IqEwVr5RYHY5lcozd7fQs7f4kHQ
2017 - Bisik Angin Tuk Bidadari

1. "Melepaskan bukan berarti kamu tidak peduli tentang orang itu lagi. Artinya adalah kamu menyadari kalau orang yang bisa kamu kendalikan hanyalah dirimu sendiri" - Deborah Reber​


2. "Kamu tidak bisa berpegang pada sesuatu yang ingin lepas darimu. Kamu hanya bisa mencintai apa yang kamu miliki, saat kamu memilikinya" - Kate DiCamillo​

3. "Di suatu titik kamu akan sadar kalau kamu sudah memberikan begitu banyak untuk seseorang, sehingga yang bisa kamu lakukan akhirnya hanyalah berhenti. Pergilah. Bukan berarti kamu menyerah, dan bukan berarti kamu tidak mencoba. Kamu harus mengetahui bedanya determinasi dan keputus-asaan. Apa yang memang milikmu pasti akan jadi milikmu, dan apa yang bukan, sebagaimanapun kamu mencoba, tidak akan pernah jadi milikmu."

4. "Terkadang kamu harus melupakan apa yang kamu rasakan dan mengingat apa yang kamu pantas dapatkan".

5. "Ada orang yang percaya kalau berpegang dan bertahan adalah tanda kekuatan. Akan tetapi, ada saat di mana dibutuhkan lebih banyak lagi kekuatan untuk tahu kapan harus melepaskan sesuatu dan melakukannya" - Ann Landers

6. "Dan terkadang hal yang baik dapat hancur agar hal yang lebih baik dapat terjadi" - Marilyn Monroe​


7. "Kamu tidak akan tahu caranya melepaskan sesuatu sampai kamu sadar bahwa tidak ada hal apapun yang dapat dipegang lagi" - Susane Colasanti​


8. "Semakin lama kamu bersama dengan orang yang salah, semakin kamu mungkin kehilangan kesempatan untuk bersama dengan orang yang benar" -Taylor Swift.​


9. "Terkadang, membuang beberapa orang dalam hidup kita dapat membuat tempat baru untuk orang-orang yang lebih baik."​

10. "Kamu bisa bertemu orang yang kelihatannya tepat, tapi akhirnya tidak demikian. Kalian putus, kamu kehilangan, dan tidak bisa merasakan hal yang sama lagi. Tapi mungkin kamu harus berhenti bertanya kenapa. Mungkin kamu sebaiknya hanya menerima dan melepaskanya saja"

11. "Berpegang artinya kamu percaya akan masa lalumu. Melepaskan artinya kamu percaya akan adanya masa depan yang baru" - Daphne Rose Kingma

12. "Suatu hari nanti, seseorang akan datang ke dalam hidupmu dan membuatmu sadar kenapa kamu tidak pernah berhasil dengan orang lain."

13. "Apa yang seharusnya terjadi pasti akan menemukan jalannya"Kegagalan tidak bererti kita tidak mencapai apa-apa, namun kita telah memahami sesuatu! Segala sesuatu ada waktunya, ada saat mempertahankan, ada saat melepaskan…!

Aku tak pernah mengharapkan keindahan darimu. Aku tak pernah mengharapkan kebahagiaan darimu, aku tak pernah mengharapkan kamu membalas perasaan yang kujaga selama setahun ini. Tidak aku tak pernah mengharapkan itu. Mana mungkin aku memaksamu untuk mencintaiku? Aku tidak sejahat itu.

Aku di sini hanya mampu memberikan doa, support dan cinta tulus untukmu, aku di sini hanya mampu memberikan kebahagiaanku untukmu, aku rela menukar bahagiaku demi bahagiamu asalkan senyuman mu selalu abadi untuk selamanya .

Hey kamu, pernahkah kamu bertanya kepadaku kenapa aku bertahan? Pernahkah kamu bertanya kepadaku kenapa aku melakukan semua ini tehadapmu?

Itu semua karena sayang, karena perasaan sayang ini aku rela menghabiskan waktu untuk menantimu, karena perasaan sayang ini aku rela berjuang sendirian dalam waktu yang lama, itu semua aku lakukan atas dasar cinta, atas dasar aku sayang kamu.

Tapi apa kamu pernah lihat pengorbanan yang aku kasih buat kamu, di saat kamu bersama yang lain aku hanya mampu diam karena aku sadar aku bukan siapa-siapa kamu, aku hanya orang yang memiliki perasaan cinta terabaikan. Bukan hanya 1 atau 2 kali aku berjuang untuk membahagiakan kamu sudah berulang kali aku lakukan itu, tapi aku tak pernah mengharapkan apapun dari kamu.

Aku tak berharap kamu menggenggam erat tanganmuTidak, aku tidak berharap itu. Aku juga tidak berharap kamu mencintai aku  Tidak, aku tidak sejahat itu…

“Pada dasarnya aku yang salah, ngira kamu bakalan suka sama aku, ngira mimpi bakalan jadi nyata, ngira semua hayalan bakal terjadi, ngira kita bakalan nyatu, ngira kamu akan tetap di samping aku bahkan buat ada disamping aku aja masih banyak butuh berfikir. Aku salah faham, aku salah kira”

Aku terlalu jauuuh mengejarmu dan kamu terlalu cepat berlari meninggalkan aku di belakang mu yang sedang berjuang mendapatkanmu tapi sayang ketika aku hampir saja mendapatkanmu tapi kamu selalu berlari lebih kencang ..

Dan kini tiba saat nya aku harus berhenti mengejarmu, berhenti mengharapkanmu.

Aku janji, aku akan melupakanmu, aku akan mengubur semua rasa sayang ini, aku akan pergi jauh tinggalin kamu karena apa yang aku perbuat tidak pernah ada artinya untuk kamu , tak banyak pintaku kepadamu hanya saja jadilah Wanita yang terbaik buat keluargamu dan aku mohon cukup aku yang kamu sia-siakan jangan ada orang lain yang merasakan perihnya cinta ini. Kutitipkan kamu kepada Allah  semoga kamu bahagia bersama dia. ….

Karena kepergian ku ini yang kamu harapkan sekalipun aku masih berusaha untuk menjauh darimu dan melupakan mu, mengumpulkan keberanian untuk pergi darimu bukanlah hal yang mudah karena ada hati yang ku biarkan patah dan basah.

“Pada akhirnya kamu akan tau siapa yang benar-benar mencintaimu, dan mungkin ini saatnya aku berhenti mengagumimu, berhenti mengharapkanmu diam-diam, berhenti menyukaimu, berhenti dari apapun soal dirimu, Iya aku berhenti sampai disini” Dan buat kamu  yang selalu menjadi alasanku tersenyum jagalah Pemberian ku mungkin itulah kado terakhirku untukmu, untuk ulang tahun mu... Maaf atas semua yang aku lakukan.

beri aku api


























beri aku api
nyala tanpa tungku
disini aku mati
hidup tapi rasa itu

Luapan dentum emosi
Raungan pekik ekspresi
Kala ruh letih berpura
Saat jiwa merintih didera

takdir yang percuma
dan waktu yang terlupa
tak akan pernah tiba disana
Dalam khayal penuh cinta

lelah hati berpura-pura patuh
menahan ledakan emosi
inilah aku
pemberontak berhati lembut

masih tidak puaskah dirimu
setelah kau hancurkan hidupku
jangan lakukan hal itu lagi.
takkan kubiarkan kau hancurkan diriku.

Sudirman 111217

Di media sosial, akhir-akhir ini kita sering mendengar istilah pelakor atau valakor. Meski istilah ini sedang populer, nyatanya tak sedikit orang yang belum tahu maknanya.

Pelakor atau valakor berarti perebut pasangan lelaki atau perebut suami orang lain. Konselor dan terapis dari Biro Konsultasi Psikologi Westaria, Anggia Chrisanti mengatakan istilah pelakor tidak hanya berlaku di dunia maya.

Dalam kehidupan sehari-hari dan di lingkungan sekitar, mulai dari gosip-gosip kantor hingga bisik tetangga, istilah pelakor kerap terdengar.
Anggia menjelaskan ada beberapa kesalahan nyata sehingga seseorang rentan dan dengan mudahnya dicap sebagai pelakor. Berikut ini rinciannya:


1. Diduga memiliki kedekatan spesial dengan pasangan, khususnya suami, orang lain, baik terkait pekerjaan maupun tidak.
2. Banyak ditemukan bukti dan saksi kebersamaan, bahkan di luar kepentingan pekerjaan.
3. Bukti pembicaraan melalui telepon atau chating yang dianggap tidak biasa. Misalnya, terlalu sering dan atau dengan bahasa atau panggilan yang dianggap tidak biasa, dan atau dengan konten yang tidak seharusnya, terlalu perhatian atau terlalu vulgar.
4. Ditemukan beberapa pemberian barang, baik barang sungguhan maupun bukti transfer uang dalam jumlah dan intensitas yang tidak biasa.
5. Kedekatan berbanding lurus dengan munculnya informasi keretakan rumah tangga seseorang yang sedang dekat dengan orang tersebut. Terlebih jika sampai sampai berpisah.

Kehadiran pelakor tentu membuat jengkel dan kesal para istri sah. Bagaimana tidak, sang suami yang dicintai melakukan hubungan terlarang dengan wanita lain. Wajar bila masyarakat beri cap buruk terhadap aksi yang dilakukan pelakor itu.

Di sisi lain, ada beberapa hal yang perlu diketahui mengenai isi hati selingkuhan suami itu. Berikut lima hal yang mungkin dirasakan oleh pelakor seperti diungkapkan pemerhati hubungan, Michelle Zunter mengutip

1. Dia juga sedih
Percaya atau tidak, pelakor bisa merasa bersalah telah masuk dalam kehidupan pria yang sudah menikah. Rasa bersalah ini bakal menghantui dirinya sepanjang hidup. Bahkan perasaan itu pun masih bisa timbul walau sudah tidak lagi menjalin hubungan dengan lelaki orang itu.

2. Bisa saja dia tidak berencana menjadi pelakor
Bisa saja dia awalnya tidak tertarik dengan pria tersebut. Atau dia tidak tahu bahwa pria tersebut sudah menikah. Ya, seperti diketahui ada banyak pria yang mengaku lajang padahal sudah beranak tiga. Ketika perasaan cinta muncul, dia pun sulit untuk keluar dari hubungan itu.
"Ada banyak wanita yang tidak mau memiliki hubungan dengan pria menikah," kata Zunter.
Belum lagi, banyak pria kerap berjanji akan tetap menemani dan berjanji meninggalkan istrinya demi sang selingkuhan. Hal ini tentu semakin membuat pelakor dilema.
Kehadiran pelakor tentu membuat jengkel dan kesal para istri sah. Bagaimana tidak, sang suami yang dicintai melakukan hubungan terlarang dengan wanita lain. Wajar bila masyarakat beri cap buruk terhadap aksi yang dilakukan pelakor itu.
Di sisi lain, ada beberapa hal yang perlu diketahui mengenai isi hati selingkuhan suami itu. Berikut lima hal yang mungkin dirasakan oleh pelakor seperti diungkapkan pemerhati hubungan, Michelle Zunter mengutip Huffington Post,

3. Pelakor pun bisa cemburu
Pelakor pun bisa cemburu ketika orang yang dicintai memilih menghabiskan akhir pekan bersama istri sah dan anak-anaknya. Dia juga mungkin cemburu ketika kekasihnya berbagi ranjang dengan wanita lain.
Dia pun juga cemburu pada wanita lain yang bisa dengan santai menceritakan kehebatan pasangan. Sementara dia, harus menggigit jari hubungan yang dirahasiakan.

4. Jatuh cinta pada orang yang salah
Jatuh cinta kepada orang yang tidak tepat terjadi pada pelakor. Sebagai seorang lajang dia jatuh cinta pada pria yang sudah menikah. Walau tahu salah dia bersikukuh tetap menjalin hubungan dengan pria ini.
"Seorang pelakor tetap mau menjadi selingkuhan karena dia berpikir laki-laki ini juga mau terus bersamanya," kata Zunter.

5. Pelakor juga punya harapan
Setiap pelakor pasti memiliki harapan tentang percintaannya. Dia pun ingin tak hanya menjadi wanita rahasia, tetapi istri yang memiliki suami sah secara agama dan sosial.
"Namun, perselingkuhan adalah hubungan yang mendebarkan walau romantis. Namun selalu hampir berakhir dengan situasi menyedihkan,"

Genggam lah dia


Sendiri dan sepi
Menelusuri mimpi yang tak kunjung menepi
Diantara rintik hunjan dan sinar mentari
Terbias pancar warna pelangi

Pergilah
Pilihan mu telah menunggu
Cukup aku tempat goresan lukamu
Cukup aku tempat cerca dan sinismu

Genggam lah dia
Berjalan lah dengan riang
bukan pura-pura tersenyum
Berbahagialah

Sudah kulapangkan hatiku
Sudah kuterima takdirku
Dari debar di jantungku ini,
kupahami aku hidup dengan mencintaimu.

Pergilah! Cari bahagiamu!
Aku tak peduli semenjak tumpukan kecewaku
Secuil kenangan tentangmu sudah sangat cukup
Pergilah! Aku takkan rindu!

071217



biarkan hujan sebelumnya
menyingkap selaksa cerita
basah pelupuk menuang nestapa
lalu tergoreskan sebias kita

Lihat, lihat lah
Rintik hujan menari riang
dalam untaian awan pekat
sadarku, sadarmu mulai meluka

setitik butiran hinggap di wajah
menganulir semua susah
sesaat tiada henti langit mengurai hujan
ketika rasa masih menghiba

Rintik rintik hujan diakhir nya
Serasa mata ini tak dapat berhenti memandang langit
Memancarkan nuansa tak terhingga
memancar ingin akan rasa tersisa

lalu membasuh tetes hujan yang menerpa pipi
Sebagaimana setiap cerita dikisahkan
menyaksikan segala yang pernah ada dan kini menghilang
Bergantilah nestapa bersama pancaran indah pelangi

EA 051217


Terima kasih atas semua duka 
Kau berikan luka sedalam samudra
yang tak kan hilang dalam sisa hidupku
Membekas dan terus ada

Pergilah-pergilah kamu
Pergilah bawa semua emosi mu
Dendam mu dan marah mu
Aku tak peduli

Kan Ku bunuh rasa itu
Aku tikam dan kucabik-cabik semua
Kususun kayu untuk membuat api
Kubakar semua hingga hilang tak berbekas

Sudahlah
Aku lelah dengan semua yang ada
Biarkan aku hening
dan terbang bersama angin


Menari Dalam Hujan
Rasa sakit ini menari dalam hujan...
Mengeliat manja
Tanpa peduli dengan kelopak
Mata yang basah.
Aq Berlari
ditengah kegelapan
dan selalu menari dalam hujan
mencoba menembus cahaya
untuk menggapai pelangi Setelah hujan
Tak pernah kutemukan pelangi itu
aku hanya menemukan rintihan hujan yang selalu
membasahi bumi tanpa permisi dan tanpa peduli
#Rps151117

Hujan.. Datang lagi
Tanpa diundang
Begitu juga air mata ini
Yang mengalir tanpa henti
Aq mencoba tengadah ke atas...
Akankah hujan berhenti
Berikut dengan air mata 
Yang membasahi kelopak mataku?
Tuhan...
Begitu Sesanya dada ini
Hingga air mata ini turun
tanpa henti seperti hujan
Yang kau turunkan ke bumi ini
Tanpa permisi
Begitu mudahkan air mata ini keluar
setelah aku mencoba bertahan
Sekuat tenagaku...?
Tuhan...
Hujan selalul membawa berkah 
untuk seluruh umat mu
Namun hujan bagiku adalah
Untuk menutupi semua sakit dan pedihku
#Rps151117


Aku pun tak tau
Kapan waktunya datang
Yang Kupikir hanya
Aku menikmati masa ini
Bahagia dengan semua terjalani
Rindu
Ya Rindu dengan sebuah hati
Yang membuatku tak tahu lagi
Walau sakit
Tetapi aku terus mencari
Pada sebuah hati
Hati itu adalah ilusi
sudirman 161117


Hai, Kenapa selalu ada di tiap hariku
kau patahkan sayap-sayapku
dan kau kenalkan aku pada luka
Hingga kini terlihat jelas

Aku tidak sedang merindu
Aku tidak sedang mengingatmu
Walau ribuan kenangan jatuh berserakan
Aku hanya diam bisa melihat

Pergilah kamu sepenuhnya
Tak usah kau pedulikan lagi
aku tak kan memaksamu tuk tetap tinggal
Maka Pergilah sejauh yang kau mau

pergilah untuk kemarin yang terlupa
tak perlu menengok kembali,
untuk hari yang mungkin kembali
hambar tak berwarna

Hati ini sudah ihlas melepas
Yang pernah kugenggam erat
Aku Hanya akan tersenyum
tanpa perlu lagi ada disesali

Sudirman 141117


Aku suka memandang hujan
Rintiknya yang merdu
Mengalun nada-nadamu
Pernah bercerita tentang kita

Akan kuceritakan tentang hujan
tetes-tetes bening menyejukan
memancarkan keindahan dan kedamaian mu
Tertuang dalam Manuskrip bisu

Hujan Teruslah kau menari-nari
betapa kita akan menjalani setapak itu,
Kau dan aku dalam hujan, hanya ada kita
Kulingkarkan tanganku pada pundak indah itu

Selalu ada yg merahasia
Tapi entah apa nama sebenarnya
Serupa kosong namun bukan hampa
Semacam sunyi namun bukan sepi

sesudah hujan reda
kadang tertinggal tetesan yg lembut
Dan ketika mentari beradu
adalah warna indah pelangi yg menjelang

Kehidupan mengajarkan banyak hal
kebahagian, kesedihan
Kebimbangan, kemunafikan dan keserakahaan
bahwa tersadar diriku bukan apa-apa
dan juga bukan siapa-siapa
Aku hanyalah dirikku yang mencoba berdiri
Diatas kakiku sendiri dan mencoba
berjuanga untuk tegar dan belajar:
Belajar bangkit n berjalan diatas
pecahan kaca kehidupan yang kejam
Belajar tertawa dari menangis
belajar tersenyum dari kecewa
belajar mengalah dari keegosian
karena
hidup adalah belajar n berjuang


Hidup akan terus membawa
Kepada kebahagian ketika kita
bisa menikmati hidup walaupun sebentar.
Perjuangan Melawan
Sesuatu yang akan meruntuhkan
Semangat hidup adalah orang
yang merdeka walaupun hidup kita hanya sebentar.
Apalagi 
ketika kita mengetahui kapan
Kematian akan datang untuk kita
perjuangan melawan kesakitan
akan melemahkan kesakitan
yang kita punya walaupun kita
tahu kematian ada di depan mata
#Rps101117


Tidak Selalu Kegelapan 
yang mengantarkan Seseorang pada Kematian
Kadang kilatan cahaya juga menyesatkan
dan mengantarkan ketiadaan..
Pada kematian...
Kematian cuma rekayasa pikiran..
Karena bila qt ingin kematian...
Silahkan hidup...
Tapi bersembunyi dari merahnya cahaya...
Gw udah lelah bersembunyi...
dan gw siap menghadapi cahaya itu...
dan kali ini gue gak mungkin tersesat bahkan dalam gelap
#merahitucinta


Aq Menyukai hujan. 
Dan Aq pun suka berlari
ditengah hujan 
dibandingkan aq
memakai payung atau 
apapun yang daapt menepis hujan.
Karena apa..
Hujan akan membuat saru air mata
yang keluar dari kelopak mata ini.
dan Aq bisa dengan puas menangis
tanpa ada orang pun yang tau
#Rps101117


November 1 0, 2017

Pergilah...Pergilah kamu
Kali ini takan ku hentikan langkahmu
Aku kan membiarkan mu
Tak ada airmata atas semua inginmu

Pergilah... Pergilah kamu
Telah lama ku bertahan dengan inginku
Sekarang siap dengan semua yang ada
Aku kan membiarkan semua

Jauh.. jauhlah kau melangkah
Jauh sampai sudut yang tak terlihat olehku
Aku akan menutup mata, telinga, ketika kabarmu sampai padaku
Pergilah sekarang jika itu mau mu

Kulapangkan hatiku
Menerima semua kenyataan sulit ini
Berbagialah dengan apa yang kamu mau
Mungkin sampai sini kebersamaan kita

Jika semua kenangan kembali
Akan kubunuh semua itu
Ingatlah aku singgih bukan untuk dikenang
Aku hadir hanya untuk dilupakan
Aku Ikhlas...


matahari yang tetap mencintai Bumi, 
dengan setia setiap hari tanpa bumi memintanya.. 
tapi bumi tetap merasakaan manfaat dari matahari....
tanpa matahari tak akan ada kehidupan di bumi, dan matahari pun tetap hadir disetiap pagi walaupun hujan dan badai menghalanginya.... 
Matahari dengan sabar terus memberikan sinar dan cahaya dengan ikhlasnya untuk bumi... 
walau untuk terus bersinar butuh perjuangan dari matahari yang membakar diri nya sendiri... 
Matahari tidak pernah mengharapkan apapun dari bumi... 
mencintai dengan ikhlas, sabar, dan penuh pengorbanan itulah cinta matahari kepada bumi...

Desir lembut sang bayu menerpa
Menghalau kabut putih sebersih jiwa
Ku dengar daun pun mendesah sudah
batin kecil terhela suasana

bau rumputan menghantar pagi hening
tersunting Sebuah rasa hati dalam buaian
bersemi tersemat waktu yang berdenting
Masih tersimpan pesona sebuah hati menawan

ada debar yang menggetarkan relung batin
ketika sebuah hati bergegas ke cinta
meninggalkan luka dan nestapa membawa bahagia
Menggetar gairah asa tak memilih yang lain

kukenali dirimu penawar dalam mimpiku
dalam segenap perjalanan tergegap
pesonamu hingga kina tak pudar lenyap
Membawa Rindu Sebuah Hati pada kekasih itu

Sebuah senyuman indah tak terganti
Membuat aku Selalu terus mencari
terkadang membuat hati Alpha pada diri
tapi alpha diri adalah cinta untuk sebuah hati

Depok 12 Juni 2008
Orignal by Erwin Arianto


Aku tak tahu
pesona apa yg ada dalam dirimu
yg membuatku jadi seperti ini

Dari dulu aku selalu mencoba
melakukan yang terbaik
dan mencoba untuk tidak
melukai hatimu

tapi kenyataannya
yang kulakukan begitu sia-sia
yang kulakukan hanya mendapatkan luka

sedih..
pillu...
dan hanya air mata yang tertinggal
sungguh menyedihkan yang kau lakukan ini

Selama ini aku coba mengerti
mengalah dan sabar hadapi sikapmu
kadang bertentangan dengan hati kecilku
menutupi kesedihanku dengan senyuman

tapi kan kucoba untuk tidak membencimu
dan membuat semua ini akan menjadi pelajaran
terima kasih atas luka yang kau berikan kepadaku

Sudirman 06112017

Just Remind Me

Related image

Kita Adalah Sepasang Penerka
Yang Mata - Matanya
Jatuh Terpuruk
Dalam Lamunan - Tertegun

Menatap Nanar
Semburat Kosong Fatamorgana
Esok Pun kan kembali datang
Membawa Keraguan-keraguan Baru

Masihkah Kita harus
Berbantahan Dalam elegi
Sementara waktu terus menipis
Terus mengiris kesedihan-kesedihan lagi

Kita Adalah Sepasang
Yang Sedang bersandiwara
Dalam Setiap Monolog-Monolog bisu
Lisan terus berusaha memungkiri
Sementara Hati Tak Lelah Meyakini
Dalam Semua Kepalsuan Ilusi

EA 30102017

Sebenarnya . . .
Ingin aku berpaling dari hatimu
Ingin aku pergi dari istana ketulusanmu
Ingin aku melupakan keajaiban cinta
yang tlah kau perbuat . . .
Tapi kenapa tidak bisa ???

Hati tlah memilih surga yang lain
Mendapat mahkota cinta yang lain
Menggapai angkasa dengan warna yang baru
Tapi bayang-bayangmu tetap di belakangku,
kenapa?!

Lupakan aku saja sayang . . .
Bukan masa kita bercinta lagi . . .
Raihlah buah yang lebih ranum dari aku
Mungkin saja ia dapat mengisi hatimu yang tlah aku tinggalkan . . .

Petang kala itu
temaram langit hitam kelabu
Aku hanya bisa diam mengagu
Bukan karena kemuakan ku

Dan hujan pun terus menyapa kita
Ingin Ku ungkapkan seribu kata
Tapi air mata itu membuat ku tak bisa berkata
Karena tak ada kata melihat air mata

Dalam Diam ku kuharap kau pahami
Betapa aku menginginkan mu
Betapa hati menyayangi mu
cinta yang tak Untuk menyakiti

Kau tahu betapa dalam rasa ini
Rasa ku yang hanya tertuju untuk mu
Biarkan aku bercerita dalam diam ini
Karena kaulah permaisuri kalbu

Cikarang, 03 Desember 2007
Erwin Arianto

Genap Empat purnama  ku termenung
pikiranku tak setenang air
aku ketakutan saat ku ingat pagi itu
amarahku keluar di hadapanmu
tanpa perasaan dan tanpa pikiran bersihku
sangat mudah ku ucap kepadamu

saat ku tulis sebuah bait tentang diriku
air mata yang keluar tanpa di sengaja
telah menetes hingga menutupi tulisan ini
aku sangat takut akan kelemahan aku di hadapanmu

Aku takut kehilangan mu
Semenjak kau hadir dan memberi bahagia dalam hidup ku
Aku seperti tak mempunyai kesedihan
Selain kesedihan ku karena takut kehilangan mu

Ungkapan rasa yang ku ucap tak sekedar datang dari mulut ku
Melainkan jujur dari hati ku
Aku tak pernah ingin menyakiti mu
Tak pernah ingin melukai mu
Aku ingin membahagiakan mu
Berbagi kisah hidup dengan mu

Kerinduan ku akan kasih sayang
Seperti terjawabkan setelah kau datang
Hari demi hari aku terus coba pahami hati ini
Semakin ku sadar dalam kecemburuan
Aku takut kehilangan  mu

Hati mu yang bisa membuat ku nyaman...



Banyak kisah tentang persahabatan
Tentang indahnya kebersamaan
Apakah perasahabatan itu memang ada
Waktu ini aku menyesal mengenal mereka

Mereka yang hanya mengolok diriku
Mereka yang hanya mampu berbicara di belakang ku
Mereka yang menjadikan ku sebagai objek
Mereka yang pernah ku anggap teman

Hei jangan kalian seperti itu
Biarlah aku seperti ini
Biarkan aku diam dalam ruangn ku sendiri
Hilanglah kalian dalam dunia kalian sendiri

Tak bisakah kalian untuk tidak berbicara
Dalam semua kegaduhan yang ada dibelakangku
Bukankah teman itu saling mendukung
Apakah perteman itu saling menjatuhkan

Kepada kalian yang pernah kusebut teman
Kuminta biarkan aku berjalan dalam bumi ku sendiri
AKu lelah, aku letih dengan semua yang ada
Hanya satu pintaku, pergilah sekarang dari hadapanku
Karena aku menyukai sendiri ku

Sudirman 2017

Kau Di bumimu

Kau Di bumimu



Meskipun Kau akan berjalan di bumimu sendiri
Dan bergerak sesuai dengan waktu mu sendiri
Matahari yang sama akan terbit untukmu
Seperti ia terbit untukku…

Dan Musim yang sama akan melewati hidupmu
Saat mereka melewai hidupku
Ku tahu, kita akan selalu berbeda…
Tapi…Mungkinkah juga akan selalu sama..

Ini adalah usahaku
Memberi untukmu sebuah pelajaran dalam hidupku
Pelajaran ini tidak bermaksud
Untuk memaksa dirimu memaksa menerima perasaan ini

Kebahagianku yang terbesar
Adalah…
Melihat kau berjalan dalam duniamu Sendiri
Melihat senyummu dengan caraku sendiri
Melihat dirimu bahagia dengan caramu
Melihat senyummu dengan bahagiamu

Namun…
Waktu akan menyingkap kebenaran
Dan kebenaran ini…
Lebih besar daripada kita berdua

Kalau aku dapat menyuarakanya
Dengan cara yang membolehkanku
Berjalan disisimu selama hari-harimu
Maka aku akan tulus mencintai
Sampai sisa umur yang kumiliki
Dan pasti tak akan terbagi.

Depok 17 July 2007, 21:00 Pm
SHE

Teruntuk Bidadari yang pernah bersemayam Dihati

Kala fajar tiba sang mentari tersenyum manja
Di atas jembatan cinta memandang cakrawala
entah apa yang harus kutunggu di sini
separuh hati di atas jalan sunyi

Sayap-sayapnya terbuka
menuruni awan menuju bumi
sangkala meniup angin kencang
Membawa diri tentang cinta yang dingini

bus-bus karyawan turut bersemayam
di aspalnya terbenam airmata
hangus terpanggang bila waktu meraut siang
Dan kita pernah lalui semua itu disini

Teruntuk Bidadari yang pernah bersemayam Dihati
Hanya satu ku berminta, Maaf kan takdir yang terjadi
Biarkan kita bisa kembali bersua
Walau hanya dalam dunia yang maya

kamu yang memang sangat teringini
Terkuak suatu cerita kita yang tak bisa menyatu
Entah karena coretan pena takdir waktu
Atau karena ketercampakan hati yang tersakiti

Dalam perenungan, Krikil-krikil cinta
Cikarang 12 January 2008 15:45
Erwin Arianto

Di dalam larut malam ini aku menangis

Di dalam larut malam ini aku menangis
Melihat gambar ku berdua dulu
Kemana kucari masa indah itu
Tuhan tolong kembalikan kisahku

Tentang cintaku yang telah mati
Cinta Jangan Kau Pergi meninggalkan perih lagi
Jangan kau buat aku terbang tinggi
Tetapi nanti untuk terhempas kembali

Aku lelah memulai kembali cinta ini
jangan kau buat ku merasa jauh hati
saat kumerasa cinta berada dekat denganku
Kukan menjadi kekasih yang setiakan
kuberi rasa yang bernama cinta
yang telah pernah ku kubur di lubuk jiwa

Ku tak bisa berhenti menginginkan mu
Biarkan aku mengisi lembar putih di hatimu
Biarkan cinta bersemi di dalam hatimu
terasa Hidupku hampa tanpamu

hatiku kini terpenjara dalam cinta
dan tak akan ku nodai cinta yang kupunya
Walau ingin selalu mengakhiri harapan cinta ini
Harus kah merasa salah didiriku untuk dapat mencintai
Dirimu yang tulus aku sayangi dan sangat kuingini
Dan kau telah membuat hidupku menjadi berarti

Terilami atas cerita sahabat tentang cinta yang semu di dunia maya
Depok 1 Agustus 2007; 20:58pm


KETIKA CINTA BERTEPUK SEBELAH TANGAN
Ketika cinta bertepuk sebelah tangan
Kamu berharap kehadirannya?
Kamu berharap kebaikannya?
Kamu berharap perhatiannya?
Bahkan kamu berharap kasih sayangnya?
Tapi.... sering kali engkau dikecewakannya?
Seringkali engkau menangis karenanya?
Sering kali engkau merasa disakiti olehnya?
Lalu... pantaskah kau masih berharap padanya?
Ataukah dalam kecewa, dalam tangis dan dalam sakit itu adakah kebahagiaan yang kamu dapatkan?
Apakah dengan kecewamu dia akan berubah menjadi baik?
Apakah dengan tangismu dia akan hadir?
Ataukah dengan perasaan sakit hatimu dia
menyayangimu?
Mungkin jawabannya tidak...
Jadi....bukankah ini saatnya untuk kamu pergi?
Bukankah ini saatnya utk kamu berpaling?
Bukankah ini saatnya utk kamu menjauh?
Setidaknya pergilah dari rasa kecewa itu...
Berpalinglah utk tetesan air mata itu...
Menjauhlah utk membahagiakan hatimu
Sulitkah itu bagimu?
Jika iya...
Pikirkanlah betapa dia tak pernah mengharapkanmu
Pikirkanlah betapa dia tak pernah mempedulikanmu
Pikirkanlah betapa dia bahkan tak sempat memikirkanmu
Tanpa kamu sadari kamu telah hanyut dalam harapan, impian dan angan kosongmu
Sedikit kata darinya sudah membuat kamu merasa diperhatikan
Sedikit senyum darinya sudah membuat kamu pikir dia perduli
Sedikit kabar darinya sudah membuat kamu terlena dan tak beranjak...
Ya...semua yang sedikit itu saja sudah membuat kamu bahagia
Yang sedikit bahkan semu dudah membuat kamu bertahan
Untuk apa???
Untuk suatu yang kosong
Untuk suatu yang tak pernah dia pikirkan
Untuk suatu yang bukan apa2 utknya
Untuk suatu yang dia tidak tahu
Atau suatu yang dia tidak akan perduli
Dan esok lusa, nanti atau waktu yang akan datang kamu akan kecewa menangis dan sakit hati lagi?
Tidaklah semua itu cukup?
Sekarang saatnya kamu melangkah
Mendaki diterjalnya kehidupan dan mengalir bagai sungai
Jangan bertahan utk harapan yang tak pernah ada
Selagi kamu masih bisa berdiri
Selagi air matamu belum habis
Selagi hatimu belum bernanah
Biarlah sakitnya terasa hari ini
Esok luka itu akan mengering
Biarlah dia menjadi kenanganmu
Mungkin dia tak menyadarinya
Karena kamu bukan yang diharapkannya
Kamu bukan yang dipikirkannya
Kamu bukan apa2 baginya
Jangan pernah menoleh lagi untuknya
Jika hr ini kmu sadar siapa dia
Besok, tahun depan, sepuluh tahun lagi dia tetap menjadi org yg sama yang tak pernah pedulikanmu
Pergilah... pergilah....
Biarkanlah hari ini akhir kecewa kamu
Biarkanlah air mata itu menetes sederas2nya
Dan biarkan air mata itu menghujam dalaam
Tapi itu yg terakhir utkmu
Itu yang terakhir...
Ingat....Allah tidak menciptakan satu di dunia ini
Buka hatimu...di luar sana masih banyak orang yang membutuhkanmu
Cukuplah dirimu untuk mereka yang siap menerima cintamu
Yang lebih menghargai air matamu
Thanks for your memories

#RPS 280917

Aku temukan goresan rasa di wajahmu
Rasa yang mebawa teduh didalam diri
Lihatlah... lihatlah senyum itu
Senyum indah laksana sang kupu merah

Terus menikmati waktu tersisa
bersama damainya dirimu
Untuk terus bergerak demi cintaku
Bergerak menyusuri jalan setapak

Kau menempati ruang hatiku yang terdalam
Damai itu terasa sangat indah bersamamu
Maka jangan pernah kau bertanya akan ketulusanku
Buang jauh ragu yang mengganggumu

Cinta ku tak pernah rela kau pergi dariku
Sebab ada damai yang kurasakan dipelukanmu
Menyelimuti hati yang pernah tenggelam
Dari hari dan dunia yang pernah kelam

Kau bersinar indah dalam palung hatiku
Memancarkan senyum yang membuatku tenggelam
Pada lembut manis sapamu sebelum mentari bersinar
Bersama tingkah polosmu merubah hidup menjadi indah

Kau alasanku untuk tetap bersimpuh pada-Nya
Memohon kau menjadi milikku pada satu massa
Dimana hanya bahagia merangkul kita berdua
Atas nama cinta, aku sangat menyayangimu
Walau Semua harus selesai sekarang dan saat ini

29 September 2017

Sudah cukup bagiku sekarang menerima semua perlakuanmu, menerima kenyataan kau sudah tidak peduli, meskipun pahit meskipun harus membekas dan entah berapa lama waktu yang kubutukan untuk menyembuhkan luka akibat goresan masa lalumu, tapi aku yakin, Tuhan sengaja patahkan hatiku sekarang, agar aku bahagia nanti.

Sekarang aku di batas asaku hanya ingin kau bahagia.  Aku terima itu, karena kelak kamu akan sadar bahwa takkan ada yang mampu mencintaimu sebaik apa yang pernah aku lakukan untukmu, tak ada satupun. Bahkan masa lalumu yang mungkin bisa terima kau seperti aku,Tugasku mencintaimu dengan sebaik-baiknya sudah selesai, sekarang tugasku adalah melupakanmu dengan sekuat-kuatnya.

terima kasih, berkatmu, aku seperti kehilangan selera untuk mencintai siapa-siapa, entah karena aku berada di titik kelelahanku memperjuangkan suatu hal yang tak mau diperjuangkan, dan mengikhlaskan sesuatu hal yang memang harus kulepaskan.

Terima kasih Tuhan, akhirnya kau tunjukan padaku bahwa kamu memang pantas diletakkan di masa lalu, bahwa kamu memang tak pantas lagi untuk mendapatkan cintaku.

Jangan pernah datang hanya untuk kembali , aku berjuang sehebat ini bukan untuk kau jatuhkan lagi, jaga apa yang kamu punya sekarang, jangan lepaskan lagi cintanya untuk siapapun, Karena sesuatu yang telah pergi, meskipun kembali, ia takkan sama lagi,

Aku beserta doa dan harapan yang tiada henti selalu mendoakan kebahagiaan kamu,  maaf jika aku pernah membuatmu begitu jauh darinya, darimu aku belajar banyak hal, aku belajar menghargai apa yang aku punya sebelum kehilangan.

Ingatlah kelak ketika kamu sudah bahagia nanti, aku pernah memegang erat tanganmu, dengan segala debat yang hebat untuk menolak sebuah kepergian. Sehingga aku memilih jalan untuk memutuskan melupakan segala tentangmu, sudah saatnya aku naik level kekehidupan selanjutnya. Tak ada lagi ruang tentang kita.

Aku pamit dari hidupmu, maaf aku tak bisa lagi menjagamu, karena Tuhan memberikanku waktu yang terlalu singkat untuk mencintaimu, sehingga aku belum bisa membahagiakanmu, aku titipkan kisah kita ya, aku titip hal bodoh yang selalu kita lakukan bersama, mungkin di mata orang itu bodoh, tapi buat kita itu adalah kebahagiaan,


Kupu-kupu merah itu telah jadi kau
Menjadi saksi tentang sebuah pembelajar
Memberi ilmu tanpa guru
Mengajarkan banyak hal dalam sikap

Kupu-Kupu Merah itu adalah kamu
Berjalan dalam senja
Memaknai dari tiada menuju tiada
seperti datangmu menjadi pergimu

Kupu-Kupu Merah itu adalah kamu
tarian waktu yang berjinjit
perlahan wajahmu menjadi tipuan
jika percaya hanyalah cara mengingat
keraguan adalah cara melupakan

Kupu-Kupu Merah itu adalah kamu
Matamu mengatakan semua cinta
Namun aku tak punya sayap lain untukmu,
karena aku  menyukai kau yang patah

Hinggaplah lebih lama Kupu merah ku
menafikkan semua yg tlah terlalui
Ramaikan semua dalam heningku
Karena aku mencintai mu Kupu merahku

Sudirman 190917

Ketika aq tidak ingin lagi mencinta
Banyak orang yang mencintaiku
Ketika aku ingin pergi
Banyak orang yang datang kepadaku
Ketika aku ingin menyendiri
Banyak orang yang menemaniku
Dimanakah aku seharusnya berada
Ketika keinginan harus hilang di saat realita datang
Hati ini sepi di tengah keramaian
Haruskah aq mengalahkan inginku lagi?
Sampai harus tetap berada ditengah keramaian
Memaksa menerima apa yang ada
Dan berusaha tertawa diantara ramainya gemuruh hati.
#RPS 070917

Aku benci jatuh cinta, yang aku pikirkan tentang jatuh cinta adalah sakit, ketika kita jatuh cinta dengan sesorang yang baru kita kenal adalah membuka lagi hati yang telah kukunci rapat setelah kisah lalu yang memberi pilu dan kenangan yang tak bisa terhapus dalam waktu yang sebentar, iya jatuh cinta diawal harus berjuang meyakinkan kamu bahwa aku serius untuk mencintaikamu, bukan hanya sesaat. sakit ketika kamu tidak merasakan perasaan yang sama dengan yang kurasakan, sakit ketika nanti pada akhirnya kita harus terpisah lagi seperti kisah lalu.

Aku benci pertama kali bertemu dengan kamu, iya kamu... kamu yang membuat aku jatuh cinta lagi walau aku tahu ini sudah terlarang, walau hati sudah ku kekang tetapi rasa itu tetap mengalir dan semakin terasa. Kenapa...? pertanyaan itu selalu berputar di kepalaku untuk mencari berbagai macam alasan yang membuatku jatuh cinta kepadamu, alasan yang aku sendiri berharap dapat menjadi ujung pangkal dan alasan ku untuk menghindari dari kamu.

Aku benci ketika logika aku bersuara dan mengingatkan, “Hey! Ini hanya ketertarikan fisik dan rasa iba semata, pada akhirnya kamu akan tahu, kamu tidak punya anything in common,” harus dimentahkan oleh hati yang berkata, “Jangan hiraukan logikamu.”, aku benci saat pertama kali aku katakan, aku jatuh cinta sama kamu dan kamu menutup komunikasi kita, aku benci mengakui bahwa ini adalah perjuangan panjang ku untuk mendapatkan mu menjadi bagian halal dalam hidupku.

Aku benci harus mencari-cari kesalahan kecil yang ada di dalam diri kamu. Kesalahan yang secara desperate aku cari dengan paksa karena aku benci untuk tahu bahwa kamu bisa saja sempurna, kamu bisa saja tanpa cela, dan aku, bisa saja benar-benar jatuh hati kepadamu. dan aku benci ketika aku harus mengetahui bahwa seseorang pernah kamu cintai, dan hanya untuk kesenangan kalian berdua saja. Aku benci mengetahu bahwa kamu harus mengiba kepadanya dan aku benci tentang yang tertuang dalam surat electronik itu. Serta aku benci kenapa aku harus mengetahui dan mencari tau siapa kamu sebenarnya, yang membuatku bergumul dalam perasaan dan hati yang paling dalam. yang menguras waktu dan emosi ku.

Aku benci mengakuinya ketika rasa itu tumbuh dan semakin kuat, aku benci karena aku harus terus berfikir bagaimana mendapatkan kamu dengan berbagai macam cara. sehingga aku timbulkan sifat jahatku hanya agar kamu mau aku paksa untuk menjadi milikiku. aku benci mengakui bahwa itu salah, hal tersebut adalah bodoh. aku benci melakukan itu. Aku benci mengakui aku ingin memiliki mu.. memiliki hatimu seutuhnya,bukan hanya untuk sesaat. Aku benci mengakui bahwa aku menikmati saat aku mengecup bibir mu yang lembut yang menebalkan rasa cintaku ku kepadamu, yang aku sendiri benci untuk jatuh cinta kepada kamu.

Aku benci jatuh cinta, terutama kepada kamu. Demi Tuhan, aku benci jatuh cinta kepada kamu. Karena, di dalam perasaan menggebu-gebu ini; di balik semua rasa kangen, takut, canggung, yang bergumul di dalam dan meletup pelan-pelan… Dan kali ini dalam kebencianku, sejujurnya aku masih sangat mencintaimu. Aku ingin kamu mengerti perjuanganku. Aku benci untuk memohon Jangan lari tetaplah ada sebagai wanita yang aku cintai bukan yang aku benci. Aku tahu, perasaan itu sangat sulit dirubah. Aku cinta kamu  namun aku juga benci dengan keadaan dan kondisi ini.

aku takut sendirian, aku benci kehilangan kamu, dan aku benci mengakui bahwa aku benar-benar mencintaimu.

Agustus 2017

dua belas agustus kelabu
Tergoreskan retakan hatimu karenaku
Sedih, gelisah, ingat waktu itu
saat kita dalam satu waktu

Diselip cemasku yang mendalam
Pada gelisah yang kian gusar
cemas dengan keadaamu
Gelisah menanti kabar kondisimu

Aku begitu takut
mendengar suara parau kau disana
Aku takut kau lari dan menghindar
Setelah kesalahan itu terjadi

kegelisahan harus kulewati.
kau sengaja menjadikan sepi
dan entah berapa sepi lagi
sebagai sebuah takaran tuk kembali.

Aku lebih banyak mendapatkan cerita dari sorot matamu
di tengah percakapan kita yang terbatas waktu
Dari sorot matamu pula
aku menyaksikan sebuah kegundahan yang teramat dalam
Aku hanya berkata... Maafkan Aku

Agustus 2017


Hujan kali ini turun dengan kejut
rintiknya membentuk alunan
Butirnya meluruh jatuh di tubuhku
Bersenandung lirih dalam getaran hati nan beku

Menghitung hujan, Aku pun menyukainya
jatuh satu per satu hingga membasah wajahku,
meluruhkan separuh rindu untuk kamu 
Hujan ia sejuk seperti kamu… Iya. kamu…

aku menunggumu di sini, dengan keadaan apapun, 
Lewat tetes-tetesnya di dalam hatiku
lewat suara gemericiknya dalam inginku
melalui rintik kecil kubisikan tentang inginku

dalam rintik hujan saat ini
Aku mengingatmu, merindumu, tanpa henti. 
Sampai.. aku pun tidak sampai kapan
sama seperti waktu kemarin, esok ataupun lusa

Sudirman, Agustus 2017

Dialog dengan Hati

Tak pernah terpikirkan sebelumnya, saat-saat seperti ini akhirnya datang juga.
Ketika diri sendiri merasa terlalu sepi untuk lari dari sunyi, namun terlalu enggan mencari yang mampu mendampingi.
seakan cinta di dalam dada terlampau berharga untuk diberikan begitu saja.
Seakan kosong di dalam hati terlalu kecil untuk bisa kututupi sendiri—padahal tidak.
Semua bagai berpura-pura, namun bukan begitu sebenarnya.
Aku hanya takut terluka, sebab segala cinta yang kukenal, belum ada yang berakhir bahagia.

Semiris itukah cinta yang menghampiri hati? Atau aku yang telah tak berhati-hati menaruh hati?
Jika mencintai berarti memberi hati seutuhnya, aku tidak ingin mempertaruhkannya pada yang meretakkan.
Karena tidak pernah ada yang tahu telah sejauh apa aku memunguti serpihan itu satu-satu, mengumpulkannya, lalu menyatukannya lagi hingga sempurna, hingga tak ada luka.

 Setelah sembuh, lalu semudah itu seorang baru merobohkan hatiku hingga lagi-lagi runtuh?
Aku tahu, tak baik terus begini. Bagaimana bahagia bisa mendatangi, jika membuka hati saja aku tak berani?
 Dengan alasan apapun, yang punya awal pasti kelak berakhir. Meski sudah melangkah paling hati-hati, kuyakin ada saatnya hati akan sakit kemudian sembuh sendiri.
Namun aku lelah terus menerus terjebak pada repitisi yang sama. Seseorang datang, mendekat, sakit, lalu berujung aku, atau dia yang luka..

Jika boleh memilih, aku ingin menggunting peta takdir. Agar tak perlu melalui banyak hati, dan langsung sampai di pelabuhan terakhir. Tapi inilah perjalanan.
Kaki bertugas melintasi dan hati mempelajari apapun yang semesta beri. Sejuta tempat singgah, berkelana hingga berdiam di titik lelah, masing-masing dari kita pasti akan menemukan seseorang yang bisa disebut rumah.

 Bukan soal akhir, bukan soal awal, bukan bagaimana memulainya dan bukan bagaimana caramu mengakhiri. Tapi ini tentang menjalani, bertahan dan mendewasa dalam setiap pilihan.
 Di dasar hatiku pernah terletak beberapa nama.
Di sela-sela tiap mula ada ketakutan yang sama, tentang hubungan yang berujung tanpa bersama. Tapi ini mungkin hanya soal bertoleransi dengan waktu.
Jika cinta sudah mendatangi, sekeras apapun kamu menolak, ia pasti akan menang telak.

Jika ini hanya perihal waktu, aku tahu aku tak pintar menunggu.
Aku tak pintar bersabar, terkadang hanya ingin sampai pada akhir yang bahagia.
Namun barangkali, ini lebih dari itu. Sebab katanya, Tuhan hanya memberi sesuatu jika kita telah betul-betul siap memilikinya.
Mungkin saja ada yang memang belum betul-betul siap—mungkin saja aku, mungkin saja kamu, mungkin saja entah.
Walau terkadang bertanya dan terus bertanya kepada Tuhan, mana janji bahagia mu? Mengapa hanya ujian dan ujian lagi.
meyakini hal-hal semu memang tak mudah, tapi lebih baik daripada menjatuhkan diri pada kesedihan yang salah.
Bersabarlah sebentar saja, wahai hati.. Senyum ya hati jangan jadi kelam lagi...

Dialog dengan Hati


Di kolong langit kita tulis cerita
di hamparan bumi Semua terjalani
Dalam rintik hujan semua terlakoni
kisah bahagia melebihi indah pelangi

aku lelah bila terus begini
ingin menang dari perkasanya kehidupan
di saat naluriku jelas-jelas telah tertindas
jadikanku lemah, jalanku mulai kehilangan arah

Rasakan dengan hatimu
Lihatlah semua dengan jelas
ku tak ingin dipandang hebat
hanya ingin sedikit dihargai

Ketika sebuah kisah harus menjadi rahasia
Tak satupun manusia yang boleh memahaminya
kisah bintang yang pudar,
Kisah angin yang terus berputar

Pada hati yang retak
Akan selalu ada ruang untuk bernafas lega
Rasakan dengan hatimu,Lihatlah semua dengan jelas
mengajarkan kita tentang kepastian dan keteguhan

Depok Agustus 2017

Ketika aku baik aku kalah dengan orang jahat, ada perasaan marah, ketika diriku seolah tak berarti apa-apa. seolah-olah aku tak mampu melakukan sesuatu yang besar. apakah karena sikap, perilaku, kejiwaan dan pikiranku yang berbeda aku ditolak selama ini? tak apa. aku tak lagi perduli. aku sudah tak lagi ingin menjadi baik dan dicintai, mungkin akan merubahku menjadi diri yang paling hitam. aku ingin menjadi kegelapan yang unik. mengembara bersama rasa kosong dan kegelapan yang pekat dalam diriku.

terkadang berfikir kebaikan orang tidak pernah kita anggap atau ingat, nah sebaliknya perlakuan kasar dan nyakitin dari orang lain sering kita ingat.
ingat ini "Si Jahat" selalu diingat kan....pikir lagi deh sapa tau aku yang salah...dan terkadang ada yang memilih untuk jadi "jahat" cuma ingin di "ingat"...
karena setiap dia berbuat baik selalu gak pernah di anggap. Kamu datang disaat Kamu sedih, cuma bercerita tentang rasa sesal Kamu,. sementara si jahat berusaha memperbaiki diri untuk kesekian kalinya dan Kamu maafin untuk kesekian kalinya,.. dan tetep Kamu ingat dan Kamu maafkan..
sementara si baik sekarang cuma bisa Kamu kenang yang hilang sesaat..

ketika menjadi baik itu tak diperbolehkan. maka aku akan menjadi jenius yang paling buruk dan jahat. mungkin disitulah, kebaikan akan muncul dengan wajahnya yang paling terang dan indah, karena orang lain lebih menyukai ketenangannya sendiri daripada menenangkan orang lain. Sekarang aku merasa, Mr Nice guy fall first. aku tidak mau lagi seperti ini! Tidak mau! aku mau jadi orang jahat saja! aku mau mereka semua merasakan sisi lainku, sisi gelapku yang membuat orang lain merasakan betapa jahat dan liciknya aku ini! Pertanyaannya, apakah aku mampu? Apakah aku tega?


Meskipun aku sering berpikir tentang bahagiaku, tetapi terkadang akal sehatku juga bekerja, aku berfikir bahwa aku memang jahat telah merebut segala yang kau miliki

Terkadang tanpa kau sadari dibelakangmu aku sering menangis memeluk bayanganmu dan berbisik “Tuhan kenapa bahagia ini tidak bisa menjadi milikku?”, semuanya mulai terlihat begitu semu, seakan aku ingin pergi jauh bersamamu agar tidak ada orang yang protes terhadap apapun yang kita lakukan, dan ingin membuat bahagia itu utuh permanent menjadi milikku.

Tapi aku kembali tersadar bahwa itu tidak mungkin, aku hanya bisa bertanya “sampai kapan semua ini akan bertahan?”. Terkadang aku terlihat sangat bodoh dengan semua sikapku yang juga selalu menuruti inginku, aku mengetahui banyak hal tentang masa lalumu.

Aku mendengar banyak hal tentangmu dari orang lain yang terlebih dahulu mengenalmu, mereka sering memintaku untuk melepasmu saja, tapi sama sekali semua itu tidak mempengaruhi rasa ini, hatiku selalu berkata “aku gak peduli dengan masa lalu, aku hanya peduli dengan masa kinimu dan berharap juga dengan masa depanmu?”. Sangat bodoh kan???

kebodohan, kegoisan, keinginan, untuk memilikimu sendiri diantara batasan-2x yg membelengu kita.

aku ingin bebas memiliki mu untuk diri ku sendiri, untuk kita. seakan menerobas norma dan etika dunia. karena engkaulah 1 yg teringini.

kadang lelah, capek, penat dalam usaha ku mendapatkan cintamu. tapi aku terus bertahan dalam ingin ku. aku kan terus berkata dengan lantang bahwa aku mencintai mu, kemarin,sekarang,ataupun esok hari... walau kau tap pernah percaya semua itu...

Sebuah Kisah tentang Bintang



Untuk kamu...
hanya ungkapan "Terima Kasih" ku berikan untukmu 
karena kamulah membuatku mengerti arti hidup 
mengerti arti cinta sesungguhnya 
mengerti bahwa kamulah menyentuh hati ini begitu dalam
hingga melupakanmu menjadi hal mustahil dalam hidupku

sekali aku mencinta aku tidak bisa membenci
aku tak ingin ada luka di hatimu bahkan sekecil apapun 
karena mencintaimu adalah awal pondasi aku bahagia 
awal aku bermimpi, awal dari aku menjadi aku 
doaku kamu selalu mendapatkan bahagia selamanya 
karena  aku mencinta hanya dengan keihklasan

Ikhlaskan Saja

Ikhlaskan Saja Saat Kepedulianmu Sudah Tak Dianggap. Setidaknya Kamu Sudah Pernah Sungguh Sungguh Berjuang Untuk Menunjukkan Keseriusanmu Padanya 

Saat seseorang yang kamu pedulikan, yang kamu sayangi dan yang kamu harapkan ternyata tak membalas apa yang kamu lakukan. Tak peduli dengan segala bentuk perjuangan kamu itu, maka ikhlaskan saja semuanya. Biarlah waktu yang akan membalasnya. Anggap saja mungkin dia bukan orang yang layak kamu perjuangkan. Mungkin dia hanya orang yang hanya mampir dalam hidupmu. Setidaknya kamu pernah berjuang dan tulus padanya

Belajar menerima kenyataan dan mengikhlaskan

Bagaimana kalau kenyataan itu begitu pahit? bukankah wajar bila lidah kita ini sulit menerima? Sulit kita ikhlaskan.

Kadang kala logika tidak sejalan dengan hati. Kadang kala, Logika tahu benar kebenarannya seperti ini, bijaksananya seperti ini, tapi kadang hati tidak mau mengikuti. Kadang, hati punya mekanismenya sendiri. Entahlah. Sudahlah dia hanya pelangi yang mewarnai mu hanya sesaat.

Tuhan mempertemukan orang yang kita sayangi dan menyayangi kita, yang kita cintai dan mencintai kita, yang kita benci dan membenci kita, yang membahagiakan kita, yang mengecewakan kita, yang membuat kita sedih dan terluka. Semata-mata untuk melengkapkan kita. Bahwa kehidupan tidak akan selalu manis. Bahwa kita juga sesekali harus mencicipi pahit dan sepah kehidupan.Tuhan tahu yang terbaik untuk hambanya.

kita hanya perlu Belajar menerima kenyataan dan mengikhlaskan

Sekarang, perasaan apa yang Anda rasakan? Mari kita lepaskan dengan teknik berikut …
Duduklah dengan nyaman atau berbaringlah
1. Tarik nafas 4 ketukan, tahan 2 ketukan, buang perlahan 8 ketukan (pernafasan 4-2-8). Rasakan sampai Anda benar-benar relaks
2. Pertanyaan Pertama : Katakan dalam diri, “Bisakah aku melepaskan rasa “galau” ini (jika itu perasaan galau)?” Jawaban diri Anda bisa saja YA atau TIDAK. Tidak ada jawaban yang salah. Ikuti saja dan jawablah tanpa berpikir panjang
3. Pertanyaan Kedua : Katakan dalam diri, “Bersediakan aku melepaskan rasa “galau” ini (jika itu perasaan galau)?”. Jika jawabannya masih TIDAK atau Anda ragu-ragu, tanyakan kembali, “Apakah aku ingin menikmati rasa ini atau terbebas dari rasa “galau” ini?” Tentunya Anda akan melepaskannya bukan? …
4. Pertanyaan Ketiga : Tanyakan dalam diri, : “Kapan perasaan ini akan hilang?” Jawabannya terserah Anda, bisa sekarang, besok, 2 hari lagi, 3 tahun lagi.
Ulangi 3 pertanyaan tersebut di atas, sampai Anda benar-benar terbebas dari rasa “galau” itu. Ingat, tetap lakukan dengan pernafasan 4-2-8
Buka mata … LEPASKAN dan IKHLASKAN …

Hidup itu terus berputar seperti roda. Jangan habiskan waktumu hanya menyesali keadaan yang ada. Menghabiskan waktu meratapi putusnya hubunganmu bisa membuatmu lupa dengan sekitarmu. Ingat, hidupmu bukan hanya tentang mantan kekasihmu, masih ada sahabat dan keluarga yang membutuhkanmu.

Setiap manusia akan merasakan yang namanya mencintai dan dicintai. Namun, manusia tidak bisa mengontrol apa yang akan terjadi di hubungan percintaannya. Kegagalan dalam bercinta jangan dijadikan alasan untukmu jatuh terpuruk dan melupakan dunia sekitarmu.

Adalah kebosanan dan rasa sia-sia yang mengembang saat kutuliskan tentang luka-luka.
Sedang disana ketidakpedulian meraja. Sepercuma ini maka tak ada yang layak diteruskan.
Maka apalah yang paling masuk akal selain pergi dan meninggalkan?
Apalah yang lebih berlogika dari menyumbat luka-luka.
"SELAMAT TINGGAL"
Berkali-kali kuucapkan...
"SELAMAT TINGGAL"
Kali ini akan benar-benar...

Bergumul dengan kegetiran sanubari
Menguasai keadaan mata hati
Akan kemolekan sentuhan kesenyapan diri
Membawa keindahan buaian fatamorgana
Sesak aku didunia maya
Yang berbisik dari sudut mata
Membawa detik ragu akan waktu
Terjaga dalam ingatan dunia nyata
Saat ku tertidur dengan mimpi sempurna
Bangunkan ku sayang
Dari semua mimpi yang tlah teraba
Saat ku akan tenggelam dalam kegelapanku
Agar ku tak lari dari rasa yang harus ku batasi
Saat kau menawarkan sisa cinta dalam rasa
“For my EA gle…Wake me up beib…”

BY HWS

Ya Allah engkau yang lebih tahu apa yang tengah kurasakan saat ini, perputaran waktu mengantarkan aku bertemu banyak pilihan sang Hawa, dari yang cantik hingga baik hati, memang tak ada yang sempurna, benar-benar sulit yang menemukan yang pas di jiwa.

Dalam Kerisauan ini, Hati ini masih tak mampu menjawab siapa sebenarnya yang kuinginan, bagaimana rasa  yang kurasakan. mengapa yang kuanggap cinta terasa biasa saja bahkan teramat sederhana.

Sering kumeminta pada MU ya Allah, bukakanlah hati, dan biarkan aku berfikir mendalam tentang warna yang ku selami, sesuatu yang membuat ku penat dan ingin melapaskan takdir. Aku tak ingin merasakan gelombang ombak yang terus membuatku terombang-ambing olehnya, mungkin kali ini tak jauh beda dengan kisah-kisah yang pernah kau berikan kepadaku. Mencintai tapi tak mampu memahami inginku sendiri. Apakah benar dia yang baru hadir akan menjadi Makmum ku..? tapi mengapa semua menjadi rumit dan sulit. Mengapa tiada tawa atau sekedar senyum sebagai pertanda akan bahagia saat ia hadir. Mungkinkah pertanda saat kau ceritakan semua tentang dia, aku hanya tersenyum kecut menahan sesak di dada.

Apakah ini pertanda cinta memang tak pernah ada, bahwa cinta tak bisa luluh begitu saja meski dengan pengorbanan dan kebaikan, karena yang baru hadir kala mendapati hal itu hanyalah rasa kasihan dan iba seperti yang teralami saat ini.

Ya Allah, yang maha pengasih lagi maha penyayang, tunjukanlah yang terbaik untuk ku hidupku dan semua, apakah aku harus bertahan, memberi kesempatan bahwa suatu saat semua akan berubah dan aku bisa tersenyum indah memandangnya. Apakah salah jika ku berharap ada seorang yang hadir yang menciptakan debar di hatiku, salahkah jika aku menginginkan keinginanku, kemauanku dan perjuanganku. Ataukah aku hanya pasrah dengan keadaan sekarang yang sudah tersedia, walau banyak nestapa terukir di jiwa? Saat aku mencintai seseorang dan bersedia berkorban, karena mungkin aku kan merasa butuh dan menaruh rindu akan kehadiranya, apakah mungkin seperti itu?

Pada Akhirnya semua akan pergi hilang, dalam bilangan dasawarsa aku memang sudah tak peduli menutup ingin hati mengunci rapat semua yang terlintas, berusaha melupa tentang kisah lalu yang tak bisa ku perjuangkan, membuang ingin untuk sebuah lembar baru. Takdir memang tak bisa dipaksakan, dengan sendirinya jika sudah kau goreskan pena untuk sebuah cerita, kau hadirkan kembali sesosok yang tak pernah ku kenal, tak pernah terfikirkan akan ada masuk dan menyakiti jiwa ini. tapi apalah daya hamba hanya melakoni sekenario yang sudah Kau tuliskan. Semua hanya misteri dari enggkau pemilik diri... Hanya satu pintaku ya Allah, buatlah Indah semua pada akhirnya, dan kuatkan hati jika terjadi percikan-percikan kecewa.

Dalam perenungan percakapan fikiran dan Hati kecil...

Di Jumat itu
Ketika mentari berlalu dan pergi
ketika semua tertutup rapi
angin menginginkan kupu kembali
Disini, sekali lagi

Tapi waktu telah berhenti
Hanya hening dan sepi
Tertelusuri ruang ingin tak menepi
Dalam nyata dan hayal silih berganti

Terasa Kosong dan hampa
Saat roda waktu berputar tak bersua
Terasa ada yang berbeda
saat semua amarah dan ego berjumpa
Hanya sisa pertengkaran yang ada

Kupu indah rupa
Kembali lah dalam sebuah jumpa
Dalam satu keinginan cinta
bersatu bersama tuk selamanya..

July 2017

Aku,
Pernah merasa terluka karena mu
Kamu,
Pernah menoreh pedih di hatiku
Kita,
Pernah terbakar api amarah yang sama

Seringkali ingin mengabaikamu
Menghapus tentangmu
tapi, aku tak pernah bisa beranjak pergi
Sebesar apapun luka yang kuterima
Sekuat apapun aku berusaha keluar

Tetap berharap dapat menatapmu lagi dan lagi
Kamu wanita sederhana, yang mampu menekan ego keangkuhanku
Dengan caramu mampu menaklukan keakuanku
Dalam sadarku aku telah jatuh cinta dengan dirimu
Maka kumohon jadilah sesuatu yang berharga untukku cintai


Juli 2017

Simfoni

Bintang. Simfoni yg tetiba mengambil malamku. Simfoni yg menghantarkan kamu dan kamu lagi padaku. Tidak, bukan sosokmu. Tp ingatan tentangmu!
Simfoni yg bisa mengundang egoku. Inginkan kamu menjadi Kita.
Namun, simfoni yg tetiba menyadarkanku utk menghadirkan satu nama dalam doaku. Satu nama, kamu
Simfoni yg akhirnya buatku bertanya “muluk kah keinginanku?”


Sumber: Internet

;;