IqEwVr5RYHY5lcozd7fQs7f4kHQ
Bisik Angin Tuk Bidadari


Tahu kah kamu
Ternyata Senja terlalu berani
Mengingatkan ku kepadamu lagi
gemetarku berusaha tetap diam

415 hari berusaha memahami
Selama itu egomu memuncak
Aku lelah tapi ingin berhenti
Tapi aku tak mampu beranjak

Dan kini aku menikmati sepi
Seperti saat kau kembali sunyi
Maka usirlah rasa ada dalam hati
menari dalam semua memori

Kata-kata musnah ketika kau dan aku berjauhan
Senyap memang kawan terbaik kau dan aku.
adakah lara  ketika kita sama
Kau hidup seberusaha aku mematikan tentangmu

Aku tidak mengerti tentang semua ini
Aku, hujan, kopi dan jakarta,
mengulas kembali memori tentangmu.
Menerima takdir bahwa kita hanyalah mimpi.

Saat itu aku hanya meminta pada Tuhan setangkai bunga mawar yang indah. Tapi Tuhan memberikanku sebuah kaktus berduri yang sangat menyakitkan. Aku pun tak kan berputus asa untuk memohon kepada-Nya.

Aku akan segera menjadikanmu angin lalu seperti yang kau mau. Aku mau buru-buru  berpacu pada jarum waktu, menderu tanpa menyelipkan namamu. Aku tahu kamu ingin memberitahuku seseuatu. Katamu, aku tak perlu menunggu sebab kita tak akan menyatu. Benar begitu?

Mulai detik ini, langkahku terhenti di sini. Menepi dan tak 'kan pernah mengulang untuk mencintaimu kembali. Bukan lagi hidup dalam kotak khayal berbentuk mimpi.aku juga memutuskan untuk berhenti karena waktu ku di dunia ini terbatas dan aku tak mau hidup dalam pengandaian tanpa batas yang menyesakkan.

Terimakasih atas waktu dan kenangan baik atau kenangan saat aku temani setan untuk melakukannya kala lalu,  lalu apa aku masih punya kesempatan untuk memiliki? itu hanyalah pertanyaan retoris yang aku dan kamu tau jawabannya. Kuatlah jadi sendiri mengalahkan dunia dengan tinjumu yang mungil.

Semua yang pernah ku beri untukmu anggaplah sebuah hadiah atas hancurnya hidupmu karena aku, kau selalu teriak ingin mengembalikan, kalau kau bisa lakukanlah tapi dengan syarat semua itu tak memberatkanmu. kalau kau tidak pun aku sudah ikhlas, terserah pilihan ego mana yang akan kau pilih untuk memuaskan egomu.

Sudahlah aku tak akan menyindirmu lagi, atau aku datangi mu dengan marah,aku belajar untuk ikhlas kali ini, aku akan menutup mata melihat tentang mu, aku kan menutup telinga untuk semua kabar tentangmu, dan belajar ikhlas untuk mencintai diriku sendiri, dan mencintaiNya sang pemilik diri, walau agak sedikit nakal aku berminta satu padaNya setiap hari ku, biarlah tertulis takdir atas dirimu atau keluargamu tentang apa yang terasa seikit sakitku saat ini. "Ndang Di Ahu, Ndang Di Ho, Tumagon Di Begu". itu mungkin kalimat yang cocok menggambarkan keingan ku saat ini...

Aku Tau Yang Aku Inginkan, Maka Akan Aku Perjuangkan Apa Yang Aku Inginkan Dan Yang Kuinginkan Itu Adalah Kamu dan yang paling kuinginkan adalah memiliki dirimu seumur hidupku, karenanya aku ingin memperjuangkan cintamu. Bagiku tidaklah masalah jika aku harus berjuang bila ingin memilikimu, selama mampu aku lakukan maka apapun akan aku lakukan untuk memilikimu.

Akan Ku Perjuangkan Cintamu Dengan Sebaik-Baiknya Cara Karena itu bukan cinta Murahan, Bagiku cintamu adalah cinta yang berkelas, karenanya aku gak mau menggunakan cara yang murahan untuk mendapatkan cintamu. Aku akan menggunakan sebaik-baiknya cara untuk mendapatkanmu, aku ingin membuatmu terkesan dengan caraku memperjuangkan dirimu. Dan aku ingin menunjukkan padamu bahwa aku juga memiliki cinta yang berkelas dan aku pantas untuk memiliki dirimu.

Untuk Memperjuangkan Cintamu Aku Tak Ingin Hanya Sekedar Berdoa Saja, Aku Ingin Berjuang Dengan Tindakan Yang Nyata Aku tau doa adalah sesuatu yang paling ampuh untuk sesuatu yang benar-benar kita yakini, benar-benar kita inginkan, benar-benar kita perjuangkan. Namun aku tidak mau hanya bergantung pada takdir dan berserah secara bulat-bulat pada takdir, karenanya aku ingin berusaha dan melakukan pendekatan pada dirimu.

Mereka mengatakan aku bodoh, sebagian menilai aku dungu krna bertahan untukmu. Apakah aku salah? Jika bagi mereka iya, maka jawabanku adalah tidak. Aku yakin kelak kita akan dipersatukan dalam bahagia, aku yakin perjuangan ini tak akan berakhir sia-sia. Sebegitu yakin nya? Jelas, krna memperjuangkanmu tak luput dari doa yang selalu ku panjatkan pada-Nya sang pencipta alam semesta.

Sejujurnya aku tidak tau sudah di batas mana perjuanganku, apakah sudah berada di hatimu? Atau bahkan masih jauh di luar meski hanya untuk sekedar mengetuk pintu hati itu? Aku tidak tau, karna entah dasar apa, aku tidak tau telah berada di titik mana dalam memperjuangkanmu, dalam fikirku selalu saja ada yang lain di hatimu, atau mungkin dia yang pernah ada dan belum bisa untuk menghilangkan rasa itu?? Bisa saja, karena sampai saat ini untuk beberapa alasan kamu masih belum mampu untuk terbuka seutuhnya padaku.

Mungkin saja beberapa kepingan dia yang lalu masih tertinggal membekas, atau mungkin aku masih di anggap belum pantas di sampingmu? ah aku tidak ingin memikirkan nya, biarlah tetap menjadi misteri untukku meski selalu menimbulkan tanda tanya besar sebelum lelapku.

Untuk saat ini tidak masalah jika aku menjadi pihak yabg paling gigih memperjuangkanmu,  selama kamu masih pantas untuk ku perjuangkan dan selama masih ada harapan intuk memilikimu maka aku akan tetap berjuang.Aku baru akan berhenti memperjuangkan cintamu bila kamu jelas-jelas secara sah menjadi milik orang lain, selama kamu tidak memiliki ikatan tanggung jawab pernikahan, maka aku akan terus mekperjuangkanmu.

TEruntuk kamu yang sangat aku sayangi kemerin, hari ini dan lusa. Makasih atas diamnya

Teruntuk Sahabat yang sedang memperjuangkan cinta


AKu tahu setiap aku ingin melangkah
Kamu selalu mencegahku pergi
BUkan dengan larangan mu dengan berkata jangan
tapi dengan suasana yang kau ciptakan untuk mencegahku

Taukah kamu
Aku lelah dengan semua permainan mu
jika kamu memang memintaku pergi
Ikhlaskan ku untuk melangkah

Haruskah aku ikut dalam permainanmu
BIarkan damai di hatiku
SUdahlah kali ini aku akan memulai langkahku
Menjauh dari mu, memutarkembali duniaku

Maaf cinta
AKu sudah letih dengan ketidakpastianmu
Ego dan keras kepalamu
Berat, tetapi aku harus

Untuk apa aku hidup dalam sunyi
Untuk apa terus begini
Tujuan awalku mencintai mu untuk bahagia
Kalau kau ingin bermain cari lah hati yang lain
tapi bukan aku, Baiklah aku pergi sekarang

Bandung 15022018


Selesai

Aku tidak tahu bagaimana harus memulai tulisan ini. Aku mencintai kamu. Kalimat itu seharusnya sudah cukup menjelaskan semuanya. Tapi ada perasaan lain yang iri, yang sebenarnya tidak ingin kutulis. Ia bernama kecewa. Besarnya tak seberapa, egomu lah yang tak sanggup ku imbangi. Hatiku sudah cukup rumit dengan rindu dan khawatirnya, rasanya ia tak sanggup jika harus pula membenarkan semua yang kamu pahami.

Bagiku ‘selesai’ masih jadi tempat yang yang tak terjangkau oleh mata meski rasanya kamu memaksa untuk mendirikan tempat itu disini.

Jika mau saling hitung, perselisihan akhir-akhir ini tidak seberapa dibanding dengan apa yang sudah kita lewati sebelumnya. Bagiku pertengkaran kemarin tidak ada apa-apanya dibanding hari pertama kita saling mengenal.Bagiku kecewaku sekarang bukan apa-apa dibanding dengan rasa ingin selalu bersama. Tapi bagaimana semua itu bagimu, aku tak tahu.

Seperti yang pernah kubilang, aku hadir bukan untuk menyakiti kamu, aku hadir untuk melihat kamu tersenyum, aku hadir bukan untuk menjatuhkan kamu, aku hadir untuk mengangkat kamu dari cemoohan semua orang, aku hadir bukan untuk memperburuk semua, aku hadir untuk mengulurkan tangan membantu apapun materi dan non materi, tapi kalau semua kamu artikan buruk dan salah lalu apa arti hadirku ku ini. Seperti yang pernah aku bilang pula memang aku yang membutuhka kamu, aku bisa lumpuh tanpa hadirmu di hari ku. tapi kalau aku selalu menyakiti kamu untuk apa?

Lalu kenapa aku masih bertahan denganmu? Alasannya sederhana, aku masih jatuh cinta padamu, karena hatik lah yang memilih mu. Ego dan segala remeh temeh yang kamu permasalahkan tidak berarti apapun bagiku. Dan dengan alasan yang sama pula, aku harus mengakhiri hubungan kita disini. Tidak. Maksudku, aku harus menuruti keinginanmu untuk mengakhiri hubungan kita. Benar apa katamu. Sampai detik terakhirpun, cara pandang kita masih berbeda. Kamu bertindak di atas egomu, dan aku menurutinya demi rasa cintaku. Mungkin sampai kapanpun kamu tak akan pernah nyaman denganku. Karena itulah, disaat terakhir ini kuharap aku bisa menyamankan kamu dengan menuruti apa yang kamu mau.

Jadi, selamat datang. Kamu baru saja selesai membangun tempat yang kamu mau disini. Dan selamat tinggal, karena aku juga sedang membangun tempat yang aku mau. Ia kusebut masa depan. Kali ini aku tak peduli ada kamu atau tidak disana, karena aku akhirnya menyadari dengan sepenuh hatiku bahwa aku juga berhak bahagia dengan hidupku. Akhirnya aku tak harus melulu menuruti egomu dan mengesampingkan apa yang aku mau. Terimakasih sudah membuatku sadar bahwa kamu belum mencintaiku sampai saat ini. Sepertinya kamu belum siap menerima cinta setulus yang aku punya.

AKu yang masih selalu mencintaimu kemarin, hari ini, dan esok.



dua bilangan minggu
Sendiri ditemani nyamuk 
berkawan sepi
berselimit rindu

Entah mengapa diam kembali
Memang aku salah
Sebesar itukah kesalahan ku
Hingga kau kirim hening kepadaku

Sudahlah bila itu buat mu tenang
AKu membiasakan dalam sendiri
Atau mungkin ini adalah akhir 
Dari semua inginku yang telah hilang

Kembali ku tegaskan
AKu membenci hening
AKu rindu suara disana
Aku ingin semua kembali semula

Biarlah ku tau rasa rindu
Bila hanya pertengkaran yang ada
Yang bisa kulakukan hanya membiasakan
Atas suatu kehilangan yang ada

Bandung, 13022018

maafku atas mu


seiris luka tertorehkan lagi
Seuntai hati terluka kembali
ketika kemuakan menyeringai
air mata mengalir dengan sendiri

hening malam  syahdu
sebentuk hati  merindu
penyesalan penuhi ruang hampaku
Selimuti pekat ruang kalbu

sebentuk rindu yang membeku
kepada kupu merahku
setumpuk ingin untuk bertemu
menyampaikan maafku atas mu

Jogjakarta

;;