IqEwVr5RYHY5lcozd7fQs7f4kHQ
Bisik Angin Tuk Bidadari


Kupu-kupu merah itu telah jadi kau
Menjadi saksi tentang sebuah pembelajar
Memberi ilmu tanpa guru
Mengajarkan banyak hal dalam sikap

Kupu-Kupu Merah itu adalah kamu
Berjalan dalam senja
Memaknai dari tiada menuju tiada
seperti datangmu menjadi pergimu

Kupu-Kupu Merah itu adalah kamu
tarian waktu yang berjinjit
perlahan wajahmu menjadi tipuan
jika percaya hanyalah cara mengingat
keraguan adalah cara melupakan

Kupu-Kupu Merah itu adalah kamu
Matamu mengatakan semua cinta
Namun aku tak punya sayap lain untukmu,
karena aku  menyukai kau yang patah

Hinggaplah lebih lama Kupu merah ku
menafikkan semua yg tlah terlalui
Ramaikan semua dalam heningku
Karena aku mencintai mu Kupu merahku

Sudirman 190917


Hujan kali ini turun dengan kejut
rintiknya membentuk alunan
Butirnya meluruh jatuh di tubuhku
Bersenandung lirih dalam getaran hati nan beku

Menghitung hujan, Aku pun menyukainya
jatuh satu per satu hingga membasah wajahku,
meluruhkan separuh rindu untuk kamu 
Hujan ia sejuk seperti kamu… Iya. kamu…

aku menunggumu di sini, dengan keadaan apapun, 
Lewat tetes-tetesnya di dalam hatiku
lewat suara gemericiknya dalam inginku
melalui rintik kecil kubisikan tentang inginku

dalam rintik hujan saat ini
Aku mengingatmu, merindumu, tanpa henti. 
Sampai.. aku pun tidak sampai kapan
sama seperti waktu kemarin, esok ataupun lusa

Sudirman, Agustus 2017


Di kolong langit kita tulis cerita
di hamparan bumi Semua terjalani
Dalam rintik hujan semua terlakoni
kisah bahagia melebihi indah pelangi

aku lelah bila terus begini
ingin menang dari perkasanya kehidupan
di saat naluriku jelas-jelas telah tertindas
jadikanku lemah, jalanku mulai kehilangan arah

Rasakan dengan hatimu
Lihatlah semua dengan jelas
ku tak ingin dipandang hebat
hanya ingin sedikit dihargai

Ketika sebuah kisah harus menjadi rahasia
Tak satupun manusia yang boleh memahaminya
kisah bintang yang pudar,
Kisah angin yang terus berputar

Pada hati yang retak
Akan selalu ada ruang untuk bernafas lega
Rasakan dengan hatimu,Lihatlah semua dengan jelas
mengajarkan kita tentang kepastian dan keteguhan

Depok Agustus 2017

Ketika aku baik aku kalah dengan orang jahat, ada perasaan marah, ketika diriku seolah tak berarti apa-apa. seolah-olah aku tak mampu melakukan sesuatu yang besar. apakah karena sikap, perilaku, kejiwaan dan pikiranku yang berbeda aku ditolak selama ini? tak apa. aku tak lagi perduli. aku sudah tak lagi ingin menjadi baik dan dicintai, mungkin akan merubahku menjadi diri yang paling hitam. aku ingin menjadi kegelapan yang unik. mengembara bersama rasa kosong dan kegelapan yang pekat dalam diriku.

terkadang berfikir kebaikan orang tidak pernah kita anggap atau ingat, nah sebaliknya perlakuan kasar dan nyakitin dari orang lain sering kita ingat.
ingat ini "Si Jahat" selalu diingat kan....pikir lagi deh sapa tau aku yang salah...dan terkadang ada yang memilih untuk jadi "jahat" cuma ingin di "ingat"...
karena setiap dia berbuat baik selalu gak pernah di anggap. Kamu datang disaat Kamu sedih, cuma bercerita tentang rasa sesal Kamu,. sementara si jahat berusaha memperbaiki diri untuk kesekian kalinya dan Kamu maafin untuk kesekian kalinya,.. dan tetep Kamu ingat dan Kamu maafkan..
sementara si baik sekarang cuma bisa Kamu kenang yang hilang sesaat..

ketika menjadi baik itu tak diperbolehkan. maka aku akan menjadi jenius yang paling buruk dan jahat. mungkin disitulah, kebaikan akan muncul dengan wajahnya yang paling terang dan indah, karena orang lain lebih menyukai ketenangannya sendiri daripada menenangkan orang lain. Sekarang aku merasa, Mr Nice guy fall first. aku tidak mau lagi seperti ini! Tidak mau! aku mau jadi orang jahat saja! aku mau mereka semua merasakan sisi lainku, sisi gelapku yang membuat orang lain merasakan betapa jahat dan liciknya aku ini! Pertanyaannya, apakah aku mampu? Apakah aku tega?


Meskipun aku sering berpikir tentang bahagiaku, tetapi terkadang akal sehatku juga bekerja, aku berfikir bahwa aku memang jahat telah merebut segala yang kau miliki

Terkadang tanpa kau sadari dibelakangmu aku sering menangis memeluk bayanganmu dan berbisik “Tuhan kenapa bahagia ini tidak bisa menjadi milikku?”, semuanya mulai terlihat begitu semu, seakan aku ingin pergi jauh bersamamu agar tidak ada orang yang protes terhadap apapun yang kita lakukan, dan ingin membuat bahagia itu utuh permanent menjadi milikku.

Tapi aku kembali tersadar bahwa itu tidak mungkin, aku hanya bisa bertanya “sampai kapan semua ini akan bertahan?”. Terkadang aku terlihat sangat bodoh dengan semua sikapku yang juga selalu menuruti inginku, aku mengetahui banyak hal tentang masa lalumu.

Aku mendengar banyak hal tentangmu dari orang lain yang terlebih dahulu mengenalmu, mereka sering memintaku untuk melepasmu saja, tapi sama sekali semua itu tidak mempengaruhi rasa ini, hatiku selalu berkata “aku gak peduli dengan masa lalu, aku hanya peduli dengan masa kinimu dan berharap juga dengan masa depanmu?”. Sangat bodoh kan???

kebodohan, kegoisan, keinginan, untuk memilikimu sendiri diantara batasan-2x yg membelengu kita.

aku ingin bebas memiliki mu untuk diri ku sendiri, untuk kita. seakan menerobas norma dan etika dunia. karena engkaulah 1 yg teringini.

kadang lelah, capek, penat dalam usaha ku mendapatkan cintamu. tapi aku terus bertahan dalam ingin ku. aku kan terus berkata dengan lantang bahwa aku mencintai mu, kemarin,sekarang,ataupun esok hari... walau kau tap pernah percaya semua itu...

Sebuah Kisah tentang Bintang



Untuk kamu...
hanya ungkapan "Terima Kasih" ku berikan untukmu 
karena kamulah membuatku mengerti arti hidup 
mengerti arti cinta sesungguhnya 
mengerti bahwa kamulah menyentuh hati ini begitu dalam
hingga melupakanmu menjadi hal mustahil dalam hidupku

sekali aku mencinta aku tidak bisa membenci
aku tak ingin ada luka di hatimu bahkan sekecil apapun 
karena mencintaimu adalah awal pondasi aku bahagia 
awal aku bermimpi, awal dari aku menjadi aku 
doaku kamu selalu mendapatkan bahagia selamanya 
karena  aku mencinta hanya dengan keihklasan

Ikhlaskan Saja

Ikhlaskan Saja Saat Kepedulianmu Sudah Tak Dianggap. Setidaknya Kamu Sudah Pernah Sungguh Sungguh Berjuang Untuk Menunjukkan Keseriusanmu Padanya 

Saat seseorang yang kamu pedulikan, yang kamu sayangi dan yang kamu harapkan ternyata tak membalas apa yang kamu lakukan. Tak peduli dengan segala bentuk perjuangan kamu itu, maka ikhlaskan saja semuanya. Biarlah waktu yang akan membalasnya. Anggap saja mungkin dia bukan orang yang layak kamu perjuangkan. Mungkin dia hanya orang yang hanya mampir dalam hidupmu. Setidaknya kamu pernah berjuang dan tulus padanya

Belajar menerima kenyataan dan mengikhlaskan

Bagaimana kalau kenyataan itu begitu pahit? bukankah wajar bila lidah kita ini sulit menerima? Sulit kita ikhlaskan.

Kadang kala logika tidak sejalan dengan hati. Kadang kala, Logika tahu benar kebenarannya seperti ini, bijaksananya seperti ini, tapi kadang hati tidak mau mengikuti. Kadang, hati punya mekanismenya sendiri. Entahlah. Sudahlah dia hanya pelangi yang mewarnai mu hanya sesaat.

Tuhan mempertemukan orang yang kita sayangi dan menyayangi kita, yang kita cintai dan mencintai kita, yang kita benci dan membenci kita, yang membahagiakan kita, yang mengecewakan kita, yang membuat kita sedih dan terluka. Semata-mata untuk melengkapkan kita. Bahwa kehidupan tidak akan selalu manis. Bahwa kita juga sesekali harus mencicipi pahit dan sepah kehidupan.Tuhan tahu yang terbaik untuk hambanya.

kita hanya perlu Belajar menerima kenyataan dan mengikhlaskan

Sekarang, perasaan apa yang Anda rasakan? Mari kita lepaskan dengan teknik berikut …
Duduklah dengan nyaman atau berbaringlah
1. Tarik nafas 4 ketukan, tahan 2 ketukan, buang perlahan 8 ketukan (pernafasan 4-2-8). Rasakan sampai Anda benar-benar relaks
2. Pertanyaan Pertama : Katakan dalam diri, “Bisakah aku melepaskan rasa “galau” ini (jika itu perasaan galau)?” Jawaban diri Anda bisa saja YA atau TIDAK. Tidak ada jawaban yang salah. Ikuti saja dan jawablah tanpa berpikir panjang
3. Pertanyaan Kedua : Katakan dalam diri, “Bersediakan aku melepaskan rasa “galau” ini (jika itu perasaan galau)?”. Jika jawabannya masih TIDAK atau Anda ragu-ragu, tanyakan kembali, “Apakah aku ingin menikmati rasa ini atau terbebas dari rasa “galau” ini?” Tentunya Anda akan melepaskannya bukan? …
4. Pertanyaan Ketiga : Tanyakan dalam diri, : “Kapan perasaan ini akan hilang?” Jawabannya terserah Anda, bisa sekarang, besok, 2 hari lagi, 3 tahun lagi.
Ulangi 3 pertanyaan tersebut di atas, sampai Anda benar-benar terbebas dari rasa “galau” itu. Ingat, tetap lakukan dengan pernafasan 4-2-8
Buka mata … LEPASKAN dan IKHLASKAN …

Hidup itu terus berputar seperti roda. Jangan habiskan waktumu hanya menyesali keadaan yang ada. Menghabiskan waktu meratapi putusnya hubunganmu bisa membuatmu lupa dengan sekitarmu. Ingat, hidupmu bukan hanya tentang mantan kekasihmu, masih ada sahabat dan keluarga yang membutuhkanmu.

Setiap manusia akan merasakan yang namanya mencintai dan dicintai. Namun, manusia tidak bisa mengontrol apa yang akan terjadi di hubungan percintaannya. Kegagalan dalam bercinta jangan dijadikan alasan untukmu jatuh terpuruk dan melupakan dunia sekitarmu.

Adalah kebosanan dan rasa sia-sia yang mengembang saat kutuliskan tentang luka-luka.
Sedang disana ketidakpedulian meraja. Sepercuma ini maka tak ada yang layak diteruskan.
Maka apalah yang paling masuk akal selain pergi dan meninggalkan?
Apalah yang lebih berlogika dari menyumbat luka-luka.
"SELAMAT TINGGAL"
Berkali-kali kuucapkan...
"SELAMAT TINGGAL"
Kali ini akan benar-benar...

;;