IqEwVr5RYHY5lcozd7fQs7f4kHQ
Bisik Angin Tuk Bidadari


Mentari pun telah kembali
Semburat mega menemani
Menemani cerita yang telah usai
Pada Kisah yang tak pernah ada

PAda lembut hembus sang bayu
menenangkan hati tak berbentuk
Ketika sebuah ikhlas adalah mutlak
untuk rasa yang harus dipendam

Pada sebuah ingin yang tak mungkin
kutetapkan sebuah kerelaan
untuk melepaskan kupu pergi
MAka pergi dan Bahagialah kupu

Memandang kepak sayap yang indah
Pada takdir yang telah usai
tak kan kutahan pergimu
Dipaksa pun tak mungkin

tak ada penyesalan
mengerti semua telah tersurat
Menerima takdir tertuliskan
hanya terseyum Maka Pergilah sesuai mau mu
Akhirnya semuapun usai, Aku Ikhlas

Surabaya, 140118

Semua Komunikasi telah ku tutup, sudahlah aku lelah

Ku fikir aku tak akan bosan dengan sikapmu. Entahlah... Mungkin kata 'lelah' lebih pantas menggambarkan perasaanku saat ini.

Ya. Aku lelah untuk mengerti dirimu.

Aku bahagia pernah mengenalmu. Canda tawa yang akan sangat aku rindukan saat jauh darimu. Tapi aku bisa apa?? Bersamamu pun tak berarti apa-apa karena aku pernah ada dalam hatimu. Aku tak punya tempat spesial kecuali sebagi teman.

Harusnya dari awal aku sadar akan hal ini, hingga aku tidak jatuh terlalu dalam dan sesakit ini.

Tapi sudahlah... Toh hatiku telah memilih. Memilih untuk tidak lagi mempertahankan seseorang yang memang diciptakan bukan untukku. Aku pun sudah lelah... Lelah dengan semua ini. Lelah dengan permainanmu.

Bodohnya aku yang terjebak dan tidak tau jalan keluar.

Tidak ku pungkiri rasa itu memang masih ada tapi aku tidak ingin terluka lagi. Semua ini sudah cukup. Cukup untuk membuatku benar-bemar hancur. Hatiku tak bernilai di matamu.

Selelah semua usaha ku untuk meyakinkamu untuk mau berdampingan dengan aku dalam satu ikatan resmi yang selalu kau tampik.

Walau seribu tanya mengapa kau terima semua yang kuberikan, tapi kau lukai hatiku lagi, sudahlah sudah aku putuskan aku berhenti sampai disini, kembali ke dalam hidupku yang tanpamu.

Terkadang aku berfikir kamu hanya memanfaatkan aku, dan kau selalu bermain dalam permainan yang sama, tapi bodohnya aku bisa diam dan tak beranjak atas semua itu.

Akupun pasti akan mampu melewati semua, dan memperbaiki hatiku yang rusak dan remuk tak berbentuk, yang tak akan pernah kau pedulikan lagi, sudahlah aku yakin aku mampu melakukan nya. Sudah saatnya kupu beranjak... cari lah bahagia mu....

Tapi sudah kuputuskan saat ini aku dan kamu selesai, seperti semua tak saling kenal sudahlah aku lepaskan kamu dari hatiku, pergilah... terimakasih.

Aku akan Terus mencintaimu Kemarin, Hari ini dan esok lusa
http://coretanpena-erwin.blogspot.co.id/2017/08/aku-akan-terus-mencintaimu-kemarin-hari.html

Yah masih sama seperti kemarin kita bermain dalam ruang yang berbahaya, ruang yang seharusnya sudah tidak boleh terjadi tetapi kita masih melakukanya lagi. setelah 4 bulan aku terjatuh kembali dalam lebak cinta, dan kau seperti biasa hanya diam dan marah dalam rasa mu, marah karena aku mencintaimu, marah karena keadaan yang sudah tidak mungkin. kareana aku telah memlikinya disampingku ketika cinta itu ada untukmu yang aku sayangi.

entahlah aku lupa tentang awal perjumpaan kita setalah sekian lama kamu diam, tetiba kamu kembali menghubungiku, "Abi kapan lo mau nyumbang lagi untuk acara reuni itu, gue cuma mau nagihan aja karena lo udah janji sama anak-anak untuk nyumbang lagi" ujar mu kali itu menagih ku untuk membayar sumbangan untuk acara reuni itu. padahal kamu sebelumnya telah menutup semua media komunikasi kita setalah aku jujur mengatakana aku menyukai mu Airin.

Entah bermula dari sana kita kerap kambali berbincang, walau hanya perbincangan sederhana aku dan kamu, dimana pada awalnya aku sangat bahagia disaat kamu membuka blokiran obrolan chat itu.  aku seprti manusia bodoh yang terus mencintai mu dengan memberi perhatian, walau kau pernah bertanya apa maksud tujuan ku mencintai mu, "Hanya ingin kau menjadi sesuatu yang spesial buat aku," aku tak berani mengatakan apa dan maksud tujuan ku itu.

"Bi, lo jangan pernah datang kirim makanan kerumah gue lagi" dengan sikap tegas mu kamu melarang aku mengirim makanan yang biasa aku lakukan ke rumah kamu, "oke aku tidak akan datang langsung akan ku kirim dengan ojek online" ujarku, aku masih rutin mengirim sesuatu kerumah mu, atau pun kantor mu di bilangan kuningan. dan komunikasi kita terus berlanjut. hingga suaatu saat aku memiliki kesempatan untuk menjemput mu di kantor mu, inilah kali pertama aku membawa mobil untuk menjemput mu.

Aku benci kemacetan karaena pada awalnya aku berniat mengajakmu makan di bilangan kota kasabelangka makan All U can eat, tapi berhubung dengan kemacetan yang luar biasa parah, akhirna kuputuskan untuk membawamu kedaerah pejaten village, di perjalanan kamu pun mengatakan "liat bi, aku suka Casio, bentuknya bagus daya tahanya bagus" sambil kamu menunjukan jam casio kepada ku, "kamu mau?" tanya ku, dan kamu pun bercerita bahwa kamu memiliki jam casio pada saat kamu dibelikan oleh ayahmu, dan jam tangan yang kamu pakai adalah pemberian mantan mertuamu, dan dalam hatipun aku berniat untuk membelian mu jam casio. selepas flyover kuningan kita menuju Pejaten Village, kita makan Hanamasa dan aku senang melihat kamu makan dengan lahapnya. inilah masa yang aku sukai. dalam perjalanan pulangn kamu bercerita meminta bantuan ku untuk membantu mu mencari pekerjaan baru.

Esoknya pun aku googling untuk dapat membelikan mu Casio yang kamu mau, kupilih Casio Sheen type She 3500D-4A, sebua kasio merah, ya warna kesukaanmu merah. Pagi itu aku bertanya kepada teman ku, "Bro ditempatlo lama ada lowongan ga, ada temen gue yang mau cari lompatan karena salary yang kecil", Jaya sahabaku menjawa sepertinya ada bro, coba lo kirim ke gue aja CVnya" Ujarnya kepadaku. Kukabarnakn informasi ini kepada mu Airin, bahwa ditempat kerja teman ku ada lowongan, dan kamu memberikan Password email yahoo kamu ke aku, "Abi, lo tolongin gue ya buat CV dan Surat lamaran, dah lama gue gak buat itu" ujarmu kala itu, "OKe" ujarku dan kamu memberi password email kamu, disanalah musibah datang disana sumber bencana hubungan ku dengan nya bermula. setelah proses pembuatan CV aku lakukan, dan aku pun tertarik untuk melakukan explore Email kami, aku temukan nama-nama aneh dari masa lalu mu, Ada dua nama yang menarik perhatianku, pertama koko, seorang yang menuliskan kata-kata mesra kepadamu, dan kamu pun marah kepadanya "Bagus ya lo blok lagi telp gue, gue bukan dona yang akan meneror kamu" itu ucapan mu kepada koko. tetapi koko selalu menuliskan kata-kata mesra kepada kami "Airin dekat kamu aku senang dan aku seperti merasakan aliran darahmu" itu membuatku cemburu tetapi aku hanya bisa tersenyum kecut kepada kamu.

Tetapi satu bukan dia fokusku, tetapi ada satu email terkirim ke pada satu nama "AJI" iya nama itu yang menarik perhatian ku lebih jauh, dan nama itu yang membawa petaka dimasa depan dalam hubungan kita , kata-kata yang membuat ku berfikir ada apa ini "Aji... gw gk tau hrs gmn lagi sm lo. gw cm pengen ngmng sm lo... gw cm pengen nyelesein mslh itu aj... please jgn bgn... gw bnr2 gk bs diginiin... bs qt ngomong klo lo gk mau ketemuan paling gk by phone... stlh itu terserah lo ji... lo mo benci sm gw ato gk mau kenal lg sm gw... tapi paling gk gw bs ngmng sm lo utk yg terahir... gw udh gk bs tidur slm seminggu ini krn mslh ini... iyaa.. gw akuin smw slh gw... n gw mt maaf... tp tolong lo respon messege2 gw... gw udh gk tau lg gmn crny hub lo... please... ksh gw respon. kl gk bs hari ini... besok... please ji... ksh gw jawaban... sekali lagi gw mt maaf sm lo... please... ksh gw jawaban..." dan aji pun memberikan mu sebuah lembar konfirmasi hotel di bilangan Blok M, dan dunia ku berputar aku marah, aku berprasangka, ada apa ini apa yang kamu lakukan disana

Aku bertanya kepada kamu dan meminta penjelasan kepada kamu tentang masalah ini, diantara marah, sedih, kesal dan kecewa serta praduga aku marah kepada kamu dan aku meminta penjelasan kepada kamu tentang masalah ini, ku tulis dalam sebuah media sosial, sindira-sindiran ku kepada kamu dan Konfirmasi kepada kamu tentang masalah ini aku benci membayangkan apa yang kamu lakukan disana dengan nya dulu kala? kamu wanita yang aku cintai, aku puja pernah kamu melakukan itu dengannya.

Kamu mengatakan bahwa kamu disana di hotel lima bilangan blok M hanya makan dan berbincang dengan nya menyelesaikan permasalahan kamu dengan nya, aku dengan persepsi ku dan logika umum mengatakan, tidak mungkin wanita dan pria yang saling mencintai dalam satu kamar tidak melakukan sesuatu. tetapi kamu dengan sabar kamu menjelaskan kepada ku, tetapi api cemburu itu semakin besar aku meminta penjelasan dengan nada ancaman kepada mu, karena aku tidak percaya apa yang kamu katakan. dan kamu pun marah dang mengatakan "anjing lo, Bi.." dan semenjak itu semua media komunikasi ku pun kamu tutup, tidak adalagi yang bisa kuperbuat hanya menyesal dan membayangkan hal yang tidak ingin ku bayangkan.

Selepas sholat taraweh, aku bertemu dengan Ustaz mansur, mantan guru ngajiku, yang telah lama tidak bertemu dengan nya, dan aku bertanya " Pad Ustad tinggal dimana, boleh aku mampir pak" pak mansur biasa aku memanggilnya, ya sudah mampirlah lah Bi, ujarnya kepadaku kala itu. Esonya. "Assalamualaikum Wr.Wb Pak ini Abi", "oke silahkan masuk bi" ujarnya kepada ku. "Mukamu terlihat kusam Bi, apa kamu ada masalah" ujarnya kepadaku, "Begini Ustadz", beliau memandang wajahku dan berkat "Sudah sana kamu sholat taubat dulu" baru nanti kita bicara lebih lanjut ujarnya kepadaku, dan aku kemushola untuk melakukan sholat taubat, setalah itu beliau menghampiriku "Abi, duduk sini, tetap menghadap kiblat" ujarnya kepda ku, dan beliau melakukan rukyah kepada ku. "Ada Apa pak mansyur" ujarku setelah proses itu selesai, "bagaimana perasaan mu sekarang" ujarnya. "plong dan tidak ada masalah lagi", ujarku. "Itu ada yang menempel sama kamu".

Setelah selasai itu aku pun bercerita "Pak, apakah boleh kita menuduh, berfikiran, menuduh bahwa wanita itu berzina" ucapku, "Bagini abi baca surat nur ayat 4, yang artinya “Dan orang-orang yang menuduh wanita-wanita yang baik-baik (berbuat zina) dan mereka tidak mendatangkan empat orang-orang saksi, maka deralah mereka (yang menuduh itu) delapan puluh kali cambukan, dan janganlah kamu terima kesaksian yang mereka buat selama-lamanya. Dan mereka itulah orang-orang yang fasik.” ucap pak mansur. "kamu kenapa adamasalahkah, apa kamu kemarin seperti orang yang marah atau merasakan sesuatu" tanya ustad mansur, "betul pak" ujarku, "sudahlah sudah saya bersihkan semua, jangan lupa tahajut dan hajat jika kamu punya sesuatu" pintanya, "Pak ustad, apa boleh lelaki itu berpoligami" ucaku, Ustad mansur pun menjelaskan boleh tetapi dengan syarat yang berat, "Abi kamu mau berpoligami tanya ustadz, kalau mau uztad punya kenalan di daerah pondok gede, paras dan prilakunya baik" ucap uztad dengan becanda setengah serius. Dan akhirnya pun aku meminta ijin pulang dari ustad mansur.

Huf aku teringat dengan Airin, dan aku bertekat menyelesaikan masalah ku dengan nya lebaran hari kedua aku kerumahnya untuk silaturahmi, " tetapi airin ingin pergi ke PRJ dengan anak-anaknya aku hanya bersilahturahmi, setelah itu airin berjanji untuk membuka komunikasi ku kembali, akupun sering tidur di masjid untuk tidur ku lihat DP airin kembali ada gambarnya bertanda bahwa komunikasi ku telah dibuka olehnya. "Alhamdulillah, terimakasih atas karunia mu ya Allah" kami pun kembali berkomunikasi setelah pertengkaran yang cukup hebat antara aku dengannya.

"Abi, lo bisa tolongin gue gak" tanya airin kepadaku "Apa" tanyaku kepadanya "Bantu gue buat kirim surat lamaran ke bank recap" disana ada direktur mantan tempatnya bekerja dan menawarkan lowongan kepadanya, akhirnya aku membuatkan lamaran kerja untuknya, dan diapun berhasil janjian interview di bank Recap dibilangan sudirman, "Airin gue anterin ya lo interview" abis itu kita jalan, cari makan yang enak. akupun begitu senang dan browsing cari tempat yang nyaman untuk makan berduanya. ",
Hari Senin aku mengantaranya ke bilangan sudirman tempat dia interview awal dengan pake baju dress, Airin terlihat anggun dan cantik sempurna seperti gadis ABG, walaupun sebenernya dia telah memiliki 2 anak. Tapi tampaknya proses interview di Bank Recap tidak berjalan dengan mulus dan dia hanya mendapat tambahan gaji yang tidak terlalu besar, yang tidak sesuai dengan keinginanya.

Tapi aku berusaha menghiburnya dengan mengajaknya makan di telaga seafood di bilangan cibubur. Alhamdulillah dia menyukainya, dan acara itu pun berjalan dengan lancar, aku mengajaknya mampir ke Mall citra grand dibilangan cibubur, kami bercanda bermain sungguh moment yang indah, aku menyukainya waktu itu, aku membelikanya sepatu untuknya "Kaki gue anomali, gak ada ukuranya" tetapi aku berhasil mendapatkan ukuran yang pas, "tuh kan pas" ujarku. kami pun melihat-lihat jaket yang memang saat lebaran dia menginginkanya tetapi tidak dapat terbeli karena keuanganya hanya cukup membelikan untuk keluarganya, ya Airin menanggung untuk anaknya, ibu, dan adinya, dimana mantan suaminya sudah tidak peduli dengannya. "Ayo kita belli jaket" katany, "Ya Sudah sana beliin saja lo sudah tau ukuran dan corak yang aku mau" ujarnya, tapi aku berfikir aku kan membelikan tetapi lain waktu ketika aku berjumpa denganna. setalah itu aku mengajaknya ke daerah perumahan dimana aku dan istriku seharunya berada tetapi istrikku tidak mau menempati disana dia malah memilih tempat orang tuanya karena anak tidak ada yang menjaganya. Kisah ini memang terlarang karena aku telah memiliki istri."Setelah itu aku membeli ikan bakar kalimantan untuk dibawanya pulang", dan kami makan serabi karena dia menginkan itu. Tapi Cobaan datang ketika perjalanan pulang dia bertanya kepadaku tentang komunikasi ku tentang aji, dan dia marah karena aku tidak mempercayainya dan masih mengungkitnya lagi.

Seminggu diapun diam, aku berusaha menghubunginya meminta maaf kepadanya, akhirnya diapun luluh, aku janjian  aku bercerita banyak kepadanya mencoba menjelaskan tentang masalah aji aku pun menjemputnya berangkat pagi ini dan menjemputnya pulang kerja untuk dapat makan di Pejaten village , dia cantik hari ini, dan kami langsung ke konter jaket, aku membelikannya jaket yang dia mau, dipilihnya jaket berwarna biru dengan ukuran S, wow tampak serasi untuknya, dia memang bidadari yang luar biasa untuku. setelah itu kami berkeliling mencari menu makan malam akhirnya terpilih lah "Tawan" untuk makan malam kami. Setelah makan kami pulang di dalam perjalanan aku ungkapkan semua perasaan ku keapdanya, tetapi bencana kembali terjadi selalu permasalahan yang sama "AJI" nama itu yang selalu mengganggu hubungan kami. Airin sempat kesal dan dia memukul kaca mobil ku dua kali.

Akhirnya aku parkir mobilku di bilangan merdeka kami bercerita banyak hal dan, tiba-tiba tubuh airin pingsan dan terliat kaku, aku panik dan berusaha menenengkan nya, ku belai rambutnya, ku peluk dia, karena aku takut dia kenapa-kenapa "Hai, airin kamu kenapa" ujarku... ditengah pingsanya dia setan mulai memasuki fikiranku, ku kecup bibirnya yang lembur dengan perlahan, dan tiba-tiba airin terbangun dan tersadar, dia memukulku, dia marah "Abi, apa yang lo lakuin, gila lo ya manfaatin momen dimana gue pingsan, gue pacaran selama ini gak ada yang pernah nyium bibir gue, sekarang elo" ujarnya sambil memukul kaca mobil ku sekali lagi., searba salah menyesal tapi jujur hal itu menumbuhkan rasa cintaku yang semakin dalam kepadanya. "Emanng lo kira gue pecun" ucapnya, "lo cuma mau tubuh gue, lo mau tau yang dilakuin Aji" boleh tapi lo bayar, lo harus bayar dapetin tubuh gue" ucapnya marah, dan aku bingung benarkah seperti dia wanita seperti itu?

setelah kejadian malam itu, kami pun bertengkar hebat, dia keukuh menyatakan bahwa dia tidak pernah melakukan apapun dengan "AJI" dia bilang akan membuktikan bahwa dia  tidak pernah sekalipun melakukan hal yang tidak seharusnya seperti yang AJi katakan bahwa dia telah mendapatkan airin "seutuhnya" kami pun bersepakat untuk janjian memesan hotel, hanya untuk menjelaskan apa yang terjadi antara dia dengan "AJI", saat itu bertepatan dangan akan berangkatnya orang tua airin untuk menunaikan ibadah ke tanah suci, dan dia mendapat rotasi dari kantor lama di bilangan kuningan ke lokasi baru. setelah dia menyelesaikan pekerjaanya, kami pun bergegas menuju hotel di bilangan Sunter.

Di dalam hotel diapun bercerita apa yang dilakukan dengan AJi , hanya berceritea masalahnya dan kisahnya dan dia mengakuinya bahwa aji hanya mencium bibirnya saat dia pingsan. tragedi terjadi lagi memangn benar kata orang jika 2 orang di kamar dan ketiganya pastilah setan, setan memasuki fikiran ku kembali, aku memaksanya melakukan hubungan suami istri, walau sudah hampir terjadi tetapi dia mengangis, dan hal itu pun tidak sampai terjadi, walau dia menyesalinya dia menangis dan tidak terima dengan perlakukan ku, sepanjang pulangn dia marah diam dan membisu, aku telah menodai dia sebagai wanita. "Puas lo ya, lo dapet lebih dari Aji", katanya, "Airin dengar,aku salah dan aku menyesal, aku siap bertanggung jawab jika kamu terjadi sesuatu" Ucapku menyesali semuanya., aku memang jahat aku foto airin saat airin pingsan di kamar, ku buat di tertidur hanya tertutup seprai saja. karena apa, aku ingin menikahi nya aku ingin memiliki seutuhnya sebagai istriku hanya itu.

Seminggu setalah kejadian Sunter, Airin terpuruk tidak bisa tidur, terus menangis menyesali tentang apa yang telah terjadi, aku pun menyesali tentang apa yang telah terjadi. aku menyesal, "airin, tuntut gue minta tanggung jawab gue, gue siap nikahin lo" ucapku, "engga bi, gue lebih baik diam daripada gue hancurin rumah tangga lo" ujarnya, dia pun menangis dan terpuruk dia tidak mau makan, dan kondisi badanya drop, aku menyesal, aku salah melakukan itu.

Aku janjian denganya untuk mengantarkan nya lagi pindah lokasi dari lokasi lama ke tempat baru, aku senang dikenalkan dengan teman-teman kantor barunya, mencoba mencari jalan ke arah stasiun, aku bahagia dengan nya, setelah itu kami makan di bilangan cideng, Airin makan Iga Bakar dan aku makan ayam betutu, tapi ternayta sidat jahat ku keluar, aku memaksanya untuk pergi lagi ke hotel untuk menghapus semua bukti yang aku punya tentang nya, tetapi aku sayang dia, seperti yang bisa di bayangkan lagi akuk pun kali itu memaksanya kembali, saat dia sakit aku tetap memaksanya melakukan itu, apa yang kupikrkan saat itu, menambah lukanya kembali, terulang lagi. tetapi di hotel bilangan cawang aku meminta dia memeluku, aku ingin merasakan dicintainya, kami pun bercerita tentang masalah dengan keluarganya, aku membelai rambutnya, menciumi rambutnya, karena rasa cinta ku yang tulus kepadanya. tapi dia semakin marah kepada ku dia marah dan sangat membenci ku semenjak itu.

tetapi airin adalah airin, wanita yang sangat baik hati, dia masih memberi ku kesempatan, kami pun masih berdiskusi panjang lebar, sampai aku ingin mengantaranya di stasiun itu, aku membelikan sarapan untuknya, tapi siangnya kami kembali bertengkar. dan aku putuskan untuk menjemputnya pulang kerja, kami pun mempir ke Mall kalibata  untuk bercerita, tetapi memang sifat ku yang kurang sbar dia sibuk main HP, aku marah dan mengambil HPnya, dia berlari meninggalkan tempat makan itu , dan aku mengejarnya, aku benci dipermalukan didepan orang, sampai akhirnya aku nekat membawa tasnya untuk meninggalkan dia, tetapi langkah ku terhenti aku kasihan terhadapanya aku kembali mencarinya dia tidak ada, aku panik, dan aku diam di stasiun kalibata, ku menoleh ada dia disana, dia diam dan meminta tas dan hpnya yang aku bawa. masih saja aku bertengkar denganya, dan dia bilang "ABi pergilah dari hidupku, itu yang gue minta, pergilah abi,sudah cukup lo menyakiti gue dah gak peduli dengan anceman lo" dan Airin sakit di stasiun itu dia muntah aku mengajaknya kedalam gerbong kereta, aku mengantarnya pulang, walau ku tahu itu lah saat terakhir aku akan bisa menemunya, walau aku masih mencintainya, tetapi hati ku masih tidak bisa, esoknya aku temui dia distatiun dan dia hanya diam tak ada kata-kata keluar dari mulutnya, AKu hanya bisa meminta maaf walau memang sudah terlambat, dan apakah ini memang harus berakhir disini kisahku perjuanganku, keinginan ku, setelah apa yang kulakukan dengan nya, setelah aku menghancurkan hidupnya, Apakah tidak ada kesempatan aku untuk memperbaikinya... Aku akan terus berkata kepada mu Airin, Aku akan Terus mencintaimu Kemarin, Hari ini dan esok lusa, maafkan aku yang tidak pernah bisa mengendalikan keinginan ku untuk terus mencintaimu... aku ingin menikahimu airin dan kita tinggal dalam satu rumah dengan 2 putrimu dan 1 anak laki-laki ku darimu.. I LOVE U SO MUCH MY AIRIN

Kisah ini adalah fiksi, jika ada kesamaan nama kejadian adalah rekayasa penulis
EA, September 2017



Tentang seorang perindu
Tentang kata yang tak dapat mewakilkan
tentang kupu yang selalu terindu
Tentang rasa yang tak bisa berhenti

Sunyipun telah tiba
Diretas jejak-jejak rindu
Pada satu hati tertinggal
Dibiarkannya hal tak terucap

Perihal melupakan, aku tak mampu
Karena tentangmu serupa sang mentari
terbenam hari ini
akan datang lagi dikeesokan harinya

Sekali lagi hanya diam
Waktu dimana aku dan tuhan membicarakanmu
Satu nama tercintai
walau dalam seribu rintang

Lintas imaji ku terdiam
kutitip rasa pada angin
agar ia hembuskan rasa takkunjung padam
riak deras gelombang rindu semakin dalam

EA Surabaya 120118



ketika musim mencinta
akupun terpana jatuh pada lebak hati itu
terpesona tabjuk dengan semua yang ada
terkadang bertanya apakah ini

pada tangan yang pernah kugengam
kutitipkan semua rasa ini yang terlalu lebam
atas semua cinta yang bertepuk sepi
atas cinta sendiri

Pada rambut yang pernah ku belai
memang bukan karena rasa
mungkin belai itu karena terpaksa
tapi aku menikmati rasa

PAda bibir yang pernah ku kecup
entahlah aku tak mengerti mengapa itu terjadi
mungin takdir sehinga aku bisa mengecupmu
sudah lah aku pun tak bisa menjelaskan

Pada tubuh yang pernah ku peluk
harap hati ini bukan fatamorgana
Hanya raga yang termiliki sesaat
tapi bukan tulus sebuah hati

Surabaya 09012018



Pada tanah basah terguyur hujan
ada indahnya sebuah cerita
tentang seorang pencinta biasa
dengan sebuah cinta sederhana

tentang sebentuk hati yang pernah begitu nyaman,
yang hangatnya menenangkan,
pernah begitu aku inginkan,
membisik sebuah nama lirih ditelinga tuhan,

aku msh telalu bahagia dlm kegilaanku tentangmu..
Bagaimana mungkin hatiku bukan lah milikmu
sedang ia penuh sesak akan kerinduan tentangmu.
Memang kau membuatku jadi satu2nya orang gila yang paling bahagia menggilaimu

Merindumu adalah hal yg aneh.
ya setidaknya menurutku,.
aku tersenyum meski sendiri,
merasa ramai sekalipun sepi,

Hingga waktu segalanya terhenti,
kamu yang dulu aku banggakan,
Adalah sesak tak lagi melihatmu lagi disini,
Sebagian aku membisu,

Engkau dan hatimu


Engkau dan hatimu
terluka olehku
Apakah begitu sakit
Maaf ya

Engkau dan hatimu
Mengapa harus sosok ini
Karenakah telah mengisi ruang hampaku
Ataukah melukis kembali sosok yg telah pudar dalam memoriku

Engkau dan hatimu
Aku paham tentang segala keluhmu, kuharap maaflah ganjarannya
Hari ini penyesalan adalah milikmu
Percayalah

;;