasih sayang yang mulai timbul dalam hatinya membuat kue buatannya itu menjadi yang terbaik. Peter terharu menerima kue itu, dan dia mengucapkan suatu harapan saat meniup li lin ulang tahunnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ke 67: &lt;br /&gt;Menghabiskan waktu di Dufan. Naik halilintar, makan es krim bersama,dan mengunjungi stand permainan. Peter menghadiahkan sebuah boneka teddy bear untuk Tina, dan Tina membelikan sebuah pulpen untuk Peter. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Hari ke 72: &lt;br /&gt;Pergi Ke PRJ. Melihat meriahnya pameran lampion dari negeri China. &lt;br /&gt;Tina penasaran untuk mengunjungi salah satu tenda peramal. &lt;br /&gt;Sang peramal hanya mengatakan "Hargai waktumu bersamanya mulai sekarang" &lt;br /&gt;kemudian peramal itu meneteskan air mata. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ke 84: &lt;br /&gt;Peter mengusulkan agar mereka refreshing ke pantai. &lt;br /&gt;Pantai Anyer sangat sepi karena bukan waktunya liburan bagi orang lain. &lt;br /&gt;Mereka melepaskan sandal dan berjalan sepanjang pantai sambil berpegangan tangan, &lt;br /&gt;merasakan lembutnya pasir dan dinginnya air laut menghempas kaki mereka. &lt;br /&gt;Matahari terbenam, dan mereka berpelukan seakan tidak ingin berpisah lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ke 99: &lt;br /&gt;Peter memutuskan agar mereka menjalani hari ini dengan santai dan sederhana. &lt;br /&gt;Mereka berkeliling kota dan akhirnya duduk di sebuah taman kota. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15:20 pm   &lt;br /&gt;Tina: "Aku haus. Istirahat dulu yuk sebentar. " &lt;br /&gt;Peter: "Tunggu disini, aku beli minuman dulu. Aku mau teh botol saja. Kamu mau minum apa?" &lt;br /&gt;Tina: "Aku saja yang beli. kamu kan capek sudah menyetir keliling kota hari ini. Sebentar ya" &lt;br /&gt;Peter mengangguk. kakinya memang pegal sekali karena dimana-mana Jakarta selalu macet. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15:30 pm &lt;br /&gt;Peter sudah menunggu selama 10 menit and Tina belum kembali juga. &lt;br /&gt;Tiba-tiba seseorang yang tak dikenal berlari menghampirinya dengan wajah panik.&lt;br /&gt;Peter : "Ada apa pak?" &lt;br /&gt;Orang asing: "Ada seorang perempuan ditabrak mobil. Kayaknya perempuan itu adalah temanmu" &lt;br /&gt;Peter segera berlari bersama dengan orang asing itu. &lt;br /&gt;Disana, di atas aspal yang panas terjemur terik matahari siang,tergeletak tubuh Tina bersimbah darah, masih memegang botol minumannya. &lt;br /&gt;Peter segera melarikan mobilnya membawa Tina ke rumah sakit terdekat. &lt;br /&gt;Peter duduk diluar ruang gawat darurat selama 8 jam 10 menit. &lt;br /&gt;Seorang dokter keluar dengan wajah penuh penyesalan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;23:53 pm &lt;br /&gt;Dokter: "Maaf, tapi kami sudah mencoba melakukan yang terbaik. &lt;br /&gt;Dia masih bernafas sekarang tapi........................................................ &lt;br /&gt;Kami menemukan surat ini dalam kantung bajunya." &lt;br /&gt;Dokter memberikan surat yang terkena percikan darah kepada Peter dan dia segera masuk ke dalam kamar rawat untuk melihat Tina. Wajahnya pucat tetapi terlihat damai. &lt;br /&gt;Peter duduk disamping pembaringan tina dan menggenggam tangan Tina dengan erat. &lt;br /&gt;Untuk pertama kali dalam hidupnya Peter merasakan torehan luka yang sangat dalam di hatinya. &lt;br /&gt;Butiran air mata mengalir dari kedua belah matanya. &lt;br /&gt;Kemudian dia mulai membaca surat yang telah ditulis Tina untuknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dear Peter... &lt;br /&gt;ke 100 hari kita sudah hampir berakhir. &lt;br /&gt;Aku menikmati hari-hari yang kulalui bersamamu. &lt;br /&gt;Walaupun kadang -kadang kamu jutek dan tidak bisa ditebak, &lt;br /&gt;tapi semua hal ini telah membawa kebahagiaan dalam hidupku. &lt;br /&gt;Aku sudah menyadari bahwa kau adalah pria yang berharga dalam hidupku. &lt;br /&gt;Aku menyesal tidak pernah berusaha untuk mengenalmu lebih dalam lagi sebelumnya. &lt;br /&gt;Sekarang aku tidak meminta apa-apa, hanya berharap kita bisa memperpanjang hari-hari kebersamaan kita. Sama seperti yang kuucapkan pada bintang jatuh malam itu di pantai, &lt;br /&gt;Aku ingin kau menjadi cinta sejati dalam hidupku. Aku ingin menjadi kekasihmu selamanya dan berharap kau juga bisa berada disisiku seumur hidupku. Peter, aku sangat sayang padamu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;23:58 &lt;br /&gt;Peter:  "Tina, apakah kau tahu harapan apa yang kuucapkan dalam hati saat meniup lilin ulang tahunku? &lt;br /&gt;Aku pun berdoa agar Tuhan mengijinkan kita bersama-sama selamanya. &lt;br /&gt;Tina, kau tidak bisa meninggalkanku! hari yang kita lalui baru berjumlah 99 hari! &lt;br /&gt;Kamu harus bangun dan kita akan melewati puluhan ribu hari bersama-sama! &lt;br /&gt;Aku juga sayang padamu, Tina. Jangan tinggalkan aku, jangan biarkan aku kesepian! &lt;br /&gt;Tina, Aku sayang kamu...!" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam dinding berdentang 12 kali.... jantung Tina berhenti berdetak. &lt;br /&gt;Hari itu adalah hari ke 100... &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;PS: &lt;br /&gt;Katakan perasaanmu pada orang yang kau sayangi sebelum terlambat. &lt;br /&gt;Kau tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi besok, atau dua tahun lagi&lt;br /&gt;Kau tidak akan pernah tahu siapa yang akan meninggalkanmu dan tidak akan pernah kembali lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7518131709454420173-8677740401717632577?l=coretanpena-erwin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/feeds/8677740401717632577/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7518131709454420173&amp;postID=8677740401717632577' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/8677740401717632577'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/8677740401717632577'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/2008/04/100-hari-yang-berharga.html' title='100 hari yang berharga'/><author><name>Erwin Arianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08051634271432353853</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_YQYm-M7Kc0s/SGBBlgV5QYI/AAAAAAAAAYw/8_4JX0-a4ms/S220/me%2526mywife1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7518131709454420173.post-4174214733013219463</id><published>2008-04-29T14:02:00.001+07:00</published><updated>2008-04-29T14:08:38.987+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>Mukjizat CInta</title><content type='html'>Mukjizat  Cinta&lt;br /&gt;By: Erwin Arianto&lt;br /&gt;Depok, 8 April  2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan September waktu itu, ketika aku begitu dekat dengan wanita itu, wanita bernama Tiwi, pratiwi Zakhrotuni tepatnya. aku juga telah begitu dekat dengan dia, tapi tidak disini, tidak di alam ini tapi di alam mimpi. Oleh karena itu, begitu aku dekat dengan dia maka aku berusaha untuk menyampaikan apa yang aku rasa dan apa yang aku alami di alam itu, tapi terlalu susah untukku mengutarakan semua itu, aku tidak ingin kedekatan ini akan berubah jika aku mengatakannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah lama ya, kita tidak melihat bintang-bintang?" kata Tiwi sambil melihat ke arah angkasa. Ke arah langit gelap yang dipenuhi bintang. Menatap bintang-bintang. Juga menatap rembulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt; "Ah, tidak juga," jawabku santai. "Sudah lama!" "Tidak juga." Aku perhatikan Tiwi sejak tadi. Ia terus menerus menatap ke arah langit. Menatap bintang-bintang dan bulan. Menikmati keindahan malam. Menikmati keindahan ciptaan Tuhan. "Eh, sudah lama ya kita tidak melihat bintang-bintang?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tanya Tiwi lagi. Sekali lagi ia bertanya dengan pertanyaan yang sama. "Tidak juga." "Kamu ini bagaimana sih?" "Lho apanya?" "Kita kan sudah lama tidak melihat bintang-bintang di langit?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Baru enam bulan yang lalu, Tiwi sayang." "Berarti sudah lama kan?" "Iya deh." Tiwi terus saja menatap ke arah langit. Mengamati bintang-bintang di langit. Mengamatinya satu persatu. Juga mengamati bulan. Tapi ia lebih suka mengamati bintang-bintang. Terkadang ia suka membawa teropong untuk melihat bintang-bintang. Kami memang selalu ke tempat ini. Sebuah tempat terpencil di luar kota dan di bawah kaki sebuah gunung besar. Aku hanya menemaninya saja. Terus terang saja aku cuma suka melihat bintang-bintang tanpa perlu mengetahuinya, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hei, aku mengajak kamu ke sini untuk bersenang-senang!" gerutunya kesal. Tiwi bangkit dan berkacak pinggang. Berpaling ke arahku sambil melotot. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"What?" Aku bertanya-tanya. Masih sambil berbaring. Melihat ke atas. Melihat ke bintang-bintang. Juga menatap rembulan. Ia masih saja berkacak pinggang dan cemberut. Aku langsung memeluknya. "Jangan ngambek dong." "Hmmm." Ia tidak menjawabnya, malah tersenyum manja. "Ayo kita lihat bintang lagi." Kami pun berbaring di rerumputan. Kembali melihat bintang-bintang dan menghitungnya satu-persatu. Menatap keindahan bintang-bintang sambil mengunyah biskuit yang kubawa. Betapa indah dan megahnya ciptaan Allah Semesta Alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; "Hei, lihat ada bintang jatuh!" ujarnya sambil menunjuk sebuah bintang jatuh. Tingkahnya tentu saja lagi-lagi mengagetkan aku yang masih mengunyah biskuit. Hampir saja aku tersedak. "Hmmm." "Make your wish!" "Buat apa?" tanyaku dengan heran, dengan mulut penuh biskuit. "Kata orang-orang kalau ada bintang jatuh, make your wish and your wish will come true!" jawabnya bersemangat. "Aku tidak percaya dengan hal-hal seperti itu, aku lebih percaya dengan Tuhan." "Lho, apa salahnya?" "Baiklah!" Aku berkomat-kamit tidak jelas layaknya seorang dukun. Dan, supaya Tiwi tidak mengetahui apa yang aku inginkan. "Sudah?" tanyanya penuh selidik. Aku cuma tersenyum. "Bolehaku tahu?" cecar Tiwi. "Tidak boleh dong," jawabku. Masih sambil mengunyah biskuit renyah yang kubawa waktu itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah Tiwi wanita bertubuh mungil yang cantik dan selalu riang, selalu penuh dengan cerita-cerita dan terus bersemangat, dan memberiku banyak arti, kata orang aku saat itu hanyalah seorang yang pendiam, dan akupun bukanlah orang yang populer. tetapi tiwi sangat antusias dan ingin dekat dengan ku. Sungguh aku mencintainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;**************************&lt;br /&gt;Baru sekarang aku sadar sepenuhnya. Ternyata Aku hanya bermimpi. Mimpi menjejakkan langkah kakiku pada waktu lalu. Mimpi menggantungkan rasa ku di kolong langit dalam memandang bintang bersama tiwi. Mimpi menghitung barisan bintang. Mimpi dipeluk hembusan angin. Mimpi bercinta dengan bidadari di sepanjang malam bersama Pratiwi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku terjaga malam ini. Kulihat weker mungilku menunjukkan waktu telah lewat tengah malam. Setengah dua lebih sepuluh menit. Kamar ini masih terang karena belum sempat kumatikan saat aku tertidur sambil mendekap dua lembar kertas surat yang kuterima tadi siang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah waktu berlalu 22 tahun perpisahan dengan tiwi. Pagi itu, seperti biasanya tak beda dengan sebelumnya. Kalender yang tetap berupa angka-angka, dengan catatan sana sini tentang kegiatan harian Kantorku yang juga tak berubah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesaat aku tertegun dan tersadar melihat tanggal yang sengaja kuberi lingkaran spidol biru. Hari ini tepat ulang tahunku ke empat puluh empat tahun. Hampir saja aku melupakannya. Masih muda, kata Mijan temanku. Banyak penggemar Kamu  yang suka bapak-bapak kayak kita lho, matang dan pengalaman, tambahnya sambil tergelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil bersandar di kursi, kupejamkan mataku. Waktu melesat secepat anak panah dilepas dari busurnya. Seperti Arjuna menarik Pasupati-nya saat berhadapan dengan Adipati Karna dalam perang Bharatayudha. Begitu juga usiaku. Semakin tua dan tetap sendirian. Hari demi hari yang diisi dengan Menulis, menjadi Wartawan Investigasi Menelisk berita baik di lapangan maupun di perpustakaan. Belum lagi pekerjaan lain yang aku suka, menulis cerpen yang sering bermunculan di media cetak, dan mengundang penerbit untuk menjadikannya kumpulan dalam sebuah buku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang bilang aku gila kerja, tapi aku tak peduli, karena hanya itu yang bisa mengisi hari-hariku yang sepi. Mereka memang tak tahu, aku hanya sendirian di rumah. Pembantuku, Mbak Inah yang rumahnya tak jauh hanya datang pagi dan pulang sore. Aku tiba di rumah sudah malam, dengan lelah yang sering tak bisa mengantarku membaca buku atau Koran. disaat senggang aku sangat menyukai dengan membaca. Tapi tahu apa mereka tentang kesendirianku? Saat aku suka merenung belakangan ini, sambil &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdzikir dan sholat malam, “Ya Allah! Aku mengharapkan (mendapat) rahmatMu, oleh karena itu, jangan Engkau biarkan diriku sekejap mata (tanpa pertolongan atau rahmat dariMu). Perbaikilah seluruh urusanku, tiada Tuhan yang berhak disembah selain Engkau. Itulah doa yang sering kupanjatkan setiap malamku tanpa pernah terlewat setiap malamku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang Setelah sholat malam mataku pun sering susah terpejam, dan aku sering membiasakan jemariku mengetikkan kata-kata dalam cerpen. Terkadang puisi yang juga aku suka, dan kuselipkan dalam jalinan cerita tokoh di cerpen. Puisi yang memberi rasa puas diri dari segala sunyi diri. dan mengenang Tiwiku sayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak salahkan mereka, karena memang ini menjadi bagian dari masa silamku yang kusimpan rapat-rapat. Dan kini di saat ulang tahunku yang memang tak mesti dengan lilin atau kue tart, ada rasa nyeri menyeruak di dada. Ya, kesepian ini menghujam tak lagi menanti malam, tapi di saat aku sendiri di ruang kerjaku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggalan-penggalan masa lalu berdatangan tak disuruh. Kadang menjadi utuh seperti puzzle, kadang buyar terlempar ke sana kemari tak bisa kupungut lagi. memang terkadang aku masih teringat Tiwi. wanita yang spesial yang sampai saat ini aku tidak tahu dimana rimba keadaanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;********************&lt;br /&gt;Sepi apa ini yang kurasakan? Karena tanpa kekasih? Mungkin. Karena pastilah ini berkaitan dengan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa lalu yang masih menumbuhkan luka dalam jiwaku. Luka dari dua puluh lima tahun lalu. Ketika aku masih mahasiswa di tahun pertama di suatu Universitas Negeri di Depok dan menjalin kasih dengan Pratiwi Zakhrotuni yang teman sekampus. Gadis cantik keturunan Semarang dengan rambutnya yang sebahu, kulitnya mulus dan bibirnya sensual ini sejak awal memang menarik perhatianku. Sama-sama suka dan menjalani aktivitas di koran kampus, akhirnya dia dekat hingga aku berhasil merebut hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedekatan kami tak cuma dalam kegiatan saja. Bahkan menimbulkan kejadian yang tak terhindarkan. Tiwi hamil setahun kami berpacaran. Cinta kami melenyapkan rasio yang biasanya bertengger di kepala, seperti ketika membahas naskah-naskah koran kampus atau diminta teman-teman senat membuat poster dan spanduk. Ketika kuajak menikah, dia menolak karena tak berani bicara dengan orangtuanya, yang sangat mengidamkan puterinya menjadi sarjana, selain perbedaan status sebagai orang kaya di daerahnya, dan masih keturunan ningrat dari keraton yogyakarta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi aku tak mau menyerah begitu saja. Kuberanikan diri menghadap orangtuanya, untuk melamar anaknya. Langsung saja aku ditolak, bahkan ditambahi dengan semprotan kata-kata kasar, yang kuterima dengan sabar. Bahkan ketika kakaknya yang berbadan besar seperti petinju hendak memukulku, aku diam saja melihatnya dicegah oleh ayah Tiwi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekembalinya ke Jakarta, saat aku sedang memikirkan jalan terbaik terhadap masalah ini, Tiwi menghilang. Dari beberapa teman dekatnya, tak satupun yang tahu kemana dia pergi. Aku juga tak yakin dia kembali ke orangtuanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak itu aku diliputi rasa bersalah dan kehilangan yang sangat. Kuselesaikan kuliah Akutansiku dengan lebih cepat dari yang kurencanakan. Lalu aku mengajar di suatu media cetak nasional sebagi wartawan, sambil terus menulis. Aku juga terus melacak keberadaan Tiwi, hingga ketika menghadiri suatu simposium tentang Akutansi Keuangan Daerah, saat otonomi daerah di indonesia mulai tumbuh. yang berlokasi Di Semarang, kusempatkan ke rumahnya. Sia-sia juga, karena diberitahu oleh adiknya jika Tiwi tak ada di rumah, lalu pintu itu langsung ditutupnya dengan pandangan curiga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah keberhasilanku menggondol gelar sarjana, dan dengan waktu tak lama menjadi pegawai tetap di Media tersebut, tekanan batinku tak juga lenyap. Tiwi selalu hadir dalam mimpi-mimpiku, di tengah rasa berdosaku. Kuhamburkan waktuku dengan sibuk mencari berita dan menulis cerpen, yang hampir tiada hentinya. Bahkan, aku berhasil menelorkan dua novelku yang makin membuat namaku dikenal di ranah sastra. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku, Bayangan Tiwi, dan Gugusan Gemintang malam  Tak ada kata apa-apa yang mampu untuk kuucapkan. Hanya angin yang masih mau berhembus mengelus-elus aku bahkan merasakan suatu memori masa muda yang sangat indah ketika bertemu dengan Tiwi Aku serasa ingin mendekapnya untuk sekian lama, untuk mengobati kehilangan setelah sepuluh tahun tak bertemu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah memang kuisi sepi itu dengan mengencani penggemarku yang memang kebanyakan wanita, atau wanita muda yang makin berani menunjukkan minatnya terhadap lelaki. Benar kata Mijan, mereka suka pria dengan kematangan yang tak ada pada diri teman sebayanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, tetap saja Tiwi menjadi bayangan yang tak bisa hilang dari diriku. Upayaku tak henti untuk mencari kabar tentangnya. Tapi sepertinya dia lenyap ditelan bumi. Tak satupun yang mampu tahu dimana dia kini. Rasa putus asa telah melanda diriku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia yang menyesakkan. Kadang aku merasa ingin lari-keluar batas dari limit waktu , mengembara-kemana saja. Ke seluruh penjuru dunia. Mengikuti angin yang berhembus. Mengikuti arus air di sungai. Mengikuti goyangan kelepak sayap burung-burung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya Mijan yang tahu keadaanku, tapi juga tak berdaya. Aku ingat, ketika dia menikah dan aku datang menyalaminya, dia memelukku dengan erat. Lalu sambil bercanda kepada isterinya dia berkata,”Dik, coba carikan dong jodoh buat kawan kita ini.” Saat itu aku hanya nyengir kuda saja, sambil berpamitan karena ditunggu teman-teman wartawan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harus kuakui, meski bercanda tapi ucapan Mijan terasa menusuk hati inijuga membuatku ingin membagi sepi ini. Tapi lagi-lagi aku alami kegagalan. Sempat aku dekat dengan Risna, Febi, Dwi dan Santi tapi mereka tak mampu menepis kehadiran Tiwi. Kadang jika aku putus dengan salah satu wanita itu, Mijan biasanya meledekku sebagai wartawan playboy yang tak Cuma jadi favorit wanita, malah ibu-ibu pun suka. ucap mijan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kujalani semua ini seperti sungai yang mengalir mengikuti kelokannya. Ibuku di  sudah berulang kali menanyakan kapan aku  memperkenalkan calon menantunya, tapi tetap kujawab dengan Gampanglah, nanti pasti ada”. Maklum saja, sebagai anak pertama dengan tiga adik yang semuanya sudah berumah tangga, ibu cemas dengan keadaanku yang masih betah membujang. Apalagi aku anak kesayangannya, pengganti bapak yang sudah meninggal ketika menjalankan tugas sebagai tentara waktu perang ke Aceh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja tak pernah kuceritakan pada ibu, kenapa aku belum juga berumah tangga. Biarkan mereka menduga aku belum menemukan wanita yang cocok, meski beberapa kali ketika aku pulang, ibu danlainnya pernah memperkenalkan aku dengan puteri-puteri kenalan mereka, maksud ibu untuk menjodohkan aku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, saat kulihat kalender tadi dan ulang tahunku tiba tanpa ada suatu apapun yang bisa kubagi dengan orang lain, kurasakan suatu perasaan yang menimbulkan lubang dalam jiwaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah jalan hidup yang kupilih selama dua puluh lima tahun ini betul? Kalau ya, kenapa aku menutup hati setiap datang wanita lain. dan aku sering bergumam sendiri "Perhatikanlah dunia yang tertawa. Dengan senang hati, tanpa adanya dirimupun kehidupan terus berjalan, masih berlangsung. Dan, dunia masih terus berputar. Kadang-kadang kita merasa sedih, ada atau tidak ada diri ku sama saja. Seperti aku diacuhkan. Sepertinya aku tak berarti lagi. Sebab, kehadiran tanpa bentuk jiwa ,sangatlah tidak mengenakkan suasana." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;**********************&lt;br /&gt;Ketika aku terus melamunkan hal itu, dan merasa tenang tanpa gangguan dari Rekan kantor lain. seperti biasanya, aku agak melonjak kaget ketika pintu ruang kerjaku diketuk. Segera kusahut untuk masuk saja karena pintunya memang tak pernah terkunci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu wartawan baru, yang cantik dengan rambutnya dikepang, kalau tidak salah dia pernah ikut aku dalam mencari berita di lapangan  masuk dengan langkah pasti setelah menutup pintu ruang kerjaku kembali. Aku kenal dia, Leika Pratiwi Subaeriadi namanya karena pernah menilai hasil tulisan beritanya, yang menarik dan cerdas. dan aku suka wanita yang pintar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada awal mengenal lieka, aku sempat bergumam dalam hati Subaeradi, sebuah kemiripan dengan nama belakang ku Mohammad Asrulius Alexsander Sobaeradi. memang nama ku panjang, mijan sering meledek aku engga nikah-nikah karena kepanganjangan nama. dalam hati berkata "ah, nama Sobaeradi, kan banyak, Lagian kan ejaannya beda, Aku Sobaeradi dan dia Subaeradi" pikirku menepis pikiran aneh yang terlintas di benakku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pak, maaf jika saya mengganggu, bolehkah saya minta waktu sebentar soal tulisan berita” ucap laika kepadaku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Silahkan,” kujawab dengan pendek. Lama-lama menatap wajah leika yang lonjong dengan tahi lalat &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dekat bibirnya, kulitnya yang putih mulus dan bibir semanis madu ini, membuatku agak tertegunsejenak. Tapi segera kutepiskan pikiran macam-macam dari diriku, karena ada sesuatu yang melintas entah apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya merencanakan membuat Berita Korupsi ini,”katanya dengan suaranya yang lembut. “Saya ingin Bapak menjadi Penasihat Berita saya. Itu jika Bapak bersedia, dan saya harapkan sekali kesediaannya, Karena bapak adalah wartawan senior di kantor ini.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apa Beritanya bisa menjual " tanyaku Kepada Leika&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan lugas dia sampaikan tema yang akan dibahasnya, tentang kondisi korupsi seorang Anggota DPR yang ditanggkap Oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dikaitkan dengan problema sosial saat ini. Aku suka pemilihan temanya, yang kurang banyak dilirik oleh wartawan lainnya. Apalagi semangatnya tampak sekali ketika memberikan penjelasan disertai gerak tangan yang lincah percaya diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kenapa tertarik memilih tema ini?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Menurut saya, Korupsi ini  fenomena yang menarik untuk diamati, dan mempunyai nilai jual tinggi pak. dan masalah korupsi saat ini sangat diminati oleh para pembaca berkait dengan semaraknya korupsi Di Indonesia, dan saya menambah kan dampak Korupsi dalam Pembangunan kehidupan bermasyarakat pak, itulah alasan saya, memilih berita ini utuk di cetak pada edisi besok.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jika begitu, buat saja Draftnya seperti biasa, dan nanti tolong kasih saya ya ” kataku sambil sembunyikan kekagumanku atas argumentasinya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak menunggu lama, leika segera mengirimkan draf rancangan dari map merah jambu yang diambil dari atas meja kerjanya Hmm….aku suka anak ini, gesit dan percaya diri. “Ini, Pak, silahkan periksa,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepintas saja aku sudah tahu, pola pikir dan alur pemikirannya runtut serta sistematis. Pantas anak ini bisa di rekrut menjadi wartawan di media ini oleh bagian HRD, apa yang ada di dalam tulisan berita ini menggambarkan kecerdasannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jika Bapak setuju, saya minta bapak untuk menandatangani draftnya Tulisan ini bisa segera diberikan kepada dewan redaksi,” tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Baguslah jika begitu. Ada lagi yang ingin leika tanyakan?” kataku karena ingin segera mengakhiri percakapan itu, dan kembali kunikmati sepi. Seperti kata ibuku bulan lalu, ketika aku menjenguknya setelah mendapat sms dan telepon berkali-kali yang mengabarkan beliau sedang sakit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Merenunglah dalam usiamu sekarang, apa yang sudah kamu lakoni dalam hidup ini. Cobalah melihatnya dengan kaca mata jernih, dengan kata hati bening dan menyeluruh.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya, pak. Saya ingin mengucapkan selamat ulang tahun kepada Bapak.”Tutur Wartawati baru tersebutAku tertegun. Kukembalikan handphone ke saku celanaku, setelah aku ingin mengirim sms kepada adikku, bertanya tentang keadaan ibu. Seorang wartawan junior yang baru  kukenal  ini tahu hari ulangtahunku? Apakah dia mau mencari simpati, merayu dalam bentuk lain. Ah tidak, pikirku tak percaya, karena dia tampak gadis yang baik-baik, tak ada tatapan nakal di matanya yang indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kamu tahu darimana jika saya berulang tahun hari ini? Jika dari buku novelku, rasanya tak tercantum di situ tanggal lahirku? Apakah dari Artikel, atau dari bagian HRD" Tanyaku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Coba beritahu, darimana kamu bisa mengetahui jika hari ini ulang tahun saya? Apakah Pak Mijan yang membocorkannya?” tukasku sambil membayangkan Mijan pasti ngiler melihat kecantikan wartawan baru  yang satu ini. Tapi kenapa kok dia tak pernah memberitahu jika ada bunga cantik seperti leika ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bukan,pak. Saya tahu ulang tahun Bapak dari beberapa orang yang dekat dengan saya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Heh….” Kataku sedikit terkejut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Benar,pak. Saya tahu sudah lama, bahkan sebelum menjadi wartawan di media ini.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya selalu menulis ucapan selamat ulang tahun kepada Bapak. Ada yang di kartu pos, ada yang dalam bentuk surat. Pernah membuat puisi, tapi saya tahu bahwa saya tidak punya bakat seperti Bapak.” Tutur Leika&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau tadi aku tertegun, kini aku terkejut. Padahal aku termasuk orang yang jarang terkejut. Jarang ada hal-hal yang mampu membuatku terkejut. Aku selalu tampak tenang menerima kabar apapun, jarang terlihat terkejut atau panik. Aku ingat, saat kuliah teman-temanku menjuluki sebagai manusia es, karena aku terlalu dingin. Tapi bagaimanapun, ini mengherankanku. Karuan saja aku memusatkan perhatianku, ingin tahu lebih lanjut terhadap apa yang akan dikatakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Siapa saja mereka itu, apakah saya mengenal mereka?” kali ini suaraku terdengar tak sabar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pastilah Bapak mengenal mereka. Kakek dan Nenek saya, lalu Ibu saya….”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mereka kenal aku?” kupotong perkataannya dengan suara agak keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sangat kenal.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Siapa mereka?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kakek saya Sasongko Sastrowijoyo, Sedangkan Mama saya Pratiw…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum gadis itu selesai bicara, aku yang tadinya berdiri karena penasaran atas ucapannya, langsung saja terduduk dengan wajah pucat. Kepalaku seperti dipasang kitiran, berputar-putar tak karuan. Gadis ini anak Pratiwi? Siapa ayahnya? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah susah payah kutata perasaanku, kutatap mata leika lekat-lekat. Ya, mata ini kukenal sebagai mata Tiwi, sedangkan hidung ini…yang mancung dan bagus, yang dulu sering kuelus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jadi kamu puteri Pratiwi? Berapa saudaramu, lalu di Jakarta sini dengan siapa? Oh ya, ibumu dimana sekarang, di Semarang?” beruntun kuajukan pertanyaan padanya. Tak kupedulikan lagi urusan Berita, karena berita tentang ibunya saja sudah membuatku hampir terkapar saking kagetnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iya, Mama ada di Semarang bersama Kakek. Mereka baik-baik saja. Saya tidak mempunyai kakak atau adik, karena anak mama ya Cuma saya ini.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lalu…hmmm”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Papa saya adalah Bapak.” Kata leika seperti bisa membaca kelanjutan pertanyaanku, dan menjawabnya dengan tegas. Kepalaku kembali berputar, kali ini kuraih bibir meja agar tidak jatuh. Dengan sigap leika berdiri, memegang tanganku lalu memelukku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Papa…,” bisiknya dengan suara bergetar. “Saya memang sengaja mendaftar kerja  di sini untuk mencari pak Sobaeradi, melihat anda dari dekat. bahkan tanpa sengaja saya memilih anda sebagai penasihat warta saya. Sebetulnya  ingin saya katakan nanti saja, tapi entah kenapa sedari tadi saya  tadi tak bisa menahan diri.” ucap leika dengan cerdasnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar itu aku langsung memeluk leika, dan tak kupedulikan apakah tangisanku terdengar dari luar ruang kerjaku. Seperti kukuras semua kepedihan dan kesepianku. Kutumpahkan semuanya di wangi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;rambutnya. Bagai mendekap anak kecil, leika mengelus-elus rambutku sambil terisak. Dipanggilnya aku beberapa kali sambil terus menangis.Setelah dilihatnya aku mampu menguasai diri, leika berkata lagi, masih dengan suara menggeletar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Papa tahu, sejak pergi dari sini, Mama pulang ke Semarang dan meski dimarahi habis-habisan tapi tetap tak mau menggugurkan kandungannya. Dia tak mau membuang bayi itu, tak mau membuang saya. Kakek dan Nenek akhirnya luluh, apalagi setelah Mama menyatakan kesanggupannya untuk terus kuliah hingga meraih gelar sarjana di Universitas Negeri di Semarang. Tapi kekerasan hati mereka tetap tak terusik untuk mau mengakui Papa sebagai menantunya. Demi saya, Mama akhirnya mengalah dan tak mau memberi kabar kepada Papa.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Selalu dikatakannya, saya adalah buah hati dengan lelaki yang dicintainya. Mama menangis habis-habisan ketika Papa pernah datang ke rumah, dan diberitahu oleh Oom kalau Mama tak pernah ada di rumah lagi. Saya ingat, ketika itu Mama mengurung diri hingga berhari-hari.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku terdiam. Sungguh, aku tak menyangka jika Tiwi berkeras kepala mempertahankan bayi yang dikandungnya. Kubayangkan, betapa dalam penderitaannya dalam usia muda harus melahirkan tanpa suami, lalu meneruskan kuliah dengan bayi di rumah. Dan Betapa besar rasa cinta Tiwi Kepadaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Papa, kembalilah kepada kami. Mama tak pernah menikah, karena dia selalu yakin bahwa Papa juga melakukan hal yang sama.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tertunduk, ucapan leika begitu menyayatku. Tiwi ternyata memegang teguh kesetiaan yang pernah diucapkannya, ketika kami pertama kali melanggar larangan itu. Ketika aku melontarkan cemburuku melihat banyak mahasiswa lain, bahkan yang senior tak henti menggodanya. Dan saat kami senang untuk melihat bintang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kami tahu adanya Papa ketika suatu hari televisi menayangkan wawancara Papa sebagai nara sumber. Sejak itu, Mama selalu rajin mencari tahu, bahkan sampai membeli buku novel Papa di jakarta karena di Semarang waktu itu belum ada toko buku yang mengedarkanya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya sendiri akhirnya minta ijin mama dan kakek untuk bisa melamar di perusahaan ini, saat perusahaan media ini menulis membutuhkan seorang wartawan. Mama mengijinkan, sambil berpesan agar jangan buru-buru membuka identitas diri. Kakek juga berpesan, agar membawa Papa ke Semarang karena mereka sudah lama mencair kekerasan hatinya. Mereka tak peduli Papa masih miskin atau tidak.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil berlinang air mata, kuanggukkan kepalaku sambil membentangkan kedua tanganku lebar-lebar, dan kembali memeluknya dengan air mata yang terus mengalir. Akhirnya aku dan Laika Segera pulang ke Semarang untuk menjemput tiwi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku, Tiwi, dan Leika ditemani gugusan bintang yang kami lihat malam itu semua hanya diam. Tak ada kata apa-apa yang mampu untuk kuucapkan. Hanya angin yang masih mau berhembus mengelus-elus  Awal pertemuan tadi bagiku sangat-sangat mengharukan, aku bahkan merasakan suatu memori masa muda yang sangat indah ketika bertemu dengan Tiwi Aku serasa ingin mendekapnya untuk sekian lama, untuk mengobati kehilangan setelah Dua Puluh lima dua tahun tak bertemu. Kini  aku telah menjadi seorang ayah dari seorang yang amat ku cinta. "Robbanaa hablanaa min azwaajinaa wadzurriyaatinaa qurrota a'yun waj'alnaa lilmuttaqiina imaaman. Amiin. Allhamdulilah Atas semua Karuniamu yang luar biasa untuku Ya Allah." Lafal doakku dalam hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepasang tangan menyentuh siku, membimbing aku berdiri. Tak percaya saya melihat, wajah putih bersih Tiwi muncul di hadapan Ku, Setelah berpuluh-puluh tahun. Kapal sudah tertambat dengan rapi, tanpa butuh tiang pancang. Jangkar sudah diturunkan dengan doa abadi. “Apakah kau bersedia, menerima kapal butut ini jadi mahar untuk menikahiku dan pria biasa ini jadi suamimu?” ujar aku kepada tiwi. Tak ada yang mampu berkata apa-apa lagi. Dalam hati penuh Hamdallah, wujud fisik hanya mampu bertukar dua senyum bahagia dalam siraman rahmat. Harumnya serbuk bunga yang menyelamati kami, tak seharum ijab kabul yang menunggu setelahnya. “Segala puji bagi Allah yang menyelamatkan aku dari sesuatu yang Allah memberi cobaan kepadamu. Dan Allah telah memberi kemuliaan kepadaku, melebihi orang banyak.” Alhamdullilah, Terima Kasih ya Allah atas Mukjizat Cinta Mu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Depok, 8 April 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7518131709454420173-4174214733013219463?l=coretanpena-erwin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/feeds/4174214733013219463/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7518131709454420173&amp;postID=4174214733013219463' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/4174214733013219463'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/4174214733013219463'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/2008/04/mukjizat-cinta.html' title='Mukjizat CInta'/><author><name>Erwin Arianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08051634271432353853</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_YQYm-M7Kc0s/SGBBlgV5QYI/AAAAAAAAAYw/8_4JX0-a4ms/S220/me%2526mywife1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7518131709454420173.post-8060953040157113460</id><published>2008-04-29T13:34:00.002+07:00</published><updated>2008-04-29T14:14:02.473+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>Pergilah Cinta</title><content type='html'>Pergilah Cinta&lt;br /&gt;By: Erwin Arianto&lt;br /&gt;Depok, 4 April  2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu terasa begitu cepat jalannya. Sebentar lagi dia akan berusia 35 tahun. Dan teman-teman lainya sudah asik menimang-nimang anak. Di dalam hati ada kesepian yang sangat. sebenarnya akupun membutuhkan perhatian dan cinta. Namun aku takut memulai. Tak banyak wanita yang ku kenal di sekeliling hidupku. mungkin aku telah patah arang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar kata orang, bila wanita putus cinta, mereka akan bertambah cantik dan bertambah gaya. Bila pria putus cinta makin kusam, hidup ngak teratur dan tampang makin jelek. Itulah yang terjadi pada ku. dalam Masa 3 tahun bersama Wina hilang begitu saja, saat Wina mengabarkan dia menerima tunangan dari mamanya. Baginya itu adalah alasan yang dibuat-buat.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;"Wahai jiwa yang berada di dalam rasa dan diriku, apakah aku terlalu banyak berdialog dengan diriku sehingga aku kurang mampu berkomunikasi dengan lingkunganku ? Apakah aku adalah orang yang selalu berpikir picik dalam kehidupan ini? Apakah aku terlalu egois terhadap diriku sendiri?" pertanyaan batin ini menyeruak dan bermain dalam lamunan hati aku pun bertambah hancur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah cinta ke 2 yang kandas. Satu tahun aku menjadi kacau sampai-sampai aku pernah hampir di PHK dari pekerjaan. Sebab jarang masuk kerja dan kalaupun masuk ngak ada kerjaan yang beres pada waktunya. Untunglah atasanku sangat baik padaku dan sering memberi semangat hidup. Kebiasaan minum di bar sudah setahun ini dia hentikan. Dan dia tidak pernah bikin malu lagi dengan teller di bar atau di jalanan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sering Gelap dalam pikiranku tak seperti terangnya sinar matahari. Kulihat cahayanya menyilaukan mata, panasnya membuat dahi mengeluarkan keringat. Aku hanya bisa mengusap keringat itu dengan lenganku sebagai tanda bahwa aku kelelahan. Mana sempat aku bawa sapu tangan dari rumah dengan kondisiku saat itu. "Ya Allah, sepertinya aku tak sanggup lagi menahan semua ini",&lt;br /&gt;begitulah gelora dalam batinku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*****************&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pukul tujuh sore telah tiba, akupun buru-buru pulang untuk menepati janjiku harus bertemu dengan wina di sebuah resto favoritku. Dan Kamipun duduk berdua di sebuah meja makan. Untuk makan malam.&lt;br /&gt;Cahaya lampu neon berubah wujud wina menjadi bidadari cantik, menggetarkan hati ku. Begitulah kiranya hasil proyektor otak ku. Kulitnya yang putih tak mungkin terbakar oleh sinar itu, , saat-saat seperti ini hatiku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;membutuhkanmu untuk memadamkan asmara yang kian memuncak ketika aku merindukanmu setelah 3 tahun berlalu. Isi hatiku pun tak mampu keluar dari mulutka. Ah, yang bisa dilakukannya hanya diam, bicara hanya mampu melalui mimpi atau saat Ia lagi sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wina ternyata telah berubah, makin gemuk dan wajahnya tak secantik dulu. Ada raut penderitaan di bola matanya. Setelah selesai makan merekapun bicara ke inti persoalan. Tak terasa ada air mata di wajah Wina. aku pun mendadak terharu. Cerita yang dia lontarkan cukup mengagetkan ku. Aku berpikir Wina pasti bahagia hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata tak seperti perkiraanku. Suaminya ternyata seorang don juan. Punya banyak simpanan wanita. Jarang pulang dan kalau pulang pun hanya pertengkaran yang ada. Sejak anak pertamanya lahir suaminya berubah. Kasar dan suka memukul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku hanya terdiam dan tak sanggup berkata. aku adalah orang lain sekarang bagi Wina. Dan semuanya tak akan bisa kembali seperti dulu. aku sadar, tak baik bagiku menjadi orang ketiga di keluarga wina. Itu akan menambah persoalan baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lamunanku kembali buyar.wina menyadarkan aku, mungkin karena hatiku menghibur diriku yang selalu kesepian ini, membuatku dapat tersenyum cerah tanpa beban dihadapan wina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"gus..maafkan Wina ya. Wina telah menghancurkan hati kamu, dalam hati kecil Wina, Wina masih mencintai kamu. Dan tak akan hilang sampai kapan pun, terimakasih kamu telah mau menemani malam ini". Wina pun mencium pipi ku sebelum berlalu naik taxi pulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa terasa hari sudah kian malam, dan selama dalam perjalanan pulang, aku tak henti-hentinya bersyukur. waktu yang sempit sekali pun harus kusyukur &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;rembulan malam tepat berada di tengah-tengah ketika nada-nada itu tiba-tiba lenyap digantikan keheningan yang luar biasa. Keheningan yang membawaku menyadari ternyata aku benar-benar sendiri, dan aku yang telah terbiasa sendiri ini menjadi ketakutan, bukan takut karena aku seorang diri disini, tapi takut dengan kesendirianku yang selalu menyendiri, seperti sekarang ini. Aku tetap terdiam merenungi kesendirianku, kenapa aku selalu ingin sendiri ? dan berulang kali aku mencoba untuk bisa hidup dengan orang lain ternyata tetap tidak nyaman tidak seperti ketika aku sendiri. Mungkin aku selalu merindukan kesendirianku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku termenung…aku tak tahu mesti berkata apa. aku pada posisi yang salah. Bagaimanapun rasa suka masih ada. Tapi cinta nya telah hilang buat Wina.Saat aku pulang samar-samar di radio di mobilku terdengar lagu dari "Selamat jalan kekasih... Manis yang berujung perih...Kisah ini terlalu indah tuk jalani ini semua". Tanpa sadar air mataku menetes di pipi. "Tuhan…kuatkan iman hamba" aku berdoa. Dan aku sadari aku pun tidak bisa memiliki wina ku lagi.. pergilah biarkan ku nikmati indah dirimu hanya dalam bayang-bayang sepi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku terus berdoa kepada Allah. "Ya Allah sesungguhnya aku ini lemah , maka kuatkanlah aku dan aku ini hina maka muliakanlah aku dan aku fakir maka kayakanlah aku wahai Dzat yang maha Pengasih" biarkan aku ikhlas dalam melepas wina. takdirmu adalah nya segalanya bagiku. Pergilah cinta dengan rasa yang selalu kujaga. raihlah hidupmu. bukankah cinta tidak harus selalu memiliki. hanya pikiran itu yang ada di benak ku kini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;cerita ini hanya fiktif belaka, jika terdapat kesamaan nama dan kisah adalah tidak disengaja. Saran dan kritik dapat dikirim ke Erwinarianto@ gmail.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Depok 3 April 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7518131709454420173-8060953040157113460?l=coretanpena-erwin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/feeds/8060953040157113460/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7518131709454420173&amp;postID=8060953040157113460' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/8060953040157113460'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7518131709454420173/posts/default/8060953040157113460'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://coretanpena-erwin.blogspot.com/2008/04/pergilah-cinta_29.html' title='Pergilah Cinta'/><author><name>Erwin Arianto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08051634271432353853</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_YQYm-M7Kc0s/SGBBlgV5QYI/AAAAAAAAAYw/8_4JX0-a4ms/S220/me%2526mywife1.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7518131709454420173.post-6124684026681334025</id><published>2008-04-29T13:31:00.000+07:00</published><updated>2008-04-29T13:33:42.859+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>Auf Wiedersehen meine Liebe (selamat tinggal kekasihku)</title><content type='html'>Auf Wiedersehen meine Liebe (selamat tinggal kekasihku)&lt;br /&gt;By: Erwin Arianto&lt;br /&gt;Depok, 2  April  2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuhembuskan nafasku untuk kesekian kalinya. Kemudian, seakan ada angin segar yang masuk ke dalamjiwaku. Kucari angin itu dalam relung-relung tersembunyi, kutemukan ia di sana, dan memanggilku.Ya, aku tahu bahwa saat ini aku tak sendiri, masih banyak hal yang menyertaiku sampai ujung perjalanan ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bruk.." aku menabrak seorang wanita dengan mobilku, entah karena banyak fikiran yang menggangguku membuat aku tidak konsen dalam mengendarai mobil ini. "Mba maaf ya, engga pa-pa kan" tanyaku kepada wanita itu yang aku tabrak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"engga pa-pa kok pak" jawab wanita itu, "saya antar kerumah sakit ya" permintaan ku sebagai rasa sesalku akibar kecerobohan ku, "tidak usah, aku tidak apa-apa" jawabnya dengan lembut, "ya sudah aku antar kamu ke tempat tujuanmu ya" aku ucapku. Akhirnya wanita itu pun ikut dalam mobilku ke rumah sakit. "namaku Fachrizal Legowo" sambil aku menodorkan tanganku kepada wanita tersebut. "aku Citra Putri Rijkiah" jawabnya "Anda, saya mau antar kemana, maaf ya saya tadi lagi bengong, kamu tidak apa-apa?" tanyaku kepada citra. "tidak apa-apa, tolong antarkan aku ke kos, aku hanya sedikit terkilir saja" ucapnya. "itu belokanan masuk gang mesjid, rumah yang coklat ya pak" penjelasan wanita tersebut tentang rumah kosnya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;"biar aku bantu, kubawakan tasmu, dan kupapah kamu sampai ke ruanganmu" pintaku, "Baiklah" citra terujar. dan akupun membantu citra sampai ruanganya, setelah itu aku menawarkan untuk membawa citra untuk ke tempat urut yang terkenal. "maaf aku pulang dulu, sudah malam, aku harus menjemput kekasihku di kantornya" ucapku pamit. "Baiklah terimakasih ya" ucap citra kepadaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akupun melaju mobil ku ke kantor kekasihku kania di bilangan sudirman, "Halo, sayang aku sudah piparkiran ya" aku menelphone kania, "oke aku turun sayang" kania segera menhampiri ku. Aku dankania telah berpacaran selama 2 tahun, kania adalah anak seorang yang berpunya dengan sikap keraskepala dan sedikit egois. "kok telat sih sayang' tanya kania kepadaku" iya tadi aku sempat nabrakorang dan aku harus mengantar orang tersebut dulu sayang" ucapku kepada kania&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;setelah hampar dua jam di rumah kania, aku pun segera pamit pulang " sayang aku pulang dulu ya"aku pamit kepda kania, "iya hati-hati ya, nanti kamu dimariahin mas zakaria" nasihat kania kepadaku. "Iya aku harus kembaliin mobil ini tepat waktu, bye sayang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak tau sudah kali keberapa kuhembuskan nafasku pada hari ini. Entah mengapa, aku merasakan ehampaan yang membuat hidup ini seakan tidak bermakna. pukul 10.00 aku sampai di depan rumah. sebuah rumah sederhana dimana aku tinggal bersama ayahku, ibuku telah meninggal ketika melahirkan&lt;br /&gt;aku. aku hidup tinggal berdua dengan ayah. 2 kakak laki-laki dan 2 kakak perempuan ku sudah &lt;br /&gt;menikah. kini ayah berusia 48 tahun, kata ayah dulu dia menikah muda usia 16 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"assalamualaikum.." aku mengucap salam, memasuki pondok ku tercinta, "wa'alaikum salam.." jawab ayah membukakan pintu. "ayah sudah makan malam belum" tanya ku kepada ayah, aku begitu mencintai ayah karena dia yang mendidiku hingga saat ini. dia dulu dtemani kakak-kakaku sebelum mereka menikah."Ayah belum makan Jal, ayah hari ini tidak memasak nak, males makan sendiri" kata ayah kepadaku. "yuk kita makan yah sama ijal" ajakku kepada ayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"wah makannya enak ya jal, kamu beli dimana" tanya ayah kepadaku, "ijal di kasih kania yah" aku menjelaskan, "kania baik ya jal" ucap ayah lagi, "iya walau sedikit keras kepala dan egois" cerita ku kepada ayah, "Wanita seperti itu jal, tapi ibumu dulu seorang wanita yang lembut jal"&lt;br /&gt;ayah bercerita sambil matanya menerawang. "yah, mungkin lebih baik ayah menikah lagi biar ada yang menemani ayah, ijal engga, pa-pa kok, lagian kan mas zakaria, mas bayu, Mba istifadah, Mba asmarani juga setuju kalau ayah menikah lagi" aku sedikit berbincang kepada ayah, dan ayah hanya menjawab dengan sebuah senyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*********************&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hari ini hari minggu, aku bangun kesiangan, dan aku juga janji dengan citra orang yang kutabrak untuk mengantarnya pijit di tempat langgananku yang memang ahli dalam memijit/urut. karena kaki citraagak keselo karena aku tabrak kemarin. aku segera mandi dan menyambar kunci mobil mas zakaria yang belum aku kembalikan kerumahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"assalamualaikum.." aku mengetok pintu kos temapat citra berada&lt;br /&gt;"waalaikum salam" citra membukakan pintu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kami pun segera melaju kan mobil ke tempat yang dituju, dalam perjalanan kami banyak bercerita bertukar fikiran, citra seorang yang luwes. Entah mengapa wanita ini mempunyai daya tarik tersendiri buatku. Dia cantik kah ? Mungkin sebagian besar orang akan menjawab iya terhadap pertanyaan tersebut. Tetapi yang aku perhatikan adalah tingkah lakunya yang terbilang unik. lembut dan penuh kasih sayang. seperti yang bapak sering lukiskan tentang ibu, aku merasakan erbedaan dengan kania, ya kania orang yang egois dan keras kepala.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"kamu dah baikan, sakit engga setelah diurut tadi" aku bertanya kepada citra, "tidak Sakit, sudah baikan, terimakasih ya jal udah nganterin aku di urut" citra mengucapkan terimaksih kepadaku, dan kali ini hatiku kembali membandingkan bahwa kania hampir jarang mengucapkan terimakasih kepadaku. 'iya engga pa-pa aku bertanggung jawab karena telah menabrakmu" jawabku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam proses penyembuhan kaki citra, aku harus kembali ke tempat urut 3 kali lagi, dalam proses mengantar citra, aku mulai merasakan benih-benih cinta bersemi diantara kami, citra berbeda dengan kania, begitu argumenku dalam hati membela diri atas perasaan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulang mengantar citra aku bermain kerumah doddi sahabat karipku semenjak smu. "Dod, gue jatuh cinta lagi, sama cewek namanya citra" jelasku kepada dodi, sahabat karib ku, terus kania gimana" tanya dodi kepadaku. "Kania, aku bingung dod" jelasku kepada dodi. "gila loh jal, masa punya dua cinta sih. engga mungkin loh" dody menjelaskan kepadaku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"jal ada informasi beasiswa s2 nih ke German, mo ikut engga loh, ini informasinya" tanya dody kepada ku, sambil menyerahkan sebuah selebaran kepadaku. "oke dod, gue pulang dulu ya, thanks informasinya" dan aku pun ngeloyor pergi dari tempat doddy.Aku memang memimpikan untuk bisa mendapat s2 di german.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu aku Menemui kania. Aku beritahukan informasi tentang keinginanku untuk mencooba ikut test beasiswa s2 di german, "sayang aku mau coba ikut beasiswa ke german, aku ingin kuliah disana seperti bapak Habbie, idolaku" jelasku kepada kania, "mas jangan kejerman, kamu lanjutin kuliah disini aja ya, nanti aku minta ayahku membantu kamu untuk biayanya, aku engga mau jauh-jauh dari kamu" kania melarang aku ikut beasiswa itu. "tapi ini mimpi aku kania" jelasku kepada kania. "Pokoknya tidak boleh, titik" kania dengan muka kesal melarang aku mengikut kuliah di jerman. dan kala itu kami pun bertengkar. ini adalah salah satu contoh ke egoisan kania.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;**********************&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesokan harinya ketika aku dan ayah sedang duduk di teras rumah untuk berbincang, aku kemukan keinginan ku untuk kuliah di german "yah kalau aku ingin mengambil kuliah s2 di german boleh..." tanya ku kepada ayah, "boleh, tapi mang kamu punya biaya jal, ayah tidak sanggup membiayai kamu, ayah cuma seorang dosen nak" ayah mengingatkan biaya yang besar. "ijal sedang mendaftar beasiswa untuk kuliah di jerman yah, biar pintar seperti pak habibie yah' jelas ku kepada ayah. Ayah tahu aku begitu mengidolakan Habibie dari aku kecil."Alhamdulillah nak, semoga kamu dapatkan beasiswa itu ya" ayah memberi ku dorongan kepadaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua hari setelah perbincangan dengan awah, kini  waktu untuk untuk mengantar citra untuk urut kembali. entah mengapa waktu bersamanya waktu yang berharga, dan sepertinya sudah ada butiran kasih antara aku dan citra, walau tidak sempat terucap dalam untaian kata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"senangnya bisa bertemu kamu kembali dengan mu citra" aku mencoba menggoda citra, dan mukanya merona merah. "hari ini aku terakhir di urut ya mas, kakiku sudah kembali sembuh" ucap citra kepadaku. "masih bolehkah aku tetap bersahabat dengan mu citra" aku bertanya kepada citra sambil ku genggam tanganya dengan erat. citra tersenyum, "Mas ingat kamu dah punya pacar, nanti aku dimarahi sama kania" citra berkata kepadaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"tapi jujur citra, dalam hati ini aku menyayangi mu citra" entah keberanian dari mana tiba-tiba aku mengatakan isi hatiku kepada citra. dan ku kecup tangan citra saat itu. "mas maksudnya apa,jangan mas, aku takut mas, aku juga mencintai kamu, tapi kania mas, kekasih kamu, bukan aku" citra berlinang air mata. tak kusangka citra pun memendam rasa yang sama kepada ku tetapi dia masih menghargai kania.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini aku mengikuti tes beasiswa untuk ke german, kania tidak menemaniku karena dia tidak &lt;br /&gt;setuju aku untuk belajar di german, dan aku meminta citra untuk menemaniku, citra dengan setia menemaniku untuk mengikuti tes itu. "mas ijal, berjuang ya mas, semoga kamu berhasil mas" ucap citra kepadaku dengan penuh kelembutan  yang membuat aku semangat untuk mengikuti tes itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;************************&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebulan setelah tes beasiswa berlangsung, dan hari ini adalah hari pengumumam kelulusan atas beasiswa itu. ternyata aku lulus, dan enam bulan lagi aku berangkat ke jerman. dan aku pun mengikuti program pelatihan bahasa german selama enam bulan. aku mengurus pasport, visa dan eperluan lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku dan dan citra semakin dekat, "citra, kita nonton yuk di atrium senin" tapi pulang kerja aku &lt;br /&gt;ya, ajakku, kepada citra, dan aku semakin dekat dengan citra, "tert..tert" hap ku bergetar, dari &lt;br /&gt;kania, "mas kamu dimana, kok engga jemput aku" suara kania dari seberang telp. "maaf sayang akuhari ini lembur banyak kerjaan, menjelang akhir bulan, harus closing" ucapku berbohong kepada kania,dan  tanpa sepatah kata lagi telp tersebut dimatikan oleh kania.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"siapa mas yang telp" suara lembut nan teduh dari citra menanyakan kepadaku, siapa yang barusan menelphone ku. "dari kania, dia minta di jemput" kata ku kepada citra. "mas aku merasa bersalahkepada kania" citra berkata dengan mata penyesalan "sudah lah, cit, aku lagi kesal de
