IqEwVr5RYHY5lcozd7fQs7f4kHQ
Bisik Angin Tuk Bidadari


Terima kasih atas semua duka 
Kau berikan luka sedalam samudra
yang tak kan hilang dalam sisa hidupku
Membekas dan terus ada

Pergilah-pergilah kamu
Pergilah bawa semua emosi mu
Dendam mu dan marah mu
Aku tak peduli

Kan Ku bunuh rasa itu
Aku tikam dan kucabik-cabik semua
Kususun kayu untuk membuat api
Kubakar semua hingga hilang tak berbekas

Sudahlah
Aku lelah dengan semua yang ada
Biarkan aku hening
dan terbang bersama angin


Menari Dalam Hujan
Rasa sakit ini menari dalam hujan...
Mengeliat manja
Tanpa peduli dengan kelopak
Mata yang basah.
Aq Berlari
ditengah kegelapan
dan selalu menari dalam hujan
mencoba menembus cahaya
untuk menggapai pelangi Setelah hujan
Tak pernah kutemukan pelangi itu
aku hanya menemukan rintihan hujan yang selalu
membasahi bumi tanpa permisi dan tanpa peduli
#Rps151117

Hujan.. Datang lagi
Tanpa diundang
Begitu juga air mata ini
Yang mengalir tanpa henti
Aq mencoba tengadah ke atas...
Akankah hujan berhenti
Berikut dengan air mata 
Yang membasahi kelopak mataku?
Tuhan...
Begitu Sesanya dada ini
Hingga air mata ini turun
tanpa henti seperti hujan
Yang kau turunkan ke bumi ini
Tanpa permisi
Begitu mudahkan air mata ini keluar
setelah aku mencoba bertahan
Sekuat tenagaku...?
Tuhan...
Hujan selalul membawa berkah 
untuk seluruh umat mu
Namun hujan bagiku adalah
Untuk menutupi semua sakit dan pedihku
#Rps151117


Aku pun tak tau
Kapan waktunya datang
Yang Kupikir hanya
Aku menikmati masa ini
Bahagia dengan semua terjalani
Rindu
Ya Rindu dengan sebuah hati
Yang membuatku tak tahu lagi
Walau sakit
Tetapi aku terus mencari
Pada sebuah hati
Hati itu adalah ilusi
sudirman 161117


Hai, Kenapa selalu ada di tiap hariku
kau patahkan sayap-sayapku
dan kau kenalkan aku pada luka
Hingga kini terlihat jelas

Aku tidak sedang merindu
Aku tidak sedang mengingatmu
Walau ribuan kenangan jatuh berserakan
Aku hanya diam bisa melihat

Pergilah kamu sepenuhnya
Tak usah kau pedulikan lagi
aku tak kan memaksamu tuk tetap tinggal
Maka Pergilah sejauh yang kau mau

pergilah untuk kemarin yang terlupa
tak perlu menengok kembali,
untuk hari yang mungkin kembali
hambar tak berwarna

Hati ini sudah ihlas melepas
Yang pernah kugenggam erat
Aku Hanya akan tersenyum
tanpa perlu lagi ada disesali

Sudirman 141117


Aku suka memandang hujan
Rintiknya yang merdu
Mengalun nada-nadamu
Pernah bercerita tentang kita

Akan kuceritakan tentang hujan
tetes-tetes bening menyejukan
memancarkan keindahan dan kedamaian mu
Tertuang dalam Manuskrip bisu

Hujan Teruslah kau menari-nari
betapa kita akan menjalani setapak itu,
Kau dan aku dalam hujan, hanya ada kita
Kulingkarkan tanganku pada pundak indah itu

Selalu ada yg merahasia
Tapi entah apa nama sebenarnya
Serupa kosong namun bukan hampa
Semacam sunyi namun bukan sepi

sesudah hujan reda
kadang tertinggal tetesan yg lembut
Dan ketika mentari beradu
adalah warna indah pelangi yg menjelang

Kehidupan mengajarkan banyak hal
kebahagian, kesedihan
Kebimbangan, kemunafikan dan keserakahaan
bahwa tersadar diriku bukan apa-apa
dan juga bukan siapa-siapa
Aku hanyalah dirikku yang mencoba berdiri
Diatas kakiku sendiri dan mencoba
berjuanga untuk tegar dan belajar:
Belajar bangkit n berjalan diatas
pecahan kaca kehidupan yang kejam
Belajar tertawa dari menangis
belajar tersenyum dari kecewa
belajar mengalah dari keegosian
karena
hidup adalah belajar n berjuang

;;